Agung's posts with tag: senewen

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag senewen
Blog Entryjualan di internet; gampang atau susah?Jul 2, '08 11:36 AM
for everyone
Salah satu hal yang paling menyebalkan buat gue adalah nemu reply sejenis ini di posting gue:

...yaitu reply berisi IKLAN dari user yang nggak gue kenal.

Jadi gini ya, mas / mbak sekalian yang mungkin baru hari Jum'at minggu lalu melek internet trus ngiler baca kisah sukses bisnis di internet di koran Minggu dan memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan pasang iklan sampah di posting orang; kalian nggak akan berhasil karena:

  1. Tindakan masang iklan sembarangan menunjukkan bahwa kalian nggak ngerti etika bisnis di internet, dan nggak ada orang sadar yang mau berbisnis dengan penjual yang nggak beretika.

  2. Kalian nggak akan pernah tau reaksi apa yang akan kalian terima dari si pemilik posting. Kalo gue sih, delete reply itu udah pasti. Langkah selanjutnya, report abuse ke admin MP. Kalo admin berhasil menemukan bukti yang menguatkan laporan gue, account kalian akan kena delete. Memang bikin account baru itu gratis dan gampang, tapi kapan bisnis kalian mau maju kalo tiap kali kena delete melulu?
Saran gue, lebih baik baca-baca lagi deh referensi tentang bisnis di internet. Peluang bisnis di internet memang cerah, tapi bukan dengan cara nyampah.

Blog EntrySMS tengah malam itu...May 3, '08 1:51 PM
for everyone
Jam menunjukkan pukul 00.50 menit, udah lewat tengah malam. HP gue bunyi. Dua nada pendek, pertanda pengirimnya nggak termasuk dalam salah satu caller group. Waduh, siapa nih? Apa ada berita orang meninggal? Kecelakaan? Butuh transfusi darah?

Gue buka HP, dan ngebaca SMS yang baru masuk itu. Ternyata isinya:

Dptkn disc. 25% di distro2 terkemuka di bandung & jonas photo (20%) dari redspot (sd31 mei 08). Utk info nama distro ktk redspot krm ke 9123 (Rp. 550/sms). Info 116.
From TELKOMSEL

Oh, baguuuusss.... SMS promosi, rupanya. Apa mungkin sengaja dikirim tengah malam, saat suasana sedang tenang, biar ngebacanya lebih syahdu, gitu? Yeah, right. Orang gila mana yang dengan ikhlas dan suka cita mau mikirin diskon 25% jam 1 pagi, sih?

"Betapa sunyinya malam ini, hatiku sendu... andaikan saja... ada diskon 25% di distro terkemuka... hatiku akan gembira... [BLIP-BLIP] Waaah...!!! Ternyata betulan ada! Oh terima kasih TELKOMSEL, terima kasih!!"

Not.

Detik itu juga langsung gue hubungi 08 07 1 811 811, customer care Telkomsel.

"Mas, kalo kirim SMS promosi tolong jangan tengah malem dong, ganggu orang tidur!"
"Baik pak, akan kami perhatikan, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini..."

Awas aja kalo besok masih ada SMS gak penting masuk after midnight...

gambar gue pinjem dari sini

Setelah mengultimatum situs video-sharing Youtube karena jadi sarana penyebaran film Fitna, lantas Multiply dan Myspace yang katanya juga bakal ikut kena berangus, berikut daftar situs lainnya yang mungkin (kali aja) akan ikutan diblokir:

Yahoo.com
alasan:
nama "Yahoo!" mengisyaratkan sebuah teriakan, yang mana bertentangan dengan adat ketimuran. Menurut adat ketimuran tidak sopan untuk berteriak-teriak / mengganggu sekitar. Apabila banyak orang gemar berteriak-teriak, dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat - oleh karena itu situs ini harus diblokir.

Detikinet.com
alasan:
karena situs ini sering memuat pernyataan-pernyataan seorang tokoh yang mengangkat diri sendiri sebagai "pakar" - sementara 68% masyarakat yakin bahwa 68% omongannya asal cuap. Hal ini sudah dan akan terus menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, oleh karena itu pilihannya: entah detikinetnya yang harus memblokir si pakar, atau si pakarnya yang sebaiknya diblokir jangan ngomong.

Flickr.com
alasan:
karena situs ini berawalan dengan huruf F sehingga sebagian masyarakat mungkin mengasosiasikannya dengan film "Fitna" sehingga menjadi resah. Alasan yang sama berlaku juga untuk situs friendster.com, freewebs.com, dan situs2 "F" lainnya.

Disney.com
alasan:
banyak menampilkan tata cara berpakaian yang kurang sesuai dengan adat ketimuran (bebek nggak pake celana, tikus nggak pake baju, dsb) yang dapat meresahkan masyarakat. Harus diblokir segera.

KLM.com
alasan:
karena belanda. Dan belakangan ini semua yang kebelanda2an bikin masyarakat resah.

Granmeliajakarta.com
alasan:
karena lokasi hotel ini dekat dengan kedutaan belanda sehingga masyarakat yang hendak menuju hotel ini menjadi teringat dengan Belanda sehingga membuat masyarakat resah.

situs-situs lain yang berakhiran *.com
alasan:
karena situs berakhiran *.com mengingatkan masyarakat pada youtube.com sehingga berpotensi membuat masyarakat resah.

Demikian prakiraan sementara mengenai fenomena pemblokiran internet di negeri tercinta ini. Mari berdoa bersama semoga kita semua kembali waras dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

gambar: ilustrasi reaksi salah satu pengguna internet menghadapi pemblokiran.


Blog Entryhow low will you go?Mar 23, '08 12:13 PM
for everyone
Memang... kita nggak boleh menilai sebuah buku hanya dari sampulnya,
atau sebuah film dari judulnya... atau dari posternya...

tapi rasanya sih sulit ngebayangin, kualitas kaya apa yang bisa diharapkan dari film berjudul

SKANDAL CINTA BABI NGEPET:
DEMI CINTA AKU TERPAKSA JADI BUDAK SETAN

Abis ini kira-kira muncul film apa ya?

..."DESAH GELISAH KUNTILANAK BISPAK: biar bau menyan asal prima di pelayanan"...?
..."AKU DIHAMILI POCONG BENCONG: kutunggu tanggung jawab cintamu"...?
..."GEJOLAK ASMARA SUNDEL BOLONG VS. PREDATOR: biar sangar asal barang impor"...?

(Mudah-mudahan penilaian gue salah... buat yang udah nonton cerita-cerita ya, filmnya kaya apa... gue kayaknya nggak kuat deh nonton film ini.)

Blog Entrycara praktis memutus sambungan TelkomJan 21, '08 10:54 AM
for everyone
Masih dalam rangka rencana pindah rumah dalam waktu dekat, gue berniat menghentikan segala jenis langganan - termasuk di antaranya langganan telepon dari Telkom. Tadi siang, gue menghubungi call center 147.

"Halo Telkom?"
"Selamat siang Pak, ada yang bisa kami bantu?"
"Siang Mas. Begini, saya kan sebentar lagi mau pindah rumah, jadi saya mau berhenti langganan telepon nomor 314-****. Gimana prosedurnya mas?"
"Bapak harus datang ke kantor layanan Telkom terdekat, membawa rekening telepon terakhir. Setelah itu bapak diminta untuk menyimpan uang deposit. Pada akhir bulan berjalan, uang deposit akan dipotong sesuai jumlah pemakaian terakhir, dan Bapak kami minta datang kembali ke kantor layanan Telkom untuk mengambil pengembalian sisa depositnya. Baru setelah itu sambungan telepon akan kami putus."

"Wedewww... ribet amat ya Mas. Bisa diselesaikan lewat telepon aja nggak?"
"Mohon maaf sekali Pak, tidak bisa. Bapak harus datang langsung ke kantor pelayanan Telkom."

"OK, kalo misalnya saya langsung pindah aja nih Mas, nggak pake pemutusan sambungan, gimana?"
"Maka bapak akan dikenakan biaya abonemen bulanan yang jumlahnya akan semakin banyak, pak. Oleh karena itu kami sarankan untuk datang ke kantor layanan Telkom."

"Kalo biaya abonemen bulanannya juga nggak saya bayar terus-terusan, gimana Mas?"
"Maka setelah 4 bulan berturut-turut, sambungan telepon Bapak akan kami putus secara otomatis."
"Nah, memang itu tujuan saya, kan? Kayaknya lebih praktis begitu deh Mas. Terima kasih ya, selamat siang..."

Telkom, Telkom... Jaman macet gini kok ya hobi bener nyuruh orang mondar-mandir ke kantor layanan....

Blog Entryapa kata jagad blog tentang my-indonesia.info?Dec 26, '07 11:56 AM
for everyone
Nggak nyangka deh, my-indonesia.info, situs lucu-lucuan yang gue review di sini, ternyata mengundang reaksi yang heboh di jagad blog.

Gue baru tau tentang keberadaan situs ini kemarin, tapi rupanya dia udah rame jadi omongan para blogger sejak kurang lebih minggu ke dua Desember 2007. Hari ini gue googling dengan keyword "my-indonesia.info" dan hasil pencariannya mencapai 36.300 halaman! Untuk sebuah situs yang barusan diluncurkan, ini luar biasa. Tapi sayangnya, hasil pencarian teratas didominasi oleh posting para blogger yang intinya mempertanyakan pertanyaan yang sama dengan gue,

"Serius loh, bikin website sampe ngabisin ongkos 17.5 M?!"

Tadinya gue mau mengkompilasi semua posting yang membahas tentang my-indonesia.info, tapi ngeliat jumlahnya yang segitu banyak, gue langsung berubah pikiran. Sebagai gantinya, gue akan rangkum sebagian kecil dari pertanyaan para dedengkot blog itu di sini, sebagai tambahan informasi buat yang juga penasaran denga keberadaan website pariwisata yang satu ini.

soal SEO

SEO adalah singkatan dari "Search Engine Optimization", alias jurus-jurus yang dilakukan para webmaster agar website binaannya bisa terendus hidung search engine seperti Yahoo atau Google, sukur-sukur kalo bisa menduduki peringkat teratas dalam hasil pencarian.

Ada banyak jurus SEO yang canggih-canggih, tapi umumnya yang paling mendasar adalah dengan mengisi meta-data. Meta-data, menurut definisi gue (jangan diapalin, soalnya mungkin definisi ini ngaco) adalah sederetan informasi yang diletakkan di bagian "head" sebuah website, yang berisi ringkasan tema website tersebut. Meta-data ini nggak terbaca oleh mata pengunjung website (kecuali oleh para pengunjung iseng yang memilih "view source"), tapi jadi informasi utama yang dibaca oleh para search engine. Itulah sebabnya, meta-data jadi "jurus dasar" SEO.

Anehnya, website my-indonesia.info yang diklaim pengelolanya sebagai website yang telah diperkuat dengan jurus2 SEO, malah mengosongkan meta-datanya!

soal server di 4 benua

Berita di detikinet menyebutkan bahwa my-indonesia.info didukung oleh 4 buah server yang terletak di 4 benua, biar aksesnya kenceng dari belahan manapun di dunia (nggak kaya kotakkue.com, yang cuma kenceng kalo diakses dari Indonesia doang).

Kenyataannya, banyak orang yang menemukan bahwa server my-indonesia.info hanya terletak di Indonesia doang - jadi nggak ada itu server di 4 benua.

Apa bener begitu?

Seorang blogger bernama Johan yang mengaku terlibat dalam pembangunan infrastruktur server my-indonesia.info menjelaskan dalam salah satu postingnya, nggak bener kalo dibilang server my-indonesia.info cuma ada di lokal. Sebagai buktinya, dia mengajukan sederetan penjelasan teknis yang terus terang gue juga nggak mudeng bacanya. Tapi kalo nggak salah ngerti sih, dia bilang bahwa kalo orang mengakses situs my-indonesia.info dari Indonesia, maka yang tertangkap adalah kinerja server Indonesia juga. Sedangkan orang yang mengakses dari benua lain akan menerima data dari server yang terdekat dengan lokasinya.Ini kalo nggak salah nangkep lho ya...

Penjelasan Johan ini diuji coba oleh seorang blogger bernama Andri, yang kurang lebih hasilnya mendukung penjelasan tersebut. Tapi tetep, Andri berpendapat dana yang dikeluarkan terlalu gede, sekalipun servernya betulan ada di 4 benua.

soal keterlibatan Indo.com

Vendor yang memenangkan proyek pembuatan website  my-indonesia.info adalah indo.com, sebuah website yang udah lama mondar-mandir di bidang  pariwisata. Blog SEOkita mengajukan pertanyaan yang menurut gue valid banget, yaitu "mana kepentingan dinas pariwisata, dan mana kepentingan indo.com?"

Maksudnya gini:

Sebagian dari dana 17.5 M itu digunakan untuk mengadakan penyuluhan bagi para hotel-hotel kecil agar lebih "sadar pentingnya peran internet bagi kemajuan pariwisata". Dengan kata lain, hotel2 kecil itu diajari, salah satu cara mendapatkan tamu dari luar negeri adalah dengan mengadakan booking online - lewat internet. Caranya adalah dengan mendaftarkan diri ke situs my-indonesia.info. Hotel-hotel yang udah mendaftarkan diri akan muncul dalam menu "budget trips to indonesia", dan kamar mereka bisa dibooking lewat internet.

Apakah "partisipasi" ini gratis? Ternyata enggak. Menurut SEOkita, mereka harus bayar 10 juta biaya pendaftaran plus komisi bila ada tamu yang booking via internet. Bayar komisinya ke siapa? Ke Indo.com. Jaringan booking onlinenya juga ternyata nyambung dengan website indo.com.

Dengan kata lain, indo.com untung 4 kali dalam urusan my-indonesia.info ini:
  1. Dapat proyek gede, 17.5 M
  2. Biaya 'penyuluhan' (baca: marketing sistem online booking milik Indo.com sendiri) ke pelosok nusantara dibayari dari anggaran my-indonesia.info
  3. Dapat biaya pendaftaran 10 juta per hotel
  4. Dapat komisi dari tamu yang booking online
soal masa aktif domain

Pihak indo.com mengklaim bahwa domain my-indonesia.info udah ada sejak 2002. Tapi saat ditelusuri oleh beberapa blogger, ketahuan bahwa domain yang aktif sekarang baru mulai terdaftar sejak 2004. Lantas indo.com berkelit lagi dengan bilang, antara tahun 2002 hingga 2004 domain itu pernah lepas dari tangan mereka (entah kenapa bisa lepas, mungkin licin) sehingga harus dibeli kembali.

Okelah, anggep aja seperti itu kejadiannya. Tapi terus kenapa masa berlaku domain ini hanya sampe Februari 2008? Jadi situs yang konon 'dikembangkan' sejak 2006, dirilis pada Desember 2007, udah ngabisin duit rakyat sebesar 7.5 M, lantas 2 bulan kemudian habis masa berlakunya? Yang bikin lebih heran lagi, detikinet menurunkan berita "ada kemungkinan domain my-indonesia.info akan diganti". Lho? Ini ibarat lo mau buka toko, sejak sebelum tokonya buka udah rajin bagi2 brosur memperkenalkan nama tokonya, tokonya buka 2 bulan, habis itu ganti nama. Gimana sih?

Selain berbagai urusan ajaib tadi, masih ada sejumlah kejanggalan-kejanggalan di seputar my-indonesia.info, seperti kehadiran 2 sub-domain nggak jelas yaitu blogs.my-indonesia.info dan forum.my-indonesia.info. Yang sub-domain blogs.my-... dibikin pake CMS wordpress kaya blog iseng-iseng, templatenya gratisan pulak. Yang forum.my-... nggak tau bikinnya pake apa, yang jelas dua-duanya masih kosong. Ini maksudnya apa? Latihan bikin website? Pake duit 17.5 M? Yang mana sebagian adalah duit pajak gue? Gak ridho banget gue, serius!

Yang juga ajaib adalah pengakuan pengelola situs bahwa 40% anggaran digunakan untuk pemasangan iklan di media-media online internasional.

Sekarang coba deh buka google, trus ketik keyword "indonesia tourism" - yang katanya udah 'dioptimalkan' di google. Kalo memang bener pengelola keluarin dana pemasangan iklan, maka seharusnya link menuju my-indonesia.info akan muncul di deretan iklan di bagian kanan, atau di urutan teratas pencarian dengan background warna tertentu. Contohnya seperti ini:


Perjanjian pemasangan iklan dengan google Adwords menyebutkan, sekalipun kita membayar google untuk menampilkan link kita di hasil pencarian, google tetap akan memisahkan iklan dari hasil pencarian umum. Iklan ya iklan, nggak akan dicampur dengan hasil pencarian.

Nah, balik ke pengakuan pengelola yang katanya udah membelanjakan 40% anggaran buat pasang iklan... mana? Kok di google nggak ada? Link my-indonesia.info muncul di hasil pencarian biasa, bukan sebagai iklan. Apa kebetulan Indo.com "kelupaan" masang iklan di google, search engine paling kondang di dunia?

Blog brokencode mempertanyakan, daripada ngabis2in duit untuk belanja iklan, kenapa nggak mengerahkan para pemilik website untuk mengoptimasi my-indonesia.info (dengan cara membuat link sebanyak-banyaknya menuju ke sana, untuk mendongkrak popularitasnya di mata search engine). Biayanya akan jauh lebih murah daripada pasang iklan, dan jelas lebih efektif.

Di kolom komentar sejumlah blog memang muncul penjelasan dari pihak-pihak yang terkait dengan indo.com, tapi rata-rata bernada defensif dan sama sekali nggak menjawab pertanyaan mendasar yang udah gue sebut di awal posting ini. Silakan baca kolom komentar di SEOkita da juga blog ard4art.

Pesan moralnya, buat yang mau 'adu kreativitas' anggaran negara, mending main2 di bidang yang lebih 'eksklusif' seperti pengadaan semen, kerikil, pasir, batu kali, aspal, kabel listrik... pokoknya yang sulit diamati masyarakat. Kalo di internet, wah... susah deh... di Indonesia banyak webmaster yang jago-jago, soalnya.

ReviewReviewReviewReviewReviewMy Indonesia.info - website yang lucuuu deh Dec 25, '07 10:50 AM
for everyone
Category:Other
Dari blogwalking ke blognya "Menteri Desain Indonesia", gue dapet informasi tentang keberadaan website milik Kementrian Budaya dan Pariwisata Indonesia, my-indonesia.info. Menurut detikinet, pembangunan website ini menelan biaya... siap-siap tarik nafas... minum dulu biar nggak kaget... tarik kursi, duduk dulu.... kipas-kipas... udah? Yak... biayanya adalah... (*masukkan backsound Indonesian Idol di sini: yang tedeng-tedeng-tedeng... gitu loh*)...


Rp17.5 Miliar




Perinciannya adalah; Rp 2 miliar untuk 'pengembangan situs' selama tahun 2006, Rp 5.5 miliar untuk 'pengembangan situs selama tahun 2007, dan Rp 10 miliar anggaran untuk 'pengembangan dan promosi' tahun 2008.

Sebagai perbandingan, dari hasil googling dengan keyword "dedicated web hosting" gue dapet info bahwa rata-rata layanan webhosting internasional dengan spesifikasi yang bisa dibilang 'super' berkisar pada USD 500 per bulan. Oke deh, biar aman gue kasih anggaran webhosting sebesar USD 1000 per bulan, alias USD 12000 per tahun. Berhubung berita di detikinet menyebutkan bahwa servernya terletak di 4 benua, maka USD 12000 dikali 4 = USD 48000 per tahun atau Rp 480 juta (biar gampang ngitungnya pake kurs 1 USD = Rp 10.000 aja - lebihannya itung2 buat 'uang rokok'). Untuk sewa 3 tahun sejak tahun 2006 sampai 2008, maka kurang lebih dana yang dibutuhkan untuk webhostingnya adalah Rp 1.44 miliar.

Dengan kata lain, biaya di luar webhosting (ongkos webdesign, promosi, dllsb) adalah lebih Rp 16 miliar. Waaww...sungguh webdesigner yang sangat beruntung sekali, bukan?

Dengan anggaran yang segede itu, gue sebagai pembayar pajak yang tertib dan bertanggung jawab tentunya berharap hasilnya akan keren banget. Dan... yak, harapan gue terkabul. Website ini bener-bener menghibur.

Mari kita mulai dari atas: header. Di setiap halamannya ada header foto yang berganti-ganti secara random. Di bagian "calendar event". webmasternya kayaknya lagi terlalu sibuk ngitung duit sampe ngelamun pas lagi cropping gambar: tulisan calendar-nya kepotong, dul.



Selain ngelamun waktu cropping gambar, si webmaster juga bengong waktu ngedit teks. Di bagian "Cultural Activities > Baduy" 2/3 tulisan terformat dalam bold - kayaknya lupa ngasih tag penutup.



Biar para turis yang mau dateng ke Indonesia nggak kesasar, website ini juga menyediakan "map" - maksudnya peta, bukan tempat nyimpen surat tanah. Mari kita klik.



Sebuah animasi flash muncul, menunjukkan di mana letak Indonesia. Kalo diklik, maka akan muncul...



...and that's it. Udah nggak bisa diapa-apain lagi. Paling kalo dimouse-over di atas kota-kota besar, muncul nama kotanya. Kenapa nggak sekalian dijadiin menu navigasi aja sih? Jadi kalo diklik bisa langsung keluar daftar kegiatan wisata di kota tersebut, misalnya. Tapi... yah, minimal peta flash ini bermanfaat buat membantu para turis belajar kalo mau ulangan "peta buta" (FYI buat para pembaca kelahiran 80-an: itu nama pelajaran waktu menteri pendidikannya masih Daoed Yoesoef).

Yang juga nggak kalah keren adalah deskripsi tentang budaya. Di bagian budaya Jawa Barat, ada tulisan tentang "Kuda Renggong" :


Kuda Renggong
Kuda Renggong Art look like Singa Depok from Kabupaten Sumedang at the performance side.


Mari kita bayangkan dialog Mr. dan Mrs. Smith dari pedalaman Amerika yang lagi merencanakan kunjungan ke Indonesia:


"Hey, this one sounds interesting: Kuda Renggong"
"What's Kuda Renggong?"
"Well... you know, kinda like Singa Depok thing"
"What's Singa Depok?"
"The one that's similar with Kuda Renggong, of course".
"...." *jedot-jedotin kepala ke monitor*


Hmmm... trus apanya lagi ya, yang lucu?

Oh iya, bagian "Culinary". Coba buka bagian "Culinary" untuk "West Java". Di bagian atas ada gambar ikan bakar, dijuduli "Sundanese food". Ok deh. Trus ada sederetan piring dan mangkok, juga dijuduli "Sundanese food". Sip. Eh, di bagian bawahnya ada lagi gambar berjudul "Sundanese food", yaitu:



Pertama: itu bukan gambar makanan, kecuali bagi para pelaku kuda lumping yang memang biasa makan lampu . Ke dua: gue 99% curiga bahwa itu adalah foto Kya-kya, tempat jajanan malam di Surabaya - yang mana sampai detik ini belum ada rencana pindah lokasi ke Jawa Barat.

Konon promosi paling ampuh adalah promosi dari mulut ke mulut. Artinya butuh testimonial dari para turis, dong. Coba deh buka bagian "testimonial", maka elo akan menemukan testimonial dari... 2 orang yaitu mas Wai Lok dan mbak May Huang, dua-duanya dari Hong Kong. Hmm... jadi, setelah ngabisin Rp 7.5 miliar (budget untuk tahun 2006 dan 2007) baru bisa nangkep 2 orang turis?

Kesimpulannya, buat yang lagi iseng dan butuh hiburan, mampir2 deh ke my-indonesia.info. Daripada duit 17.5 miliar mubazir, mending buat lucu-lucuan... :-)))

UPDATE:
Ternyata udah ada bertia di detikinet juga yang membeberkan perincian penggunaan anggaran 17.5 M itu... dan isinya lebih lucu lagi. Baca juga 43 komentar yang masuk... ada yang ngeliat data teknis situsnya dan menemukan bahwa servernya di Indonesia. huhuhuhu...
selengkapnya baca di sini.


Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423

Ini bukan copy - paste dari email forward-an yang nggak jelas pengirimnya;
ini pengalaman seseorang yang gue kenal baik. Gue yakin dia nggak punya maksud untuk menyudutkan pihak tertentu. Kalaupun ada pihak yang tersudut, itu akibat ulahnya sendiri.

Cerita miris ini adalah kejadian nyata, kondisi memprihatinkan pelayanan kesehatan di Indonesia tercinta.

Buat para blogger yang udah baca, gue mohon kesediannya untuk membantu menyebarluaskan di blog masing-masing. Sendirian, kita bukan siapa-siapa. Tapi kalau kita mau bersatu menyampaikan pesan yang sama, kita bisa membuat perbedaan. Nggak butuh effort terlalu banyak kok, cukup pasang link ke http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423 .

Buat pihak-pihak yang ingin menghubungi Ari, penulis journal ini, untuk klarifikasi atau penyelesaian masalah dalam bentuk apapun, gue bersedia membantu menghubungkan. Orangnya betulan ada, dan identitasnya jelas.

Mudah-mudahan kejadian ini nggak terulang lagi pada pasien manapun.


ReviewReviewquickie expressNov 23, '07 3:37 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy

"Sebutkan 10 nama yang hadir disini berawalan 'Y'!"
"Yanti, yayuk, yuli...siapa lagi ya..udah abis tuh"
"Ya ada tutik, ya ada nanik, ya ada imron,ya ada joni, ya ada kamu...ha...ha...ha"



Barusan itu adalah sebuah joke - yang enggak lucu.

Kenapa nggak lucu?

Karena dari awalnya udah ketebak akan gimana akhirnya. Umumnya lelucon yang dinilai lucu adalah yang menyimpan kejutan. Kalo kejutan itu udah ketebak dari awal, leluconnya jadi nggak lucu.

Problem yang sama dialami oleh film "Quickie Express"

Film ini menceritakan pengalaman tiga orang gigolo: Jojo (Tora S), Marley (Aming) dan Piktor (Lukman S). Mereka bergabung di sebuah 'perusahaan jasa' gigolo yang menyamar jadi restoran pizza.

Sebelum jadi gigolo, Jojo sempet kerja jadi petugas cleaning service. Di hari pertama kerja Jojo dikasih pengarahan oleh bossnya "ingat ya, kalo ngepel, obat pel-nya cukup satu takaran saja, sebab kalo lebih dari satu maka lantai akan jadi licin."

Pengarahan itu diulang-ulang oleh si boss, yang lantas meninggalkan Jojo kerja sendiri. Maka adegan selanjutnya adalah.... (pastinya bisa nebak dong).

Tempat kerja Jojo adalah sebuah supermarket yang sedang menggelar program diskon 70%. Calon pembeli udah ngantri di luar toko, nggak sabar ingin borong, tapi pintu toko masih terkunci. Jojo ngepel toko, lantas membuka pintu. Calon pembeli menyerbu masuk. Maka adegan selanjutnya adalah.... (pastinya bisa nebak dong).

Singkat cerita, setelah beralih profesi beberapa kali, akhirnya Jojo terbujuk untuk kerja sebagai gigolo. Tapi... yah begitulah, adegan demi adegan yang sepertinya sih diniatkan untuk mengundang tawa, berlalu tanpa kesan karena udah pada ketebak duluan arahnya. Bahkan kemunculan Roy Tobing* sebagai 'trainer' para calon gigolo terjebak dalam lelucon paling basi dalam perfilman Indonesia yaitu: bertingkah kebanci-bancian. Apa dikiranya penonton belum bosen ya, ngetawain banci? Gue sih udah loh. Kita cari obyek ketawaan yang lain aja yuk, wahai para pembuat film Indonesia...

Kondisi jalan cerita yang serba ketebak masih bertahan terus sampai Jojo cs mulai menjalankan profesinya sebagai gigolo. Masing-masing ketemu klien yang aneh-aneh, mengingatkan para film Deuce Bigalow: Male Gigolo. Klien-nya Jojo, misalnya. Wanita cantik bersuara berat. Mereka janjian ketemu di sebuah restoran. Baru ngobrol sebentar, si klien permisi ke kamar mandi. Saat si klien pergi, pelayan mendekati Jojo, berusaha ngasih tau bahwa si wanita tersebut sebenarnya adalah...(pastinya bisa nebak dong).

Karena sebuah insiden di bar, Jojo kenalan dengan cewek bernama Lila (diperankan pendatang baru Sandra Dewi) trus naksir trus pacaran. Di saat yang bersamaan, Jojo punya klien bernama tante Mona (Ira Maya Sopha). Pada suatu hari, Lila mengundang Jojo ke rumahnya untuk dikenalkan dengan orang tuanya. Ternyata orang tua Lila adalah... (pastinya bisa nebak dong).

Marley beli 40 ekor ikan yang kata penjualnya sih ikan Lohan tapi tampangnya sama sekali nggak mirip ikan Lohan. Ternyata ikan-ikan itu sebenarnya adalah.... (pastinya bisa nebak dong). Dan karena nggak tau, Marley mandi di bathtub bareng seekor ikannya dan akhirnya digigit di bagian...(pastinya bisa nebak dong).

Begitulah, joke - joke basi gantian muncul di layar, selang - seling dengan joke 'dewasa' (baca: cabul) seputar alat kelamin. Kondisi diperparah ketika menjelang akhir, sekonyong-konyong ceritanya ingin 'berbobot' dengan konflik-konflik yang kurang penting dan maksa abis.

Kalo diliat dari riwayat karirnya, sutradara Dimas Djayadiningrat masih belum bisa lepas dari kegemarannya mengutak-atik gambar sehingga terlihat artistik tapi kelupaan ngurus cerita sehingga ngambang - seperti yang dia lakukan pada Tusuk Jelangkung. Mungkin sebaiknya dia fokus aja deh bikin video klip seperti dulu.

Tora dan Aming berakting persis seperti penampilan mereka di Extravaganza. Abis mau gimana lagi, ceritanya aja garing gini. Bahkan Lukman Sardi yang biasanya berakting cemerlang di sini nampak janggal dengan kegagapannya melafalkan huruf 'p' dan 'f/v' yang terlihat sangat nggak natural banget deh. Sedangkan si pendatang baru Sandra Dewi itu nggak memberikan andil yang berarti terhadap jalan cerita kecuali dalam bentuk tampil mulus berkilauan dan mengucapkan dialog2 yang 'cewek banget' dalam suara tikus** yang bikin para penonton pria ingin punya nomer HPnya, seperti "Yah... kita nggak jadi ketemuan ya... sedih deh..."

Untungnya masih ada Ira Maya Sopha yang tampil meyakinkan sebagai tante-tante horny, juga Tio Pakusadewo yang bikin gue pangling dalam wig ajaibnya sebagai Mateo. Kedua orang ini membuat gue ikhlas memberikan dua bintang, setelah nyaris ngasih satu. Oh iyam nilai plus juga buat gambarnya yang artistik dan penggarapan settingnya yang serius banget.



*itu lho... yang duluuuu sempet ngetop dengan senam 'Body Langugage'-nya
**maksudnya suara halus dengan trebel tinggi - banyak desahannya, gitu deh.


Blog EntryIDR 7.450 per meter kubik of sh*tOct 17, '07 11:37 PM
for everyone
Kemarin sore, akhirnya air di rumah gue nyala lagi setelah pingsan sejak tanggal 15. Sesuai dugaan, yang ngucur pertama dari keran adalah cairan seperti ini:


...yang mana harus gue bayar 7.450 per M3 di tagihan bulan depan.

Tadinya gue pikir, kok berani-beraninya sih PALYJA menyebut diri sebagai perusahaan "air minum"? Emangnya siapa yang sudi minum air kaya gini bentuknya?

Tapi gue pikir-pikir, bener juga sih... mereka kan nggak menyebutkan, air minum untuk siapa. Mungkin kalo sejenis badak, kuda nil, atau kebo dengan suka cita mau minum air ginian.

LinkAda-ada aja deh trik orang jualan di net...Oct 17, '07 5:09 AM
for everyone
Link: http://sellycantix.multiply.com/

Hari ini gue dapet invitation dari seorang user bernama "Sellycantix" dengan headshot yang juga cantik. Pesannya berbunyi:


Hi...salam kenal....
Oh ya tutorial forex berbahasa indonesia, ini karya aku lho.... & ebook gratisnya silakan klik : [sebuah url]



Sebuah perkenalan yang cukup 'sopan', tapi tetep dong, harus dicek ke halamannya. Begitu gue buka dan baca-baca guestbooknya, hahahaha.... isinya komentar caci - maki para pengunjung!
Just in case dia menghapus guestbooknya, buru-buru gue capture supaya kalian tetep bisa baca:



(klik pada gambar untuk ngeliat ukuran yang lebih besar)

Pantesan aja dia dimaki-maki pengunjung, soalnya wajah yang dipajangnya milik orang lain - dan kok ya parahnya si pemilik wajah adalah selebriti bernama Viena Lopez (gue belum pernah denger sih tentang celeb yang satu ini, ada yang kenal?). Klik di sini untuk liat sumber foto si "Sellycantix" kita yang satu ini.

Huhuhu... kesian.... mungkin orang ini baru coba-coba belajar bisnis di internet, dan biar dagangan laris dia pajang deh foto cewek cantik. Mungkin dia pikir, "toh di internet segalanya serba anonim... nggak akan ketahuan deh..."

Ya bener juga sih... seandainya dia nggak salah kirim invitation... ke gue! Yang ada bukannya nambah downline malah diposting di sini... Huhuhu... "mbak Selly", semoga laku deh dagangannya... tapi kalo boleh gue saranin, daripada dagang nipu gitu mendingan dagang risol kribo aja kali nggak? Udah halal, menguntungkan pulak!



Blog Entry[posting ngomel] dasar Palyja GUOBL**Oct 14, '07 11:38 PM
for everyone
Hari ini agenda kami seharusnya adalah ngepel rumah dan ngeberesin cucian piring yang udah numpuk sejak lebaran . Tau-tau,,,, lho... kok airnya nggak keluar? Padahal pompa dalam keadaan nyala. Gue langsung telepon  customer service Palyja di 57986555.

"Mohon maaf pak, air memang mati karena baknya sedang dikuras..." demikian jawab petugasnya.
"Trus kapan mau nyala lagi?"
"Tanggal 17 pak"

Whaaat?? Sekarang baru tanggal 15, artinya gue bertiga harus hidup tanpa air selama 2 hari? Kalo soal mandi sih gampang, bisa nebeng di gym... tapi trus gimana dengan acara ngepel dan cuci piring? Bikin susu dan makanan bayi? Cuci baju?

Mungkin karena abis lebaran, dikiranya semua orang mudik jadi..."nguras bak lucu juga kali ye..."

Udah gitu nanti setelah mati biasanya air yang keluar jadi ekstra dekil (bukan berarti air yang keluar di hari lainnya nggak dekil), yang baru akan 'normal' kembali setelah keran dibuka beberapa saat - tentunya dengan meteran yang jalan terus. Dengan kata lain, gara-gara para dogol di Palyja itu kuras-kuras bak, gue jadi ketempuhan harus keluar biaya ekstra untuk:
  1. beli sumber air lain selama air keran mati
  2. bayar air kotor yang harus dibuang saat air keran baru nyala lagi
Belum lagi kerugian 'non-meteril' berupa kerepotan yang ditimbulkan, rencana-rencana yang terpaksa diskedul ulang, dan kerjaan rumah yang jadi numpuk.

Kira-kira bisa nggak sih kita para pelanggan rame-rame nuntut Palyja untuk bayar ganti rugi bangsa 10 - 20 miliar setiap kali air mati? Duitnya boleh deh disumbangin ke mana gitu, yang penting mereka akan pikir2 lebih panjang lagi kalo lain kali mau kuras bak.

gambar gue pinjem dari sini

Blog EntryKalau perda ngatur angkutan barang bau...Sep 24, '07 1:56 AM
for everyone
Bulan ini, DPRD DKI Jakarta kembali tampil dengan produk barunya: Perda no. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Perda ini mengancam berbagai pelanggaran ketertiban umum dengan hukuman kurungan mulai 10 hingga 180 hari, atau denda mulai dari 100 ribu hingga 50 juta perak.

Ringkasan peraturannya gue baca di Majalah Tempo edisi 17 - 23 September 2007 halaman 42. Antara lain ngatur tentang larangan orang ngasih uang ke pengemis, beli barang dari pedagang asongan, buang sampah sembarangan, buang air sembarangan, dan... ngangkut barang bau dan berdebu dengan angkutan terbuka.

Dan seperti biasa, gue nggak bisa menahan diri untuk membayangkan yang enggak-enggak.

***
Di suatu siang yang panas...

"Selamat siang, Pak. Bisa pinggirkan mobilnya sebentar?"
"Ada apa ya? Saya buru-buru nih."
"Ehm. Begini Pak, Anda telah melanggar Perda no. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dengan ancaman hukuman kurungan 10 hingga 60 hari atau denda 100 ribu hingga 20 juta."
"Apaaa?? Emangnya saya salah apa?"
"Mobil yang Anda kendarai ini... Mobil terbuka kan pak?"
"Iya, ini Mercy SLK Convertible. So?"
"Begini Pak, Perda melarang MENGANGKUT BARANG BERDEBU DAN BERBAU BUSUK DENGAN ANGKUTAN TERBUKA. Faktanya, mobil Anda terbuka dan Anda sendiri.... Bau, Pak."
"KURANG AJAR KAMU YA!!"
"Mohon maaf pak, memang sudah peraturannya demikian."
"Ok, ok... Tapi peraturannya kan melarang barang berdebu DAN berbau busuk. Artinya kalo cuma berbau busuk DOANG nggak melanggar dong?"
"Betul juga ya, pak."
"Nah saya kan cuma bau doang, nggak pake berdebu. Artinya boleh jalan lagi dong?"
"Hmmm.... Yah apa boleh buat, silakan pak."

Angin berhembus.
"Pak... Pak... Tunggu dulu."
"Ada apa lagi?"
"Barusan ada angin lewat, Pak."
"Trus?"
"Nampaknya sekarang bapak berdebu. Sebentar ya pak saya cek.... Yak! Ternyata betul. Sekarang bapak telah memenuhi syarat sebagai barang yang BERDEBU DAN BERBAU BUSUK. Selamat. Silakan pinggirkan lagi mobilnya pak."

***

Pesan moralnya: buat para pemilik mobil sport convertible di jakarta, kalo mau bepergian jangan lupa mandi dulu.

*posted by e-mail


Blog EntryTraffic Light minder di MentengJul 29, '07 12:41 PM
for everyone
Apa jadinya kalo sebuah traffic light mengidap inferiority complex alias minder? Mungkin seperti ini:



...dan ngomong-ngomong, rumah pojokan di seberang jalan, sekitar 10 meter di belakang traffic light minder itu, adalah rumah salah satu pejabat tinggi kepolisian.

 

Memang sih, yang berwenang ngurusin traffic light maupun dedaunan di jalan bukannya polisi, tapi minimal kan si bapak pejabat polisi itu bisa iseng2 nyeletuk, "Eh traffic light ini kok ketutupan daun sih? Coba kamu, wahai kroco, segera hubungi pihak berwenang deh, jangan sampai ada pelanggaran lalu lintas gara2 orang nggak liat traffic lightnya.." Atau minimal nyuruh salah satu kroco penjaga yang hari itu apes telat dateng, "Sebagai hukuman, kamu saya perintahkan potong daun di deket traffic light situ! Laksanakan!"

FYI, menurut artikel di Gatra, listrik untuk menyalakan sebuah traffic light itu senilai Rp. 500 ribu per bulan. Asalnya dari duit pajak elu-elu semua, dan tujuannya untuk mengatur lalu lintas - bukan untuk ditutupin daun.

Lokasi: perempatan jalan Sutan Syahrir dan Teuku Umar, Menteng.

UPDATE: Case-closed dengan adanya permintaan maaf dari pihak CBN. Lengkapnya bisa dibaca di sini.
Malam Minggu 16 Juni 07 kemarin, tiba-tiba internet kabel gue mati.
Ini bukan kejadian pertama sejak gue langganan internet kabel CN, jadi gue nggak heran. Biasanya kalo komputer gue restart, koneksinya akan baik lagi.

Tapi kali ini nggak mempan. Beberapa kali gue coba restart, koneksi tetep mati. Ya sud, gue tinggal tidur. Pikir gue, mungkin memang jaringan kabelnya yang lagi dodol.

Minggu pagi kehidupan gue diisi dengan acara bantuin Ida nyiapin pesenan risol kribo, plus jalan-jalan ke Mangga Dua beli monitor baru sebagai pengganti monitor lama yang udah minta pensiun.

Pulang dari Mangga Dua, gue langsung masang monitor baru dengan harapan bisa ngeMPi dengan lebih nyaman bebas sakit mata. Eh, taunya... koneksi masih mampus. Wah, ngak bener nih. Apalagi gue liat lampu2 indikator di modem nyala semuanya.

Gue telepon Customer Care CBN, 5799-4588. Setelah nanya apakah gue pake router atau enggak, apakah gue dapet IP atau enggak, dia mengajukan saran: "Oh, itu modemnya harus direstart pak. Caranya, matikan modem, cabut semua kabel, terus nyalakan lagi," kata Mas Technical Supportnya.

Gue ikutin sarannya. Nggak berhasil. Gue telepon lagi 5799-4588. Yang terima orang lain.

"Modemnya sudah dimatikan pak? Cabut semua kabelnya..."
"Udah. Nggak berhasil." kata gue.
"Udah ditunggu 5 menit pak?"
"Hah?"
"Iya, modem harus mati selama minimal 5 menit baru coba nyalakan lagi."
 
Kedengerannya seperti ngarang, tapi ah coba aja, siapa tau berhasil. Modem gue matiin, cabut semua kabel, tunggu 5 menit (untuk memastikan gue pasang timer masak punya Ida). Nyalain lagi. Tetep mati. Gue telepon 5799-4500 lagi. Yang terima mas-mas yang tadi.

"Nggak berhasil tuh mas."
"Oh iya ini pak, kebetulan saya baru baca report, semalam sekitar jam 10 ada kasus "IP Gantung" (whatever it means) di daerah rumah Bapak. Saya akan minta reset IP dari pihak kabelvisionnya pak, kira2 akan makan waktu setengah jam. Nanti bapak coba lagi setelah setengah jam ya."

Abis itu gue pergi sama Ida dan bayi rafi, belanja dan makan di setiabudi. Total waktunya jelas lebih dari setengah jam. Gue pulang dengan penuh harap bisa ngeMPi. ternyata koneksinya masih matek.  Tentu dong, telepon 5799-4588 lagi.

Untuk menyingkat waktu dari berbagai kemungkinan dugaan dan saran bodoh dari pihak technical support, begitu mulai langsung gue jabarkan semua fakta yang telah terjadi:

"Mas, internet saya mati sejak semalam, padahal semua lampu indikator di modem nyala. Udah saya laporin tadi, katanya udah reset IP dari kabelvision, udah coba matiin modem 5 menit dan cabut kabel, bahkan bukan cuma modemnya, komputernya juga saya matiin sekalian, bahkan bukan cuma 5 menit, tapi udah saya tinggal hampir 3 jam, dan sekarang saya coba lagi masih belum bisa konek. Saya nggak pake router dan nampaknya saya udah dapet IP nomer sekian-sekian. Sebagai informasi tambahan, saya juga punya program ISP monitor dan di situ keliatan ada arus downstream tapi arus upstream kosong. Kenapa tuh mas?"

Nah, di titik ini kayaknya si mas Technical support udah mencapai level "nggak tau". Tapi tentunya sebagai technical support pantang bilang "nggak tau".

"Kalo ethernet cardnya udah dicoba untuk dicabut trus dipasang lagi pak?"
"Saya nggak pake ethernet card. Modem ke komputer saya konek pake USB."
"Wah seharusnya bapak pake ethernet card pak, karena pasti akan lebih cepet dari USB. Sekarang ethernet card udah murah lho pak, yang merek 'anu' harganya paling cuma 100 ribuan."
Cara I Technical Support CBN bilang "nggak tau" adalah... promosi produk onderdil komputer.

"Ya, kapan-kapan deh ya mas, kalo sempet saya beli ethernet card deh. Masalahnya sekarang koneksi saya kenapa mati dan gimana cara ngehidupinnya lagi?"
"Ngomong-ngomong, bapak pake motherboard apa ya?"
"ASUS"
"Oh, ASUS ya? Mungkin ASUS YANG MURAH KALI YA PAK?"
"Maksudnyaaa??!!"
"Soalnya motherboard ASUS kan rata-rata udah ada ethernet card onboard pak."
Cara II Technical Support CBN bilang "nggak tau" adalah... menuduh customer beli barang murah.


"Ya pokoknya motherboard saya nggak ada ethernet card. Terus selain soal ethernet card, menurut Mas kenapa saya nggak bisa konek ke internet?"
"Hmm... mungkin port USB-nya rusak kali pak..."
"Indikator USB di modem nyala tuh."
"Pada beberapa kasus bisa terjadi begitu pak, indikator USB di modem nyala normal, tapi sebenernya port USB-nya rusak."
Cara III Technical Support CBN bilang "nggak tau" adalah... mengarang "kasus" fiktif.


"Ok, sekarang colokan USB-nya saya pindah ke port USB yang lain. Masih nggak mau konek juga. Kenapa tuh?"
"Mungkin port USB yang ini juga rusak pak."
"Enggak. Barusan saya pake transfer foto dari kamera bisa kok."
"Hmmm... tadi bapak udah request reset IP dari pihak Kabelvision ya pak? Kadang-kadang, teknisi dari pihak mereka itu kurang betul juga sih pekerjaannya."
"Maksudnya?"
"Jadi resetnya kurang sempurna, sehingga masih ada IP yang gantung. Gini deh pak, saya coba request reset lagi, bapak coba tunggu setengah jam..."
"...cabut kabel dan coba nyalain modem? Ok, udah tau."
Cara IV Technical Support CBN bilang "nggak tau" adalah... nyalahin pihak lain.

Gue tinggal nonton DVD, lebih dari sejam kemudian gue coba lagi. Tetep nggak mau konek. Waktu itu udah lewat jam 1 pagi, tapi bayangin aja nggak ngeMPi dari hari Sabtu malem, mana penasaran ingin coba monitor baru pulak.... gue udah masuk tahap 'sakaw'.

"Mas, internet saya mati sejak semalam, padahal semua lampu indikator di modem nyala. Udah saya laporin berkali-kali, udah reset IP dari kabelvision dua kali, udah coba matiin modem dan komputer berjam-jam, udah pindah-pindahin colokan USB, saya nggak pake router dan nggak punya ethernet card, udah dapet IP nomer sekian-sekian, ada arus downstream dari ISP monitor tapi nggak ada arus upstream. Kenapa tuh mas?"

Mas Technical Support terdiam. Gue nyaris bisa denger suara garuk kepala.

Dan beberapa saat kemudian, akhirnya muncullah sebuah  saran yang masuk 'top list' para Technical support di seluruh dunia (dan mungkin akherat), the Ultimate with capital "U", the all time classic, aji pamungkas, yaitu...
"Mungkin driver modemnya perlu DIINSTAL ULANG PAK..."
Cara V Technical Support CBN bilang "nggak tau" adalah... nyuruh install ulang.

Epilog:
Akhir cerita, malam itu gue nggak berhasil nemuin CD driver modem yang nyelip entah ke mana maka gue tinggal tidur, besok paginya gue tinggal ngantor, dan siangnya Ida nelepon dari rumah, "Suamiiii.... ini lho internetnya udah bisa nyala lagiiii...!"

Tanpa install ulang, tanpa reset, tanpa apapun, ujug2 baik sendiri.

Buat Mas Technical Support yang lagi baca posting ini, kira2 kenapa tuh mas, kok bisa bener sendiri gitu? USB? Ethernet? VGA card? Mouse? Kabel printer? Atau jangan-jangan... karena pasang monitor baru? He? He? Kenapa? Kenapa? Kenapa?

Category:   Other/General

Dear all,

ada yang bisa kasih rekomendasi nggak ya, layanan webhosting yang oke dalam arti jarang down dan customer servicenya AT LEAST ngerti dikit soal PHP?

Selama ini gue pake layanan idwebhost untuk website perusahaan travel kakak gue, planetholiday.co.id; hasilnya adalah gue bawaannya darah tinggi mulu dan nambah2in uban di kepala. Yang sering terjadi adalah, website gue down (kalo dibuka keluar tulisan 'this website is temporarily unavailable'). Tapi yang paling spektakuler adalah hari ini, di mana saat diakses malah keluar 'control panel apache'! (lihat gambar) $%$#@!!!

Dulu juga pernah nih, website gue down, trus gue chatting sama customer servicenya via YM. Bolak-balik gue bilang website gue down dan bolak-balik si mas customer bilang 'tapi di sini bisa kok pak!' Masalahnya gue bukannya bikin website eksklusif buat elu, Mas... jadi apa manfaatnya gue punya website kalo yang bisa liat cuma elu?

Udah gitu dengan dodolnya dia akhirnya menyalahkan mambo (salah satu bagian aplikasi joomla yang gue pake untuk membangun website itu). Trus gue tanya, 'apa yang salah dengan mambo saya?' Eh dia mereply dengan sebuah link yang menuju ke... forum belajar PHP!! ##$%@#$$%^&$%##$%%!!!!!

Akhirnya gue bilang aja, "mas, kayaknya mas nggak ngerti PHP ya?"
trus dia jawab, "kurang, pak."
"Pantes. Udah sekarang tolong restart servernya deh mas, pasti beres"
Dia ngeyel nggak mau restart server sampe tiba giliran ganti shift petugas cs - dan untungnya petugas cs yang berikutnya ini mau nurut sama gue. Servernya direstart, dan beres deh.

OK, anyway, buat yang punya rekomendasi web-hosting yang layanannya lebih baik dari contoh-contoh kasus yang gue sebutkan di atas, tolong segera inform ke gue, ya! Terima kasih sebelumnya.

PS:
Sekarang idwebhost lagi promo flashdisk gratis. Buat kalian yang merasa bahwa dapet flashdisk gratis adalah hal yang membahagiakan, pesan gue adalah: di Mal Ambas bisa beli dengan harga murah dan nggak pake numbuh uban.


Click a thumbnail to enlarge:
 


Photo Albumperesmian taman menteng (39 photos)Apr 29, '07 10:29 AM
for everyone

Sabtu tanggal 28 April kemarin, taman menteng yang menempati lokasi stadion persija, akhirnya diresmikan. Gue cuma numpang lewat sebentar di sana, dan inilah sebagian penangkapan kamera gue.

FYI, keberadaan taman ini menuai banyak protes, antara lain karena dianggap kontradiktif dengan tujuan awal (katanya ditujukan untuk daerah resapan tapi 40% areanya tertutup beton), dan karena waktu dibangun nggak lewat amdal. Sebagian menuding pembangunan taman ini sekedar akal2an untuk menutupi proyek yang sebenarnya, yaitu... gedung parkir. Tau sendiri dong, hari gini parkir sejamnya 2000 perak per satu mobil; kalo mobilnya ada satu gedung duitnya berapa tuh.

Cuma kaya nggak tau Sutiyoso aja, biar kata didemo kayak apapun tetep maju terus pantang malu.

Sebagian link yang membahas mengenai protes berbagai pihak atas taman menteng bisa diklik...

Blog Entryrealita hari ini: pedihnya persahabatanApr 11, '07 1:14 PM
for everyone

Friendship is a gift of God. Some of us are blessed with good friends. But as it happens, these friendships are taken for granted in some cases and not valued.

(kutipan dari artikel di sini). 

Yah, hari ini gue sejumlah kejadian yang pas banget dengan kalimat di atas; bahwa ternyata selama ini gue kurang memperhatikan eratnya persahabatan dengan orang-orang di sekitar gue. Dan ketika gue tersadarkan atas makna persahabatan itu sendiri, ternyata malah pedih yang terasa.

Jadi begini ceritanya;

Udah hampir 2 bulan terakhir ini, pundak kanan gue sakitnya luar biasa. Kaya keseleo, gitu. Anehnya, gue nggak bisa mengingat kapan, apa, dan di mana pangkal permasalahannya. Pokoknya tiba-tiba sakit, aja. Lengan kanan gue jadi nggak bisa diangkat tinggi-tinggi, karena baru digerakin ke atas dikit aja sakitnya bukan main. Lucunya*, sakitnya suka datang dan pergi gitu. Kadang sakiiit.. banget, kadang nggak terlalu terasa. 

Tiap malem udah gue gosokin pake salep pereda sakit otot sampe mata gue kiyer-kiyer kena uap panasnya, sakitnya nggak berkurang. Akhirnya gue pergi ke dokter spesialis urat dan syaraf. Eh, pas sampe ruang praktek dokter, tau-tau penyakitnya ngumpet. Sama dokter gue disuruh menggerak-gerakkan lengan ke segala arah, nggak ada rasa sakit sama sekali. Dokternya bingung, akhirnya gue dikasih surat pengantar untuk pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imagery). Itu lho, yang alatnya canggih kaya di film sci-fi. Image yang dihasilkan alat ini lebih jelas daripada ronsen, bahkan bisa mendiagnosa kimia darah segala lho!

Waktu disuruh periksa MRI sih gue iya-iya aja. Pikir gue, 'wah seru nih, ngerasain periksa MRI, lumayan buat bahan posting di MP'. Eh ternyata belakangan gue tau bahwa untuk scanning pundak sebelah doang biayanya DUA KOMA TUJUH JETI RUPIAH (duit semua, nggak boleh campur daun). 

Memang sih gue dicover asuransi kesehatan dari kantor, tapi mbak-mbak petugas MRI dengan reseknya bilang bahwa kalo mau periksa MRI dengan dicover asuransi maka surat pengantar dokternya harus dilengkapi dengan diagnosa. Gue bilang sama tuh mbak-mbak, "justru dokter saya bingung mau diagnosa apaan, makanya saya disuruh MRI"  tapi dia tetep ngeyel. Ya sud, gue batalin MRI dengan niat kapan-kapan mau balik ke dokter untuk minta lengkapin surat pengantarnya.

Waktu berjalan, gue nggak sempet-sempet balik ke dokter lagi dan gue menjalani hari-hari sambil menguji kesabaran menahan sakit yang datang dan pergi. Gue berharap, mungkin kalo didiemin lama-lama ilang sendiri. Eh ternyata enggak. Sementara itu, Eveline sang instruktur fitness mengingatkan bahwa porsi latihan gue jadi nggak seimbang karena gue cuma berlatih cardiovasculer melulu tanpa latihan beban. Padahal boro-boro latihan beban, dipake buka singlet aja lengan gue sakit banget.

Alhamdulillah, pada suatu hari Allah memberikan petunjuk. Tiba-tiba gue teringat pada seorang temen lama, sesama pegawai BPPN dulu, yang jago banget ngurut orang keseleo dan patah tulang. Namanya Sulaiman alias Maman. Setelah tanya-tanya beberapa temen yang lain, akhirnya gue berhasil mendapatkan nomer teleponnya.Gue hubungi si Maman, dan untungnya dia masih inget gue sehingga 2 minggu yang lalu gue mampir ke rumahnya minta diurut. (Cerita lengkap tentang si Maman nanti gue tulis terpisah di review ya, barangkali ada di antara kalian yang butuh bantuan mengatasi problem dengan urat dan tulang).

Sebagai orang yang pada dasarnya nggak suka dengan aktivitas pijat-memijat, sesi pengurutan di rumah Maman terasa bagaikan kamp penyiksaan buat gue. Suakiiiit banget. Lucunya** dia mulai narik dari tempat yang kayanya nggak berhubungan dengan pundak, seperti dari punggung bawah dan siku kanan. Habis diurut-urut, baru lengan gue dipelintir ke atas. KRRKK! Man, sakitnya sampe mata gue berkunang-kunang.

Tapi walaupun tersiksa, ternyata sepulang dari rumah Maman pundak gue terasa lebih baik. Ada peningkatan mobilitas, lah. Kalo dulu baru posisi naik 25% aja udah sakit, sekarang lumayan, lengan bisa gue angkat sampe 50%.

Karena terkesan dengan hasil karya Maman, maka minggu depannya gue datang lagi ke rumahnya. Ditarik-tarik lagi, tapi nggak sesakit yang pertama. Habis itu kondisinya makin baik, bahkan gue mulai berani latihan beban lagi di gym. Tapi ternyata abis latihan beban sakitnya kumat lagi, jadi Selasa malem kemarin gue balik ke Maman.

Maman bilang, memang proses penyembuhannya belum selesai. Justru sekarang inti permasalahannya udah mau keluar ke permukaan, katanya - entah apa maksudnya. Yang jelas sesi pengurutan semalem itu bener-bener puncak dari segala macem rasa sakit yang pernah gue alami selama 33 tahun 7 bulan hidup gue di dunia. Jauuuuuuh.... lebih sakit dari 2 sesi sebelumnya. Bukan cuma ditarik dan diurut, tapi punggung gue juga digerus dengan buku-buku jarinya. Kalo mau ngebayangin rasanya, bayangin rasanya kerokan - tapi koinnya bukan cuma satu melainkan 4 biji, dan bukannya pake koin melainkan tutup botol softdrink, digores tegak lurus dari atas ke bawah dengan kekuatan penuh. Tau sendiri otot itu kan umumnya mengarah ke samping, jadi kalo digiles secara memotong jalur gitu akan terasa sangat sedap*** sekali deh ih.

Pulang dari rumah Maman, otot pundak dan punggung gue terasa lembek seperti buah Mengkudu mateng pohon. Jangankan kesenggol, kena getaran waktu gue jalan aja sakit. Dan kok ya kebetulan TAS GUE RANSEL. Ugh... mantap. Sampe di rumah, Ida shock waktu gue pamerin bekas urutan si Maman. Bentuknya memang rada mengerikan sih, kaya abis digiles roda mobil. Liat aja sendiri kalo nggak percaya:

Selain punggung, pundak kanan gue juga dipenuhi lingkaran-lingkaran lebam bekas tekanan jari-jemari si Maman.

Pagi ini, gue ngantor seperti biasa walaupun sambil sedikit meringis waktu masang ransel di pundak gue. Dan... terjadilah apa yang gue tulis di bagian awal posting ini, yaitu PEDIHNYA PERSAHABATAN. Atau dengan kata lain, hari ini gue baru menyadari bahwa ternyata temen-temen gue itu sangat gemar untuk saling MENEPUK PUNDAK!!

Pagi-pagi, baru mulai nyalain komputer, dateng seseorang yang mau nitip upload memo di website intranet gue.

"Gung, gue nitip memo nomer sekian-sekian untuk dimasukin ke library ya!"
"OK."
"Thanks Man!" [sambil nepuk pundak]
"AAAAAOOOWWW...!!!"
"Loh, loh, kenapa?"
"...blablabla..." [menceritakan kronologis pengurutan pundak]
"Oh gitu... wah sorry banget, gue nggak tau."
"Iya nggak papa."
"...tapi, tolong ya man, titip memonya." [sambil berancang-ancang mau nepuk pundak lagi]
"Iya. Awas tangannya, tangannyaaa...!!"
"Oh iya sorry lupa, kebiasaan."

Siangan dikit..
"Makan siang di mana kita Gung?" [sambil nepuk pundak]
"AAAAAOOOWWW...!!!"
"Loh, loh, kenapa?"
"...blablabla..." [menceritakan kronologis pengurutan pundak]
"Lagi pada ngomongin apa sih kok seru banget?" tanya seorang teman yang lain, sambil memijat pundak.
"$%@!!!! ^^&%!!!!!"

Sorenya, temen gue yang bernama Rudi minta tolong dibuatin logo dan proposal untuk sebuah band yang baru dibentuknya.
"Tolong yah gung, dibuat rada gimana gitu biar nggak malu-maluin waktu ngajuin ke produser rekaman," katanya
"Iya. Tapi TANGANNYA AWAS JANGAN NYENGGOL PUNDAK GUE!"
"Iya, iya..."

Beberapa saat kemudian,
"Nih Rud, proposalnya gue buat begini, oke nggak?"
"WUAH.. GUNG! KEREN PISAN EUY!!" serunya excited sambil... PLOOOK! menepuk pundak gue sekuat tenaga.  

Siapa sih pakar manajemen yang dulu pernah nyeletuk 'sebuah tepukan di pundak lebih berharga dari uang'? Pingin gue sobek-sobek mulutnya. 

 

*tentunya bukan dalam pengertian 'lucu' secara harfiah ya. 
**lagi-lagi tidak untuk diartikan secara harfiah.
***apalagi yang ini, sama sekali tidak bermakna harfiah.


Apakah sebelum baca posting ini udah tau tentang perbedaan Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas?
   
Inspirasi pembuatan posting ini didapat dari kunjungan YM Ibu Gubernur MP Indonesia ke rumah gue, di mana obrolan ngelantur akhirnya berujung pada pembahasan kasus kekerasan di IPDN.
"Ngomong-ngomong, IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) itu kan dulunya STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri), ya? Terus, apa sih bedanya Sekolah Tinggi dan Institut?"

Jawabannya gue dapatkan hari ini di mana lagi kalo bukan wikipedia:

Sekolah Tinggi
...adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu tertentu dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Institut
...adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau pendidikan vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

Universitas
...adalah lembaga pendidikan tinggi dan riset, yang memberikan gelar akademis. Kata universitas berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah umum dan menyeluruh.

Di Wikipedia memang nggak dijelaskan secara eksplisit perbedaan ketiga jenis perguruan tinggi ini, tapi kalo menurut kesimpulan gue sendiri, yang membedakan ketiganya adalah seberapa heterogen disiplin ilmu yang diajarkan di sana. Jadi perbedaan dari 'Sekolah Tinggi' ke 'Universitas' adalah dari spesifik ke umum / general.

Kembali ke kasus IPDN, sekarang semakin jelas kenapa kasus kekerasan terulang lagi di sana. Rupanya yang tadinya 'Sekolah Tinggi' - spesifik mempelajari ilmu pemerintahan saja, kini telah menjadi 'Insititut' yaitu mempelajari ilmu pemerintahan PLUS penindasan, kekerasan, dan semacamnya.

Nggak heran.

Keterangan foto:
Rektor IPDN, I Nyoman Sumaryadi. Itu lho... yang bilang bahwa Alm. Cliff Muntu meninggal karena SAKIT LIVER.


Blog Entrysebelah mananya sih yang kurang jelas?Mar 14, '07 4:27 AM
for everyone
Dalam rangka meningkatkan keamanan data di website intranet, beberapa bulan yang lalu divisi gue memberlakukan sistem username dan password. Jadi para pegawai yang mau mengakses data di website harus mengisi formulir permohonan username dan password dulu. Formulirnya dikirim ke gue, trus gue input ke sistem, habis itu pemohon gue kirimi e-mail berisi pemberitahuan username dan password. Nanti kalo mereka pake username dan password itu untuk mengakses website akan muncul pemberitahuan sbb:

Selamat datang ke website intranet!

Mohon ganti password Anda dengan memasukkan password baru ke tempat yang telah disediakan berikut ini:

Password baru :
Ulangi password baru :

Di bawah pengumuman itu ada 2 tempat isian password dan reconfirm password seperti LAZIMnya proses penggantian password di web yang udah umum berlaku sejak.... yah katakanlah 15 - 20 TAHUN YANG LALU. Semua perintah ditulis dalam bahasa indonesia, tampilan halamannya polos tanpa pernak-pernik yang mungkin akan mengganggu konsentrasi. Pokoknya simpel deh. Atau dengan kata lain; SEHARUSNYA sih simpel.

Tapi gue sungguh nggak ngerti kenapa sejak 2 hari yang lalu gue BANYAK* menerima telepon yang kutipan dialognya kurang lebih seperti ini:

"Halo, dengan Mas Agung?"
"Ya, ada yang bisa dibantu?"
"Gini mas, saya kan udah terima email dari mas yang isinya username dan password tuh, kok sekarang saya nggak bisa akses ke website ya?"
"Coba ceritain urutannya yang jelas, sejak terima e-mail saya kemarin Anda ngapain?"
"Ya kan di email ada username dan password, terus saya masukin ke website..."
"Ok, udah betul. Trus?"
"Trus ada perintah ganti password, saya bikin password baru."
"Betul. Trus?"
"Trus saya log-out, pas mau masuk lagi, eh passwordnya ditolak."
"...hmmm..."
"Kenapa ya mas...?"
"...ini sekedar nanya aja ya, tapi ngomong-ngomong waktu mau masuk lagi, pake password yang mana ya?"
"... ya pake PASSWORD YANG ADA DI EMAIL MAS"
"..."
"...mas?"
"Jadi kalo boleh saya ulang urutannya: Anda terima username dan password dari email, Anda pake password itu untuk mengakses website dan waktu login pertama kali udah diminta GANTI PASSWORD. Sekarang Anda bingung kenapa gagal waktu mencoba login pake PASSWORD YANG LAMA, gitu ya?
Gimana, menurut Anda ada yang terasa JANGGAL nggak dengan urutan tersebut?"
"...oh... jadi.... saya harus pake PASSWORD YANG BARU ya mas, yang saya buat sendiri?"
"Yak, seratus."
"Oh... gitu... maaf ya mas, maklum AGAK gaptek."
"AGAK? 'BANGET' mungkin lebih tepat. Selamat siang."


*=penekanan bahwa bukan cuma satu atau dua. Banyak.

[posted by e-mail]



Pages:1234

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.