Agung's posts with tag: wisata

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag wisata
Blog Entryfear (of height) is no longer a factor...Feb 3, '08 11:01 AM
for everyone
Dari dulu gue benci sama segala macem kegiatan outdoor. Mulai dari camping, hiking, rafting, dan segala konco-konconya, gue anti. Selain itu, gue juga takut ketinggian. Dan nggak bisa berenang (walaupun seneng main air di kolam renang).

Itulah sebabnya gue nggak menyambut antusias waktu acara 'watersports' terselip sebagai salah satu agenda acara workshop tahunan di Bali minggu lalu. Pas hari H, saat seluruh peserta disuruh kumpul di lobby hotel untuk naik bis menuju Tanjung Benoa, gue titip pesen sama salah satu temen, "Gue nggak ikut, mau browsing aja di kamar. Bisnya suruh jalan aja, jangan tunggu gue."

Abis itu gue beneran masuk kamar, nyalain laptop, dan mulai login ke MP. Eh, HP bunyi. Temen gue yang lain lagi nelepon.

"Gung! Ditungguin bis nih! Ikut?"
"Enggak! Udah jalan aja."

Eh nggak lama kemudian bunyi lagi. Nama boss muncul di layar.

"Agung..."
"Ya mbak?"
"Agung nggak ikut ya?"
"Males mbak."
"Agung, saya hari ini udah ngebatalin meeting dengan management supaya bisa sama-sama kalian semua. Masa Agung sendiri yang nggak ikut?"
"Huff..."
"Ikut ya? Nanti kalo di sana males main juga boleh kok..."
"Ya deh ya deh ikut ikut...!"

Kenapa sih orang-orang seneng banget main air di pantai, tempat aneka jenis bangkai terapung-apung, tempat mondar-mandirnya segala jenis binatang laut yang bisa nyengat, bisa nggigit, atau keduanya, tempat orang buang sampah, pipis, atau numpahin oli...?

Dengan bersungut-sungut gue ganti baju dan naik ke bis. Di bis si boss menyambut,

"Agung sebel ya?"
"Nggak, mbak. Males aja."

Di Tanjung Benoa, kami langsung disodori list aneka kegiatan yang bisa dilakukan. Ada diving, flying fish, banana boat, parasailing.. nggak ada satupun yang menarik minat gue. Kalo Ida sih pingin banget main flying fish, sayang waktu terakhir kali kami ke Bali dia lagi hamil 2 bulan.

Gue liat-liat ke arah pantai, ada beberapa speedboat yang udah mulai jalan menyeret flying fish. Buat yang belum tau kayak apa permainan flying fish; bentuknya mirip perahu karet lebar yang ditarik oleh speedboat. Penumpangnya 2 orang, dalam posisi telentang. Kalo ditarik dengan kecepatan tinggi, si flying fish ini bisa 'terbang' sampe ketinggian  7 meter di atas permukaan laut! Bentuknya kurang lebih kaya gini nih:


Bener-bener bukan kegiatan menarik buat gue yang takut ketinggian dan nggak bisa berenang ini. Tapi... pikir-pikir, kalo kata teori kan cara terbaik untuk mengalahkan rasa takut adalah dengan menghadapi sumber rasa takut itu, jadi...

"Ya udah, gue ikutan main flying fish deh!" kata gue ke mas-mas petugas.

Abis ngomong gitu sebenernya gue cukup deg-degan ngebayangin apa rasanya terbang setinggi 7 meter, tapi gue coba untuk nggak mikir ke sana.

Setelah nunggu 1 jam lebih, akhirnya gue dapet giliran naik flying fish bareng Anto si tukang sulap. Waktu kami naik, petugasnya bilang, "Waduh, penumpangnya besar-besar amat, mungkin terbangnya nggak tinggi ini..." FYI, berat gue 90 kilo dan Anto 85 kilo. Nampaknya bukan hari baik buat si flying fish yang malang.

Bener aja, pas speedboat mulai jalan, si flying fish kayaknya perlu ganti nama jadi ngesot fish karena dia lebih banyak keseret-seret di air ketimbang terbang. Tapi pada beberapa kesempatan dia lompat lumayan tinggi juga, sampe gue kehilangan orientasi mana atas dan mana bawah.

Cuma 15 menit, flying fish merapat lagi ke pantai dan gue pikir-pikir, "hey, ternyata nggak serem-serem amat. Mungkin gue perlu juga nih, nyoba parasailing..." Sama-sama ditarik speedboat, tapi kali ini kita 'terbang' pake parasut, dengan ketinggian 15-20 meter.

Sebelum sempet mikir kelamaan dan membatalkan niat, gue udah dipasangin harness, diiket ke parasut, dan disuruh lari ke arah laut. Tau2... hup, udah terbang aja.

Temen gue yang udah duluan dapet giliran bilang, "nanti di atas jangan lupa liat pemandangan, keren banget!" Ternyata prakteknya, gue harus setengah mati berusaha untuk nggak tutup mata. Gila ngeri banget, di atas gue sampe nggak ngenalin di mana titik gue berangkat tadi. Perjalanan muter 15 menit rasanya kayak 1 jam, tapi Alhamdulillah... akhirnya gue berhasil mendarat dengan selamat. Kalo mau liat tampang stress gue menjelang mendarat, ini fotonya:

Dengkul gue lemes, tangan gue sakit karena harus narik tali kemudi parasut yang ampun berat banget, tapi lega karena ternyata gue yang takut ketinggian ini berani juga terbang 20 meter Seperti kata Joe Rogan kepada pemenang di setiap episode "Fear Factor" - "Fear is no longer a factor for you!"

"Gimana Agung, senang?" boss gue nanya.
"Lumayan sih mbak. Tapi kalo disuruh milih, saya tetep lebih seneng browsing di kamar..."


YANG PERLU DIPERHITUNGKAN SEBELUM MAIN FLYING FISH / PARASAILING DI INDONESIA

Setelah mengamati, nyoba langsung, dan wawancara dengan para petugas watersports di Tanjung Benoa Bali, gue menemukan beberapa faktor yang mungkin bisa menimbulkan kecelakaan fatal. Seperti biasa, di Indonesia faktor-faktor ini diabaikan dan kebetulan memang jarang terdengar ada kasus kecelakaan akibat watersports. Bukan bermaksud nakut-nakutin,  tapi gue sarankan pertimbangkan dulu faktor-faktor berikut - jadi lo tau segala resiko yang mungkin terjadi.

Flying Fish

Di setiap flying fish yang beroperasi, selain 2 penumpang juga ada seorang operator. Ternyata fungsinya adalah menjaga keseimbangan flying fish saat lagi 'terbang'. Semakin tinggi terbangnya, semakin beresiko untuk terbalik dan jatuh ke permukaan air dengan posisi penumpang di bawah. FYI, jangan kira jatuh ke air itu enak. Semakin tinggi kecepatan dan semakin kecil sudut jatuh sebuah benda saat membentur air, permukaan airnya akan semakin keras. Ini menjelaskan kenapa di beberapa rekaman kecelakaan speedboat, speedboat yang celaka itu bisa terguling-guling dan terpantul-pantul di atas permukaan air - seperti lagi membentur lapisan beton. Pada beberapa kasus kecelakaan pesawat juga ditemukan pesawatnya pecah saat menabrak permukaan laut.

Dengan kata lain, nasib para penumpang flying fish tergantung sepenuhnya pada si operator - sedangkan saat naik kita nggak pernah tau seberapa tinggi tingkat kemahiran orang itu. Belum lagi faktor-faktor lainnya seperti kondisi kesehatan, konsentrasi, kelelahan akibat kejar setoran, dsb dsb. Operator yang membawa gue juga dengan entengnya cerita, "saya dulu waktu baru belajar bawa flying fish pernah jatuh pak, sampe muntah darah..."

Oh iya, satu lagi: saat naik flying fish, lo nggak dikasih pengaman apapun - termasuk safety belt. Jadi lo akan terbang 7 meter di atas permukaan laut hanya bermodalkan kekuatan tangan lo untuk pegangan ke tali. Kalo pegangan lo lepas atau talinya kendor, hmmm... bayangin aja sendiri.

Parasailing

Walaupun terbangnya lebih tinggi, sebenernya parasailing relatif lebih aman daripada flying fish, tapi tetep aja punya sederet resiko. Faktor alat keamanan, misalnya. Peserta nggak dilengkapi dengan helm atau pengaman lainnya. Pengaman lo hanya harness, itupun dipasang secara asal-asalan. Faktor angin juga bisa jadi sumber malapetaka - kalo mendadak berubah arah / kecepatan. Waktu mendarat, lo akan diarahkan menuju pantai - yang penuh dengan warung. Bayangin kalo saat itu tiba-tiba arah angin berubah, dan elo terseret angin menimpa atap-atap warung yang lancip itu. Atau sebaliknya, kalo elo mendarat di air, maka ada kemungkinan lo menginjak deretan karang bawah air. FYI, parasut bulat yang dipake untuk parasailing adalah jenis parasut yang relatif sulit buat dikendalikan, dibandingin sama parasut yang berbentuk persegi. Itulah sebabnya, di nomor ketepatan mendarat cabang olah raga terjun payung, nggak ada atlet yang make parasut bulat. Biasanya parasut bulat cuma dipake buat dropping pasukan perang.

Antisipasi resiko:
  • Sebisa mungkin cari operator watersports yang udah berpengalaman dan direkomendasikan oleh banyak orang.
  • Jangan memaksakan diri kalo badan lagi kurang fit. Walaupun keliatannya lucu, tapi flying fish dan parasailing butuh kekuatan tangan untuk pegangan / mengendalikan parasut.
  • Pastikan asuransi kesehatan lo mau membayar pengobatan akibat kecelakaan olah raga - karena dari pihak operator sama sekali nggak ada jaminan asuransi dalam bentuk apapun.
  • Untuk flying fish, usahakan cari partner penumpang yang bobotnya kurang lebih sama dengan elo, supaya flying fishnya lebih seimbang, nggak gampang terbalik.
  • Berdoa sebelum berangkat, dan jangan lupa pamit baik-baik pada orang tua.


Photo Albumcapture website my-indonesia (5 photos)Dec 25, '07 11:16 AM
for everyone

tulisan lengkapnya ada di bagian review

ReviewReviewReviewReviewReviewMy Indonesia.info - website yang lucuuu deh Dec 25, '07 10:50 AM
for everyone
Category:Other
Dari blogwalking ke blognya "Menteri Desain Indonesia", gue dapet informasi tentang keberadaan website milik Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia, my-indonesia.info. Menurut detikinet, pembangunan website ini menelan biaya... siap-siap tarik nafas... minum dulu biar nggak kaget... tarik kursi, duduk dulu.... kipas-kipas... udah? Yak... biayanya adalah... (*masukkan backsound Indonesian Idol di sini: yang tedeng-tedeng-tedeng... gitu loh*)...


Rp17.5 Miliar




Perinciannya adalah; Rp 2 miliar untuk 'pengembangan situs' selama tahun 2006, Rp 5.5 miliar untuk 'pengembangan situs selama tahun 2007, dan Rp 10 miliar anggaran untuk 'pengembangan dan promosi' tahun 2008.

Sebagai perbandingan, dari hasil googling dengan keyword "dedicated web hosting" gue dapet info bahwa rata-rata layanan webhosting internasional dengan spesifikasi yang bisa dibilang 'super' berkisar pada USD 500 per bulan. Oke deh, biar aman gue kasih anggaran webhosting sebesar USD 1000 per bulan, alias USD 12000 per tahun. Berhubung berita di detikinet menyebutkan bahwa servernya terletak di 4 benua, maka USD 12000 dikali 4 = USD 48000 per tahun atau Rp 480 juta (biar gampang ngitungnya pake kurs 1 USD = Rp 10.000 aja - lebihannya itung2 buat 'uang rokok'). Untuk sewa 3 tahun sejak tahun 2006 sampai 2008, maka kurang lebih dana yang dibutuhkan untuk webhostingnya adalah Rp 1.44 miliar.

Dengan kata lain, biaya di luar webhosting (ongkos webdesign, promosi, dllsb) adalah lebih Rp 16 miliar. Waaww...sungguh webdesigner yang sangat beruntung sekali, bukan?

Dengan anggaran yang segede itu, gue sebagai pembayar pajak yang tertib dan bertanggung jawab tentunya berharap hasilnya akan keren banget. Dan... yak, harapan gue terkabul. Website ini bener-bener menghibur.

Mari kita mulai dari atas: header. Di setiap halamannya ada header foto yang berganti-ganti secara random. Di bagian "calendar event". webmasternya kayaknya lagi terlalu sibuk ngitung duit sampe ngelamun pas lagi cropping gambar: tulisan calendar-nya kepotong, dul.



Selain ngelamun waktu cropping gambar, si webmaster juga bengong waktu ngedit teks. Di bagian "Cultural Activities > Baduy" 2/3 tulisan terformat dalam bold - kayaknya lupa ngasih tag penutup.



Biar para turis yang mau dateng ke Indonesia nggak kesasar, website ini juga menyediakan "map" - maksudnya peta, bukan tempat nyimpen surat tanah. Mari kita klik.



Sebuah animasi flash muncul, menunjukkan di mana letak Indonesia. Kalo diklik, maka akan muncul...



...and that's it. Udah nggak bisa diapa-apain lagi. Paling kalo dimouse-over di atas kota-kota besar, muncul nama kotanya. Kenapa nggak sekalian dijadiin menu navigasi aja sih? Jadi kalo diklik bisa langsung keluar daftar kegiatan wisata di kota tersebut, misalnya. Tapi... yah, minimal peta flash ini bermanfaat buat membantu para turis belajar kalo mau ulangan "peta buta" (FYI buat para pembaca kelahiran 80-an: itu nama pelajaran waktu menteri pendidikannya masih Daoed Yoesoef).

Yang juga nggak kalah keren adalah deskripsi tentang budaya. Di bagian budaya Jawa Barat, ada tulisan tentang "Kuda Renggong" :


Kuda Renggong
Kuda Renggong Art look like Singa Depok from Kabupaten Sumedang at the performance side.


Mari kita bayangkan dialog Mr. dan Mrs. Smith dari pedalaman Amerika yang lagi merencanakan kunjungan ke Indonesia:


"Hey, this one sounds interesting: Kuda Renggong"
"What's Kuda Renggong?"
"Well... you know, kinda like Singa Depok thing"
"What's Singa Depok?"
"The one that's similar with Kuda Renggong, of course".
"...." *jedot-jedotin kepala ke monitor*


Hmmm... trus apanya lagi ya, yang lucu?

Oh iya, bagian "Culinary". Coba buka bagian "Culinary" untuk "West Java". Di bagian atas ada gambar ikan bakar, dijuduli "Sundanese food". Ok deh. Trus ada sederetan piring dan mangkok, juga dijuduli "Sundanese food". Sip. Eh, di bagian bawahnya ada lagi gambar berjudul "Sundanese food", yaitu:



Pertama: itu bukan gambar makanan, kecuali bagi para pelaku kuda lumping yang memang biasa makan lampu . Ke dua: gue 99% curiga bahwa itu adalah foto Kya-kya, tempat jajanan malam di Surabaya - yang mana sampai detik ini belum ada rencana pindah lokasi ke Jawa Barat.

Konon promosi paling ampuh adalah promosi dari mulut ke mulut. Artinya butuh testimonial dari para turis, dong. Coba deh buka bagian "testimonial", maka elo akan menemukan testimonial dari... 2 orang yaitu mas Wai Lok dan mbak May Huang, dua-duanya dari Hong Kong. Hmm... jadi, setelah ngabisin Rp 7.5 miliar (budget untuk tahun 2006 dan 2007) baru bisa nangkep 2 orang turis?

Kesimpulannya, buat yang lagi iseng dan butuh hiburan, mampir2 deh ke my-indonesia.info. Daripada duit 17.5 miliar mubazir, mending buat lucu-lucuan... :-)))

UPDATE:
Ternyata udah ada bertia di detikinet juga yang membeberkan perincian penggunaan anggaran 17.5 M itu... dan isinya lebih lucu lagi. Baca juga 43 komentar yang masuk... ada yang ngeliat data teknis situsnya dan menemukan bahwa servernya di Indonesia. huhuhuhu...
selengkapnya baca di sini.


Category:Other

Gue inget banget, waktu juara dunia tinju Elly Pical sedang jaya-jayanya dulu, dia selalu berlatih di daerah puncak. Alasannya adalah: di dataran tinggi udaranya lebih 'tipis' sehingga paru-parunya harus bekerja ekstra keras untuk menyedot udara. Hasilnya, angka VO2-Max alias kapasitas maksimal paru-parunya untuk menghimpun oksigen meningkat, sehingga lebih optimal untuk mendukung staminanya. Selain itu, di daerah puncak banyak tanjakan-tanjakan curam yang ideal untuk melatih kekuatan otot kaki. Konon Bang Elly sanggup lari 5 KM naik-turun tanjakan setiap harinya.

Seandainya sekarang Elly Pical masih aktif bertinju, gue yakin dia akan berlatih di Hotel Puri Asri, Magelang.

Takdir mengirimkan gue terdampar di hotel ini selama 3 hari 2 malam tanggal 8-10 November 2007, dalam rangka menghadiri sebuah workshop nasional yang diadakan oleh kantor. Sehubungan dengan pekerjaan gue di bagian communication, maka tugas gue di sana adalah meliput acara: memotret dan merekam dalam video. Dan apakah ada di antara kalian, wahai para pembaca, yang pernah liat seksi dokumentasi duduk manis di satu titik secara terus-menerus? Tentu saja tidak, bukan? Artinya, gue harus sering mondar-mandir ke sana-sini. Nggak masalah sih, seandainya lokasinya bukan di Hotel Puri Asri Magelang.

Hotel Puri Asri ini dibangun di atas lahan seluas 18 hektar yang berupa...lembah. Jadi lobby-nya terletak di pinggir jalan, dan kamar-kamarnya terletak nun jauh di bawah sana, beberapa PULUH meter lebih rendah. Memang sih, pihak hotel menyediakan beberapa buah mobil suzuki carry yang dimodifikasi jadi mirip mobil golf (terbuka) untuk mengantar para tamu ke kamar masing-masing... tapi apa iya selama nginep di sana lo mau terus-terusan mengandalkan mobil-mobil yang jumlahnya terbatas itu? Nggak mungkin, kan? Artinya, cepat atau lambat, lo harus jalan kaki.

###

Hari pertama, komentar gue: "Wah hotelnya asik ya, alami banget, berbukit-bukit gini!"

Di sela-sela acara gue menyempatkan diri meninjau aneka fasilitas hotel: ada kolam untuk berbecak air, fitness center, karaoke, aneka permainan anak, bendi, kolam renang pun lebih dari satu. Di dasar lembah ada sungai, dan di pinggirnya kita bisa main ping-pong sambil menikmati gemericik air. Di sebuah sudut juga ada papan catur raksasa, bidak caturnya gede-gede dan dijalankan di atas ubin warna hitam putih. Di sudut lainnya ada lapangan badminton. Mau main volley pantai di pinggir kali? Bisa juga! Tau nggak, untuk menjaga agar pemandangan dari hotel tetap alami, pihak hotel membeli sawah di seberang kali - hanya untuk memanjakan mata para tamu doang. Sawahnya boleh digarap oleh para petani setempat, hasilnya juga untuk mereka.

Hotel ini juga punya gedung pertemuan berlantai dua dengan kapasitas lebih dari 500 orang (berdiri). Kalo masih kurang, ada gedung pertemuan ke dua dengan kapasitas lebih kecil. Berhubung peserta workshop lumayan banyak, kedua gedung ini dipakai. Dari pagi sampai sore, gue sibuk mondar-mandir dengan riang gembira di antara kedua gedung pertemuan ini untuk mengabadikan acara. 

Sekitar jam 8 malam, acara makan malam bersama di restoran hotel, nggak jauh dari lokasi kedua gedung pertemuan. Abis makan gue mampir ke kamar untuk mandi dan istirahat sebentar, karena sesudahnya ada acara 'hiburan malam' bersama artis setempat. Saat itulah gue mulai merasa males."Betis gue kok nyut-nyutan ya...?"

###

Hari ke dua, komentar gue: "Kenapa sih, tanahnya nggak diratain dulu sebelum dibangun jadi hotel?!"

Betis dan paha gue serasa dibetot-betot, gue nyaris ngesot dari tempat tidur menuju kamar mandi. Saat diumumkan sarapan udah menanti di restoran, pikiran gue: "Ufff... apa nggak bisa room service aja ya?" Tau nggak, saking miringnya lahan hotel ini, mesin mobil-mobil suzuki carry milik hotel sampe harus meraung-raung dengan RPM tinggi, walaupun penumpangnya hanya satu orang.

Seperti kemarin gue masih harus mondar-mandir di antara dua gedung pertemuan yang SEANDAINYA berada pada ketinggian yang sama jaraknya nggak sampe 20 meter, tapi KENYATAANNYA terdapat perbedaan ketinggian sebesar kurang lebih 10 meter (jangan langsung percaya, mungkin ini cuma hiperbola orang yang lagi ngos-ngosan). Berdasarkan rumus Pythagoras, di mana c2=a2+b2, maka jarak yang mesti gue tempuh dari gedung pertemuan A ke B tentunya lebih dari 22 meter dan NANJAK. Memang sih, untuk memudahkan para pengunjung jalan-jalan, pihak hotel udah membangun undak-undakan di seluruh area hotel. Tapi, nanjak adalah nanjak, mau lewat undak-undakan atau enggak, buat gue sama nyebelinnya.

Dampak positifnya adalah: konsumsi rokok jadi berkurang karena boro-boro mau ngisep rokok, mau nyedot udara aja udah susah. Dampak negatifnya adalah, gue jadi agak kurang penyabar. Contohnya, sehabis makan siang gue mampir ke kamar, dan sesudahnya kembali bertugas di gedung pertemuan, lantas di sana baru sadar bahwa tripod ketinggalan di kamar, rasanya ingin banting-banting alat pecah belah.

###

Hari ke tiga, gue nggak berkomentar. Gue rela telat sarapan asalkan bisa punya waktu lamaan untuk mengistirahatkan kaki yang merana.

Kesimpulannya: hotel ini cocok buat tempat liburan keluarga dengan anak-anak kecil, juga pas buat ajang pertemuan bisnis... hanya pastikan dulu bahwa JANGAN SAMPE ELO JADI PANITIANYA - apalagi jadi seksi dokumentasi. Oh iya, kelupaan: cocok juga buat berlatih tinju. Jangankan Elly Pical, sepulang dari sana gue pun merasa VO2 Max gue meningkat drastis. Efek sampingnya, jadi rada-rada trauma kalo liat aneka jenis tanjakan dan undak-undakan.


Buat yang ingin liat foto-foto Hotel Puri Asri Magelang, silakan klik di sini



Photo AlbumHotel Puri Asri in Pictures (30 photos)Nov 18, '07 11:37 AM
for everyone

Foto berbagai sudut Hotel Puri Asri Magelang, hotel yang cucok buat tempat latihan tinju.

Review lengkapnya bisa dibaca di sini.


Eventmari bersepeda di hari minggu yang ceriaAug 7, '07 10:53 PM
for everyone
Start:     Aug 19, '07 2:00p
Location:     Museum Fatahillah
sigit dapet dari milis, diforward ke gue, gue coba telepon contact personnya, ternyata bukan hoax, maka gue daftar, ngajak eriq juga, dan setelah daftar gue mau mengajak kalian semua...


...yuuuk bersepeda di Kota Toea hari Minggu 19 agustus 2007 :-))

Ini detilnya:

Buat temen2 yang hobi naik sepeda, ada acara bagus neh,,buat yang hobi naik sepeda,keliling kota tua yuuk,,dengan mengayuh sepeda kita sendiri,,,semuanya GRATIS dengan segala fasilitasnya, termasuk dapat hadiah uang tunai, bagi yang bisa menjawab semua pertanyaan di setiap posnya.
Syaratnya semua peserta wajib mebawa sepeda sendiri-sendiri.


Bersepeda Jelajah Kota Toea

Minggu, 19 Agustus 2007
Waktu : 14.00 WIB - Selesai
Kumpul Museum Sejarah Jakarta
Jl. Taman Fatahilah No. 1 Jakarta-Kota


Rute/Pos :
  • Museum Sejarah Jakarta (Starting point)
  • Toko Merah
  • Jembatan Kota Intan
  • Gudang Sisi Timur
  • Pelabuhan Sunda Kelapa
  • Museum Bahari
  • Menara Syahbandar


Fasilitas:
  • Tiket masuk museum
  • Snack Box
  • ID Card
  • Sinopsis
  • Kaos
  • Topi
  • Handuk kecil
  • Hadiah uang Tunai


Peserta hanya untuk 100 orang.

Pendaftaran di fax ke 848 4552
Informasi : ACP Comm (848 4544): Kartum Setiawan (0817 9940 173)


Category:   Tickets
Price:   mulai 400 ribuan

Siapa cepat dia dapat! Penawaran terbatas hotel di daerah Puncak dan Bandung. Booking terakhir selambat-lambatnya tanggal 27 Maret 2007 Harga mulai dari 400 ribuan. .

Keterangan lengkapnya bisa dibaca di website Planet Holiday Tour and Travel


Click a thumbnail to enlarge:
 


ReviewReviewReviewReviewTravelers' Tale - Belok Kanan: Barcelona!Mar 11, '07 12:15 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Travel
Author:Adhitya Mulya et. al
Sinopsis:
Buku ini bercerita tentang 4 orang sahabat sejak bangku SMA: Francis, Yusuf, Farah dan Retno - yang sekarang tinggal mencar di berbagai penjuru dunia. Salah satu dari mereka akan kawin di Barcelona dan mengundang 3 teman lamanya itu. Undangan ini jadi 'kejutan' bagi mereka karena ternyata ada di antara mereka yang diam2 HHC pada si calon pengantin. Eh, atau tepatnya, ada saling-silang perHHCan di antara mereka berempat. Buku ini menceritakan pengalaman mereka ber-backpacking menuju Barcelona.


Pertama-tama gue mau minta maaf pada keempat penulis buku ini karena ternyata tempat input nama penulis di Multiply terbatas. Pas gue mau masukin empat-empatnya nggak muat. Jadi, gue tulis di sini aja ya, para penulis buku ini adalah:


Gak kebayang deh gimana caranya nulis buku berempat. Walaupun bab-babnya dipisah berdasarkan narasi dari 4 tokoh cerita yang jelas ditulis oleh 4 orang yang berbeda, tapi gimana ya cara nentuin plot utamanya? Trus gimana caranya nulis dialog saat keempat tokoh itu akhirnya ketemu dan ngobrol? Yang jelas, dari keempat tokoh cerita itu, gue berani taruhan iris kuping bahwa tokoh Yusuf ditulis oleh Adhit. Gaya penulisannya yang 'khas' (mulai dari kebiasaannya mengaku-ngaku ganteng, style jokenya yang ironis waktu mengkaitkan praktikum pembedahan kodok dengan saat berseminya cinta, sampai minatnya yang detil terhadap fakta-fakta sejarah) nampak mendominasi buku ini. Sementara Ninit kayaknya kebagian tugas menghidupkan tokoh Farah (tapi gue nggak berani taruhan iris kuping krn nggak terlalu yakin).

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman keempat penulisnya mengunjungi berbagai pelosok dunia. Buat pengunjung setia blog mereka, akan dengan mudah mengenali penggalan kisah dan foto yang pernah mereka posting. Ya, buku ini ada ilustrasinya lho, berupa foto-foto tempat yang jadi setting cerita. Sayangnya beberapa fotonya jadi kurang efektif karena dicetak hitam-putih - sementara obyeknya sendiri berwarna gelap (contohnya foto di halaman 106, 108, atau 159). Untungnya foto di halaman2 awal bab berwarna semua, dan bagus-bagus semua.

Sebagai sebuah bacaan, buku ini adalah 2-in-1. Maksudnya, bisa dilihat sebagai karya fiksi yang mengambil setting berbagai tempat di dunia, atau sebagai referensi wisata yang dikemas dalam jalinan fiksi. Yang jelas, perpindahan sudut pandang 4 tokoh yang bergantian muncul dari bab ke bab bikin buku ini enak dibaca. Rasanya ingin buru-buru pindah bab karena ingin segera tau apa yang terjadi dengan tokoh lainnya. Para penulisnya juga cukup mampu menahan diri dengan tidak berpanjang-panjang ngoceh tentang pernak-pernik tempat yang mereka jadikan setting - sehingga nggak membosankan. Biar bagaimanapun, tokoh-tokoh utama cerita ini adalah orang-orangnya, bukan lokasinya.

Yang bisa dibilang kelemahan dari buku ini adalah karakterisasinya. Seperti gue bilang di awal review ini, tokoh Yusuf tampil sangat kuat dan dominan sementara yang tiga lagi nampak masih samar. Maksudnya, kalo gue ditanya 'seperti apa sih sifat tokoh-tokoh dalam buku ini?' maka gue hanya bisa menjelaskan tentang tokoh Yusuf - sementara untuk yang lainnya gue merasa nggak bisa menjelaskan banyak hal. Selain itu yang juga rada mengganggu buat gue adalah mulai dari halaman 191 sampai akhir, buku ini terkesan mendadak ingin buru-buru selesai dan mengaplikasikan solusi gampang bin kebetulan untuk beberapa permasalahannya. Terus terang gue juga nggak punya ide yang lebih baik sih tentang bagaimana seharusnya mengakhiri cerita ini, tapi somehow endingnya terasa kurang sreg buat gue.

Terlepas dari kekurangan di bagian akhir, secara keseluruhan buku ini adalah buku yang menarik, baik sebagai referensi para (calon) backpacker maupun para penikmat fiksi. Tema yang diangkatnya terasa segar dan baru di tengah membanjirnya buku-buku "Jomblo-wannabes" yang ceritanya muter-muter sampe kusut di seputar perjalanan para remaja jomblo mencari pacar. Gue nggak akan heran kalo ada banyak pembacanya yang mulai mempertimbangkan untuk mencoba backpacking setelah membaca buku ini! Empat bintang dari gue.

Btw, buat para pembaca buku-bukunya Adhit (terutama Jomblo) pasti kenal dengan joke-joke 'obsesif'-nya terhadap penyiksaan secara anal. Nah, di buku ini kalian bisa melihat bahwa obsesi itu nampaknya menular ke penulis lainnya (baca halaman 53). I think you are contagius, Dhit!



Tadi sore gue baca network messagenya Ndaru yang menginformasikan bahwa Rotaract Club Semanggi mau bikin acara sharing tentang backpacking dengan narasumber Adhitya Mulya. Langsung iseng-iseng SMS Adhit, "dhit, ntar malem mau jadi pembicara ya? Jual bukunya gak?" FYI, buku terbarunya Adhit cs yang judulnya "Travelers' Tale: Barcelona Belok Kanan" itu laku keras sampe susaaah... banget dicari. Setelah mendapat jawaban positif, maka malemnya sehabis ikut 1 kelas di gym gue bersama Ida dan bayi Rafi langsung meluncur ke Hotel Shangri-La (nggak pake mandi... hiiyyy..)

Waktu berangkat sama sekali nggak ada bayangan bentuk acaranya kaya apa, pokoknya tujuan utama gue mau beli bukunya Adhit - sukur2 yang ada tanda tangannya. Ternyata ini adalah acara rutin Rotaract Club Semanggi seminggu sekali, bikin pertemuan dengan menghadirkan seorang narasumber. Eh, nggak mesti ada narasumbernya sih, kadang ada juga yang cuma diisi rapat internal.

Gue cuma tau sedikit tentang Rotaract - setau gue itu adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial. Tapi berdasarkan kesan-kesan yang gue tangkap di sana, kayaknya orang2nya asik juga, mirip sama kumpulan MP-ers lah, sangat welcome terhadap orang baru. Yang jelas, struktur organisasi mereka sangat kompleks dan terstruktur. Untuk jadi 'presiden'-nya aja pake ada kampanye segala lho. Kayaknya Rotaract Jakarta masih dibagi-bagi lagi dalam kelompok2 kecil, secara kelompok yang gue datangi tadi menamakan diri Rotaract Club Semanggi. Mungkin ada club-club Rotaract lainnya di Jakarta ini kali ya? Kalo mau tau lebih lengkap, bisa mampir di blognya http://rac-semanggi.blogdrive.com/

Tentang pembahasan materinya sendiri, Adhit sharing beberapa tips and trick kalo mau jalan-jalan ala backpacker. Misalnya, pros and cons antara jalan2 waktu summer yang biayanya relatif lebih mahal tapi rame dengan waktu winter yang relatif lebih murah tapi atraksinya hampir semuanya tutup. Komponen2 biaya yang penting untuk diperhitungkan, dan yang paling mendasar: membantah paradigma bahwa travelling adalah kegiatan yang mahal buanget dan nggak mungkin dijangkau oleh rakyat kebanyakan :-)

Sayangnya gue nggak bisa menyimak secara full secara bayi Rafi nampak mulai bosan dikurung terus dalam ruangan. Suatu kali saat suasana hening, tiba-tiba bayi Rafi nyeletuk "ha-bweeey...?" bikin pengunjung lainnya langsung kompakan noleh semuanya.

Seusai acara, seperti MPers juga ada acara foto bersama. Tapi nampaknya konsentrasi digicam di komunitas ini nggak setinggi di komunitas MP. Dari sekitar 40-an orang yang hadir, cuma nampak ada 4 kamera. Bandingkan dengan acara kopdar MP di mana pesertanya mungkin cuma 10 orang tapi digicamnya bisa ada 15 :-))) Trus masing-masing hadirin juga dikasih kesempatan untuk memperkenalkan diri. Waktu sampe giliran gue, memperkenalkan nama, gue ditanya, "pekerjaan?"
"Hmmm... apa ya? Blogger profesional :-)" heheheh...
Nggak lupa gue juga membagi-bagikan kartu nama yang memuat alamat MP gue, lumayan promosi kecil2an.

Thanks ya buat Adhit dan Rotaract Club Semanggi!

Category:   Other/General
Price:   bervariasi

Daripada bengong waktu liburan, gimana kalo coba paket-paket tour dan voucher hotel untuk Natal dan Tahun Baru:

Untuk pemesanan dan keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Ellen di 650-9999 atau kunjungi website Planet Holiday Tour & Travel.


Click a thumbnail to enlarge:
 


Blog Entrymelemaskan otot... enaknya di mana ya?Dec 5, '06 10:47 AM
for everyone

Hari senin kemarin, terdengar sedikit kehebohan di kalangan temen2 kantor gue. Mereka nampak sedang mengerumuni sesuatu sambil cekikikan secara mencurigakan. Gue, tentu aja langsung mendekat.

Ternyata mereka lagi mengerumuni sebuah bulletin nasabah. Buat yang punya rekening tabungan di bank pastinya pernah nerima bulletin seperti ini, yang disisipkan di dalam amplop berisi laporan saldo bulanan. Isinya biasanya nggak jauh dari perkenalan produk-produk baru bank serta tak lupa kata sambutan dari boss bank yang bersangkutan.

Berhubung sebentar lagi musim liburan, maka bulletin nasabah bulan ini nggak lupa memuat artikel berjudul "TIPS AGAR FIT SELAMA BERLIBUR". Isinya ya kurang lebih hal-hal yang mungkin bayi Rafi juga udah tau seperti "jangan jajan sembarangan" atau "jangan mengabaikan jadwal makan" atau "jangan lupa membawa cemilan yang bergizi untuk bekal di jalan". Tapi ada satu poin yang amat sangat menarik perhatian dari tips tersebut yaitu:


(kalo mau baca lebih jelas bisa klik di sini)

"luangkan waktu untuk berolahraga, misalnya sempatkan diri untuk berenang di hotel atau LEMASKAN OTOT-OTOT YANG KAKU DI KAMAR HOTEL ATAU DI KAMAR KECIL."

...
......
...sebentar, sebentar...

Kira-kira aktivitas APAKAH yang secara SPESIFIK dilakukan di KAMAR HOTEL atau KAMAR KECIL yang dapat melemaskan otot??

Repotnya lagi, poin yang ambigu ini juga dapat mengundang spekulasi yang lebih lanjut seperti:
  • Apakah bila kita merasa ada sebagian "OTOT" yang kaku maka kita sebaiknya segera menuju ke kamar hotel atau kamar kecil?
  • Apakah bila kita memasuki kamar hotel atau kamar kecil dengan "OTOT" yang kaku maka setelahnya kita akan menjadi LEMAS?
  • Apakah ada alternatif lain di luar kamar hotel dan kamar kecil yang juga dapat me-LEMAS-kan "OTOT" yang kaku?
  • Apakah dengan demikian kita patut berhati-hati dalam memasuki kamar hotel atau kamar kecil karena setelah keluar dari sana kita dapat menjadi LEMAS?
  • "OTOT" apakah yang bila menjadi kaku hanya dapat di-LEMAS-kan di kamar hotel atau kamar kecil?
  • Apakah proses pe-LEMAS-an otot yang terjadi di kamar hotel atau kamar kecil terjadi secara suka rela atau harus melalui paksaan tertentu?
  • Di manakah kita bisa menemukan hotel tertentu yang menyediakan fasilitas untuk me-LEMAS-kan OTOT kaku di kamar hotel atau minimal kamar kecilnya?
Bener-bener sebuah tip yang kontroversial.

Buat mas / mbak yang kerjanya nulis bulletin nasabah, mbok ya lain kali kalo bikin tips yang tidak terlalu menimbulkan keresahan masyarakat gitu loh.

Category:   Other/General
Price:   lihat daftar

ayo... ayo... dipilih-dipilih.... buat yang bosen di rumah mulu, atau yang mau ngundang mertua main ke Jakarta, silakan dipilih... harga bersaing!

Bagi yang berminat silakan hubungi Ellen di 021-650-9999. Jangan lupa mampir juga di website Planet Holiday Tour and Travel

Special Promo!

5 Desember 2006

HOT SALE - Intercontinental MidPlaza Jakarta

Deluxe Room

IDR 645.000/room/night untuk WNI dan pemegang KIMS

USD 68/room/night untuk inbound


Harga tercantum including breakfast.

Berlaku dari tanggal 15 Desember 2006 - 15 Januari 2007 termasuk Natal dan Tahun Baru.

HOT SALE - Hotel Borobudur Jakarta

Superior Room

IDR 555.000/room/night untuk WNI dan pemegang KIMS

Harga tercantum including breakfast.

Berlaku dari tanggal 1 November - 28 Desember 2006.

HOT SALE - Red Top Hotel Jakarta

Superior Room

IDR 395.000/room/night untuk WNI dan pemegang KIMS

Berlaku dari tanggal 1 November - 29 Desember 2006.

HOT SALE - FM7 Resort Hotel Jakarta

Deluxe Room

IDR 395.000/room/night

Free Transfer In and Transfer Out.

Berlaku dari tanggal 1 November - 22 Desember 2006.

HOT SALE - Mulia Hotel Jakarta

Mulia Splendor Room

IDR 846.000/room/night, including 1 breakfast.

IDR 899.000/room/night, including 2 breakfast.

untuk WNI dan pemegang KIMS

berlaku dari tanggal 1 November - 25 Desember 2006.



Click a thumbnail to enlarge:
 


ReviewReviewReviewReviewFormule 1 Hotel, Menteng, JakartaOct 29, '06 8:15 AM
for everyone
Category:Other
Gue lupa kapan tepatnya hotel ini mulai beroperasi, yang jelas umurnya baru beberapa bulan. Menurut salah seorang temen yang kerjanya di holding company pemilik hotel ini, Hotel Formule 1 memang membidik pasar kaum muda yang ramai nongkrong malem2 di Menteng.

"Lo bayangin dong gung, orang segitu banyak nongkrong di Menteng, mungkin ada yang kenal2an, trus mau 'lanjut', tapi nggak ada 'tempat' deket situ, kan repot... masa mau di rumput. Makanya kita provide lah, hotel yang yah istilahnya 'harga mahasiswa' gitu lah..." kata sumber gue tersebut.

Nggak tau ya apakah yang dia omongin itu memang bener strategi perusahaannya atau bisa2nya dia aja menganalisa, tapi yang jelas room rate hotel ini memang luar biasa 'ekonomis', maksud gue untuk ukuran hotel yang berada di pusat keramaian seperti Menteng. Semua kamar dijual sama rata 239 ribu net (harga Oktober 06).

"Lo boleh cek gung, hotel2 transit umumnya pasang rate 250 ribu untuk short time (6 jam), malah ada yang lebih mahal. Tapi di hotel gue, rate lebih murah untuk 24 jam. Kebersihan dijamin. Lokasi strategis. Mau parkir ngumpet? Ada parkir basement!"

Ngeliat tampilan luarnya, gue memang tertarik sih nyobain hotel itu. Abis warnanya lucu, kuning dengan kotak-kotak hitam kaya taksi cab di New York (padahal cuma sering liat di film :-p). Gue emang pernah ngomong sama Ida, "kapan2 nyobain nginep di hotel itu yuk...!" tapi setelah dipikir2, ngapain juga nginep di hotel yang jaraknya cuma beberapa ratus meter dari rumah? Taunya kesempatan nyoba hotel ini datang gara2 Palyja resek itu mematikan air di rumah gue.

Kesan efisien memang terasa banget sejak langkah pertama memasuki gedung hotel ini. Seperti kata "sumber" gue yang tadi, hotel ini nggak punya department F&B (makanya bagian bawah hotel penuh dengan toko makanan - kalo butuh makanan beli aja di bawah), juga nggak ada room service apalagi bell boy. Resepsionis juga cuma seorang, itupun kadang nggak di tempat. Pas ada tamu dateng, resepsionisnya dipanggilin dulu dari belakang.

Kamarnya sangat minimalis, dengan sentuhan yang sangat "hotel transit sekali" adalah pesawat televisi yang digantung di langit-langit :-) Nggak ada air panas di kamar mandi, nggak ada welcome drink, complimentary drink di kamar adalah aqua botol keciiiil, dan yang paling kocak adalah viewnya. Jangan banyak cingcong nanya "viewnya pool atau beach" kaya di hotel Aston Bali, lha wong pas buka jendela kamar pemandangannya adalah.. tangga besi.. hehehehe..

Tapi secara keseluruhan, dibandingkan dengan hotel lain yang room ratenya sebanding, hotel ini cukup 'memuaskan'... apalagi bagi sepasang suami istri yang sekedar butuh tempat numpang mandi. Faktor lokasi strategis, dan yang istimewa: keamanannya juga cukup diperhatikan. Liftnya dilengkapi dengan pengaman kunci kamar ala hotel bintang 4 (walaupun lifnya lift barang! hihihi...), demikian juga dengan pintu akses menuju deretan kamar. Artinya, orang yang bukan tamu nggak bisa selonongan masuk hotel ini.

Secara keseluruhan, dibandingkan dengan hotel lain yang setaraf, gue kasih 4 bintang deh! Lima bintang kalo ada air panas di kamar dan channel tivinya nggak banyak yang kresek2.

Foto-foto lengkap tentang hotel ini bisa diklik di album yang ini.


Photo AlbumHotel Formule 1 in pictures (9 photos)Oct 29, '06 4:26 AM
for everyone

Foto-foto hotel Formule 1, Menteng. Diambil bulan Oktober 2006. Review lengkapnya bisa dibaca di sini.

Marketplace ItemFor Sale: Buat yang mudiknya jauuuh....Oct 12, '06 12:17 PM
for everyone
Category:   Other/General
Price:   bervariasi

...barangkali butuh jasa untuk mengurus Visa atau Paspor? Planet Holiday Indonesia siap membantu!

Untuk pengurusan paspor, biayanya mulai dari Rp. 500 ribu dengan waktu pengurusan 3 minggu. Keterangan lebih lengkap bisa diklik di sini.

Sedangkan untuk pengurusan visa biayanya bervariasi tergantung dari negara tujuannya.
Keterangan lebih lengkap bisa diklik di sini.

Atau, bisa juga kontak langsung ke 021-650-9999. Semua layanan didukung dengan free delivery lho!


Click a thumbnail to enlarge:
 


Status:   CLOSED
Category:   Tickets
Price:   mulai IDR 700.000

Ayo, ayo, siapa berminat, super promo Hard Rock Hotel Kuta Bali dan Hotel Mulia Jakarta, mulai dari IDR 700.000 net!

Untuk keterangan lebih lengkap, kunjungi http://www.planetholiday.co.id atau hubungi 021-6509999


Click a thumbnail to enlarge:
 


Blog Entrytips kunjungan efektif dan efisien ke BandungSep 17, '06 12:04 PM
for everyone

Banyak orang yang berkunjung ke Bandung untuk liburan mengeluh, "Kenapa sih orang2 pada seneng banget jalan2 di Bandung, isinya cuma macet gitu! Kalo mau nyari macet sih di Jakarta juga banyak, nggak usah jauh2 ke Bandung!"

Sebagai penggemar kota Bandung, gue tentunya sangat prihatin mendengar keluhan ini. Untuk menikmati Bandung dalam waktu yang singkat, kuncinya sebenernya hanya pada masalah timing dan penentuan rute. Kalo kedua hal ini disiasati secara tepat, gue jamin kunjungan ke Bandung lo akan efektif, efisien, dan menghasilkan.

Sebelum jalan-jalan ke Bandung, sebelumnya tentukan dulu tujuan lo, mau ngapain di sana? Biasanya sih orang main2 ke Bandung untuk 2 hal: nyoba makanan enak, dan belanja baju murah. Kalo memang kedua hal itu yang jadi tujuan lo, coba deh panduan gue berikut ini:

Hari: Sabtu
Kenapa harus hari Sabtu? Karena di hari Minggu ada pasar kaget di Gasibu, yang mana akan menimbulkan kemacetan di banyak titik - mengingat lokasi itu ada di tengah kota. Lagipula kalo ternyata lo capek setelah muter2 seharian, lo masih bisa punya pilihan untuk buka kamar dadakan di hotel terdekat - not recommended di bulan2 liburan sekolah atau waktu long weekend. Nggak akan dapet!
05.00 Lo harus udah mulai masuk pintu tol di Jakarta, minimal pintu tol di seputaran Cawang. Silakan atur sendiri mau berangkat jam berapa dari rumah biar bisa sampe pintu tol jam segini.
07.00 Kalo elo berangkat tepat jam 5, maka jam segini biasanya udah mulai masuk pintu tol Pasteur. Tujuan pertama: ke Prima Rasa cabang Kamuning. Rute yang lo ambil: keluar tol, lurus naik fly-over, turun menjelang Dago, belok kanan untuk mengarah ke Dago bawah, belok kiri di Jl. RE Martadinata (Riau), masuk ke jl. Kamuning lewat Gandapura. Jam segini lo bisa memilih kue yang lo mau secara nyaman dan manusiawi. Telat 1 jam aja, siap2 ketemu antrian ibu2 kalap berebut brownies. Oleh2 yang bisa lo beli di sini: Brownies, Roti Pizza, Picnic Roll.
07.30 Selesai belanja di Prima Rasa. Telusuri lagi jalan Riau mengarah ke Dago. Di perempatan yang ada Kimia Farmanya, belok kanan. Belok kiri saat ada Kimia Farma lain di sebelah kiri jalan. Lo memasuki Jalan Sulanjana. Tujuan: Bubur Mang Oyo, bubur ayam terenak nomor 2 di Indonesia. Jam segini juga belum ngantri. Rekomendasi: Bubur ayam komplit dengan telur pindang dan ati ampela.
08.15 Selesai makan bubur, masih butuh oleh2? Telusuri Dago menuju ke atas. Di sebelah kiri jalan lo akan menemukan salah satu cabang Kartika Sari dan Mobil Keliling penjual Brownies Kukus Amanda.
09.00 Kalo elo menelusuri Dago sampe ke Mobil Keliling Amanda, artinya lo mencapai titik yang udah rada atas (mendekati simpang besar Dago). Puter balik di sekitar situ, mengarah lagi ke Dago bawah. Sekarang waktunya belanja di FO. Parkir mobil lo di halamannya Happening / Rich & Famous, di seberang Holiday Inn. Habis itu lo nyeberang, cegat angkot yang mengarah ke Dago atas. Pilih aja angkot yang bertuliskan "Dago" di kaca depannya - jangan kuatir, dia nggak akan melenceng ke mana2.

Lho, ngapain mondar-mandir? Supaya waktu lo nggak habis untuk keluar masuk parkiran, cukup parkir mobil di FO yang letaknya paling ujung.

Gue sarankan lo mulai berkelana di FO yang di sebelahnya Grande (gue lupa namanya). Di sana jual jeans murah2 BANGET. Jangan lupa mampir di Victoria kalo mau beli kaos unik Mahanagari. (updated: Mahanagari-nya udah pindah, sorry) Kalo hobi ngumpulin mobil2 miniatur, mampir deh ke Gift Shop Celebrate. Koleksinya banyak, dan kalo lo beruntung ketemu dengan pemiliknya, lo bisa diajak masuk ke ruang penyimpanan khusus di lantai atas. Di sana dia punya banyak stok yang nggak pasaran dengan harga lebih murah dari di Jakarta!

11.00 Jam segini biasanya tingkat kepadatan FO udah mulai 'mengerikan'. Segera keluar dari sana, selesai tidak selesai kumpulkan di kasir. Kalo lo belum mencapai titik yang deket dengan tempat parkir lo, segera cegat angkot yang pertama lewat. Ambil angkot yang jalurnya lewat BIP.
11.15 Waktunya makan siang, tujuan Bakmi Akung. Ambil jalur Dago turun terus sampe Merdeka, luruuus terus sampe mentok di pertigaan Hotel Panghegar, belok kiri, luruuus lagi ngelewatin Jl. Veteran alias Jl. Bungsu. Nyeberang Jalan Sunda sampe mentok dan arus lalu lintas mengarah ke kanan ke arah simpang 5. Ikuti arus, di sebelah kiri akan terlihat jejeran toko sepeda. Di simpang 5, belok kiri ke arah Gatot Subroto. Belok kanan di monumen tank mungil segede starlet terus luruuuus terus ikutin jalan besar (di sebuah titik jalan akan memecah 2, ikutin jalan yang besar). Lo akan menemukan Mi Akung di sebelah kiri jalan, menjelang perempatan besar.

Kalo lo berhasil mencapai tempat ini sebelum jam 12, lo beruntung. Setelah jam tsb lo bisa cengok nungguin antrian tempat. O iya, di sini juga tersedia musholla. Sekalian aja sholat di sini.

13.00 Cabut dari Mi Akung, lo puter balik menelusuri jalan arah lo dateng tadi. Pasang mata ke arah sebelah kanan jalan, siap2 ketemu Batagor Riri. Kalo udah ketemu, parkir aja di sebelah kiri jalan, jangan puter balik. Inget, timing is critical. Beli batagornya dibungkus aja, ga usah makan di sana. Pastinya udah kenyang makan mi, kan?
13.30 Teruskan perjalanan menelusuri jalur kedatangan lo tadi sampe ketemu simpang lima. Belok kanan menuju jalan Sunda. Luruuuuusss sampe mentok di sebuah taman besar. Belok kanan. Lihat di sebelah kiri, setelah taman ada belokan ke kiri pertama. Cuekin aja. Lanjut terus, belok kiri di belokan ke dua (setelah GOR Saparua). Luruuuus sampe ketemu perempatan besar, di sebelah kiri ada The Summit, di sebelah kanan ada Heritage. Lo parkir di The Summit. Nah, belanja deh di situ.

Di jam segini tingkat kepadatan FO udah mendekati histeris, tapi santai aja. Tas belanjaan lo udah terisi sebagian dari hasil perburuan di Dago, kan? Tempat yang perlu dikunjungi di deretan FO Jl. Riau ini adalah Heritage, Summit, dan For Men. Boleh Juga mampir di Edward Forrer di seberang Summit. JANGAN mampir di Coralia, Renariti atau China Emporium - buang2 waktu aja.

16.00 Lo akan butuh waktu lebih lama untuk belanja sore ini, jadi baru selesai sekitar jam 4 sore. Sekarang waktunya minum2 yoghurt dingin di Cisangkuy. Telusuri Jl. Riau ke arah Jl. Laswi (arah sebaliknya bila menuju Dago). Belok kiri kalo di sebelah kanan ada KFC. Lo akan ketemu mesjid besar bernama Istiqomah. Belok kanan di depan mesjid itu, terus luruuus sampe ketemu SMA 20 di sebelah kiri. Belok kiri setelah SMA itu. Luruuuus ikutin jalan, nah, gue rada lupa nih belokan ke berapa - lo tanya aja sama tukang kuda yang banyak mangkal di situ. Cisangkuynya udah nggak jauh.

Buat yang nggak doyan yoghurt (spt gue) lo bisa pesen milkshake juga di Cisangkuy.

17.00 Cabut dari Cisangkuy. Mungkin lo belum terlalu lapar sekarang, tapi perjalanan menuju tempat makan malam terbaik harus dimulai dari sekarang. Tujuan: makan malam di Sierra, Dago Pakar. Keluar dari jalanan yang ada Cisangkuynya itu, lo akan ketemu dengan jalan Diponegoro. Ikutin jalan itu luruuuus.... nanti lo akan ketemu perempatan Sulanjana - Dago. Belok kanan di sana, menuju ke atas. Luruuuuus aja. Ikuti petunjuk jalan, ada banyak sign menuju Sierra.

Kalo karena satu dan lain hal lo baru bisa nyampe di titik ini setelah jam 18.00, mending batalin rencana ke Dago Pakar daripada kelaparan di jalan. Akan sangat macet dan ngantri. Mending sebelum perempatan Dago - Sulanjana lo belok kiri ke jalan Maulana Yusuf. Di sana ada sate terenak di Indonesia, menyediakan sate ayam, kambing, sapi, ati-ampela, usus, dan kulit. Komplit!

18.00 Kalo timing lo pas, jam segini lo udah sampe di Sierra. Ambil tempat duduk di teras, biar bisa liat pemandangan lampu2 kota Bandung. Nikmati juga pemandangan orang2 yang telat dateng dan nggak kebagian kursi sambil nganga kelaparan :-) Bisa juga numpang sholat maghrib di sini.
19.30 Kenyang makan, telusuri rute kedatangan lo tadi untuk turun balik ke Bandung. Di simpang besar Dago (yang ada Mc D di sebelah kanan) belok kanan. Kalo lo ambil lurus, lo akan terjebak di kemacetan parah Dago setiap malam minggu. Setelah belok kanan, telusuri jalan turun melewati Cihampelas. Silakan mampir kalo mau beli jeans atau beli baju2 army look di seberang Ci-Walk. Setelah menyusuri Cihampelas, lo akan ketemu jalan layang. Belok kanan di situ, lo udah menuju Jakarta.

Selamat jalan2 di Bandung!

Foto dari sini

Google Custom Search

Link: http://www.planetholiday.co.id

B
aru-baru ini, kakak gue memulai usaha kecil-kecilan yaitu mengambil alih sebuah biro perjalanan bernama Planet Holiday (baru tadi siang gue googling dan nemu banyak banget biro perjalanan bernama sama, hehehe...). Planet Holiday yang ini nggak ada hubungan apapun dengan Planet Holiday lainnya, apalagi dengan Planet Holywood.

Gue tentunya berusaha turut bantu-bantu sesuai kebisaan gue, yaitu bikinin website. Yah tentunya sebisanya gue aja, namanya juga baru pertama kali bikin website yang bener-bener dari nol. Masih cupu banget, bener2 HTML murni tanpa script apapun soalnya urusan PHP baru sampe level beli bukunya dan download Apachenya, masih jauh deh perjalanan ini.

Kalo iseng, tolong ya website pertama gue ini ditengok-tengok. Masih terus diupdate, jadi jangan heran kalo cuma nemu 3 paket wisata di sana. Aslinya sih banyaaak, guenya aja yang belum sempet masukin ke situ. Oh iya, kalo ada kritik / saran tentang desain webnya, entah loading time yang terlalu lelet, gambar yang garing, huruf yang sulit dibaca, peletakan yang norak, pokoknya apapun, jangan sungkan-sungkan, kirim langsung ke gue yak!

Sedangkan kalo ada yang mau nanya-nanya soal paket wisata, mending langsung kontak aja ke 021-650-9999. Nanti tiketnya bisa diantar ke tempat, gratis!

Trivia: foto pantai yang jadi headernya itu, berasal dari album yang ini.


Blog EntryHotel-hotel di BandungJun 19, '05 1:04 PM
for everyone

Dengan semakin dekatnya acara tanggal 3 Juli nanti, ini gue post beberapa info tentang hotel di Bandung. Siapa tau berguna.

Jarak yang gue tulis di sini adalah jarak dari hotel menuju lokasi resepsi, dalam satuan waktu. Karena tau sendiri, dengan kemacetan bandung yang kaya gitu, jarak deket bisa aja waktu tempuhnya lama. Jarak waktu yang gue tulis di sini udah dengan estimasi situasi kemacetan di hari Minggu siang, di mana jalan2 kota Bandung akan sangat padat oleh mobil2 ber-pelat B

Semua harga yang gue tulis di sini net, termasuk pajak.

Hotel Santika
Lokasi: deket BIP
Jarak: 25 menit lewat Dago, belok di Surapati trus luruuus...
No. telp: 022-4203009.
Ini adalah hotel dengan service paling T-O-P di Bandung, menurut gue. Strategis, makanan enak, pelayanan ramah. Sampe tukang listriknya aja bilang selamat pagi kalo ketemu tamu.
Cuma published rate-nya emang rada mahal: sekitar 500-600 rb termasuk breakfast. Terakhir nanin booking di sana, masih dapet kamar.

Hotel Baltika
Lokasi: Gatot Subroto, sejurusan sama Bandung Super Mal
Jarak: 30-40 menit
No. telp: 022-7313331
Ini best-value, dalam arti murah dengan tempat lumayan strategis, ukuran kamar gede, dan bersih dalam arti suasana nggak (terlalu) mesum. Buat yang matanya sensitif gue sarankan bawa sunglasses, krn korden kamarnya warna pink doger. Oh iya, berhadiah sandal jepit warna ijo.
Published rate murah meriah 160-175 rb nggak termasuk breakfast dan dia emang nggak serve breakfast (th 2004). Dan dengan published rate segitu, jangan expect kasur yang terlalu nyaman. Kasurnya busa (bukan spring bed), sehingga kalo bangun tidur suka bikin punggung pegel linu.
Ini hotel laris banget, mungkin udah sold out, tapi coba aja. Kadang kalo lagin peak season mereka suka males dibooking, takut tamunya nggak dateng. Jadi kalo nelp ke sana, bilang lo bersedia bayar di muka via transfer.

Hotel Papandayan
Lokasi: di seberang hotel Baltika
No. telp 022-7310799
Jarak: 30-40 menit
Untuk ukuran hotel bintang 4, dia termasuk murah. Published rate 400-500 ribu termasuk breakfast. Fasilitasnya ada kolam renang gede dan fitness center. Walaupun kolamnya suka rada ijo airnya, dan fitness centernya cuma ada 3 potong alat beban, 1 speda stasioner dan 1 treadmill, yang penting kan ada. Kamarnya juga lumayan luas, dan pelayanannya hampir seramah Santika. Menu sarapannya enak.

Hotel Utari
Lokasi: Dago, di seberang Dago Plaza (sebelah Dago Stock Export, deket perempatan Sulanjana tempat Mang Oyo)
Jarak: 20 menit
No. telp 022-4206810
Harga 200-250 rb, kl mau pake makan pagi tambah sekitar 40 rb-an. Jenis kasur sama dengan Baltika, bikin sakit punggung.
Fun fact: di balkon hotel ini gue pernah berfoto, terus fotonya gue post di friendster, dan jadi awal pembicaraan waktu pertama kali kirim2an message sama Ida
"Itu fotonya di mana sih, kok kayaknya tempatnya romantis"
"Itu di Utari, Bandung."
"Oh ya? Kok aku nggak ngenalin yah"
dst dst dst :-)
Sekarang, foto di profil friendster gue udah gue ganti. Lokasinya tetep sama, di balkon Utari, tapi kali ini bareng Ida...

Hotel / Apartemen Provence
Lokasi: Geger Kalong
Jarak: 1 jam-an (jauuuh dan ngelewatin bbrp titik macet)
No. telp 022-2010959, 022-2013907, 022-2013786.
Ini tempat paling cocok untuk pergi rame2. Dia sediain 2 jenis kamar, kamar 'apartemen' dan hotel. Jangan bayangin apartemen bertingkat banyak seperti apartemen rasuna, karena bangunannya cuma 2 lantai.
Yang apartemen itu tdd 2 kamar tidur, ruang tamu termasuk tv, 2 kamar mandi, dan dapur termasuk tabung gas elpiji dan air galonan. harga 400 rb (th 2003) termasuk makan pagi nasi goreng/roti dan kopi / teh untuk 4 orang, dianter ke kamar. Lumayan enak juga nasi gorengnya. Nggak pake AC, tapi berhubung lokasinya di Geger Kalong, dijamin nggak akan kepanasan deh. Kalo mau ambil extra bed seharga 175rb, kamar apartemen ini bisa ditambah kapasitasnya sampe 6-8 orang. Setiap extra bed berhak juga dapet jatah sarapan.
Sedangkan untukkamar hotel dia pasang harga 175-200 ribu, pake AC. Juga dapet nasi goreng dan teh / kopi, untuk 2 orang. Cuma yang versi hotel ini kamarnya sempit.
Konon punyanya AA Gym, makanya deket sama lokasi padepokan DT.
Fasilitas tambahan: ada kolam ikan dan ayunan, kali2 aja penting buat lo.
Kelemahannya: servicenya nggak 24 jam. Pernah suatu kali gue nyari bellboy sekitar jam 5 pagi, taunya lagi pada bobo di ruang reception. Selain itu kelemahannya ya itu tadi, lokasinya jauh banget. Mau ke outlet / distro juga jauh.

Hotel Jayakarta
Lokasi: Dago atas
Jarak: 45 menitan
No. telp 022-2505888
Published rate-nya sih gahar, 500 ribuan, tapi dia sering kasih diskon ini-itu. Terakhir gue ke sana 2003 dapet rate 200rb! Kelemahannya: sarapannya nggak enak, dan daerah macet. Keluar dari situ lo ketemu perempatan dago, nowhere to run deh. Ada kolam renang dan whirlpool segala, tapi kayaknya whirlpoolnya nggak berfungsi deh.

Hotel Bilique
Lokasi: Sersan Bajuri, masuk dari seberang terminal Ledeng, arah ke Lembang
Jarak: sulit diprediksi, yang jelas di atas 1 jam
No telp 022-2011330 Fax.022-204668
website: www.bilique-hotel.com
Dari segi desain sih ni hotel oke banget. Interiornya serba minimalis, pemandangannya dari atas bukit gitu. Liat aja di websitenya, dijamin romantis deh. Tapi lokasinya itu... jauh dari mana2.
Terakhir gue ke sana kolam renang belum jadi, nggak tau deh sekarang. Published rate sekitar 500-600 ribu.

Hotel Malya
Lokasi:Rancabentang, Ciumbeuleuit (eh, bener nggak nih gue nulisnya?)
Jarak: 50 menit - 1 jam
No telp 022-203 0333 Fax 022-203 0633
website: malyabandung.com
Gue pernah ke sini waktu namanya masih hotel Chedi. Dibayarin kantor, kalo bayar sendiri mana mampu wong roomratenya paling murah 1 juta. Tempatnya romantis banget. Karena dia ada di sisi bukit, lobbynya ada di lantai paling atas dan lantai2 lainnya ada di bawahnya. Kalo pagi lo bisa jalan2 ke bukit di deketnya, liat2 monyet.
Fasilitas: lengkap, termasuk kolam renang dan banyak bule berbikini berjemur di sekitarnya.
Kotakkue.com
Hotel Corsica
Lokasi: Supratman
Jarak: 15 menit atau kurang
No telp: 022-7214521, 022-7214591 Fax: 022-727 7255
Deket banget sama rumah Ida. Sekelas dengan Utari tapi kasurnya lebih enak walaupun sama2 kasur busa dan secara keseluruhan lebih bersih. Harga 250-275 (th 2005). Ada kolam renang ukuran super... super mini, maksudnya, karena yang muat berenang di situ cuma anak2.

Hotel Barito Sinta
Lokasi: Supratman, 20 m dari hotel Corsica
Jarak: 15 menit atau kurang
No telp: 022-721 7765, 022-727 8829, Fax: 022-727 8839
Ini hotel tak berjendela yang gue inepin bareng Sigit di journal yang ini. Nggak terlalu recommended tapi dari segi jarak paling deket sama lokasi resepsi. Ngineplah di sini kalo udah nggak ada alternatif lain.

Hotel Kedaton
Lokasi: Jl. Suniaraja, deket stasiun kereta
Jarak: 30 - 40 menit
No telp: 022-4219898, 022-4211518, 022-4211527, 022-4211534, 022-4211535, 022-4211536
Dari segi lokasi, sebenernya hotel ini cukup strategis dalam arti berada di (rada) tengah kota dan deket stasiun. Tapi pengaturan lalu-lintas Bandung yang banyak jalan satu arahnya bikin posisinya jadi serba nanggung. Jarak yang sebenernya deket, kalo ditempuh dari hotel ini akan jadi jauh karena harus muter-muter.
Pelayanannya nggak terlalu istimewa. Gue dua kali nginep di sini. Yang pertama karena dibayarin kantor, yang ke dua karena nggak dapet hotel lainnya. Get the picture? Gue nggak akan nginep di sini selama masih ada pilihan lain.

Hotel New Naripan
Lokasi: Jl. Naripan, deket Jl. Braga dan Asia Afrika
Jarak: 30 - 40 menit
No telp: 022-4204167, 022-4200636, 022-4206124, 022-4207009
Pernah denger ungkapan "Udah jelek, sombong"? Nah hotel ini contoh nyatanya.
Sekitar tahun 2000-an gue emang sering nginep di sini. Awalnya karena dikirim kantor, berikutnya jadi kenal sama salah satu pegawainya yang mau ngasih diskon lumayan banyak, akhirnya tiap liburan gue nginep di sini sampe di kantor gue sering dikatain "Anak Naripan".
Waktu itu published rate-nya sekitar 200 rb, dan gue bisa dapet 119 rb saja. Lumayan, kan?
Baru-baru ini (akhir 2004), waktu hotel2 se-Bandung lagi pada fully booked, gue iseng nanya room rate hotel ini lagi dan ternganga denger mereka pasang harga 450 ribu!
Sebagai ilustrasi: nggak ada termos listrik buat masak air, shower kadang bocor, kamar nggak pake karpet, sarapan cuma 2 menu (nasi goreng atau soto atau rawon atau tumis sayuran - pokoknya nasi goreng nggak pernah absen), pemandangan dari kamar tembok gedung sebelah, lokasi terdekar cuma jalan Braga dan kawasan red light district... kok berani2nya pasang rate segitu. Dan oh iya, sebelum Wib komentar, hotel ini juga punya reputasi rada 'miring'. Konon tamu pria yang sendirian suka diketok2 kamarnya untuk ditawari 'selimut'. Gue sih belum pernah ngalamin, walaupun beberapa kali sendirian nginep di situ.
Plus pointnya, dari hotel ini punya akses gampang (bukan berarti dekat) ke Bandung Super Mal, dan beberapa tempat makan enak seperti mi akung dan kedai nyonya rumah. Mau ke Dago juga tinggal jalan dikit dan naik angkot 1 kali.

Hotel Nyland
Lokasi: Pasteur, deket sama pintu tol
Jarak: 50 menit -1 jam (macet)
No telp: 022-6040705
Gue belum pernah nginep di sini, tapi temen gue pernah dan gue sempet main ke kamarnya.
Kondisi kamar jauh lebih sederhana dari Utari, dan emang sebanding dengan harganya yang kalo nggak salah di bawah 150rb.

Beberapa referensi lain yang belum pernah gue coba:
Hotel Gandapura, di belakang SPBU Jl Riau, deket sama pangkalnya Jl Gandapura. 022-7231201. Jarak: 20 menitan. Published rate sekitar 150 ribuan.
Hotel Sukajadi Jl. Sukajadi, deket sama FO Mooi. 022-2033888. Rate sekitar 300 ribuan. Jarak: 1 jam-an.

Daftar alamat dan telepon sejumlah hotel di Bandung juga bisa ditemukan di sini.


Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.