Agung's posts with tag: tips etc
Masih berkaitan dengan rame-rame urusan eksodus di kantor, seorang temen nampak dilanda kebimbangan, bingung memutuskan apakah mau bertahan di kantor sekarang atau menerima tawaran dari perusahaan lain. "Masalahnya, dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing," kata temen yang tadi itu. Ya pastinya lah... jarang ada pilihan yang alternatifnya 100% bagus vs 100% jelek, kan? Untuk membantu dia, gue menyarankan pake sebuah teknik pengambilan keputusan yang pernah gue pelajari di kantor yang lama. Alat sederhana ini ada namanya, tapi gue lupa... jadi kita namain aja Matriks Pengambilan Keputusan, ya. Biar nggak pegel ngetik selanjutnya gue singkat jadi MPK. Dengan bantuan MPK, kita bisa mengambil keputusan secara lebih obyektif, dan relatif lebih gampang. Karena gue pikir MPK ini cukup bermanfaat buat banyak orang, maka gue posting aja sekalian di sini. Supaya lebih jelas, gue sarankan download dulu file attachment-nya, yaitu sebuah file excel yang udah gue isi dengan tabel MPK. Berikut ini langkah-langkah menggunakan MPK: - Sebagai ilustrasi, anggap aja kita sekarang lagi berperan sebagai si temen gue yang bingung tadi, yaitu mau memutuskan apakah akan tetap di kantor lama (alternatif 1) atau pindah ke kantor lain (alternatif 2). Langkah pertama yang harus dia lakukan adalah: lupakan semua alternatif yang ada, sebagai gantinya pikir baik2 aspek apa aja yang menurutnya penting. Dalam konteks memilih pekerjaan, misalnya aspek besaran gaji, fasilitas, kesempatan pengembangan karir, dsb dsb. Tulis semua aspek yang menurut kita penting.
- Setelah semua faktor diidentifikasi, kasih bobot dalam skala 1 - 5 untuk menilai seberapa penting aspek tersebut. Skala 1 buat aspek yang menurut kita paling nggak penting, skala 5 untuk aspek yang paling penting.
- Coret / abaikan semua aspek yang skalanya di bawah 3, karena artinya aspek-aspek tersebut nggak terlalu penting untuk diperhitungkan.
- Pindahkan aspek-aspek yang berskala 3 ke atas ke dalam file excel MPK, di tabel "Manfaat" kolom "Aspek". Masukkan juga skala kepentingannya di kolom "Importance".
(klik gambar untuk ngeliat gambar yang lebih gede)
- Berikutnya, baru kasih skor (juga dalam skala 1-5) untuk masing-masing alternatif, di setiap aspek. Skor ini menunjukkan seberapa baik / besar keberadaan aspek itu di setiap alternatif. Misalnya, untuk aspek "pengembangan karir", alternatif 1 mendapat skor 5 karena organisasinya sedang berkembang pesat, sementara alternatif 2 cuma dapet skor 3 karena organisasinya cenderung statis. Lanjutkan proses penilaian ini sampai semua aspek kebagian skor.
- Kalikan angka di kolom importance dengan skor untuk setiap alternatif. Misalnya, untuk aspek pengembangan karir yang importance-nya 5, temen gue memberikan nilai 5, maka hasil perkaliannya 5 x 5 = 25. Sedangkan untuk alternatif 2 yang skornya cuma 3, hasil perkaliannya 5 x 3= 15. Lanjutkan proses penilaian ini sampai semua aspek kebagian skor. Di file attachment, untuk mengalikannya udah berlangsung otomatis dengan rumus.
- Jumlahkan hasil perkalian skor untuk masing-masing aspek, maka kita akan mendapatkan skor total Manfaat per Alternatif. Selesai? Belum. Kita perlu pikirin juga resiko dari setiap pilihan, kan?
- Sama seperti tadi, lupakan dulu kedua alternatif yang ada dan pikirkan hal-hal buruk yang mungkin bisa menimpa kita berkaitan dengan urusan kerjaan. Misalnya aja soal resiko kena PHK, boss yang culas, suasana kerja gerah, dsb dsb.
- Kasih skor dalam skala 1 - 5 untuk menilai seberapa parah kerugian / damage yang mungkin kita derita bila resiko itu betulan terjadi. Misalnya, aspek 'resiko PHK' kita kasih skala 5 karena bila terjadi akan sangat menyulitkan dari segi karir. Teruskan beri penilaian untuk aspek-aspek lainnya.
- Sama seperti tadi, buang semua aspek yang skalanya di bawah 3, terus pindahkan sisanya (skala 3 atau lebih) ke file excel MPK tabel "Resiko", di kolom "Aspek" dan "Damage".
(klik gambar untuk ngeliat gambar yang lebih gede)
- Beri penilaian masing-masing alternatif untuk setiap aspek, dalam hal probabilita / peluang seberapa besar aspek resiko terjadi. Misalnya, untuk aspek 'resiko PHK', alternatif 1 mendapat skor 1 yang artinya nyaris nggak mungkin terjadi, sedangkan alternatif 2 mendapat skor 3 karena sempet ada gosip perusahaan yang dimaksud lagi kesulitan keuangan.
- Kalikan angka di kolom 'Damage' dengan angka di kolom 'Probabilita' untuk setiap alternatif di setiap aspek.
- Jumlahkan hasil perkalian skor untuk masing-masing aspek, maka kita akan menemukan skor total Resiko per Alternatif.
- Kurangkan skor total Manfaat dengan skor total Resiko, maka kita akan punya skor akhir untuk setiap alternatif. Alternatif dengan skor akhir terbesar adalah alternatif terbaik untuk dipilih. Kalo skor akhirnya sama / seri, pilih alternatif yang resikonya terkecil, atau periksa lagi pemberian skornya.
Gue sendiri udah sering pake MPK untuk memutuskan berbagai hal, mulai dari milih tempat kerja sampe milih ponsel. Dari semua teknik pengambilan keputusan, MPK ini termasuk yang paling gampang dan paling fleksibel untuk diterapkan di berbagai bidang. Tapi perlu diinget bahwa MPK juga punya kelemahan, antara lain: - Besaran informasi yang kita punya harus seimbang. MPK nggak bisa berfungsi kalo kita hanya tau sedikit hal tentang alternatif-alternatif yang ada.
- Penggunaan angka untuk menilai sesuatu yang abstrak kadang bisa menyesatkan. Contohnya, kalo kita kasih skor 5 untuk pengembangan karir di alternatif 1 dan skor 3 untuk alternatif 2, apa bener kesempatan pengembangan karir di alternatif 1 67% lebih besar daripada alternatif 2?
- MPK hanya bisa membantu saat kita menghadapi situasi dilematis, artinya udah tau alternatif-alternatifnya, tapi bingung mau pilih yang mana. Sedangkan saat kita bingung total, nggak tau harus ngapain, nggak punya alternatif sama sekali, MPK nggak bisa diterapkan.
Tapi biar gimanapun, MPK ternyata juga cukup membantu temen gue yang lagi bingung tadi. Mudah-mudahan bermanfaat juga buat kalian. **kalo mau belajar teknik pengambilan keputusan model lainnya, silakan klik link ini. Attachment: MPK.zip
Dari dulu gue benci sama segala macem kegiatan outdoor. Mulai dari camping, hiking, rafting, dan segala konco-konconya, gue anti. Selain itu, gue juga takut ketinggian. Dan nggak bisa berenang (walaupun seneng main air di kolam renang). Itulah sebabnya gue nggak menyambut antusias waktu acara 'watersports' terselip sebagai salah satu agenda acara workshop tahunan di Bali minggu lalu. Pas hari H, saat seluruh peserta disuruh kumpul di lobby hotel untuk naik bis menuju Tanjung Benoa, gue titip pesen sama salah satu temen, "Gue nggak ikut, mau browsing aja di kamar. Bisnya suruh jalan aja, jangan tunggu gue." Abis itu gue beneran masuk kamar, nyalain laptop, dan mulai login ke MP. Eh, HP bunyi. Temen gue yang lain lagi nelepon. "Gung! Ditungguin bis nih! Ikut?" "Enggak! Udah jalan aja." Eh nggak lama kemudian bunyi lagi. Nama boss muncul di layar. "Agung..." "Ya mbak?" "Agung nggak ikut ya?" "Males mbak." "Agung, saya hari ini udah ngebatalin meeting dengan management supaya bisa sama-sama kalian semua. Masa Agung sendiri yang nggak ikut?" "Huff..." "Ikut ya? Nanti kalo di sana males main juga boleh kok..." "Ya deh ya deh ikut ikut...!" Kenapa sih orang-orang seneng banget main air di pantai, tempat aneka jenis bangkai terapung-apung, tempat mondar-mandirnya segala jenis binatang laut yang bisa nyengat, bisa nggigit, atau keduanya, tempat orang buang sampah, pipis, atau numpahin oli...? Dengan bersungut-sungut gue ganti baju dan naik ke bis. Di bis si boss menyambut, "Agung sebel ya?" "Nggak, mbak. Males aja." Di Tanjung Benoa, kami langsung disodori list aneka kegiatan yang bisa dilakukan. Ada diving, flying fish, banana boat, parasailing.. nggak ada satupun yang menarik minat gue. Kalo Ida sih pingin banget main flying fish, sayang waktu terakhir kali kami ke Bali dia lagi hamil 2 bulan. Gue liat-liat ke arah pantai, ada beberapa speedboat yang udah mulai jalan menyeret flying fish. Buat yang belum tau kayak apa permainan flying fish; bentuknya mirip perahu karet lebar yang ditarik oleh speedboat. Penumpangnya 2 orang, dalam posisi telentang. Kalo ditarik dengan kecepatan tinggi, si flying fish ini bisa 'terbang' sampe ketinggian 7 meter di atas permukaan laut! Bentuknya kurang lebih kaya gini nih:  Bener-bener bukan kegiatan menarik buat gue yang takut ketinggian dan nggak bisa berenang ini. Tapi... pikir-pikir, kalo kata teori kan cara terbaik untuk mengalahkan rasa takut adalah dengan menghadapi sumber rasa takut itu, jadi... "Ya udah, gue ikutan main flying fish deh!" kata gue ke mas-mas petugas. Abis ngomong gitu sebenernya gue cukup deg-degan ngebayangin apa rasanya terbang setinggi 7 meter, tapi gue coba untuk nggak mikir ke sana. Setelah nunggu 1 jam lebih, akhirnya gue dapet giliran naik flying fish bareng Anto si tukang sulap. Waktu kami naik, petugasnya bilang, "Waduh, penumpangnya besar-besar amat, mungkin terbangnya nggak tinggi ini..." FYI, berat gue 90 kilo dan Anto 85 kilo. Nampaknya bukan hari baik buat si flying fish yang malang. Bener aja, pas speedboat mulai jalan, si flying fish kayaknya perlu ganti nama jadi ngesot fish karena dia lebih banyak keseret-seret di air ketimbang terbang. Tapi pada beberapa kesempatan dia lompat lumayan tinggi juga, sampe gue kehilangan orientasi mana atas dan mana bawah. Cuma 15 menit, flying fish merapat lagi ke pantai dan gue pikir-pikir, "hey, ternyata nggak serem-serem amat. Mungkin gue perlu juga nih, nyoba parasailing..." Sama-sama ditarik speedboat, tapi kali ini kita 'terbang' pake parasut, dengan ketinggian 15-20 meter. Sebelum sempet mikir kelamaan dan membatalkan niat, gue udah dipasangin harness, diiket ke parasut, dan disuruh lari ke arah laut. Tau2... hup, udah terbang aja. Temen gue yang udah duluan dapet giliran bilang, "nanti di atas jangan lupa liat pemandangan, keren banget!" Ternyata prakteknya, gue harus setengah mati berusaha untuk nggak tutup mata. Gila ngeri banget, di atas gue sampe nggak ngenalin di mana titik gue berangkat tadi. Perjalanan muter 15 menit rasanya kayak 1 jam, tapi Alhamdulillah... akhirnya gue berhasil mendarat dengan selamat. Kalo mau liat tampang stress gue menjelang mendarat, ini fotonya:  Dengkul gue lemes, tangan gue sakit karena harus narik tali kemudi parasut yang ampun berat banget, tapi lega karena ternyata gue yang takut ketinggian ini berani juga terbang 20 meter  Seperti kata Joe Rogan kepada pemenang di setiap episode "Fear Factor" - "Fear is no longer a factor for you!""Gimana Agung, senang?" boss gue nanya. "Lumayan sih mbak. Tapi kalo disuruh milih, saya tetep lebih seneng browsing di kamar..." YANG PERLU DIPERHITUNGKAN SEBELUM MAIN FLYING FISH / PARASAILING DI INDONESIASetelah mengamati, nyoba langsung, dan wawancara dengan para petugas watersports di Tanjung Benoa Bali, gue menemukan beberapa faktor yang mungkin bisa menimbulkan kecelakaan fatal. Seperti biasa, di Indonesia faktor-faktor ini diabaikan dan kebetulan memang jarang terdengar ada kasus kecelakaan akibat watersports. Bukan bermaksud nakut-nakutin, tapi gue sarankan pertimbangkan dulu faktor-faktor berikut - jadi lo tau segala resiko yang mungkin terjadi. Flying FishDi setiap flying fish yang beroperasi, selain 2 penumpang juga ada seorang operator. Ternyata fungsinya adalah menjaga keseimbangan flying fish saat lagi 'terbang'. Semakin tinggi terbangnya, semakin beresiko untuk terbalik dan jatuh ke permukaan air dengan posisi penumpang di bawah. FYI, jangan kira jatuh ke air itu enak. Semakin tinggi kecepatan dan semakin kecil sudut jatuh sebuah benda saat membentur air, permukaan airnya akan semakin keras. Ini menjelaskan kenapa di beberapa rekaman kecelakaan speedboat, speedboat yang celaka itu bisa terguling-guling dan terpantul-pantul di atas permukaan air - seperti lagi membentur lapisan beton. Pada beberapa kasus kecelakaan pesawat juga ditemukan pesawatnya pecah saat menabrak permukaan laut. Dengan kata lain, nasib para penumpang flying fish tergantung sepenuhnya pada si operator - sedangkan saat naik kita nggak pernah tau seberapa tinggi tingkat kemahiran orang itu. Belum lagi faktor-faktor lainnya seperti kondisi kesehatan, konsentrasi, kelelahan akibat kejar setoran, dsb dsb. Operator yang membawa gue juga dengan entengnya cerita, "saya dulu waktu baru belajar bawa flying fish pernah jatuh pak, sampe muntah darah..." Oh iya, satu lagi: saat naik flying fish, lo nggak dikasih pengaman apapun - termasuk safety belt. Jadi lo akan terbang 7 meter di atas permukaan laut hanya bermodalkan kekuatan tangan lo untuk pegangan ke tali. Kalo pegangan lo lepas atau talinya kendor, hmmm... bayangin aja sendiri. Parasailing
Walaupun terbangnya lebih tinggi, sebenernya parasailing relatif lebih aman daripada flying fish, tapi tetep aja punya sederet resiko. Faktor alat keamanan, misalnya. Peserta nggak dilengkapi dengan helm atau pengaman lainnya. Pengaman lo hanya harness, itupun dipasang secara asal-asalan. Faktor angin juga bisa jadi sumber malapetaka - kalo mendadak berubah arah / kecepatan. Waktu mendarat, lo akan diarahkan menuju pantai - yang penuh dengan warung. Bayangin kalo saat itu tiba-tiba arah angin berubah, dan elo terseret angin menimpa atap-atap warung yang lancip itu. Atau sebaliknya, kalo elo mendarat di air, maka ada kemungkinan lo menginjak deretan karang bawah air. FYI, parasut bulat yang dipake untuk parasailing adalah jenis parasut yang relatif sulit buat dikendalikan, dibandingin sama parasut yang berbentuk persegi. Itulah sebabnya, di nomor ketepatan mendarat cabang olah raga terjun payung, nggak ada atlet yang make parasut bulat. Biasanya parasut bulat cuma dipake buat dropping pasukan perang. Antisipasi resiko:- Sebisa mungkin cari operator watersports yang udah berpengalaman dan direkomendasikan oleh banyak orang.
- Jangan memaksakan diri kalo badan lagi kurang fit. Walaupun keliatannya lucu, tapi flying fish dan parasailing butuh kekuatan tangan untuk pegangan / mengendalikan parasut.
- Pastikan asuransi kesehatan lo mau membayar pengobatan akibat kecelakaan olah raga - karena dari pihak operator sama sekali nggak ada jaminan asuransi dalam bentuk apapun.
- Untuk flying fish, usahakan cari partner penumpang yang bobotnya kurang lebih sama dengan elo, supaya flying fishnya lebih seimbang, nggak gampang terbalik.
- Berdoa sebelum berangkat, dan jangan lupa pamit baik-baik pada orang tua.
Link: http://vlorina.multiply.com/tag/hajiBerawal dari posting gue yang ini, muncullah sebuah respon dalam bentuk PM dari user bernama Vlorina. Selain membahas tentang pemutih, di PM itu dia juga sharing pengalamannya menunaikan ibadah haji. Gue liat, sharing pengalamannya itu bisa bermanfaat buat banyak orang yang juga berencana naik haji, maka gue menyarankan supaya infonya jangan cuma ditulis di PM, tapi di posting aja biar bisa banyak orang yang baca. Hari ini dia kirim PM lagi, ngasih tau bahwa kumpulan tipsnya udah diposting. Jadi, buat yang sebentar lagi mau naik haji, silakan deh klik link di atas. Banyak tips2 sederhana yang mungkin nggak terpikirkan dalam persiapan berangkat ke tanah suci seperti misalnya: - di mana beli setrika yang murah?
- kapan waktu lempar jumrah yang afdol?
- apa gadget yang bisa membantu kita membaca doa selama haji?
Terima kasih buat Vlorina atas tipsnya, semoga banyak yang bisa mengambil hikmah. gambar gue ambil dari sini
 Hari Sabtu 8 September kemarin gue pulang dari outing bareng temen-temen kantor di Carita. Lagi-lagi bertugas jadi seksi acara. Artinya, sejak tahun 2000 sampai sekarang, gue udah 5 kali mengisi acara outing di kantor, dan hanya absen di tahun 2003 dan 2004. Biarpun kantornya gonta-ganti, kok ya tetep aja... gue lagi, gue lagi yang kepilih jadi seksi acara outing. Aneh. Sebenernya, kalo boleh milih sih gue lebih suka jadi peserta ketimbang panitia outing. Bayangin aja, saat semua orang lagi hore-hore gitaran sambil nyanyi-nyanyi, atau foto-foto, atau berendem di kolam renang, gue masih harus sibuk nyiapin aneka peralatan games. Belum lagi kalo ada yang komplen karena merasa acara outingnya kurang nendang. Dikiranya panitia outing dapet honor tambahan, kali. Padahal boro-boro honor, seringkali malah nombok! Tapi berdasarkan pengalaman berkali-kali ngurusin outing, akhirnya gue bisa menarik kesimpulan tentang manfaat dan tips bikin outing yang sukses. Gue tulis di sini sebagai referensi, kali aja ada di antara kalian yang bernasib sama seperti gue. Definisi outing sukses menurut gueSebuah acara outing bisa dikategorikan 'sukses' kalo: - Tingkat kehadiran lebih dari 80%
- Masih jadi topik pembicaraan hingga beberapa minggu setelah acaranya selesai
- Hubungan kerja antar bagian / departemen jadi lebih mulus atau minimal berkurang tingkat konfliknya
- Masing-masing peserta mendapat insight / inspirasi dari acara yang dikuti selama outing.
Manfaat outingSelama outing, para peserta belajar untuk mengenal rekan-rekan kerjanya sebagai pribadi, bukan sekedar kotak dalam struktur organisasi. Outing yang sukses akan menghasilkan pembicaraan-pembicaraan seperti: "Gue baru tau lho, ternyata Pak Anu itu suaranya bagus banget!" atau... "Ternyata Bu Anu yang gue kira pendiem itu bisa asik juga diajak ngobrol soal masak-memasak..." atau... "Ya ampuuun... taunya si Anu itu masih sepupu jauh sama gue!!"
Komentar-komentar seperti itu hanya mungkin muncul bila acara selama outing memfasilitasi para pesertanya untuk saling berinteraksi dan lebih mengenal satu dengan lainnya. Gimana caranya? Elemen-elemen outing sukses1. Keseimbangan antara acara bebas dan terstrukturSupaya para peserta outing bisa saling mengenal satu dengan lainnya, maka HARUS ada acara khusus yang dedesain untuk itu. Masalahnya, acara outing biasanya diadakan pas weekend, waktu yang biasanya dimanfaatkan orang untuk beristirahat. Kalo selama outing penuh dengan acara permainan ini - itu yang nggak memberikan kesempatan istirahat, peserta malah akan kecapean dan nggak menikmati outingnya. Harus ada keseimbangan antara waktu untuk acara khusus dengan waktu untuk santai-santai. Tentang berapa persen waktu yang sebaiknya dibiarkan untuk acara bebas, bisa bervariasi tergantung karakter para peserta outingnya sendiri. 2. Akomodasi terpusatUntuk penginapan, usahakan pilih tempat yang bikin para pesertanya ngumpul bareng, misalnya di villa. Hotel adalah pilihan yang jelek karena para peserta akan terpencar-pencar sehingga yang ada nanti mereka cuma akan ngilang sendiri-sendiri dan susah diajak ikutan acara bareng. Tahun 2005, gue outing di Bandung dengan akomodasi sebuah wisma milik kantor. Wismanya cuma punya 2 kamar sementara pesertanya ada 15 orang - sehingga ada yang terpaksa gelar koran di lantai atau tidur di mobil karena nggak kebagian tempat tidur - tapi mereka happy - happy aja dan proses interaksi antar peserta berjalan intens. Gimana nggak intens kalo tidurnya satu kasur bertiga. 3. Komitmen dari big bossSayangnya, nggak semua boss ngerti bahwa outing itu penting. Para boss yang basi dengan ngasih kata sambutan kepanjangan, dateng ke lokasi belakangan naik mobil pribadi sementara peserta lainnya naik bis, yang memaksakan acara-acara 'pesan sponsor' dengan porsi berlebihan, yang ujug2 ngomongin kerjaan saat makan malam, atau yang cuma mau nonton tanpa mau terlibat permainan, adalah elemen yang sangat berbahaya bagi kesuksesan sebuah outing. Idealnya, boss juga ikut terlibat dalam seluruh proses outing, termasuk berpartisipasi dalam aneka game konyol di dalamnya. Semangat outing adalah membuat semua orang menjadi manusia, termasuk para boss. 4. No Family allowedSoal perlu atau enggaknya keluarga diajak saat outing, memang masih jadi pro dan kontra. Tapi gue sendiri lebih suka bila acara outing nggak melibatkan keluarga. Alasannya, bila masing-masing peserta membawa keluarga, maka nanti sepanjang acara mereka hanya akan sibuk ngurusin keluarganya. Mungkin ada yang anaknya sakit, berantem dengan anak orang, kelelep di kolam, mecahin piring, dlsb. Belum lagi kalo ada yang pasangannya cemburuan, sehingga sepanjang acara terpaksa 'jaim'. Kalo udah kaya gitu, gimana mau mulai proses interaksi antar peserta? 5. Keterlibatan para peserta dalam prosesBerdasarkan pengalaman gue, keterlibatan peserta berbanding lurus dengan kesuksesan outing. Peserta yang dilibatkan sejak awal sekali, misalnya dengan polling untuk menentukan lokasi outing, biasanya akan lebih antusias untuk berpartisipasi. Selain itu gue juga menemukan bahwa peserta yang harus urunan / patungan untuk membiayai outing biasanya lebih antusias untuk ikut ketimbang yang terima beres dan dibayarin kantor 100%. Kuncinya adalah membuat peserta berpikir bahwa acara ini milik mereka - bukan 'titipan sponsor' dari pihak management. foto: gue di depan papan game hasil karangan gue sendiri :-)
 Udah cukup banyak user yang mengeluh message boardnya kebanjiran sejak fitur guestbook diluncurkan beberapa hari yang lalu. Gue termasuk salah satu yang bete dengan fitur ini, sampe kirim PM ke customer servicenya segala. Tapi ternyata ada cara yang mudah dan lumayan efektif untuk mengurangi banjir guestbook di message board, yaitu dengan TIDAK PERNAH MENGKLIKNYA SAMA SEKALI. Lho? Iya, berdasarkan salah satu reply di posting M.U.D.S (Multiply Users and Developers) yang ini, message board multiply bekerja secara intuitif. Artinya, posting-posting yang nggak pernah kita klik saat membuka message board, akan lebih cepat turun ke dasar - sekalipun ada reply baru - karena sistem Multiply menganggap kita nggak tertarik! Yang menulis reply adalah seorang user bernama pez; kutipannya: Nope... as long as you don't read them, they won't jump back up to the
top -- that's the key. Just don't read the guestbook entries if you
don't want them, and they'll be gone. Tentunya gue sangat mempercayai informasi tersebut, karena pez, alias Peter, adalah CEO dari Multiply.com, hehehehe.... Ngomong-ngomong, seberapa banyak sih di antara kalian yang terganggu dengan kehadiran guestbook di message board? Tolong isi pollingnya ya! Image: salah satu entry guestbook di message board gue. (Namanya sok disamarkan tapi headshotnya teteuuup.... hehehehe....) Pesan Sponsor:


|  | Hari ini gue mengurus perpanjangan sewa lahan pemakaman almarhum bapak gue di Tanah Kusir. Berikut ini poin-poin info yang mungkin sekarang dirasa kurang penting, tapi bisa jadi penting kalo (amit2) kalian mendadak membutuhkannya:- Kantor Administrasi Pelayanan Makam Tanah Kusir sekarang dibagi jadi 2. FYI, makam Tanah Kusir kan ada 2 lahan tuh, kalo kita mengarah ke Bintaro dia ada di sebelah kiri dan kanan jalan. Nah, masing-masing lahan itu dikelola oleh kantor pelayanan yang berbeda
- Yang gue datangi hari ini adalah kantor administrasi yang baru, yang mengelola lahan di sebelah kiri jalan. Foto lokasinya bisa dilihat di bawah.
- Untuk pendaftaran 'anggota baru' nggak ada tarif resmi. Pokoknya semakin malam bisa semakin mahal karena pihak keluarga udah makin 'desperate' untuk cari tempat lain. Gue pernah nemenin seorang temen yang mau menitipkan ibunya di sana, dikenakan biaya sekitar Rp. 2 juta - CASH. Itupun setelah tawar menawar seperti mau naik bajaj karena harga pembukaannya Rp. 4 juta. (If you think life's tough, the other alternative is WAY tougher).
- Setelah lo menjadi 'anggota', maka lo akan mendapat surat kontrak yang berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang
- Kalo pada saat kontrak habis lo belum memperpanjang hingga batas waktu tertentu (kalo ga salah 6 bulan) - maka 'kavling' yang lo tempati menjadi berstatus 'open' dan bisa ditawarkan untuk ditempati oleh para anggota baru - atau istilahnya 'ditiban'.
- Biaya perpanjangan masa kontrak yang juga berlaku untuk 3 tahun adalah sebesar Rp. 130 ribu - nggak tau ini biaya resmi atau enggak, soalnya nggak tercantum di suratnya.
- Terlepas dari aturan agama (Islam) yang mengharamkan umatnya untuk 'memesan' lahan kuburan sebelum saatnya, di TPU ini kita bisa pesan kavling. Tentunya tidak melalui jalur resmi dan butuh biaya lebih gede lagi ketimbang biaya untuk para calon anggota yang memesan secara 'go-show'. Ini sekedar info aja lho, bukan berarti keluarga gue dulu pesan kavling di sini. Gue tau karena ada salah satu kerabat gue yang melakukannya.
Semoga info ini bermanfaat. |
Orang join di MP dengan berbagai alasan. Sebagian MPers nggak peduli
berapa orang yang mengunjungi halamannya, sebagian lainnya merasa kehadiran
pengunjung itu penting banget... nah buat kalian yang ingin punya banyak
pengunjung, mungkin daftar Top 10 topik populer berikut ini bisa dicoba.Daftar
ini gue susun berdasarkan pengamatan atas aktivitas MPers di network gue,
ditambah dengan pengakuan dari pemilik account yang bersangkutan. Inget, banyak
pengunjung nggak selamanya berarti banyak reply lho! Ada beberapa jenis posting
yang walaupun replynya nampak sedikit, tapi pengunjungnya sebenernya banyak
banget. 10. Resep Di multiply banyak banget ibu-ibu yang
gemar berburu resep. Kalo lo punya banyak koleksi resep, coba aja sering-sering
posting di sini. Usahakan lo beneran udah nyoba resep tersebut, jangan cuma
copy paste dari majalah, supaya kalo tiba2 ada reply yang nanya ini-itu lo
nggak kelabakan jawabnya. O iya, jangan lupa kasih foto hasil masakannya biar
menarik. Tingkat kesulitan: sedang - karena
lo harus meluangkan waktu dan biaya untuk masak. 9. Kehamilan Ini juga topik kegemaran para ibu, khususnya ibu
hamil. Rupanya, yang namanya proses kehamilan sangat bervariasi dari satu orang
ke orang lainnya sehingga selalu menjadi topik diskusi yang menarik di kalangan
para ibu. Waktu Ida sering
posting tentang kehamilan, dia keheranan sendiri melihat banyaknya ibu-ibu yang
bukan contactnya bermunculan numpang baca. Tingkat
kesulitan: tinggi - karena elo harus hamil dulu dan hamil itu sulit. Percaya deh. Gue aja
yang cuma ngeliat capek. 8. Review Restoran / Tempat Makan Ini salah satu jenis yang gue bilang bisa
banyak pengunjungnya tapi replynya sedikit. Masalahnya, setiap harinya banyak
orang mencari referensi tempat makan enak di google. Kalo lo konsisten
memposting review tempat jajan, kemungkinan besar hasil pencarian google akan
merujuk ke halaman lo. Besar kemungkinan orang yang mampir bahkan bukan anggota
MP - sehingga mereka nggak bisa ngasih reply. Saran: usahakan melengkapi review
lo dengan kisaran biaya yang harus dikeluarin, dan jangan lupa alamat lengkap
tempat tersebut. Kalo perlu denahnya diposting sekalian. Tingkat kesulitan: bervariasi, tergantung tempat jajanan apa yang lo review. Kalo
tempat jajan kelas bintang 5 semua ya lumayan berat di ongkos juga sih. 7. Review gadget Ini juga informasi yang akan banyak dicari
orang, dengan syarat: - Gadgetnya bersifat umum, seperti
handphone, mp3 player, atau paling banter notebook deh. Kalo terlalu teknis
seperti mother board, power supply atau graphic adapter, hanya sebagian kecil
orang yang tertarik baca.
- Harganya berkisar di kelas menengah. Kalo
lo review barang yang kemahalan juga orang udah males duluan karena merasa
nggak akan mampu beli.
- Bendanya baru keluar dan lagi populer di
pasaran. Jangan terlalu berharap banyak pengunjung mampir kalo yang lo review adalah HP Nokia 3250, misalnya. Lagipula, ingat kan pesan sponsor kita: FRIENDS DON'T LET FRIENDS USE NOKIA.
- Lo betulan make dan ngerti soal gadget yang lo review itu, karena posting
tipe ini juga akan mengundang banyak pengunjung yang kritis. Begitu lo
kehilangan kredibilitas tentang gadget yang lo review, orang akan males dateng
lagi.
Tingkat kesulitan: sedang sampai tinggi - butuh
modal buat beli gadgetnya, atau minimal minjem sama yang udah punya. 6.
Musik Ini juga mungkin jarang yang reply tapi
kemungkinan besar banyak pengunjungnya. semakin populer musik yang lo upload,
semakin banyak pengunjungnya. Di salah satu forum online gue nemuin buanyak
banget link musik multiply bertebaran. Kemungkinan besar akan banyak pengunjung
yang mampir, baik MP maupun non MP - walaupun mungkin replynya jarang atau
kalaupun ada paling cuma "thanks!" Tingkat
kesulitan: sedang sampe tinggi, tergantung koneksi internet yang lo pake. Satu lagu
yang kualitas lumayan minimal ukurannya 3 MB lho. 5. Tips mempercantik MP Ini juga banyak diminati, karena pada
dasarnya setiap orang ingin halaman MPnya tampil unik - beda dari orang lain.
Saran: lengkapi tips lo dengan screen shot proses pembuatan untuk
memperjelas. Tingkat kesulitan: ringan sampai sedang - lo cuma
butuh ketelatenan aja untuk menjelaskan prosesnya dalam bahasa yang mudah
dimengerti orang. 4. Review film box office yang baru beredar Sebelum nonton sebuah film, orang biasanya ingin
denger dulu pendapat orang lain apakah film tersebut layak tonton atau enggak.
Saran: usahakan bercerita sedeskriptif mungkin tentang film itu, jangan cuma
"filmnya keren, seru, rame." Kalo mau tambah rame lagi, beri
pendapat yang bertentangan dengan pendapat umum. Misalnya, film yang menurut
kebanyakan orang bagus lo bilang jelek banget atau sebaliknya. Ini akan
mengundang orang untuk berkomentar, biasanya sambil emosi karena nggak terima
film favoritnya dikatain, lantas reply ini memicu orang lain lagi untuk nimbrung,
terus mereka ngotot-ngototan di forum reply. Kalo udah sampe tahap ini, lo sebagai
pemilik posting tinggal nonton aja sambil cengar-cengir, sementara para
pengunjung lo keram jari sibuk berbalas reply. Sinema Indonesia dulu
meraih popularitasnya antara lain dengan teknik ini. Tingkat kesulitan: sedang - karena untuk nonton film box-office yang baru beredar
biasanya harus ngantri. Tingkat kesulitan menjadi tinggi bila elu berbakat
varises. 3. Kopdar Kalo lagi ada rencana kopdar MP, ajukanlah
diri lo sebagai PJ (Penanggung Jawab) maka halaman lo akan dilink oleh puluhan
MPers lain. Nanti setelah kopdarnya selesai, jangan lupa tulis liputan dan
upload foto2nya. Semakin banyak orang yang hadir di kopdar tersebut, semakin
banyak pengunjung yang akan mampir di halaman lo. Tingkat
kesulitan: sedang sampe tinggi tergantung kompleksitas acaranya. Bisa juga tingkat
kesulitannya ringan kalo sebagai PJ lo hobi bilang 'approved!' :-) 2. Poligami Pokoknya posting apapun yang berkaitan
dengan topik yang satu ini, pasti seru deh. Sampe kiamat juga perdebatan soal
poligami nggak akan selesai karena masalah ini bisa dilihat dari sudut pandang
yang berlain-lainan Contohnya yang sekarang lagi berlangsung di
halamannya ustad Cepy tuh, wuah
rame bener.... Kalo lo mau tambah rame lagi, postinglah topik poligami dengan
memposisikan diri sebagai penentang keras atau pembela mati-matian konsep ini.
Ambil titik ekstrim aja, dan jangan lupa kasih judul yang provokatif seperti
"Poligami adalah pelanggaran HAM!!" atau sebaliknya
"Aku RELA dimadu, kawinilah suamiku" . Semakin ekstrim posisi
yang lo ambil, akan semakin rame replynya. Tingkat
kesulitan: ringan walaupun mungkin beban mentalnya tinggi kalo orang2 yang ga sependapat jadi sebel sama elu. 1. Posting
kosong Believe it or not, kadang posting kosong
justru mengundang banyak orang untuk berkomentar. Dan semakin banyak orang
berkomentar, semakin lama posting itu bertengger di puncak message board, dan
semakin banyak orang yang penasaran ingin ikut baca. Vicious circle effect. Contohnya
review Bayu tentang film Mengejar Matahari. Waktu
itu dia udah nulis panjang lebar dan mendadak MPnya error dan dia males nulis
ulang - eh malah banyak yang mampir. Sedangkan contoh yang paling legendaris
adalah journal Tonny Fadjar yang berjudul "Rutinitas". Sama
sekali nggak ada tulisannya, tapi bisa mengundang lebih dari 2800 replies! Setau gue rekor ini belum bisa dipecahkan oleh posting bertulisan yang manapun. Warning: jangan buka kalo koneksi internet lo lelet karena ke
2800 reply itu berjajar semuanya di satu halaman!
Tingkat kesulitan: ringan, tapi
membutuhkan faktor 'luck' yang kuat serta sekumpulan teman yang memang gemar
nge-reply :-).
Sejak bertahun-tahun yang lalu, ibu gue punya kebiasaan membeli stok minuman ringan untuk suguhan tamu Lebaran jauh sebelum hari H. Tinggal telepon ke agen, nanti mereka antar ke rumah.
Tahun ini, Ibu berencana melakukan hal yang sama - seandainya nggak dihalangi oleh si menantu sok tau yang mengeluarkan hak veto. "Jangan Bu...! Kalo ibu beli sekarang, nanti minumannya dihabisin Agung sebelum Lebaran. Tau sendiri dia kalo udah ketemu coca-cola suka lupa diri!" "Oh iya ya..." maka ibu dengan mudahnya terbujuk hasutan si menantu dan membatalkan niat pesen minuman.
Tadi siang, H minus satu, mendadak ibu memanggil gue dengan nada panik. "Ya ampuuun Aguuunggg... besok Lebaran, padahal ibu belum pesen minuman!!"
Agen minuman langganan dihubungi, tapi..."Maaf, hari ini kami nggak bisa antar, soalnya pegawai kami udah pada mudik semua. Kalo mau ambil aja ke sini..."
Maka bisa ditebak buntutnya gue lagi yang ketempuhan, di tengah panas terik matahari Jakarta harus berangkat ke agen minuman beli 2 krat teh botol dan 1 krat coca-cola literan. Untung dapet pinjeman mobil dari kakak gue yang lagi berkunjung.
Waktu berangkat beli sih nggak terlalu masalah ya, tinggal masukin krat dan botol kosong yang nggak terlalu berat ke mobil, dan sesampainya di agen bisa minta tolong penjualnya masukin minuman2 itu ke mobil.
Yang jadi masalah adalah proses nuruninnya dari mobil ke dalam rumah. Coba aja itung: seandainya botol2 itu berisi air murni dengan berat jenis = 1, maka 1 krat coca-cola isi 12 botol @ 1 liter = 12 kilogram. Tapi ini kan coca-cola, dengan segala larutan dan endapannya, yang gue yakin berbobot jauh di atas itu. Belum lagi 2 krat teh botol @ 24 botol @ 220ml, yang kalo berat jenisnya sama dengan 1 setara dengan 10.56 kilogram. Masih ditambah lagi dengan berat krat dan botolnya sekalian. Ih, bisa encok gue ngangkatnya.
Begitu sampe depan rumah mikir sebentar gimana caranya ngangkut benda-benda ini ke belakang... dan... YES! Dapet ide!
Segala musibah itu ada hikmahnya, termasuk musibah Ibu sakit sehingga harus menggunakan kursi roda. Tinggal copot dudukan busanya, maka benda itu bisa jadi solusi transportasi yang praktis...
 Maka proses penurunan minuman dari mobil berjalan dengan aman dan nyaman, bebas encok.
Selamat lebaran semuanya!
Karena tertarik dengan gadget yang gue posting di sini, maka Sabtu 14 Oktober kemarin Idunk dan suaminya buka puasa bareng di rumah gue untuk mencoba membuat replika alat yang sama. Dan ternyata... hore berhasiiil...! Proses pembuatan antara lain dibantu oleh Bayu. Video diambil oleh Sigit menggunakan digicam Canon A400 yang brightnessnya diperbaiki pake Ulead Studio 8. lipatbaju.wmv (701 KB)
Gue dapet video gokil ini dari si Idunk. Isinya tentang alat praktis untuk membantu kita melipat baju. Penting sekali kan, terutama di saat2 menjelang lebaran di mana kebanyakan orang pada pusing mengurus cucian karena ditinggal pembantunya mudik ke kampung? Ngeliat cara bikinnya yang kayanya gampang, kami jadi kepikiran untuk mencoba membuat replikanya... hasilnya bisa diklik di sini. mesin lipat baju.wmv (3.0 MB)
Susanti, temen kantor gue, adalah
pembaca setia >>>Mbot's HQ. Dia juga
pernah muncul sebagai salah satu tokoh di journal gue yang ini.
Rupanya dia ingin ikutan MP juga, tapi apa daya - di kantor nggak bisa akses
internet sedangkan untuk nge-warnet sepulang kantor dia nggak punya waktu. Maka
hari ini dia mengirimkan sebuah tulisan kepada gue, diiringi pesan menitipkan
tulisannya itu untuk dipublish di sini. Intinya, dia ingin tulisannya dibaca
orang lain supaya bisa dapet masukan.
Jadi, buat kalian yang
mau mengirimkan kritik / saran, silakan reply nanti gue forward ke dia.
Sedangkan yang mau ngajak kenalan, boleh juga kirim alamat e-mail /
nomer HP via PM, nanti gue sampein deh ke dia. Fotonya terlampir, coba tebak
dia yang mana :-) Tanpa berpanjang-panjang, ini dia tulisan
dari Susanti. Happy reading! Tips
Menolak Cowok Buat gadis-gadis yang terpaksa
sering menolak ungkapan cinta cowok*, jangan sekali-kali gunakan kalimat ini : "Maaf,
jika aku sakiti hatimu. Tapi aku tidak bisa bukan kerna salah di dirimu tapi
bagiku kamu bukan sosok pelindung yang kuharapkan. Meski sangat ingin tapi
tidak bisa..." Kesalahan total berada pada
kalimat terakhir : ”meski sangat ingin tapi
tidak bisa” Maksud si gadis mungkin supaya tidak terlalu
menyakiti dibandingkan bilang, "kamu tu jelek... tahu diri
dunks gw baru lihat elo aja udah ilfeel" Tapi pria
sudah dari sono dibentuk dengan perasaan yang tidak sensitif ditambah sifat minus
yaitu over PD. Jadi pria bisa menafsirkan lain kalimat
terakhir si Gadis. Yang tertangkap oleh pria adalah, si gadis mau melupakan si
pria namun tidak bisa sehingga muncul jawaban sebagai berikut: "Aku
tahu kamu tidak akan bisa meninggalkanku, karena sebenarnya kita menginginkan hal
yang sama, saling kangen n ingin sebuah kenyaman n kedamaian n itu ada jika kita
bersatu. Yakinlah...!" Yang ada si Gadis
jadi tambah bingung....trus baca kalimat ”bersatu” nah klo si cewe dari Biologi
ne...pasti langsung bayangin cacing kawin geeto...dua cacing berhimpitan trus
saling mengeluarkan sekresi lendir trus saling menempel trus proses kawin
berjalan... yuck!!!! Blum lagi kesalahan berikutnya
pada kalimat si Gadis yang ”kamu bukan sosok
pelindung yang kuharapkan...” Yang terkandung di sini bagi Gadis
khan banyak arti such as : - Elo kan di luar kota, ngapain
pacaran ma elo... capek... sama aja gak punya pacar. Elo ngajakin kawin? Tunggu
dulu... elo minta gw pindah? Enak aja, elo dong yang kmari.
- ...ato
elo sering lembur kapan maintain gw, tiap pacaran malem2 mulu jam 11 malem ke atas
pulang pagi, elo mah gak punya puser gak capek, klo gw bisa-bisa gw darah
rendah.
- ato elo ajah kerjanya blom mapan (klo lebih matre
lagi ne...blum punya bla..bla..bla...) mending gw sendiri, gak susah, pacaran
ato kawin koq jadi makin susah dst
Nah tapi si
pria dasar kurang sensitive malah jawab geene : “Mengenai perlindungan,
tentunya kita punya pelindung yang agung yakni “beep..beep”(sensor, disini si pria sebut nama Tuhan dia yang
Agung) . Tapi yakinlah melalui nafas dan doaku kamu
cukup nyaman dalam perlindunganku” Langsung keriput
pertama si Gadis muncul... “melalui
nafas dan doa”. Bodoh kali pria ini. Emang kita wanita hanya perlu
ditiup-tiup dan didoa2in, sembur aja sekalian pake aer jadi dukun deh elo. So
girl, daripada timbul keriput sejumlah penolakan elo ke pria, better kita
bicara straight forward ma “mahluk Tuhan yang dicipta tanpa braso di hatinya
(baca gak sensitif)” klo perlu agak terang2-an meski bakal sakiti but believe
me they (read :man) create as short term memory creature too. So pasti sebentar
juga langsung lupa. Jangan pula tambah syarat “gw mau koq terima elo
jadi pacar gw tapi ada 8 syarat, pertama...bla..bla..” dst. Yang ada elo bakal
kehilangan temen baik (baca : ttm). *yah maklum kita-kita
ini terlalu menarik (baca: have a great sex appeal, dan ini gak harus cantik)
Mau ikutan jadi pengisi posting tamu? Kirim aja tulisan
lo ke si.mbot@gmail.com - tapi
mendingan sih langsung aja ngedaftar sendiri di MP kali nggak?

 Hasil nguping obrolan ibu2 waktu makan siang, beberapa minggu yang lalu*. Ternyata bengkuang berkhasiat meredakan penyakit wasir / ambeien. Caranya ya... tinggal dimakan aja mentah2 gitu, sebanyak-banyaknya. Salah satu ibu2 yang terlibat dalam obrolan tersebut mengaku udah nyoba dan berhasil dalam tempo beberapa hari aja. Padahal sebelumnya udah menghabiskan aneka obat resep dan gagal. Trus waktu nyari referensi untuk nulis posting ini, gue juga nemu beberapa situs yang memuat informasi tentang khasiat lain bengkuang yaitu mengobati penyakit kulit, demam, sariawan, bahkan diabetes. Selain penyakit, bengkuang juga terkenal sebagai salah satu bahan kosmetika pemutih kulit. Info lengkapnya bisa diklik di situs infosehat atau di koranmerapi. Trivia: - Nyari gambar bengkuang di internet itu ternyata susaaah banget. Gue nyoba keyword "bangkuang" di google image, yang keluar malah gambar kursi. Baru berhasil waktu pake keyword nama latinnya, yaitu PACHYRRHIZUS EROSUS. Selain nama latin yang itu, dia juga dikenal sebagai Pachyrrhizus bulbosus atau Pachyrrhizus angulatus. Hebat ya, biarpun tampangnya jelek tapi namanya banyak.
- Di salah satu resep penggunaan bengkuang sebagai obat, disebutkan bahannya adalah "biji bengkuang". Bengkuang kan akar, emang bijinya di sebelah mana sih? Seumur2 gue makan bengkuang, kalo dibelah ya dalemnya polos aja gitu, nggak ada bagian yang mengindikasikan diri sebagai biji. Ada yang tau?
- Bengkuang juga bisa diukir menjadi bunga penghias makanan. (Yang ini nggak terlalu penting tapi udah kadung muncul di hasil search jadi gue link aja deh sekalian).
*mengantisipasi pertanyaan pembaca, "loh, nggak puasa yaaa...?" gambar berasal dari situs ini.

Banyak orang yang berkunjung ke Bandung untuk liburan mengeluh, "Kenapa sih orang2 pada seneng banget jalan2 di Bandung, isinya cuma macet gitu! Kalo mau nyari macet sih di Jakarta juga banyak, nggak usah jauh2 ke Bandung!" Sebagai penggemar kota Bandung, gue tentunya sangat prihatin mendengar keluhan ini. Untuk menikmati Bandung dalam waktu yang singkat, kuncinya sebenernya hanya pada masalah timing dan penentuan rute. Kalo kedua hal ini disiasati secara tepat, gue jamin kunjungan ke Bandung lo akan efektif, efisien, dan menghasilkan. Sebelum jalan-jalan ke Bandung, sebelumnya tentukan dulu tujuan lo, mau ngapain di sana? Biasanya sih orang main2 ke Bandung untuk 2 hal: nyoba makanan enak, dan belanja baju murah. Kalo memang kedua hal itu yang jadi tujuan lo, coba deh panduan gue berikut ini: Hari: Sabtu Kenapa harus hari Sabtu? Karena di hari Minggu ada pasar kaget di Gasibu, yang mana akan menimbulkan kemacetan di banyak titik - mengingat lokasi itu ada di tengah kota. Lagipula kalo ternyata lo capek setelah muter2 seharian, lo masih bisa punya pilihan untuk buka kamar dadakan di hotel terdekat - not recommended di bulan2 liburan sekolah atau waktu long weekend. Nggak akan dapet! | | 05.00 | Lo harus udah mulai masuk pintu tol di Jakarta, minimal pintu tol di seputaran Cawang. Silakan atur sendiri mau berangkat jam berapa dari rumah biar bisa sampe pintu tol jam segini. | | 07.00 | Kalo elo berangkat tepat jam 5, maka jam segini biasanya udah mulai masuk pintu tol Pasteur. Tujuan pertama: ke Prima Rasa cabang Kamuning. Rute yang lo ambil: keluar tol, lurus naik fly-over, turun menjelang Dago, belok kanan untuk mengarah ke Dago bawah, belok kiri di Jl. RE Martadinata (Riau), masuk ke jl. Kamuning lewat Gandapura. Jam segini lo bisa memilih kue yang lo mau secara nyaman dan manusiawi. Telat 1 jam aja, siap2 ketemu antrian ibu2 kalap berebut brownies. Oleh2 yang bisa lo beli di sini: Brownies, Roti Pizza, Picnic Roll. | | 07.30 | Selesai belanja di Prima Rasa. Telusuri lagi jalan Riau mengarah ke Dago. Di perempatan yang ada Kimia Farmanya, belok kanan. Belok kiri saat ada Kimia Farma lain di sebelah kiri jalan. Lo memasuki Jalan Sulanjana. Tujuan: Bubur Mang Oyo, bubur ayam terenak nomor 2 di Indonesia. Jam segini juga belum ngantri. Rekomendasi: Bubur ayam komplit dengan telur pindang dan ati ampela. | | 08.15 | Selesai makan bubur, masih butuh oleh2? Telusuri Dago menuju ke atas. Di sebelah kiri jalan lo akan menemukan salah satu cabang Kartika Sari dan Mobil Keliling penjual Brownies Kukus Amanda. | | 09.00 | Kalo elo menelusuri Dago sampe ke Mobil Keliling Amanda, artinya lo mencapai titik yang udah rada atas (mendekati simpang besar Dago). Puter balik di sekitar situ, mengarah lagi ke Dago bawah. Sekarang waktunya belanja di FO. Parkir mobil lo di halamannya Happening / Rich & Famous, di seberang Holiday Inn. Habis itu lo nyeberang, cegat angkot yang mengarah ke Dago atas. Pilih aja angkot yang bertuliskan "Dago" di kaca depannya - jangan kuatir, dia nggak akan melenceng ke mana2. Lho, ngapain mondar-mandir? Supaya waktu lo nggak habis untuk keluar masuk parkiran, cukup parkir mobil di FO yang letaknya paling ujung. Gue sarankan lo mulai berkelana di FO yang di sebelahnya Grande (gue lupa namanya). Di sana jual jeans murah2 BANGET. Jangan lupa mampir di Victoria kalo mau beli kaos unik Mahanagari. (updated: Mahanagari-nya udah pindah, sorry) Kalo hobi ngumpulin mobil2 miniatur, mampir deh ke Gift Shop Celebrate. Koleksinya banyak, dan kalo lo beruntung ketemu dengan pemiliknya, lo bisa diajak masuk ke ruang penyimpanan khusus di lantai atas. Di sana dia punya banyak stok yang nggak pasaran dengan harga lebih murah dari di Jakarta! | | 11.00 | Jam segini biasanya tingkat kepadatan FO udah mulai 'mengerikan'. Segera keluar dari sana, selesai tidak selesai kumpulkan di kasir. Kalo lo belum mencapai titik yang deket dengan tempat parkir lo, segera cegat angkot yang pertama lewat. Ambil angkot yang jalurnya lewat BIP. | | 11.15 | Waktunya makan siang, tujuan Bakmi Akung. Ambil jalur Dago turun terus sampe Merdeka, luruuus terus sampe mentok di pertigaan Hotel Panghegar, belok kiri, luruuus lagi ngelewatin Jl. Veteran alias Jl. Bungsu. Nyeberang Jalan Sunda sampe mentok dan arus lalu lintas mengarah ke kanan ke arah simpang 5. Ikuti arus, di sebelah kiri akan terlihat jejeran toko sepeda. Di simpang 5, belok kiri ke arah Gatot Subroto. Belok kanan di monumen tank mungil segede starlet terus luruuuus terus ikutin jalan besar (di sebuah titik jalan akan memecah 2, ikutin jalan yang besar). Lo akan menemukan Mi Akung di sebelah kiri jalan, menjelang perempatan besar. Kalo lo berhasil mencapai tempat ini sebelum jam 12, lo beruntung. Setelah jam tsb lo bisa cengok nungguin antrian tempat. O iya, di sini juga tersedia musholla. Sekalian aja sholat di sini. | | 13.00 | Cabut dari Mi Akung, lo puter balik menelusuri jalan arah lo dateng tadi. Pasang mata ke arah sebelah kanan jalan, siap2 ketemu Batagor Riri. Kalo udah ketemu, parkir aja di sebelah kiri jalan, jangan puter balik. Inget, timing is critical. Beli batagornya dibungkus aja, ga usah makan di sana. Pastinya udah kenyang makan mi, kan? | | 13.30 | Teruskan perjalanan menelusuri jalur kedatangan lo tadi sampe ketemu simpang lima. Belok kanan menuju jalan Sunda. Luruuuuusss sampe mentok di sebuah taman besar. Belok kanan. Lihat di sebelah kiri, setelah taman ada belokan ke kiri pertama. Cuekin aja. Lanjut terus, belok kiri di belokan ke dua (setelah GOR Saparua). Luruuuus sampe ketemu perempatan besar, di sebelah kiri ada The Summit, di sebelah kanan ada Heritage. Lo parkir di The Summit. Nah, belanja deh di situ. Di jam segini tingkat kepadatan FO udah mendekati histeris, tapi santai aja. Tas belanjaan lo udah terisi sebagian dari hasil perburuan di Dago, kan? Tempat yang perlu dikunjungi di deretan FO Jl. Riau ini adalah Heritage, Summit, dan For Men. Boleh Juga mampir di Edward Forrer di seberang Summit. JANGAN mampir di Coralia, Renariti atau China Emporium - buang2 waktu aja. | | 16.00 | Lo akan butuh waktu lebih lama untuk belanja sore ini, jadi baru selesai sekitar jam 4 sore. Sekarang waktunya minum2 yoghurt dingin di Cisangkuy. Telusuri Jl. Riau ke arah Jl. Laswi (arah sebaliknya bila menuju Dago). Belok kiri kalo di sebelah kanan ada KFC. Lo akan ketemu mesjid besar bernama Istiqomah. Belok kanan di depan mesjid itu, terus luruuus sampe ketemu SMA 20 di sebelah kiri. Belok kiri setelah SMA itu. Luruuuus ikutin jalan, nah, gue rada lupa nih belokan ke berapa - lo tanya aja sama tukang kuda yang banyak mangkal di situ. Cisangkuynya udah nggak jauh. Buat yang nggak doyan yoghurt (spt gue) lo bisa pesen milkshake juga di Cisangkuy. | | 17.00 | Cabut dari Cisangkuy. Mungkin lo belum terlalu lapar sekarang, tapi perjalanan menuju tempat makan malam terbaik harus dimulai dari sekarang. Tujuan: makan malam di Sierra, Dago Pakar. Keluar dari jalanan yang ada Cisangkuynya itu, lo akan ketemu dengan jalan Diponegoro. Ikutin jalan itu luruuuus.... nanti lo akan ketemu perempatan Sulanjana - Dago. Belok kanan di sana, menuju ke atas. Luruuuuus aja. Ikuti petunjuk jalan, ada banyak sign menuju Sierra. Kalo karena satu dan lain hal lo baru bisa nyampe di titik ini setelah jam 18.00, mending batalin rencana ke Dago Pakar daripada kelaparan di jalan. Akan sangat macet dan ngantri. Mending sebelum perempatan Dago - Sulanjana lo belok kiri ke jalan Maulana Yusuf. Di sana ada sate terenak di Indonesia, menyediakan sate ayam, kambing, sapi, ati-ampela, usus, dan kulit. Komplit! | | 18.00 | Kalo timing lo pas, jam segini lo udah sampe di Sierra. Ambil tempat duduk di teras, biar bisa liat pemandangan lampu2 kota Bandung. Nikmati juga pemandangan orang2 yang telat dateng dan nggak kebagian kursi sambil nganga kelaparan :-) Bisa juga numpang sholat maghrib di sini. | | 19.30 | Kenyang makan, telusuri rute kedatangan lo tadi untuk turun balik ke Bandung. Di simpang besar Dago (yang ada Mc D di sebelah kanan) belok kanan. Kalo lo ambil lurus, lo akan terjebak di kemacetan parah Dago setiap malam minggu. Setelah belok kanan, telusuri jalan turun melewati Cihampelas. Silakan mampir kalo mau beli jeans atau beli baju2 army look di seberang Ci-Walk. Setelah menyusuri Cihampelas, lo akan ketemu jalan layang. Belok kanan di situ, lo udah menuju Jakarta. | Selamat jalan2 di Bandung! Foto dari sini
 P ara istri yang cinta suami tentunya kepingin suaminya hidup sehat
bebas dari penyakit. Problemnya, kadang ekspresi cinta para istri ini
bisa dianggap sebagai "sumber penderitaan" oleh para suami. Ambil contoh pengalaman seorang temen yang kita sebut aja bernama Bayu*.
Istri Bayu rupanya kuatir suaminya ngemil makanan yang kurang sehat di
kantor, sehingga merasa perlu membawakan sekotak "cemilan sehat" buat
suaminya. Yah, memang nggak sehat2 amat sih, karena berkisar pada
kentang goreng dan sejenisnya. Tapi kan digorengnya dengan minyak
goreng yang masih baru dan bersih, jadi minimal lebih sehat daripada
gorengan pinggir jalan - mungkin begitu dasar pertimbangan istri si
Bayu. Sayangnya, Bayu rupanya kurang berminat terhadap cemilan
tersebut sehingga boro-boro dimakan, kadang malah dibagi-bagiin ke
temen2 yang lain. Kalo lagi nggak ada yang berminat, kadang
kentang-kentang goreng yang masih utuh belum dimakan itu digeletakin
begitu aja di atas meja, beralaskan kertas bersih. "Yang penting
kotaknya pulang kosong, biar istri senang," kata Bayu. Sedangkan dia
sendiri ngemil somay atau bakwan pinggir jalan seperti biasa. Lain Bayu, lain lagi pengalaman si Eriq**. Istri Eriq menerapkan peraturan yang lebih ketat, yaitu: harus makan siang dengan makanan bekal dari rumah, dengan porsi yang udah ditentukan (baca:
minim). Bagi Eriq, peraturan ini sangat menyiksa karena dibandingkan
dengan kapasitas perutnya, porsi bekal itu hanya memadai sebagai
appetizer doang. Hari demi hari Eriq tersiksa dengan porsi
minim itu, hingga sampai pada suatu hari di mana ia nggak tahan lagi.
Hari itu, istri Eriq memasak nasi goreng untuk sarapan sekalian untuk
bekal makan siang Eriq. "Wah nasi goreng buatan istri gue gung, enak
banget, kemarin itu gue sarapan lahap banget deh," demikian penuturan
Eriq. Habis sarapan bersama, istrinya Eriq masuk kamar mandi,
meninggalkan Eriq dengan nasi goreng kegemarannya itu. Godaan mulai
merasuki pikirannya. "Begitu istri gue masuk kamar mandi,
buru2 gue ambil rantang yang biasa buat bawa bekal, terus gue isi nasi
goreng sebanyak-banyaknya. Gue teken2 biar muat banyak, biar siangnya
nggak kelaparan lagi. Abis gue isi, rantangnya gue masukin ke tas.
Beres." Eee... nggak disangka nggak dinyana, setelah
keluar dari kamar mandi istri Eriq teringat pada kewajibannya sebagai
istri untuk menyiapkan bekal makan siang suami. "Mana ya rantangnya, aku mau siapin bekal makan siang kamu," kata istri Eriq sambil nyari2 rantang. "E..ee... udah nggak usah, udah aku siapin sendiri, rantangnya udah aku masukin tas," kata Eriq gugup. "EH! Nasi gorengnya kan masih panas, rantangnya nggak boleh langsung ditutup rapet nanti bisa basi! Mana sini rantangnya!" "Nggak usah, nggak usah, nggak papa kok, nanti aja sampe di kantor aku buka lagi gampang... nggak usah deh, bener..." "MANA RANTANGNYA!"
"... iya deh iya deh... ini..." Eriq akhirnya pasrah menyerahkan
rantang nasi gorengnya kepada istri. Dalam hati dia berdoa, semoga
istrinya nggak notice perubahan jumlah yang cukup drastis itu tapi ternyata... "YA AMPUUUUN...!!! Bawanya kok banyak sekali sih!? Nggak boleh! Sini aku kurangin!" Tapi untung, masih lumayan... di kantor Eriq masih bisa dapet jatah kentang goreng buatan istrinya Bayu...  Ngeliat
pengalaman temen2 gue ini, hwaduuuh... gue jadi bersyukur benerrr punya
istri yang nggak pernah ngelarang gue makan ini-itu, malah suka
dimasakin makanan enak-enak.
Sedangkan guenya juga sadar diri nggak makan kebanyakan dan berusaha
untuk mengimbangi dengan olah raga. buat kalian, para suami dan
para istri yang kebetulan membaca journal ini, tips yang bisa gue
sampaikan adalah: Buat para suami: - Tolong
hargai niat baik para istri untuk menjaga kesehatan kalian, antara lain
dengan memakan bekal yang udah dibuatin oleh istri. Memasak itu capek
dan pegel, kan kesian kalo hasil jerih payah itu malah diumpanin ke
temen kantor.
- Tunjukin kepada para istri kalian bahwa kalian
juga sadar diri untuk menjaga kesehatan, antara lain dengan olah raga.
Kalo kalian berolah raga teratur, para istri juga nggak akan terlalu
khawatir membiarkan kalian makan banyak.
Buat para istri: - Inget
bahwa kalian nggak bisa mengawasi perilaku suami di luar rumah. Percuma
aja sok galak dan strict soal menu makanan, kalo mau suami bisa jajan
diem2 di belakang kalian. Semakin kalian mencoba 'keras', justru akan
semakin dikibulin.
- Kalo tujuannya untuk menjaga kesehatan
suami, diet aja nggak cukup. Mendingan dorong suami2 kalian untuk lebih
banyak olah raga.
Mudah-mudahan dengan niat baik dari kedua belah pihak, nggak perlu ada yang harus jadi korban diet paksa *Hanya sekedar pinjem nama, nggak ada hubungan kesamaan cerita dengan Kangbayu **Hanya sekedar pinjem nama, walaupun mungkin ada kemiripan secara fisik dengan Menhariq. Image gue pinjem dari sini.


W aktu getaran pertama terasa, gue kira asalnya dari lantai di atas
kantor gue yang emang lagi direnovasi. Tapi ternyata getarannya
berlanjut, dan belum pernah sampe sekeras ini. Blinds di jendela sampe
bergeser-geser mondar-mandir dari ujung ke ujung. Beberapa orang mulai
nampak panik, ada yang pake teriak2 segala. "Gung... gung..
ayo bertugas..." kata temen gue. Ya ya ya... ini gara2 ada latihan
kebakaran beberapa bulan yang lalu, dan entah gimana tau2 gue kepilih
jadi "Captain Floor". Tugasnya memimpin arus evakuasi penghuni
lantai "kalo ada apa-apa". Sebagai "fasilitas" jabatan gue mendapat
sebuah bendera segitiga bertuliskan nomor lantai gue, dan sebuah rompi
berwarna ORENS JRENG-JRENG. Gue lapor boss. "Mbak, gimana, keliatannya lebih baik anak2 mulai disuruh turun aja ya?" "Iya deh iya..." kata boss yang mulai nampak pucat pasi. Oke,
marilah kita bertugas. Cukup dengan bendera, tanpa rompi, gue
berkeliling lantai nyuruh orang-orang turun. Dan ya ampun, betapa
takjubnya gue mendengar respon / pertanyaan orang-orang itu saat
disuruh menyelamatkan diri. "Ayo ayo teman-teman, kita bisa
mulai turun sekarang ya, gedungnya goyang-goyang terus nih.... turunnya
lewat tangga ya, jangan pake lift," kata gue menjalankan tugas. "Gempa ya gung?" [Bukan, cuma ada gajah kesandung. Ya iyalah gempa! Heran.] "Iya," jawab gue. "Kira-kira gempanya akan lama nggak ya, soalnya gue lagi banyak kerjaan nih..." =atau= "Gempanya
beneran akan gawat nggak nih, soalnya ntar gue udah kadung capek2 turun
tangga 18 lantai trus taunya nggak ada apa-apa kan percuma..." [Hmmm.... ntar deh ya, gue usahain banget biar gempanya rada gedean sehingga lo nggak percuma turun tangga 18 lantai] =atau= "Kalo sekarang gempa trus nanti malem akan gempa lagi nggak ya?" [Tergantung. Kalo elo gue jorokin dari lantai 18 ini mungkin akan ada gempa setempat.] =atau= "Kenapa nggak boleh pake lift siiih, kan capek musti turun tangga..." "Sebab kalo pake lift dan jalur liftnya retak, malah bisa kejebak di situ." "Tapi ini liftnya nyala...!" kata ybs sambil menunjuk pintu lift yang terbuka. "Naik lift aja yaaaa..." "Ya udah terserah." Hwaduh,
ampun deh tuh orang-orang, kesannya gue-lah biang keladi penyebab
terjadinya gempa yang mengganggu kesibukan kerja mereka. Belum lagi
ke-rese'-an2 yang timbul saat mulai bergerak ke arah tangga darurat,
seperti: "Eh bentar gue ambil dompet dulu.." "Eh tas make up gue mana ya, ini sekalian mau ke toilet di bawah..." "Tisu gue mana tisu..." "Bentar dulu, bentar dulu, tungguin si 'anu'" - sementara si 'anu' yang ditunggu itu lagi NYISIR. Mungkin beliau berambisi jadi mayat paling cantik kalo tau-tau ketiban reruntuhan. Akhirnya
sekitar setengah dari penghuni lantai gue mau juga mengikuti saran gue untuk
menyelamatkan diri lewat tangga. Sisanya masih (sok) sibuk di depan
komputer masing-masing. Kalo menurut buku panduan penyelamatan seorang
Captain Floor, gue harus nunggu sampe lantai kosong. Tapi bodo amat
deh, abis dibilangin pada nggak nurut.
Satu insiden lagi terjadi saat seluruh tim gue udah selamat ngumpul di halaman gedung. Anto, si klakson not-not, nggak ada.
"Anto mana Anto?" kata Ata cemas. Biarpun sehari2 suka nyelain Anto rupanya diem2 dia sayang juga sama anak itu.
Nggak ada seorangpun yang tau ke mana Anto pergi. Ata berkali-kali
mencoba nelepon ke HPnya, nggak diangkat. "Wah jgn2 anak ini ketiduran
di musholla..."
Setelah beberapa kali dicoba, akhirnya telepon tersambung juga ke Anto.
"Heh, di mana lu? Turun buruan, gempa nih!"
"Iya iya pak, ini gue udah turun kok.... "
"Di mana elu? Kok nggak keliatan?"
"Di BASEMENT pak, mau beli minum, haus pak, habis turun tangga..."
Untungnya memang
ternyata nggak terjadi bencana yang serius, tapi sebagai seorang
Captain Floor gue berpesan kepada kalian semua, kalo someday ada
kejadian kaya tadi lagi, yang harus lo lakukan adalah: - Jangan
dorong-dorongan, banyak kejadian di mana korban timbul akibat keinjek2
saat menyelamatkan diri, bukan krn bencananya itu sendiri.
- Tangga darurat adalah tempat dengan konstruksi terkuat dari sebuah gedung. Kalo ada bencana apapun, segera menuju ke sana.
- Sisir, termos, dan lipstik adalah benda-benda yang kurang esensial untuk dibawa menyelamatkan diri.
- Jangan
mengajukan pertanyaan2 tolol kepada para petugas, baik itu Captain
Floor ataupun petugas penyelamat lainnya. Kasihan, tanpa harus menjawab
pertanyaan tolol pun tugas mereka udah cukup berat.
- Kalo elo
lagi pake sepatu berhak tinggi, lebih baik copot sepatunya. Sepatu hak
tinggi hanya akan memperlambat bahkan membahayakan gerakan turun
tangga.
- Kalo terjadi kebakaran dan asap tebal, tutup mulut
dan hidung dengan kain yang dibasahi. Lumayan bisa menyaring asap agar
nggak masuk ke paru-paru.
- Bantu menjaga ibu hamil dengan
memposisikan diri di DEPANNYA (bukan di SAMPINGNYA) saat turun tangga.
Dengan demikian kalo dia hilang keseimbangan elo bisa membantu menahan
secara lebih kuat.
- Jangan menjerit2, suara lo bisa menghalangi instruksi yang dibacakan lewat speaker.
- Jangan
menelepon sambil menyelamatkan diri. Ntar aja neleponnya kalo udah
sampe bawah. Turun tangga sambil menelepon bisa membahayakan orang lain
krn elo jadi kurang konsentrasi dengan langkah lo.
- Jangan main
tunggu2an. Ajak temen lo menyelamatkan diri, kalo dia nggak mau karena
sok cool / sok keren / sok nggak ada apa2, tinggal aja.
- Tujuan
utama orang turun dari lantai atas adalah untuk menghindari bahaya
terjebak dalam reruntuhan gedung. Dengan demikian, nongkrong di
basement untuk alasan apapun adalah tindakan yang kurang disarankan.
Akhir
kata, gue juga mau mengucapkan turut berbelasungkawa atas musibah yang
menimpa saudara2 kita di Jawa Barat. Gue yang cuma kecipratan satu per
sekian persen dari bencana tadi sore udah ngerasa ngeri / hopeless
banget. Nggak kebayang apa yang mereka rasakan saat bencana itu
terjadi. Gambar gue ambil dari sini


|  | Tips ini mungkin bermanfaat bagi para perokok yang kebelet merokok di tempat yang nggak menyediakan asbak. Mengenai kemungkinan logis bahwa di tempat-tempat yang tidak menyediakan asbak umumnya kita dilarang merokok, gue serahkan kepada pilihan pribadi masing-masing individu. Sedangkan problem lanjutan yang mungkin timbul di mana rokoknya ada, asbak udah dibikin, tapi baru sadar bahwa koreknya ketinggalan, gue tidak turut bertanggung jawab.
Asbak darurat ini memiliki beberapa keuntungan yaitu:
- Tidak mudah pecah. Tepatnya: tidak MUNGKIN pecah, sih.
- Bahan bakunya mudah didapat, hanya memerlukan selembar kertas yang cukup lebar dan kalo bisa cukup tebal. Cover majalah bisa wanita (Femina, Kartini, Cosmo) menjadi bahan baku yang ideal, asal nggak sayang aja sama majalahnya
- Melatih keterampilan motorik halus (fine motor coordination)
- Melatih kemandirian, yaitu tidak cengeng / rewel kepada para waiter: dikit2 manggil minta sendok, dikit2 manggil minta saos, daripada ngerepotin orang lagi dengan minta asbak, lebih baik bikin sendiri.
- Dapat berfungsi ganda sebagai penampung sampah2 lainnya seperti tusuk gigi bekas, acar cabe (bagi yang nggak doyan acar), atau tisu kecil2 bekas bungkus sendok-garpu
Sedangkan sebagai benda buatan manusia, tentu memiliki sejumlah kelemahan / keterbatasan antara lain:
- Kurang impresif/mengesankan bila digunakan sebagai cindera mata
- Kalo gak hati-hati bisa bolong yang mana akhirnya abu bisa tembus berantakan di meja sehingga jatuhnya menjadi sama aja boong
- Tidak tahan air, sehingga tidak bisa digunakan untuk menampung air hasil lelehan es batu di gelas minuman.
Selamat mencoba.
Lokasi: Resto Indigo, Mal Panakkukang Makassar |

Berhubung cukup banyak yang menanyakan soal ini, ditambah dengan pengalaman bu dokter di sini, jadi gue pikir tips ini cukup bermanfaat untuk diposting
Para MPers yang sejak join sampe sekarang belum pernah posting market
atau link, mungkin akan heran saat nggak menemukan tombol untuk post
market atau link.
Tenang, bukan berarti elu nggak bisa posting market atau link, cuma aksesnya doang kok yang tersembunyi.
Caranya, ketik link di bawah ini di addressbar dan pencet "enter":
untuk posting market:
http://user.multiply.com/market/compose
untuk posting link:
http://user.multiply.com/links/compose
ganti "user" dengan username elu. Jadi misalnya gue nih, username gue kan " mbot", maka link untuk post market dan link gue adalah
http://mbot.multiply.com/market/compose
http://mbot.multiply.com/links/compose
Semoga cukup jelas ya?
Selamat mencoba.


|  | Hotel Alam Kulkul yang gue inepin mulai dari hari ke tiga honeymoon penuh dengan pernak-pernik yang aneh-aneh serta kurang jelas manfaatnya. Di antaranya adalah sepasang tongkat kayu sepanjang kurang lebih 50 cm yang kami temukan di atas bed-cover. Tadinya gue dan ida sempet bertanya-tanya apa kegunaan tongkat ini, tapi akhirnya berhasil juga kami dayagunakan secara maksimal. |

|  | Ini adalah langkah2 yang gue lakukan untuk memperbaiki asbak hotel yang jatuh dan pecah 3 di honeymoon hari ke 3. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang mengalami hal serupa. Perhatian: cara ini tidak berlaku bila asbak yang jatuh terbuat dari kaleng, sebab kalo terbuat dari kaleng tidak akan pecah, sehingga tidak perlu direkatkan. (garing ya? ya? ya?) |

Berita 1: Dani Dewa minta maaf soal penggunaan kaligrafi Allah di sampul kaset.
Berita 2: Mantan Deputi Ketua BPPN ditangkap di bandara krn ketahuan bawa 3 gram ganja.
Apa kaitan kedua berita ini?
Dani Ahmad (atau Ahmad Dani sih namanya tu orang?), dari dulu udah
sering bikin gue empet sama lagaknya yang tengal. Tau tengal nggak?
Tengal = tengil kuadrat (istilah yang diciptakan sama orang ini).
Beberapa contoh:
- Di salah satu edisi tabloid Bintang Millenia bbrp thn yang
lalu, dia dan sejumlah tokoh hiburan dinobatkan sebagai 'artis
paling berpengaruh tahun ini'. Artis lain yang ditanya kesan2nya pada
bilang "surprise banget", atau "terima kasih atas kepercayaannya" atau
"penghargaan ini memacu saya agar berkarya lebih baik lagi" -
pokoknya jawaban2 yang minimal menunjukkan rasa senang atau terima
kasih udah dikasih penghargaan. Mau tau komentar Dani tentang
penghargaan yang diterimanya? "Biasa aja".
- Waktu rame2 soal lagu "Arjuna Mencari Cinta" yang diprotes sama
Yudhistira Massardi, pengarang buku dengan judul yang sama, komentar
Dani "Buat
saya sih kalo diminta ganti judul lagu itu juga nggak masalah. Album
itu udah pasti hit kok. Tolong jangan salah catat ya, bukannya
'berpotensi hit' lho, tapi memang sudah pasti hit." Waktu itu gue doain siang malem semoga penjualan albumnya jeblok, eh taunya laku juga. Sial.
- beberapa hari yang lalu, soal ribu2 kaset berkaligrafi itu, komentar Dani "Saya sih terbuka ya kalau dia (dalam hal ini Habib Rizieq) mau menemui saya untuk minta maaf dan mencabut somasinya."
Gue juga suka gak bisa dibilang simpati sih sama si Habib, apalagi kalo
udah baca berita dia dan rombongannya sok2an ngegerebek cafe dengan
dalih agama tapi udahannya banyak barang ilang mulai dari tv sampe
hiasan dinding - catet ya, barang2 itu bukannya dirusak, melainkan
diangkut - dan kok ya polisi santai aja liat orang enteng banget jalan2
bawa samurai sementara kalo lagi razia ketahuan bawa cutter aja bisa
semalem nginep di sel. Tapi top banget dah si Dani, orang udah hampir
dikeroyok kok ya malah dianya yang nunggu orang minta maaf.
Sedangkan TMM si eks Deputi itu, gue sih nggak kenal secara pribadi,
tapi dulu waktu bareng2 jadi pegawai pernah punya urusan sama dia
dengan sikapnya yang sangat-oh-betapa-terlalu-luar-biasa-tengalnya.
Singkatnya, urusan yang biasa terjadi antara seorang kroco HRD spt gue
dengan seorang pejabat Deputi Ketua seperti dia deh. Plus beberapa
temen gue yang lain juga sempat merasakan ketengalan dari
oknum yang sama. Eh sekarang kok ya ketangkep di airport, bawanya bawa
ganja, lagi! Masih mending kalo narkoba lainnya deh, yang rada
canggihan dan kerenan dikit, gitu. Ini kok ganja, mainannya preman2
kalo lagi nongkrong di pos ronda. Kalo terserah gue sih, mendingan si
TMM buat gantinya si Yoan deh. Lebih pantes.
Maka penemuan pertama hari ini, belajar dari pengalaman Dani Ahmad alias Ahmad Dani dan si TMM, dapat disimpulkan bahwa: tahun ini adalah tahun yang buruk untuk jadi orang tengal.
Penemuan ke dua didapat dari hasil ngobrol2 iseng waktu mau makan
siang. Temen gue share pengalaman waktu remote alarm mobilnya
kecemplung air sehingga nggak berfungsi untuk ngebuka alarm. Dia masih
bisa buka pintu pake kuncinya, tapi waktu distarter alarm jadi nyala.
Naluri ke-MacGyver-annya timbul jadi dia coba copot2in sensor2
alarmnya. Hasilnya: mesin mobil jadi nggak bisa distarter sama sekali.
Akhirnya dia terpaksa pulang dulu ke rumahnya yang cukup jauh, ambil
remote cadangan, balik lagi ke mobilnya, baru pulang lagi ke rumahnya.
Beberapa hari kemudian, dia baca2 buku manual alarm mobilnya itu, dan
dengan getirnya dia menemukan sebuah petunjuk di dalamnya "bila remote alarm mobil macet, untuk mematikan alarm
cukup injak rem 5 kali sebelum starter"
Kesimpulannya:
- Kalo remote alarm mobil lo rusak, bisa coba cara tsb di atas
(injak rem 5 kali). Kali2 aja alarm mobil lo sama dengan punya temen
gue.
- Kalo punya barang, bacalah buku manualnya.
Penemuan ke tiga boleh dapet dari e-mail, mungkin di antara elo juga
ada yang udah dapet e-mail panjang lebar itu yang intinya 1 ounce tidak
sama dengan 1 ons. Atau tepatnya 1 ons = 100 gr = 3.5274 ounces.
Klik penemuan berikutnya di sini.
Image dari liputan6.com,
menunjukkan pose keren si tengal nomer 2 saat lagi diperiksa polisi.
Biar Mamp******ssssss..... Ungkapan senada tentang oknum yang
sama bisa ditemukan juga di sini.

| |