Agung's posts with tag: rekomendasi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag rekomendasi
ReviewReviewReviewReviewReviewstonegrill diningJul 20, '08 12:53 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Steak
Location:kantor taman, mega kuningan
Tempat ini sering banget gue lewatin, karena lokasinya nggak jauh dari kantor di kuningan. Tapi justru karena tempatnya deket kantor, niatan untuk nyoba malah batal melulu karena menu makan siang lebih didominasi oleh nasi padang ketimbang steak.

Malam ini, istri rewel minta dijajanin "bakar-bakaran" - tentunya yang dia maksud bukan jagung. Maka gue buka-buka website andalan untuk nyari referensi makananan, makanmulu.com (pernah gue link di sini). Di situ gue ngubek di section 'steakhouse' dan menemukan review 2 orang pengunjung tempat ini. Kebetulan dua-duanya ngasih nilai yang bagus, dan disertai dengan deskripsi yang lumayan detil pulak, maka meluncurlah gue, isri, plus bonus sigit ke sana.

Walaupun papannya terpampang jelas di pinggir jalan, ternyata resto ini posisinya rada nyelip di bagian belakang kantor taman. Tempatnya nggak terlalu besar, cuma ada sekitar 50 kursi. Interior ruangan didominasi warna hitam dan merah sesuai logonya. Pilihan musiknya berada pada volume dan jenis musik yang pas dan nggak annoying.

Yang 'unik' dari tempat ini adalah; steak disajikan mentah ke hadapan pengunjung. Untuk memasaknya, piringnya dilengkapi dengan sebuah batu panas berbentuk segi empat. "Panas batunya bisa bertahan sampai sekitar setengah jam," kata waiternya menjawab pertanyaan Ida yang kuatir steaknya kurang mateng. Secara umum, pelayanan para waiternya baik dan informatif, nggak segan menjawab pertanyaan tamu yang masih gaptek belum pernah makan di sini.

Menu yang kami coba: Black Angus Tenderloin (gue), Black Angus Rib-Eye (sigit), dan Mixed Grill (Ida). Nggak pinter masak steak? Jangan kuatir, waiternya dengan sigap membantu memberikan tips cara memotong dan membolak-balik daging biar matengnya merata. Nggak usah kuatir ketemu daging alot juga, karena kualitas daging yang tersaji di resto ini rata-rata tergolong tinggi. Mungkin sapinya diajak ngomong baik-baik sebelum disembelih, jadi nggak banyak berontak, gitu loh.

Selain steaknya gue juga nyoba mushroom soup. Buat para penggemar jamur-jamuran, pasti akan suka dengan soup ini karena rasanya yang 'jamur banget', kayaknya dibikin dari jamur yang diblender deh. Makanya warnanya item kaya rawon.

Sebagai penutup, kami memilih hidangan sehat: buah potong. Kata Ida, bahkan buahnya pun enak. Kayaknya mas-mas di bagian pembelian bahan bener-bener jago milih bahan-bahan terbaik.

Singkat kata, 5 bintang untuk tempat ini. Damage cost sekitar 200-300k per pax rasanya sepadan dengan kualitas makanan yang disajikan. Kalo berkunjung ke sini di saat weekend, atmosfirnya juga cocok untuk 'main bisik-bisikan' :-))

Foto-foto lengkapnya bisa diklik di album yang ini.


ReviewReviewReviewReviewReviewhancockJul 6, '08 12:23 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Film-film yang gue suka umumnya punya salah satu dari beberapa elemen berikut:
  1. Lucu
  2. Special effectnya keren
  3. Ceritanya tentang super hero
  4. Adegan berantem / action-nya seru
  5. Ada pesan moralnya
  6. Ide ceritanya unik
  7. Endingnya nggak ketebak
  8. Bintangnya cantik


...dan menurut gue film "Hancock" punya semua elemen itu, jadi jangan salahin kalo gue kasih bintang 5 ya! :-)

Ceritanya, Hancock (Will Smith) adalah seorang 'super hero' yang tinggal di kota LA. Walaupun niatnya baik, yaitu memanfaatkan kekuatan supernya untuk menolong orang, tapi karena kalo kerja suka sambil mabok dan asal-asalan, efek samping yang ditimbulkannya seringkali lebih parah daripada masalah yang diselesaikan. Misalnya, waktu nangkep beberapa orang penjahat yang kabur naik sebuah SUV, dia nabrak papan-papan penunjuk jalan, ngerusak aspal, dan ngerepotin banyak orang karena mobil penjahatnya ditancepin di atap gedung pencakar langit. Kalo udah begitu, masyarakat malah sebel sama ulah Hancock.

Pada suatu hari, Hancock nolong seorang konsultan Public Relations bernama Ray (Jason Bateman). Sebagai balas budi, Ray menawari Hancock sebuah jasa konsultansi PR untuk memperbaiki image Hancock yang makin parah di mata masyarakat.

Hancock yang pada dasarnya nggak peduli apa pendapat orang tadinya nggak terlalu antusias dengan tawaran tersebut. Dia justru nampak 'antusias' ngeliat Mary (Charlize Theron). Sebaliknya, Mary keliatannya rada antipati sama sosok Hancock.

Waktu berjalan, kebencian masyarakat terhadap Hancock makin memuncak sampe akhirnya Hancock mau juga menerima tawaran Ray. Singkat kata, Ray berhasil memperbaiki citra Hancock: dia mulai diterima masyarakat dan kehidupannya membaik. Tapi justru di bagian sini ceritanya makin seru. Pelan-pelan terjawab pertanyaan tentang dari mana asal kekuatan super Hancock, siapa identitas aslinya, kenapa namanya mirip nama asuransi, dan yang lebih penting kenapa dia begitu 'berminat' ngeliat Mary (yang mana merupakan sebuah hal yang sangat wajar, menurut gue... Charlize Theron gitu loh... hmmmm!!!)

Gue nggak ngerti kenapa penilaian penonton di dua situs film andalan gue nggak terlalu 'hangat'. Di IMDB.com dia cuma dapet skor 6.9 dari skala 10, sementara di Rottentomatoes.com lebih parah lagi, hanya 36% dari skala 100%. Padahal kalo menurut gue sih, film ini bagus banget. Dari segi cerita, ide dasarnya unik. Jarang ada film yang menyoroti seorang super hero yang ulahnya sengaco Hancock. Actionnya juga seru dan porsinya pas. Special effectnya... yah nggak sempurna amat tapi juga nggak jelek lah. Twist cerita dan endingnya juga cukup di luar dugaan. Secara keseluruhan, film ini menghibur tapi ceritanya juga nggak kedodoran. Dan jangan salah, walaupun di bagian awal keliatannya komedi, tapi di bagian akhir juga ada adegan-adegan yang cukup mengharu-biru kok. Dan faktor penting yang nggak boleh dilupakan dalam film ini adalah: CHARLIZE THERON. Kecanggihan teknologi mungkin bisa membuat orang awet muda, maksudnya umur makin tua tapi penampilan tetap seperti waktu masih muda. Tapi untuk bisa jadi orang yang semakin tua nampak semakin 'yummy' hanya bisa dilakukan dengan skill - dan Charlize Theron adalah salah satu dari sedikit orang yang bisa melakukannya. Singkat kata: HOT MOMMA.

Eh kok jadi ngelantur sih... ya pokoknya film ini sangat gue rekomendasikan buat semua orang deh! Nonton gih, nonton...!




ReviewReviewReviewReviewThe Tarix JabrixMay 4, '08 11:37 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Nonton film ini serasa nonton rekaman video handycam sekumpulan anak iseng yang bertingkah aneh. Bukan karena sengaja kepingin sok aneh, tapi karena memang begitulah adanya mereka - cuma kebetulan aja kontras dengan situasi yang melingkupinya.

Ceritanya tentang seorang remaja Bandung biasa-biasa aja bernama Cacing alias Caca Sutarya yang tiba-tiba ingin tampil lebih keren dengan menjadi anggota geng motor. Belum-belum dia udah merasa konflik batin karena persyaratan untuk bergabung cukup berat, antara lain harus berani melanggar peraturan lalu lintas dan harus durhaka pada orang tua. Padahal, Cacing sangat menghormati ibunya dan takut dikutuk jadi batu seperti Malin Kundang.

Ada tiga tes yang harus dijalani supaya lulus. Tes pertama: uji ketahanan dengan cara digebuki pria bertubuh kekar. Cacing yang kurus kering ini gagal. Tes ke dua, uji kekejaman dengan menjambret tas ibu-ibu di pinggir jalan. Lagi-lagi Cacing gagal karena ingat nasehat ibunya agar menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. Tas udah berhasil dijambret, eh dia balik lagi karena nggak tega ngeliat korbannya tergeletak di pinggir jalan. Tes ke tiga: uji keterampilan dengan cara mengendarai motor tanpa lampu dan tanpa rem. Walaupun sudah baca bismillah berkali-kali, Cacing juga gagal karena menghindari anak kucing nyeberang jalan. Kesimpulannya, Cacing nggak lulus ujian masuk geng motor.

Sebagai gantinya, Cacing akhirnya bertekad mendirikan geng motor sendiri dengan mengajak 4 orang temannya - yang sebenernya bukan tipe 'anak motor' sama sekali. Dadang, misalnya, kedekatannya dengan dunia motor hanya karena bapaknya punya bengkel motor. Mulder, malah nggak punya motor sama sekali karena dilarang oleh Papa. Demi mengikuti ajakan Cacing, dia terpaksa minjem motor supirnya. Sedangkan si kembar Coki dan Ciko, punya motor tapi hanya satu yang bisa nyetir motor - jadi yang satunya cuma bisa ngebonceng. Cacing mendeklarasikan geng motornya sebagai geng motor yang patuh peraturan lalu lintas dan menghormati orang tua.

Selanjutnya, film ini bercerita tentang petualangan Cacing dan The Tarix Jabrix, geng motor ciptaannya melawan geng motor lain yang disinyalir terlibat narkoba. Sebagai bumbu, tak lupa dihadirkan unsur percintaan lewat sosok Calista, teman sekolah Cacing sekaligus adik pentolan geng motor rival The Tarix Jabrix.

Sebagai film, sebenernya "The Tarix Jabrix" (selanjutnya gue singkat TTJ) punya modal yang cukup untuk jadi populer. Dia mengangkat tema geng motor Bandung yang belakangan sempet jadi omongan tingkat nasional karena meresahkan masyarakat. Tapi entah kenapa gaungnya nggak terlalu kedengeran. Gue baru tau tentang keberadaan film ini sekitar akhir April - padahal dia udah diluncurkan sejak 2 minggu sebelumnya. Mungkin dana promosinya kurang gede kali ya? Atau poster filmnya yang kurang menarik? Coba aja liat, selintas orang mungkin nggak nangkep judul film ini karena judul film ditulis dengan font yang terlalu kurus dan warna yang kurang kontras dengan background. Mungkin lho...

Padahal, gue yakin tema-tema alternatif seperti TTJ banyak ditunggu oleh penonton seperti gue, yang udah nyaris muntah liat rombongan film bertema horror belakangan ini. TTJ sukses membangun komedi situasi, di mana kelucuan dibangun dari kontras sifat para tokoh dengan situasi sekitar. Sifat Cacing yang hormat pada orang tua, misalnya, kontras dengan kehidupan geng motor yang 'keras'. Juga fakta konyol bahwa kok ya ada sih, anggota geng motor nggak bisa nyetir motor seperti si kembar Coki dan Ciko... Buat "orang Bandung" yang paham dengan idiom-idiom khas Bandung juga akan menemukan banyak dialog yang "Bandung tea", bertebaran mencuri senyum di sepanjang film.

Sedangkan kelemahan film ini adalah kurang faktor cerita yang berpotensi bikin penonton penasaran dengan akhir filmnya. Adegan demi adegan lucu mengalir, tapi di sekitar pertengahan film gue mulai bertanya-tanya ceritanya mau dikembangin ke arah mana. Mungkin kalo konflik dengan geng motor rival dimulai lebih awal bisa memancing rasa penasaran penonton.

Adegan Cacing naik motor dengan gaya bodor muncul terlalu sering. Awalnya lucu tapi pas ke sekian kalinya mulai rada garing. Ceramah Cacing tentang cita-cita membangun geng motor teladan juga terasa rada berlebihan karena diulang-ulang di beberapa adegan.

Tapi terlepas dari kekurangannya, gue suka banget dengan TTJ. Para aktor pendukung seperti Joe Project P dan cameo sang produser sekaligus "supervising director" (emang lazim ya, jabatan kaya gini di dunia perfilman internasional? baru denger gue) berhasil mencuri perhatian. Dan yang lebih penting; gue salut dengan keberanian film ini tampil di tengah arus besar film horror bodoh dan film percintaan basi.

Buat yang tertarik nonton, buruan! Minggu ini TTJ udah mulai terdesak ke bioskop kelas B dan C. Gue nggak yakin TTJ bisa bertahan lebih dari 2 minggu lagi di layar jaringan 21.


ReviewReviewReviewReviewIron ManMay 1, '08 1:33 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Akhirnya... setelah trilogi Spiderman, muncul lagi sebuah film berbasis komik yang sukses mengangkat sisi manusiawi karakter pahlawan super.

Alkisah hiduplah Tony Stark (Robert Downey Jr.) seorang pengusaha yang kaya raya dari perdagangan senjata. Digambarkan tokoh Tony Stark ini sebagai sosok flamboyan yang doyan pesta-pesta, main cewek, pokoknya hidup sesuka hati deh. Tapi semuanya berubah waktu dia disandera sama sekelompok teroris. Di situ dia ngeliat langsung betapa berbahayanya senjata-senjata yang dia jual selama ini kalo sampe jatuh ke tangan orang yang salah.

Berkat keahliannya merakit senjata dari peralatan sekedarnya, Tony berhasil meloloskan diri dan insyaf nggak mau jualan senjata lagi. Sebagai gantinya dia memilih jadi pahlawan super bernama Iron Man.

Plotnya utamanya memang sederhana, tapi film ini jadi tontonan yang enak diliat berkat kejelian para penulis skripnya menambahkan elemen-elemen lain ke dalam cerita: ada unsur politik bisnis, bumbu cinta-cintaan dikit, dan nggak lupa sisipan humor dalam porsi yang pas.

Robert Downey Jr. membuktikan bahwa sekalipun terkenal tukang bikin onar di Hollywood sampe bolak-balik keluar masuk penjara, dia juga seorang aktor berbakat. Pernah jadi nominator Oscar di film "Chaplin" dan pernah menang Emmy Award waktu bantuin film "Ally MacBeal", Bobby bikin karakter Tony Stark jadi lebih bernyawa. Dari Tony yang playboy cunihin di awal film bermetamorfosa jadi Tony yang lebih peduli sesama - walaupun tetap narsis. Gwyneth Paltrow berperan sebagai personal assistant-nya Tony, Pepper Potts. Walaupun gue nggak ngefans sama Gwyneth, tapi di film ini dia berhasil membuat penonton (baca: gue dan seseorang yang duduk di sebelah kanan gue, yang sering ngintil kemanapun gue pergi) jatuh hati pada karakter Pepper - mbak-mbak karyawan yang giat bekerja dan nggak banyak cingcong. Jeff Bridges... ya ampun, gue sampe nggak ngenalin dengan kepala botak dan jenggot papa smurfnya itu. Dia juga bermain bagus sebagai seseorang yang jeli memainkan kartu truf di kancah peperangan bisnis.

Tapi satu yang menurut gue paling pantes dapet acungan jempol banyak dari film ini adalah desain produksinya. Kostum Iron Man yang serba canggih itu keliatannya meyakinkan banget sehingga gue nggak ragu sedikitpun bahwa benda itu betulan bisa terbang. Proses perancangan, mekanisme gerakan, sampe desain H.U.D. (head up display - monitor yang muncul di depan muka si pemakai kostum) ditampilkan detil banget... keren! Nggak heran karena urusan special effect dipegang sama tim ILM - miliknya juragan George Lucas pencipta Star Wars.

Walaupun secara keseluruhan film ini bagus, tetep sih ada beberapa pertanyaan bawel dari gue yaitu:

***AWAS SPOILER***
  1. Waktu disandera, Tony luka parah karena ada beberapa pecahan bom nancep di dadanya. Untuk mencegah pecahan bom itu terbawa aliran darah sampe ke jantung, seorang tawanan lain mengobati Tony dengan memasang sebuah elektro-magnet di dadanya. Pertanyaan gue; emang bisa ya, ngebolongin dada orang untuk masang benda sebesar itu tanpa motong tulang rusuk? Trus kok nggak infeksi, padahal peralatan medisnya serba sederhana?
  2. Elektro-magnetnya kan untuk mencegah biar potongan bom nggak kebawa ke jantung. Trus, kenapa setelah Tony kembali ke peradaban nggak buru-buru minta dikeluarin lewat operasi? Kenapa betah amat make alat itu terus?
  3. Kalo fungsi alat itu sekedar untuk mencegah potongan bom masuk ke jantung, kenapa setiap kali dilepas tony langsung loyo seperti Superman ketemu Kryptonite? Padahal sesuai penjelasan Yinsen, orang yang mengoperasi Tony, prosesnya butuh waktu relatif lama, yaitu beberapa hari. 
Kesimpulan akhir, terlepas dari beberapa pertanyaan mengganggu tentang peran si elektro-magnet di dada Tony, ini film yang bagus dalam arti bukan sekedar ngasih tontonan kecanggihan special effect tapi juga punya jalan cerita yang bagus. Walaupun begitu, buat para orang tua gue sarankan jangan ngajak anak-anak yang terlalu kecil karena adegan kekerasannya cukup intens.

Foto gue pinjem dari halaman tentang Iron Man di IMDB


Link: http://www.addthis.com/

Kalo lagi baca novel yang tebel, kita biasanya butuh 'bookmark' untuk pengingat halaman berapa yang terakhir dibaca. Halaman-halaman website juga gitu, bisa dibookmark supaya kapan-kapan kita bisa mampir ke halaman itu lagi.

Dulunya, bookmark cuma ada di browser kita (coba liat bagian atas jendela Internet Explorer atau Firefox, ada menu 'bookmark', kan?). Tapi belakangan, bermunculan situs-situs yang menawarkan fungsi bookmark. Tujuannya supaya para usernya bisa memanfaatkan bookmark-bookmark itu sekalipun nggak lagi make komputernya sendiri - misalnya kalo lagi main ke warnet. Selain itu, manfaat tambahan yang nggak kalah penting adalah; dengan menyimpan bookmark secara online, kita bisa berbagi informasi dengan orang lain.

Di situs del.iciou.us misalnya, kita bisa membangun 'network' dengan meng-add teman2 baru (seperti di Multiply atau Friendster), dan para anggota network tersebut bisa saling intip bookmark masing-masing.

Dengan kata lain, semakin banyak orang yang mem-bookmark (secara online) sebuah halaman web, semakin besar juga peluangnya untuk menarik pengunjung.

Nah, situs "addthis.com" ini membantu para pemilik blog seperti kita untuk memudahkan para pengunjung melakukan bookmarking. Cukup dengan mendaftarkan diri ke sana (yang tentunya gratis), kita bisa dapet sebuah kode html yang bisa dicopy ke halaman multiply kita akan memunculkan tombol bookmark. Kalo para pengunjung lo suka dengan informasi di blog lo, mereka tinggal klik tombol itu dan selanjutnya bisa pilih, mau dibookmark di situs bookmarking yang mana.

Memang sih, pihak Multiply udah menyediakan fungsi serupa berupa link "share" di bagian bawah setiap posting... tapi linknya kecil dan nggak menarik, kemungkinan besar akan terlewatkan oleh para pengunjung. Dengan "addthis", kita bisa naro tombol yang lebih menarik untuk diklik.

Situs ini menyediakan 2 jenis tombol, versi image dan versi javascript. Berhubung javascript diharamkan di multiply, maka lo bisa pilih tombol yang versi image. Copy - paste kode tombol tersebut di akhir setiap posting, maka halaman lo akan lebih mudah untuk dibookmark oleh pengunjung. Khusus untuk posting journal, lo harus klik "view source" dulu sebelum paste kode HTML tombolnya, ya.

Selamat mencoba, silakan tes tombol addthis gue di sebelah kanan bawah halaman ini. Itu lho, yang ada tulisan "bookmark".


ReviewReviewReviewReviewBandung SukiDec 23, '07 12:35 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jl. Braga, Bandung
"JANGAN PERNAH MENILAI RESTORAN DARI TAMPAK LUARNYA"

Demikianlah pelajaran berharga yang gue petik dari hasil kunjungan ke resto Bandung Suki, di jalan Braga, Bandung.

Berlokasi tepat di seberang Braga City Walk, restoran ini nampak sangat kurang meyakinkan. Udah namanya terdengar janggal (rasanya kata "Bandung" sangat nggak nyambung dijejerkan dengan "Suki"), tampilan luarnya juga suram dan kurang menarik. Ditambah lagi ada spanduk besar yang menawarkan diskon 50% untuk dim-sum di jam makan siang.

"Wah, ini pasti restoran "desperado" dalam upayanya menarik pengunjung," pikir gue.

Tertarik dengan iming2 dimsum harga diskon, gue dan ida iseng2 mampir dan.. suprise... ternyata restoran ini besar dan rame banget! Bangunannya memanjang ke belakang, mungkin tembus ke jalan Naripan (hiperbola dikit). Hampir semua kursi terisi pengunjung, dan berhubung makanannya tergolong 'cemilan' yang bisa dibereskan dalam tempo singkat, rotasi pengunjungnya tinggi banget.



Soal rasa juga terbilang enak. Walaupun xiao long bao alias dimsum kleponnya masih kalah enak dari Din Tai Fung, tapi secara keseluruhan rasanya cukup meyakinkan.

Harga per porsi dimsum di sini berkisar 15 ribu-an SEBELUM DISKON 50%. Jadi, kunjungan kami kemarin hanya menelan ongkos di bawah 50 ribu saja - udah termasuk minum.

Makanan enak biasanya nggak murah, makanan murah biasanya nggak enak, maka kalo ada makanan enak yang murah, layak dapet bintang 4...


ReviewReviewReviewReviewReviewThe Heartbreak KidDec 9, '07 12:25 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Sebenernya gue nggak terlalu berharap banyak pada film ini. Gue nggak nge-fans amat sama Ben Stiller, dan kalo diliat dari trailernya - kayaknya udah ketebak ceritanya akan gimana. Eh, ternyata perkiraan gue salah. Tapi gue nggak merekomendasikan film ini bagi para jomblo.

Ringkasan:

Eddie (Ben Stiller) adalah seorang pemilik toko alat olah raga yang masih aja ngejomblo di usia yang lumayan telat. Yang selalu jadi kekuatirannya adalah, bagaimana caranya bisa yakin bahwa dia nggak akan salah pilih. Bagaimana caranya bisa yakin bahwa orang yang dikawininya nanti adalah orang yang terbaik, dan nggak ada orang lain yang lebih baik.

Gara-gara sebuah insiden penjambretan, Eddie kenalan dengan Lila (Malin Akerman) - seorang cewek yang cantik dan 'nampaknya' sempurna. Eddie akhirnya memutuskan untuk mengawini Lila, mengajaknya bulan madu ke Cabo, Mexico, dan di sana kekuatirannya terbukti. Lila ternyata orang yang sangat ajaib dan menjengkelkan.

Di resort tempat mereka berbulan madu, Eddie kenalan dengan Miranda (Michelle Monaghan) yang lagi liburan bareng keluarga besarnya. Eddie naksir Miranda, dan gayung bersambut - sampe akhirnya Eddie memutuskan akan menceraikan Lila.

Komentar gue:

Yang menarik dari film ini adalah, alur ceritanya dibangun dengan latar belakang yang kuat. Kenapa tokoh Eddie yang tadinya takut kawin bisa 'berani' mengawini orang yang baru dia kenal selama 6 minggu, kenapa Miranda bisa nggak tau bahwa Eddie udah beristri, dan kenapa Lila bisa nggak tau Eddie pacaran lagi sama orang lain di tengah bulan madu mereka - semua dikasih latar belakang yang menurut gue cukup logis.

Selain itu, yang juga gue suka dari film ini adalah: semua tokohnya adalah 'manusia biasa'. Nggak tokoh yang dipaksakan jadi super bego, super culas, atau super gila untuk memancing tawa penonton. Semuanya adalah sosok-sosok yang biasa aja, yang mungkin kita temui dalam kehidupan nyata. Keadaan lah yang bkin mereka terlibat dalam situasi yang menggelikan - sebagaimana layaknya sebuah sitcom.
Lagipula, memang adegan2 dalam film ini nggak seluruhnya dirancang untuk memancing penonton ketawa, kok. Yang ada malah pentonton diajak ikutan introspeksi, bila mereka berada dalam situasi yang sama, apa yang akan mereka lakukan?

Catatan khusus buat Malin Akerman yang dengan sukses berubah drastis dari cewek menggiurkan di awal film, jadi makhluk menjijikkan di tengah film. Mudah-mudahan setelah ini dia dapet peran-peran yang lebih menjanjikan.

Yang terakhir, film ini gue suka karena sampe adegan terakhir gue nggak bisa nebak akan gimana endingnya. Bahkan sampe beberapa detik menjelang film selesai, masih ada satu kejutan lagi buat penonton.

Memang tetep ada beberapa adegan yang sedikit dilebih-lebihkan, tapi secara umum ini film yang memuaskan gue - baik secara emosional maupun rasional , sehingga dia layak dapet 5 bintang. Film yang sangat gue rekomendasikan untuk ditonton untuk semua orang, kecuali ya itu tadi... bagi para jomblo!

**sayangnya, di IMDB.com dia cuma dapet skor 5.8 dari skala 10.


ReviewReviewReviewReviewGet MarriedNov 18, '07 11:29 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy

"Get Married" membuktikan bahwa film bisa menyampaikan pesan bagus tanpa harus jadi sok tau, dan bisa menghibur tanpa harus jadi tolol. Ceritanya sederhana banget: tentang upaya tokoh Mae alias Maemun yang diperankan Nirina mencari jodoh. Yang bikin seru adalah kondisi di mana tokoh Mae ini digambarkan sebagai cewe tomboi yang setiap hari kerjanya main gaple di pinggir kali, bersama 3 orang teman cowoknya (Desta, Agus Ringgo, dan Aming) yang diam-diam nggak rela ditinggal kawin oleh Mae.

Kedua orang tua Mae (Jaja Miharja dan Meriam Bellina) mengupayakan segala cara untuk nyari calon mantu ideal, tapi satu per satu 'diusir' oleh Mae. Caranya adalah, kalo Mae merasa kurang berkenan dengan pria yang menemuinya, dia akan ngasih kode berupa kibaran kain merah kepada 3 orang teman cowoknya itu. Berdasarkan kode itu, nanti mereka bertiga akan 'membujuk' si pria agar jangan pernah mampir ke kampung mereka lagi.

Komplikasi terjadi ketika Mae akhirnya menemukan calon yang diminati, tapi Aming yang buta warna salah mengartikan kode kibaran kain Mae sehingga pria idaman itu pun ikut-ikutan kena 'bujuk' sampai babak belur. Mae patah hati, ibunya juga jatuh sakit karena stress memikirkan putrinya nggak kawin-kawin, dan ketiga temannya merasa harus bertanggung jawab menyelesaikan urusan salah paham ini.

Hasilnya adalah adegan puncak yang kacau-balau...

Yang gue suka dari film ini adalah: dari tema yang begitu 'ringan', dia menyajikan potret nyata masyarakat sekarang dan ngajak penonton untuk ngetawain ulah mereka sendiri. Mulai dari beratnya tekanan sosial bagi para cewek - dan orang tuanya - untuk cepat kawin, ironisnya kebiasaan pergi ke dukun yang dilakoni oleh kaum berduit dan berpendidikan, serta masalah pengangguran yang bikin orang cepat naik darah. Sindiran terhadap masyarakat modern yang terbiasa menyelesaikan masalah dengan kekerasan juga digambarkan secara unik dengan kilasan-kilasan gambar manusia prasejarah yang menenteng gada.

Nirina lagi-lagi membuktikan bakatnya berakting, dan untuk cewek se-imut dia, kok ya mau-maunya tampil acak-acakan dengan coreng-moreng bedak dan lipstik di muka akibat kalah main gaple. Salut!

Aming juga lumayan berhasil keluar dari stereotipe perannya di Extravaganza, walaupun di banyak kesempatan gue nggak bisa denger dialognya saking cepetnya dia ngomong. Untuk di film selanjutnya kayaknya Aming mesti belajar teknik pelafalan dialog yang lebih jelas deh.

Agus Ringgo... yah, sebenernya sih aktingnya oke-oke aja, tapi jujur gue mulai bosen deh liat tampang dia muncul di mana-mana. Coba aja itung berapa iklan yang dia bintangi, plus film, plus sinetron, plus acara talk-shownya yang garing itu (masih tayang nggak sih acara itu?). Waktu pertama kali liat dia muncul di film Jomblo sih lucu ya, tapi sekarang kalo liat dia dengan gaya khasnya memonyong-monyongkan bibir itu rasanya pingin... AAAARRGGGHHHH!!!

Cameo yang perlu dicatat dalam film ini adalah si pemeran Rahmat di serial Jomblo yang hobinya ngomong 'daripada' itu... huhuhu... lucu banget!

Akhir kata, 4 bintang dari gue. Lima bintang gue kasih seandainya nggak ada Agus Ringgo.



ReviewReviewReviewReviewes campur resto Pertemuan (d/h Rendezvous)Nov 18, '07 11:25 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Johar, Menteng (dekat Stasiun Gondangdia)

Restoran ini dulunya bernama "Rendezvous", tapi gara-gara ada menteri atau siapalah itu di pertengahan dekade 90-an yang 'menghimbau' (baca: memaksa) agar nama-nama usaha yang berbahasa asing di-Indonesiakan, maka beralihlah namanya menjadi Restoran "Pertemuan".

Dulunya dia berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto, bertetangga dengan bioskop Menteng. Waktu bioskop Menteng digusur, dia pindah ke lokasi barunya di bilangan Johar, dekat Stasiun Gondangdia sampai sekarang. Kalo mau ngebayangin lokasinya dulu, kurang lebih dia berada di lokasi Starbuck sekarang.

Sebenernya yang terkenal dari resto ini adalah somaynya. Tapi berhubung di menunya terpampang masakan 'cap cay babi' dan 'kodok cah', maka gue memilih untuk cukup menikmati aneka es campurnya aja - yang juga istimewa.

Ada 3 jenis es campur di resto ini: es shanghai, es teler dan es sekoteng. Semuanya dibandrol dengan harga yang sama yaitu 10 ribu rupiah (harga th 2007). Yang paling istimewa dari ketiganya menurut gue adalah es sekotengnya, karena ada sedikit aroma kayu manis yang bikin rasanya unik. Porsinya juga pas, nggak terlalu gede.

Tempat ini juga cocok buat yang mau bernostalgia dengan suasana restoran di periode 80-an, karena setting ruangannya boleh dibilang sama persis dengan keadaannya di tahun segitu. Kalo kapan-kapan mampir ke sana, perhatikan kaca pembatas tempat pembuatan es campur yang bertuliskan aneka menu makanan dan minuman: kaca itu adalah kaca asli dari lokasi lamanya di HOS Cokroaminoto.




ReviewReviewReviewReviewReviewRatatouilleAug 16, '07 5:03 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Animation

Film yang wajib tonton buat para kritikus / penulis review bidang apapun (film, musik, resto, semuanya deh).

Kenapa? Hmmm... baca aja dulu review ini ya!

Sejak pertama kali melihat trailer film ini tahun lalu, gue udah nggak sabar ingin nonton. Dari trailernya, film ini menjanjikan tema cerita yang beda dari film animasi (komputer) pada umumnya. Tema yang sering diangkat biasanya kan seputar 'sekumpulan tokoh berkelana menuju tempat yang jauh' - seperti yang bisa kita liat di film Ice Age 1 & 2, Madagascar, atau Happy Feet. Sedangkan Ratatouille ini dengan cueknya bercerita tentang seekor tikus yang mati-matian mewujudkan impian untuk menjadi koki. Lho?

 

Sinopsis


Alkisah, hiduplah seekor tikus bernama Remy yang bahagia di tengah koloni ratusan tikus bersama Django - ayahnya, dan Emile - adiknya. Pada suatu hari, Remy menyadari bahwa dia punya 'bakat' khusus  yaitu memiliki penciuman yang tajam plus selera makan yang tinggi. Dengan kata lain, dia nggak doyan makan sampah seperti lazimnya tikus. Dia ingin makan makanan yang segar dan berkualitas. Lebih lagi, dia ingin memasak makanan yang segar dan berkualitas alias ingin jadi koki.

Saking gemarnya Remy pada dunia masak - memasak, dia sampai bela-belain menyelundup ke rumah seorang nenek tua untuk numpang nonton acara masak di tv. Remy mengidolakan Gusteau, seorang koki selebriti yang sering dilihatnya di acara tv.  Pada suatu hari, akibat seubah insiden yang nggak disengaja, Remy merantau ke kota dan terdampar tepat di bawah restoran bintang lima milik Gusteau. Gusteau-nya sendiri udah meninggal, dan restorannya sekarang dipimpin oleh seorang koki senior bernama Skinner.   

Pada saat yang kurang lebih bersamaan, restoran Guesteau baru merekrut seorang tukang pel bernama Linguini. Baruuu.... aja diterima kerja, belum-belum Linguini udah menumpahkan sepanci besar sup. Dia mencoba menutupi kesalahannya dengan membuat sup baru, tapi Remy yang mengamati dari tempat persembunyian tau bahwa tindakan Linguini justru akan membuat rasa sup menjadi rusak. Akhirnya Remy turun tangan dan membantu Linguini memasak sup - yang ternyata disukai oleh seluruh pengunjung resto. Sayangnya, Remy tertangkap basah oleh Skinner yang langsung menjatuhkan vonis hukuman mati. Skinner memerintahkan Linguini untuk membuang Remy ke kali.

Di pinggir kali, Linguini ragu-ragu karena nggak tega membuang Remy. Akhirnya dia malah berteman dengan si tikus, dan menjalin 'kontrak kerja' yang saling menguntungkan. Remy membantu menaikkan pamor Linguini dengan memasak makanan enak, dan Linguini akan membantu Remy mewujudkan cita-citanya untuk jadi koki. Yang kemudian mengancam hubungan tikus - manusia ini antara lain adalah Anton Ego, seorang kritikus resto yang dijuluki "The Grim Eater" karena terkenal dengan review2nya yang sadis dan mematikan.  

 

Komentar


Tadinya gue nggak berharap banyak dari perkembangan cerita film ini, karena (gue kira) tema besar ceritanya udah digelar semua di trailernya. Pokoknya ini film tentang tikus ajaib yang ingin jadi koki, titik. Gue nonton film ini karena ingin tau alasan kenapa si tikus sampe tertarik jadi koki, dan sedikit mengantisipasi adegan-adegan lucu yang mungkin terjadi saat si tikus sedang menjalankan tugas sebagai koki. Udah, gitu doang.

Tapi ternyata film ini jauh melebihi ekspektasi gue. 

Jawaban atas pertanyaan utama gue, 'kenapa si tikus ingin jadi koki' diolah jadi pesan yang dalam banget. Argumen keluarga tikus: "kenapa sih elu nggak bisa bersyukur dan hidup bahagia ditakdirkan sebagai tikus" vs argumen Remy "kenapa sih kita harus membatasi cita-cita hanya karena situasi dan kondisi" dikemas dengan cerdas. Diseling dengan pertanyaan-pertanyaan kritis Remy terhadap Django si ayah seperti,

"Kenapa sih kita ini harus hidup dengan mencuri makanan?"
"Kita nggak mencuri, karena yang kita makan adalah sampah - yaitu benda yang udah nggak dibutuhkan lagi"
"Kalau memang benda itu udah nggak dibutuhkan lagi, kenapa kita harus sembunyi-sembunyi waktu mengambilnya?"

Permasalahan terus berkembang saat kemudian Linguini meraih popularitas sebagai koki jagoan - padahal dia nggak bisa apa-apa karena selama ini yang menggerakkan tangannya adalah Remy si tikus. Ketika penghargaan dan pujian semuanya terarah buat Linguini, lantas siapa memanfaatkan siapa? Apakah Linguini yang memanfaatkan Remy untuk mencapai popularitas? Atau Remy yang telah menjadikan Linguini sekedar sebagai boneka, alat mencapai ambisi pribadi sebagai koki?

Anak-anak mungkin menikmati film ini dari segi kelucuan tokoh-tokoh kartunnya (catatan buat yang ngajak anak nonton film ini: awas, ada 2 adegan ciuman!), sedangkan para penonton dewasa akan diajak sedikit merenung tentang banyak hal mendasar tentang kehidupan. Tapi jangan salah, walaupun sarat pesan moral, bukan berati film ini lantas jadi berat buat dicerna.

Soal teknik animasi, udahlah, Pixar jaminan mutu. Animasi gerakan air yang konon paling sulit dilakukan, di film ini tampil mulus sampe nggak bisa dibedain dengan air betulan. Konon untuk menciptakan efek air menempel di baju basah, salah satu tim animator Pixar bela-belain betulan nyemplung ke kolam renang dengan berbaju lengkap - supaya efek kain basah yang menempel ke kulit bisa ditiru ke dalam film. Animasi gerakan tikusnya: mulai dari gerakan jalan, lari, gerakan moncong dan kuping - semuanya  realistis banget, dan lagi-lagi ini adalah hasil observasi atas perilaku tikus betulan plus masukan dari konsultan pakar tikus. Saking realistisnya, mungkin buat yang punya phobia pada tikus bisa sedikit 'merinding' menyaksikan adegan koloni tikus berlarian keluar dari persembunyian.

Terakhir, yang lumayan sukses menyentil gue - yang selama ini doyan nulis review dan kritik - adalah komentar tokoh kritikus Anton Ego di salah satu adegan:


In many ways, the work of a critic is easy. We risk very little yet enjoy a position over those who offer up their work and their selves to our judgment. We thrive on negative criticism, which is fun to write and to read. But the bitter truth we critics must face is that, in the grand scheme of things, the average piece of junk is more meaningful than our criticism designating it so.

Hmmm... memang iya, ngritik itu gampang, dan saat mengkritik mau nggak mau seorang kritikus akan memposisikan dirinya di atas orang yang dia kritik. Kritik itu menghibur pembaca, dan dalam beberapa kesempatan bisa dimanfaatkan sebagai penyaluran hasrat agresif sang kritikus untuk menjatuhkan orang lain.

Pertanyaannya: apa sih karya nyata yang telah disumbangkan para kritikus kepada dunia? Apa sih yang membuat seorang kritikus berhak merasa dirinya lebih baik dari orang yang dia kritik?    

Sebuah bahan introspeksi buat seluruh kritikus di luar sana (termasuk gue)... :-)

Referensi:



ReviewReviewReviewReviewTransformers - The GameJul 28, '07 4:26 AM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Action
Console:PlayStation 2
Kalo kerjaan lo di kantor lagi numpuk, boss resek, rekan sekerja culas, mau pulang jalanan macet, di tengah jalan kena ranjau paku, mau nyari jalan pintas malah kena tilang, sampe rumah genteng bocor, sampah belum diangkut, dan di deket ruang makan mendadak bau tikus mati; maka ini adalah game yang cocok buat lo.

Transformers - The Game (selanjutnya gue singkat TTG) memberikan pilihan: Autobots atau Decepticons - dan dua-duanya memungkinkan elo untuk ngamuk ngancurin segala sesuatu. Bedanya adalah, kalo elo jadi Decepticons maka tindakan destruktif akan diganjar dengan poin, sedangkan kalo jadi Autobots justru akan merugikan elo. Contohnya stage 1 sebagai Decepticons: tugas lo adalah menghancurkan pangkalan militer dalam waktu yang terbatas. Pelurunya unlimited, jadi lo bisa suka-suka nembak ke sana ke mari dan tau-tau aja stage tsb tamat.

Tapi stage2 selanjutnya kayaknya nggak segampang itu, dan menurut gue salah satu kelemahan TTG adalah save point-nya yang terlalu berjauhan satu dengan lainnya.Artinya kalo lo udah mulai sebuah stage, berhasil menyelesaikan 3/4nya dan tiba-tiba mati, maka lo harus ngulang dari awal stage. Ini bikin frustrasi banget.

Untungnya gambar yang ditampilkan cukup menghibur. Transformasi para robot persis seperti di filmnya, dan dalam gerakan yang lebih lambat sehingga malah lebih bisa dinikmati. Selain itu, kalo lo males ngejalanin misi yang bikin frustrasi, lo bisa berkelana nggak tentu arah ala GTA. Alur cerita TTG, kayaknya sih, cukup setia dengan plot filmnya. Malah di beberapa bagian memberikan informasi tambahan di balik peristiwa yang muncul di film, seperti misalnya gimana prosesnya sampe si bumblebee memilih bentuk mobil tua warna kuning. Tapi nggak tau juga ya, ke belakangnya apakah akan tetep setia dengan cerita filmnya, soalnya gue baru nyampe stage 2.

Kesimpulan akhir: bintang 4 dari gue.

Gambar: screen capture Bumblebee vs Barricade bertempur di tengah kota. Dipinjem dari sini.


Photo Albumbengkel sepeda di taman mencos (5 photos)Jul 15, '07 11:21 AM
for everyone

Hari Sabtu 14 Juli kemarin, Sigit yang sekarang aktif ber-B2E (bike to everywhere) dateng ke rumah dengan wajah penuh duka lara. Di sebuah perempatan dia terpaksa ngerem mendadak karena ada motor nyelonong, akibatnya handle rem kanannya patah saking semangatnya ngerem.

Untung gue inget rekomendasi dari para dedengkot B2W yang dulu itu sempet mampir ke rumah, bahwa di daerah Salemba Tengah ada bengkel sepeda yang cukup bisa diandalkan. Maka hari ini, Minggu 15 Juli, gue dan Sigit nyoba pergi ke sana dan Alhamdulillah berhasil menemukan bengkel tersebut. Lokasinya relatif gampang ditemukan: dari arah Jalan Kramat Raya, masuk ke Jalan Salemba Tengah (yang ada RS Thamrin itu lho) trus luruuuusss... sampe ketemu taman sebelum pintu lintasan kereta api, nah di situlah letak bengkelnya.

Waktu kami dateng sekitar jam 2 siang tadi, cukup banyak pengunjung yang dateng. Rupanya bengkel ini ngetop juga, ya? Udah gitu nggak seperti mampir di Rodalink, harga-harga spareparts sepeda di sini masih banyak yang berada di dalam batas kewajaran. Gue sempet naksir sebuah sadel yang nampak nyaman sekali karena dilengkapi per, tapi pikir-pikir, kalo gue beli sadel itu maka seat cover gel yang udah duluan ada jadi nggak kepake karena bentuknya beda. FYI, sadel ber-suspensi ini modelnya nggak kaya sadel sepeda jadul itu lho! Pokoknya sesuai deh kalo dipasang di sepeda jaman sekarang, dan... harganya cuma 45 ribu. Spion di sini juga murah banget, hanya 4000 perak - sementara di Roxy tempat gue beli sepeda dulu harganya 40 ribu sepasang.

Sambil nunggu sepeda Sigit ditangani, sekalian gue minta disetel velg roda depan yang semakin lama gue liat semakin oblak. Ini terasa banget kalo lagi jalan pelan, atau dalam keadaan harus megang setang hanya dengan satu tangan: sepeda jadi sulit dikendalikan. Tadinya gue udah putus asa dan mau minta ganti velg aja, tapi berdasarkan advis seorang mas-mas pengunjung, gue memutuskan untuk minta disetel dulu aja. Kirain nyetel velg itu bakalan repot, ternyata di tangan ahlinya nggak sampe 10 menit! Ongkosnya hanya 5000 perak saja.

Jadi, buat yang tinggalnya di seputaran Kramat, Kwitang, Senen, atau Cikini, mungkin bengkel ini bisa jadi alternatif solusi untuk problematika sepeda kalian. FYI, sepeda gue sekarang lancarrr... banget jalannya, nggak oblak lagi!


Denah lokasi gue capture dari wikimapia.org

Senangnya punya istri yang hobi masak adalah bisa makan yang enak-enak. Susahnya adalah... mau nggak mau harus terlibat dalam aneka aktivitas terkait masak-memasak yang umumnya relatif kurang menarik bagi para suami.

Yang terbaru adalah...

"Suamiii.. kita ke toko Titan yuk!"
"Apaan lagi tuh?"
"Toko bahan dan peralatan masak-memasak, di Fatmawati."
"Hmm... jauh ya. Emang apa hebatnya sih si toko Titan ini?"
"Dia punya bahan-bahan makanan yang jarang dijual di toko lain. Trus beberapa bahan yang biasanya dijual dalam satuan besar, di sini bisa diketeng. Misalnya... [istri menyebutkan beberapa jenis krim dan mentega bernama ajaib]."
"Oh... hebat sekali ya."
"Trus ada lagi!"
"Apa?"
"Dia bikin blog contest! Jadi buat orang-orang yang pernah berkunjung ke sana, boleh bikin posting tentang pengalamannya belanja di toko Titan, trus nanti dinilai. Yang menang dapet hadiah sejuta lho!"

Kata-kata 'sejuta' terdengar menyenangkan, maka hari ini gue sebagai suami yang baik dan benar pergi mengantar istri ke toko Titan. Di jalan, istri nggak henti-hentinya terus menumbuhkan antusiasme suaminya dalam menikmati acara kunjungan ke toko bahan kue.
"Katanya, di sana ada cafe kecil buat para suami yang nungguin istrinya belanja. Di cafe itu suami-suaminya bisa duduk-duduk, beli minuman... lucu ya?"
Sebenernya sih gue akan lebih setuju kalo di cafe tempat nunggu itu ada warnetnya. "Bagus sekali. Mungkin bisa jadi ajang berbagi rasa dengan topik 'deritaku menunggu istri belanja bahan kue'"

Berdasarkan ancer-ancer yang diterima istri dari temannya sesama anggota NCC, kalo dari arah Panglima Polim toko Titan ini ada di sebelah kanan jalan, setelah belokan menuju Pondok Indah. Katanya sih reklame tokonya akan terlihat jelas dari jalan, tapi ternyata kalo dari arah Panglima Polim reklame itu nyaris tertutup seluruhnya oleh reklame toko lain. Jadi, buat yang mau ke sana, patokan yang lebih 'aman' ya itu tadi, belokan menuju Pondok Indah, setelah pertigaan D'Best - Cipete Raya.

Kesan pertama yang terasa saat memasuki toko yang nggak terlalu besar ini adalah: baunya sedap! Aroma aneka bubuk dan sirup coklat, mentega, krim, saus, dan segala macem hal yang sedap-sedap mendadak bikin perut jadi laper. Tapi berhubung statusnya adalah toko bahan makanan, dengan sangat menyesal nggak banyak benda yang bisa langsung dicomot dan dimakan.

Kesan ke dua muncul saat gue sok-sokan ikut melihat-lihat berbagai benda ajaib yang dipajang di sana dan nemu sebuah cetakan kue lucu berbentuk mobil. Kue yang dicetak pake benda itu beneran akan berbentuk mobil 3 dimensi, bukan cuma gambar gepeng siluet mobil. Tadinya sih begitu nemu benda itu, gue mau beli dan kapan-kapan mau minta dibuatin cake coklat berbentuk mobil sama istri. Tapi.. begitu liat harganya... ANJRIT... lebih dari 400 ribu perak!! Cetakan kaleng yang panjangnya cuma sekitar 30 cm ini harganya 400 ribu?! Alamak...
"Ya tentu aja mahal, itu kan buatan Wilton..." kata istri.
Maka kesan ke dua gue atas toko ini adalah... mendebarkan. Maksudnya berdebar-debar nunggu berapa nilai total belanjaan istri nantinya, gitu.

Setelah kapok nemu cetakan borju itu, gue duduk manis di cafe sambil minum frestea. Selain gue ada seorang bapak yang kayaknya juga lagi nungguin istrinya belanja sambil makan kacang asin. Wajahnya nampak seasin kacangnya.

Semenit... lima menit... sepuluh menit... gue masih betah nunggu di situ. Tapi akhirnya gue memutuskan untuk nunggu di luar aja. Bukan apa-apa, baunya jek... bikin laper! Serius! Gue salut deh sama para pegawai di sana, apa nggak laper mulu ya kerja di tempat yang baunya kaya kue gini? Untuk sedikit meredakan pemberontakan di sektor perut, akhirnya gue ngeloyor ke mini market terdekat untuk beli sepotong roti.

Udah abis roti satu, rokok sebatang, koran pos kota dan kompas (dibaca, bukan dimakan) istri belum keluar juga dari dalem toko. Akhirnya gue memberanikan nyali untuk masuk lagi ke toko. Si bapak yang tadi makan kacang masih ada. Tumpukan kulit kacang di mejanya udah mirip tumpeng.

"Suamiii... dari mana aja, tadi istrinya nyariin..."
"Suaminya ngerokok di luar. Istri.. semua ibu-ibu yang tadi dateng bersama kita udah pulang, istrinya belum ingin pulang ya?"
"Belum... belum... suami liat sini deh..." katanya dengan penuh semangat. Dia nunjukin section dus kue, secara dalam menunjang bisnis penjualan risol kribo gue memegang jabatan 'basah' sebagai packaging manager - maksudnya tukang bikin kardus kue.

Asli gue bengong liat koleksi kardus kue yang ada di sini. Lo sebutin deh mau kardus kue kaya apa aja, ada di sini! Mulai dari yang memanjang untuk tempat brownies, sampe yang besar untuk kue ulang tahun. Juga ada kardus yang berjendela, biar kue di dalamnya bisa diintip dari luar. Selain kardus juga ada berbagai wadah plastik untuk coklat dan cake. ck... ck... ck... pantesan ni toko ngetop banget di kalangan ibu-ibu tukang masak!

Sesudah entah berapa jam ngubek di toko itu, akhirnya istri berkenan untuk pulang. Dia seneng banget karena nemu berbagai bahan yang selama ini nggak pernah berhasil ditemukan di supermarket biasa. Sedangkan gue juga seneng, karena ternyata bahan-bahan yang dibeli justru jauh lebih murah dari perkiraan gue - jadi kesan ke dua ternyata tidak terbukti! :-)

foto: istri gembira di kasir toko Titan
buat yang mau ikutan blog contest juga, buruan! deadlinenya besok lho! keterangan lengkap bisa dibaca di sini.

ReviewReviewReviewReviewReviewMaman, solusi salah urat dan salah urutJul 1, '07 2:23 AM
for everyone
Category:Other
Awal perkenalan gue dengan Sulaiman alias Maman adalah waktu Ratna, temen gue di BPPN dulu, jatuh dari motor dan tangannya keseleo berat. Kalo nggak ada sepotong tulang di bagian sikunya yang bergeser dari tempatnya.

Waktu itu Ratna berobat ke seorang tukang urut yang udah lumayan terkenal di bilangan Cipete. Urut punya urut, udah lewat sebulan belum ada perbaikan kondisi - malah tangannya tambah bengkak jadi segede kentongan. Setelah tambah parah, entah gimana akhirnya Ratna minta tolong pada Maman, sesama pegawai BPPN yang udah dikenalnya sejak lama.

Ditangani oleh Maman, akhirnya tangan Ratna sembuh kembali setelah kurang lebih 3 bulan. Menurut Maman, tangan Ratna sempet tambah bengkak karena salah urut waktu di Cipete.

Nah karena ngeliat keberhasilan Maman menangani Ratna, makanya gue berani mempercayakan nasib untuk ditangani olehnya - walaupun selama proses penanganan sakitnya luar biasa. Lengkapnya bisa dibaca di sini.

Lucunya, Maman sendiri mengaku buta total soal anatomi urat dan tulang manusia. Kemampuan mengurutnya diturunkan secara 'gaib' dari para orang tuanya. Namun dia membantah bahwa proses pengobatannya dibantu jin atau makhluk gaib lainnya. Cirinya, kata Maman, kalo pengobatan yang dibantu jin biasanya penolongnya tidak langsung menyentuh tubuh 'pasien', melainkan mengurut beda lain seperti misalnya tulang ayam. Selain itu biasanya juga ada pantangan makan yang aneh-aneh.

Menurut Maman, kemampuannya memang didapatkan secara gaib, tapi tetap berdasarkan pada shalawat dan ridha Allah SWT. Kalau memang Allah menghendaki pasiennya sembuh, ya pasti akan sembuh. Maman sendiri nggak memberikan garansi apapun, juga tidak mengklaim bahwa dirinyalah yang menyembuhkan pasien - semua merupakan pertolongan langsung dari Allah. Itulah sebabnya Maman nggak mau mengiklankan diri - bahkan pasang reklamepun enggak. Kalo ada orang datang ya dibantu, tapi dia nggak mau sesumbar mengiklankan diri sebagai 'penyembuh'.

Buat yang mau berobat sama Maman, berikut ini denah rumahnya di bilangan Rawajati Timur. Klik pada gambar untuk memperbesar.


Berhubung Maman sekarang adalah seorang karyawan kantoran, kalo mau ke sana mending kalian telepon dulu untuk konfirmasi apakah dia ada di rumah atau enggak. Teleponnya Maman: 0852-813-17097. Bilang aja kalian tau nomor dia dari gue, Agung ex-BPPN, alias mbot di multiply.com.

Buat yang masih bingung dengan lokasi rumahnya, gue juga dengan senang hati akan mengantar ke sana. PM atau telepon langsung aja ke gue, ya!



cerita lengkapnya bisa diklik di http://mbot.multiply.com/reviews/item/79

Category:   Other/General

Dear all,

ada yang bisa kasih rekomendasi nggak ya, layanan webhosting yang oke dalam arti jarang down dan customer servicenya AT LEAST ngerti dikit soal PHP?

Selama ini gue pake layanan idwebhost untuk website perusahaan travel kakak gue, planetholiday.co.id; hasilnya adalah gue bawaannya darah tinggi mulu dan nambah2in uban di kepala. Yang sering terjadi adalah, website gue down (kalo dibuka keluar tulisan 'this website is temporarily unavailable'). Tapi yang paling spektakuler adalah hari ini, di mana saat diakses malah keluar 'control panel apache'! (lihat gambar) $%$#@!!!

Dulu juga pernah nih, website gue down, trus gue chatting sama customer servicenya via YM. Bolak-balik gue bilang website gue down dan bolak-balik si mas customer bilang 'tapi di sini bisa kok pak!' Masalahnya gue bukannya bikin website eksklusif buat elu, Mas... jadi apa manfaatnya gue punya website kalo yang bisa liat cuma elu?

Udah gitu dengan dodolnya dia akhirnya menyalahkan mambo (salah satu bagian aplikasi joomla yang gue pake untuk membangun website itu). Trus gue tanya, 'apa yang salah dengan mambo saya?' Eh dia mereply dengan sebuah link yang menuju ke... forum belajar PHP!! ##$%@#$$%^&$%##$%%!!!!!

Akhirnya gue bilang aja, "mas, kayaknya mas nggak ngerti PHP ya?"
trus dia jawab, "kurang, pak."
"Pantes. Udah sekarang tolong restart servernya deh mas, pasti beres"
Dia ngeyel nggak mau restart server sampe tiba giliran ganti shift petugas cs - dan untungnya petugas cs yang berikutnya ini mau nurut sama gue. Servernya direstart, dan beres deh.

OK, anyway, buat yang punya rekomendasi web-hosting yang layanannya lebih baik dari contoh-contoh kasus yang gue sebutkan di atas, tolong segera inform ke gue, ya! Terima kasih sebelumnya.

PS:
Sekarang idwebhost lagi promo flashdisk gratis. Buat kalian yang merasa bahwa dapet flashdisk gratis adalah hal yang membahagiakan, pesan gue adalah: di Mal Ambas bisa beli dengan harga murah dan nggak pake numbuh uban.


Click a thumbnail to enlarge:
 


Blog EntryDaftar Dokter spesialis anak di JakartaMar 28, '07 11:13 AM
for everyone
Buat para orang tua dan calon orang tua yang tinggal di Jakarta, barangkali file attachment ini berguna. Isinya dokter spesialis anak untuk berbagai bidang, ada yang spesialis syaraf, paru-paru, sampe kanker. Mudah-mudahan kita semua nggak ada yang sampe perlu mengunjungi mereka, tapi sekedar tambahan informasi nggak ada salahnya kan.

Ukuran filenya nggak besar, nggak sampe 80KB, dalam format pdf. File ini gue terima dari Weni. Thanks ya Wen!

Trivia:
Khusus buat para MPers, silakan perhatikan dengan cermat daftar nama dokter gigi yang direkomendasi di sini. Gimana, menemukan sebuah nama yang familiar ? :-)) Sekali lagi gue tekankan, gue cuma nerima file ini dari orang lain lho, jadi bukan bikinan gue dan tidak ada unsur rekayasa maupun nepotisme di dalamnya :-))))
Attachment: list_dokter.pdf

ReviewReviewReviewReviewReviewRocky BalboaMar 11, '07 1:12 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Sports

Serial "Rocky" berawal dari film Rocky pertama yang dirilis tahun 1976. Film itu langsung melejitkan nama Stallone yang waktu itu masih anak bawang dan masih cari sesuap nasi dengan main film bokep* sebagai bintang papan atas Hollywood. Nggak tanggung-tanggung, film Rocky itu dinominasikan untuk 7 kategori Oscar, dan berhasil memenangkan 3 di antaranya - termasuk kategori "Film Terbaik"

Tapi sejak kesuksesan itu, otak dagang Stallone berputar lebih kenceng dari otak artistiknya sehingga berkembang-biaklah film Rocky jadi sequel-sequel yang makin lama makin nggak dilirik oleh para kritikus film sekalipun sukses secara komersial. Walaupun gue sendiri suka banget nonton Rocky IV tapi harus diakui film itu nggak lebih dari sebuah video-clip berdurasi panjang. Musiknya keren, gambarnya seru, tapi nggak ada ceritanya. Yang paling parah adalah Rocky V: udah dicaci-maki kritikus, nggak sukses pula di pasaran. Stallone sendiri mengakui, dia rada asal-asalan waktu menggarap film itu.   

Makanya waktu akhir tahun 2003 terdengar kabar Stallone mengajukan proposal untuk membuat film "Rocky VI" banyak fansnya yang berkomentar, "Ah sudahlah boss... apa lagi sih yang mau dibahas?" Umur Stallone udah lebih dari 50 tahun, dan kayaknya nggak terlalu banyak orang yang antusias ngeliat petinju keriput berdarah-darah. Udah gitu bocoran plot yang beredar di banyak forum penggemar Rocky juga nggak terlalu menarik, yaitu tentang Rocky tua yang mengelola sekolah tinju dan harus berhadapan dengan sekelompok berandalan yang mau mengganggu anak didiknya. Mungkin yang terdengar antusias dengan rencana pembuatan film Rocky VI cuma aktor Dolph Lundgren, yang pernah jadi Ivan Drago - petinju Soviet di film "Rocky IV". Lundgren yang sempet ngerasain hidup rada enak waktu main Rocky IV memang sekarang lagi terjerumus ke lembah nista perfilman kelas B** - nggak heran kalo dia berharap banget diajak.


Adegan puncak: Rocky vs. Dixon

Sejak 2003 itu gue nggak denger lagi kabar-kabar tentang rencana Rocky VI, sampe tau2 2 minggu yang lalu gue ngeliat poster film berjudul Rocky Balboa terpajang di bioskop. Wah, inikah Rocky VI? Ngeliat poternya yang sederhana banget, gue tadinya nggak terlalu berharap film ini akan bagus. Tapi waktu gue cek IMDB.com... weits.... dapet skor 7.5 / 10 dari para pengunjung! Kalo statistiknya diliat lebih lanjut, malah makin keren lagi: 40% dari 20 ribuan orang yang udah nonton film ini ngasih skor 10, plus 14% lainnya ngasih skor 9. Artinya 54% penonton "Rocky Balboa" berpendapat film ini buagus buanget!

Setelah beberapa kali gagal nonton, akhirnya hari ini berhasil juga. Kayaknya udah di detik-detik terakhir penayangannya di bisokop Jakarta karena yang muter film ini cuma bioskop Pondok Indah dan Gajah Mada Plaza. Gue pilih yang terakhir.

Seperti yang digambarkan oleh posternya, film ini mencoba menggambarkan kehidupan Rocky yang sederhana setelah pensiun jadi petinju. Adrian, istrinya, digambarkan udah meninggal tahun 2002, dan sekarang Rocky mengelola sebuah restoran kecil yang dinamai "Adrian's". Anaknya udah ngantor di kantor bagus, pake dasi. Pokoknya, dia udah hidup tenang deh. Sementara itu, ring tinju lagi dikuasai sama petinju bernama Mason Dixon (diperankan oleh Antonio Tarber - petinju betulan - terakhir dikalahkan oleh Bernard Hopkins Juni 2006 lalu) yang udah mulai kurang diminati akibat penonton bosen liat dia menang melulu.

Pada suatu hari, sebuah stasiun TV iseng menayangkan sebuah film animasi simulasi komputer***; apa yang akan terjadi kalo Mason Dixon melawan Rocky Balboa. Simulasi komputer menunjukkan Rocky akan berhasil mengalahkan Dixon. Manager Dixon melihat acara ini sebagai peluang untuk mengangkat pamor anak asuhnya, dan menawari Rocky untuk merealisasikannya.

You, me, or nobody is gonna hit as hard as life. 
But it ain't how hard you hit; 
it's about how hard you can get hit, 
and keep moving forward.
=Rocky Balboa=

Stallone bilang, dia mau film Rocky yang terakhir ini punya 'feel' yang sama dengan Rocky yang pertama dulu: drama kemanusiaan dengan latar belakang dunia tinju - dan dengan takjubnya gue menyaksikan bahwa dia berhasil! Film ini beda banget dengan Rocky II - V yang cuma menjual serunya pukul-pukulan dengan lawan yang makin lama makin sangar plus kehidupan mewah Rocky sebagai petinju sukses (jgn2 Raam Punjabi sempet tanem saham di serial Rocky?). Di film ini Stallone berperan sebagai penulis naskah, sutradara, dan aktor secara sangat berhasil. Dialog-dialognya cerdas banget, nggak ngebosenin karena berulangkali mengajak penonton ngeliat permasalahan dari berbagai sudut. Simak antara lain dialog antara Rocky dan anaknya di luar resto "Adrian's", waktu anaknya menyatakan keberatan bapaknya naik ring lagi. Juga dialog antara Rocky dan Little Marie waktu Rocky nawarin kerja di restonya. Kalo dulu sequel-sequel Rocky selalu menawarkan tema "underdog yang pasti berhasil menang walaupun berdarah-darah asalkan rela berlatih habis2an", film ini mengemasnya dalam paket yang jauh lebih dalam dan menyentuh. Keren deh pokoknya! 

Buat fans film Rocky, terutama film yang pertama, akan merasa lega karena Rocky kembali jadi manusia - bukan sekedar merchandise. Di film2 Rocky sebelumnya, hasil pertandingan tinjunya selalu mudah ditebak - pastilah Rocky memang lagi - tapi ngeliat kondisi Rocky yang udah uzur gini, penonton nggak bisa seyakin dulu dan malah bikin ending film ini makin menegangkan. Buat yang gampang terharu, siapin tisu yang banyak karena ada banyak adegan mengharukan di film ini. Buat penggemar tinju, film ini menyajikan adegan tinju yang jauh lebih realistik daripada film-film Rocky sebelumnya (Sorry, adegan banting-bantingan seperti yang muncul di Rocky IV nggak bakal ada di sini). "Rocky Balboa" bisa jadi tontonan buat semua orang, maka nggak heran kalo film yang dibuat dengan budget 24 juta dollar ini udah berhasil mendatangkan pemasukan kotor (internasional) sebesar nyaris 750 juta dollar! 

Buat yang jadi tertarik nonton film ini, buruan, udah tinggal 2 bioskop lho yang masang. 

 

*Film porno yang pernah dibintangi oleh Stallone diedarkan ulang setelah Stallone ngetop dan dijuduli "The Italian Stallion" - julukan bagi tokoh Rocky Balboa dalam serial Rocky. Buat yang mau nonton film tersebut, silakan download di sini.   
**"B-Movie" adalah julukan untuk film-film berbudget  DAN berkualitas rendah. Tapi nggak semua film berbudget rendah adalah B-Movie lho, sebab banyak juga kok yang bagus. 
***Tahun 1970 pernah ada film yang dibuat berdasarkan perhitungan data komputer atas statistik Muhammad Ali dengan juara kelas berat yang nggak pernah terkalahkan, Rocky Marciano. Film itu diperankan langsung oleh kedua tokoh tersebut, dan hasil akhirnya adalah Marciano berhasil meng-KO Ali di ronde ke 13. Ali mengomentari "kekalahannya" itu dengan bilang, "Komputernya pasti buatan Alabama". 

Referensi:



ReviewReviewReviewReviewKwaliteit 2Jan 6, '07 2:50 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy

Ini film udah jadul banget, tayang di bioskop tahun 2004 tapi waktu itu gue nggak sempet nonton. Sebenernya waktu itu tertarik juga untuk nonton karena reviewnya di beberapa media cukup menjanjikan. Sayangnya film ini nggak bertahan lama di bioskop.

Eh, ndilalah 2 minggu yang lalu gue nemu VCD film ini dijual di mal Ambassador. Maka tercapailah cita-cita gue.

Film ini bercerita tentang petualangan Santoso (Bramantyo) mahasiswa baru di sebuah universitas yang konflik dengan seniornya, Vanco (Arie Wiraswan). Di kolam renang kampus Santoso nyaris ribut dengan Vanco karena membela Limin (Dennis Adhiswara) yang lagi dicelup-celupin ke kolam.

Mereka lantas dilerai oleh penjaga kolam (Sunaryo Hadi) dan disarankan untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara... adu gebuk bantal. Di 'pertarungan' pertama ini Santoso kalah, sehingga akhirnya dia, Limin, plus 2 orang temennya Sly (Rahadian) dan Zulfikar (Mualimin) memutuskan untuk berguru ilmu gebuk bantal kepada bapak penjaga kolam yang ternyata adalah seorang 'suhu' ilmu gebuk bantal.

Di review gue untuk film 'Koper' gue bilang, "kalo mau bikin film aneh jangan nanggung" dan ternyata inilah dia film aneh yang nggak tanggung-tanggung. Mungkin buat beberapa orang film ini norak dan garing, serta cenderung jorok (dalam arti sebenarnya), tapi ampun deh, gue ketawa sampe nangis nonton ni film.

Bayangin aja (SPOILER ALERT), emangnya ada ya, konflik senioritas di kampus diselesaikan dengan cara gebuk bantal? Huhuhu... trus bisa-bisanya para pemain film ini ngelakuin adegan2 gebuk bantal dengan tampang sangar dan serius kaya lagi menghadapi pertarungan hidup dan mati. Udah gitu adegan romantisnya dong... nggak kalah noraknya... hehehe... jadi ceritanya si Santoso ini kan naksir cewek yang tinggal di kos2an sebelah. Nah, di salah satu adegan digambarkan dia berbunga-bunga karena bisa berdekatan sama si cewek ini waktu... beli gorengan bareng! Jadi adegannya si Santoso bareng cewek ini berdiri makan gorengan di pinggir jalan tapi diiringi dengan musik instrumental romantis gitu... hehehehe... gelo! Pada akhirnya Santoso berhasil ngajak kencan si cewek, dan tau nggak jalan-jalannya ke mana? Ke BONBIN coy, nggak lupa sambil bawa bekal minum dalam termos aluminium bergambar bunga plus makanan dalam rantang susun, hihihihi...

Pokoknya banyak banget adegan2 ancur dan sinting bertebaran di film ini. Misalnya waktu tokoh Sly dipalak sama preman, terjadi dialog sebagai berikut:

Preman: Heh! Punya duit nggak lo?!
Sly: Nggak punya bang... Abang punya nggak?
Preman: Ya... ada sih...
Sly: Ya udah sini pake duit abang aja dulu!

Trus dengan begonya si preman malah ngasih duit ke Sly! Hehehe... sinting, sinting, sinting. Tokoh Limin di film ini digambarkan sangat mengidolakan Lamting (atlet taekwondo / aktor sinetron). Tiap kali muncul dia pake kaos bertuliskan "Lamting idolaku". Nah, di adegan puncak pertarungan gebuk bantal digambarkan Limin sebelumnya udah diancam oleh tim lawan untuk mengalah. Limin digebukin di atas batang pinang tanpa berani ngebales sampe (sorry) ingusnya nempel ke batang pinang. Saat kondisi makin kritis tiba-tiba muncul Lamting (diperankan oleh Lamting sendiri) sebagai komentator pertandingan. Limin jadi termotivasi minimal untuk jangan sampe terpukul jatuh dan akhirnya memang berhasil menang karena... lawannya kepleset ingus! hehehehe...

Selain jadi pemeran Limin, Denis Adhiswara juga bertindak sebagai sutradara di film ini. Sedangkan Budi Lestari, produsernya, adalah bapaknya Dennis. Modal untuk bikin film ini sebesar 1.5 miliar didapat dari hasil jual mobil dan tanah. Walaupun menghabiskan biaya yang lumayan gede, tapi secara teknis film ini nampak sangat ala kadarnya banget. Shootingnya cuma pake 1 handycam. Nggak heran di beberapa adegan yang mempertontonkan dialog antar 2 orang, kualitas suara waktu kamera menyorot orang pertama beda banget dengan waktu kamera menyorot orang ke dua. Di beberapa adegan bahkan dialognya nggak kedengeran karena suaranya mendem (untung nontonnya di VCD, bisa direwind). Tapi secara keseluruhan, gue terhibur banget nonton film gila ini. Usul buat para pembuat film; daripada bikin film horror melulu, mending bikin film model gini ajalah sekali-sekali, biar penonton nggak bosen gitu loh. (FYI sebentar lagi akan tayang film baru yang lagi2 bertema horror, judulnya "ROH").

Review2 lain tentang film Kwaliteit 2:

Foto gue ambil dari sini, kalo mau beli bisa pesen filmnya juga lewat sana.

Pesan Sponsor
Planet Holiday Tour and Travel



ReviewReviewReviewReviewReviewTrailernya film World Trade CenterNov 4, '06 11:49 AM
for everyone
Category:Other
Sekali-sekali boleh dong orang ngereview TRAILER (iklan) sebuah film... hehehe... apalagi mengingat gue memang belum nonton FILMnya.

Mungkin kalian semua udah sering banget liat trailer film (baca: film Holywood) yang biasanya 'cerewet' banget dengan narasi - dengan pengisi suara yang kayaknya dia melulu. Pasti tau yang gue maksud, suara bapak2 macho yang ngebass membacakan sebaris demi sebaris tagline klise seperti:
"This summer... expect the unexpected..."
atau
"...from the creators of [nama film ngetop]...."
ditambah dengan kemunculan nama2 pemainnya dengan animasi yang dramatis.

Nah, trailernya WTC ini sepi banget dari hal-hal kaya gitu. Trailer cuma dibuka dengan kegiatan sehari-hari tokohnya (Nicolas Cage dkk) diiringi musik pelan. Ada beberapa dialog terdengar. Adegan kecelakaan pesawat hanya digambarkan sekilas, habis itu muncul adegan2 penyelamatan dalam gedung. Sama sekali nggak ada narasi. Trailer ditutup dengan tulisan "the world saw evil that day" dilanjutkan dengan "two men saw something else" baru abis itu muncul judul filmnya "world trade center". Bahkan nama pemainnya pun nggak dimunculin.

Terlepas dari kaya apa kualitas filmnya, tapi trailer ini bener simpel tapi powerful, dan mampu bikin orang jadi ingin nonton filmnya. Tadinya gue dan Ida berencana nonton film ini tanggal 5 November kemarin, tapi rupanya ada kejadian lebih penting yang harus kami hadiri :-)

Kalo mau nonton trailernya, bisa cek halaman Youtube yang ini.


Pages:123

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.