Agung's posts with tag: media

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag media
Linkkotakkue.com di RCTIJul 26, '08 7:14 AM
for everyone
Link: http://triayusa.multiply.com/photos/album/11/kotakkue.com_di_RCTI

Satu lagi stasiun tv swasta berkunjung ke dapurnya kotakkue.com:RCTI. Sayangnya gue lagi di luar kota, untung adaTria yang bantu mendokumentasikan proses shooting. Klik link di atas untuk ngeliat foto-fotonya, dan klik journalnya Ida yang ini untuk baca ceritanya.


Photo Albumkotakkue.com di DAAI TV (89 photos)Jul 22, '08 4:33 PM
for everyone

Hari ini, kembali sebuah stasiun TV swasta mengirimkan crew-nya ke markas kotakkue.com. Kali ini adalah DAAI TV, sebuah tv swasta baru yang siarannya bisa ditangkap di xhannel 59UHF di wilayah Jabodetabek. Rencananya akan ditayangkan pada hari Minggu jam 18.00. Kalo hari Minggu depan belum ada, ya kemungkinan minggu depannya lagi deh.

Cerita lengkapnya biar Ida aja nanti yang nulis ya!

Semua foto adalah jepretan Sigit.

Blog Entrymas agus, rajinlah buka kamus...Jun 1, '08 10:24 AM
for everyone
Kemarin salah satu temen gue lagi browsing dan mengomentari sebuah berita sambil geleng kepala,"Homeless woman lived in man's closet for year... ada-ada aja ya..."

Berita yang dikomentarinya menceritakan tentang seorang perempuan tunawisma berumur 58 tahun di Jepang yang berhasil ngumpet di lemari penyimpanan seseorang selama setahun, tanpa ketahuan. Pemilik rumahnya mulai curiga karena sering kehilangan makanan, padahal nggak ada tanda-tanda kerusakan di pintu atau jendela. Akhirnya dia memasang kamera pengawas, dan terbongkarlah keberadaan si nenek. Berita lengkapnya bisa diklik di sini.

(btw, kalo kasus ini terjadi di Indonesia, mungkin pemilik rumahnya udah manggil paranormal, lantas rumahnya didiagnosa berada pas di lokasi taman bermain anak jin iprit sehingga solusinya harus bikin selametan dan potong kambing barang seekor. Kalo sesudahnya makanan masih aja ilang, paranormalnya bakal berkelit dengan bilang si empunya rumah PASTI udah melanggar salah satu persyaratan).

Anyway, balik ke si berita si nenek Jepang, pagi ini gue menemukan berita yang lebih menarik lagi di koran Pos Kota. Ini dia beritanya, ada di halaman 1:


Pertama
: "closet" (lemari) berubah jadi "toilet".
Ke dua: "nenek-nenek umur 58 tahun" berubah jadi "cewek".

Di bagian akhir artikel tercantum nama penulisnya, Agus W. Nah, Mas Agus, gue sarankan sampeyan mulai sekarang rada rajin buka kamus kalo lagi nyadur berita ya. Tulisan "closet" di berita ini beda lho, dengan "closet" yang  tertulis di  papan pengumuman WC umum "DILARANG MEMBUANG TISU KE DALAM CLOSET".

Dan, ehm... coba jangan terlalu sering download JAV biar fantasinya nggak mengaburkan akurasi berita :-)

Linkternyata gue adalah sebuah mimpi buruk...Apr 28, '08 10:49 AM
for everyone
Link: http://www.marketing.co.id/Website/DisplayArticle.aspx?id=84

Buat para langganan lama blog ini, mungkin masih inget bahwa di tahun 2005 gue pernah 'membantu' boss gue menuliskan sebuah artikel testimonial untuk sebuah mobil. Jadi ceritanya dia abis dikasih kesempatan test-drive mobil baru, dan sebagai balasannya dia harus nulis kesan-kesannya selama naik mobil itu. Berhubung dia males nulis, maka disuruhlah gue. Berhubung gue tukang kecap, maka jadilah sebuah artikel ngecap, yang kok ya kebetulan dimuat di rubrik advertorial majalah Tempo. Posting yang gue maksud bisa diklik di sini.

Eh nggak taunya artikel itu sekarang dibahas di website marketing.co.id dengan judul yang lumayan serem: "Mimpi Buruk Pemasar Itu Bernama Consumer Generated Media " Whuaaaa...

Penulisnya bernama Tuhu Nugraha. Dia menyoroti posting gue dari sudut pandang para produsen, yang sekarang punya PR lebih banyak untuk mengelola image perusahaan / produknya, karena para konsumennya punya channel pribadi yang bisa diisi sesuka hati bernama blog.

Katanya:

"Untuk pencegahan, seharusnya perusahaan ikut terlibat dalam dunia blog, mailing list dan forum lainnya dimana konsumennya biasa berkumpul. Sehingga apabila ada keluhan, mereka langsung menuju ke perusahaan dibanding bercerita kemana-mana."


Terima kasih buat Mas Tuhu, tapi... bener deh, gue sih nggak ada niat menghujat si mobil itu kok... orang cuma bantuin boss yang males nulis! :-)

Selain di website marketing.co.id, si Mas Tuhu ini juga memposting artikel yang sama di blog pribadinya.


ReviewReviewReviewReviewmajalah "koenjit"Apr 27, '08 11:03 AM
for everyone
Category:Other
Pas lagi mampir di toko M&M Dago, Bandung, gue tertarik liat ada sebuah kaleng krupuk warna kuning ngejreng bertengger di meja kasir. Di bagian depannya ada foto perempuan berlumuran kunyit, dan tulisan "koenjit - perjalanan rasa. Edisi Perdana Mei - Juni 2008 GRATIS!"

"Ini isinya majalah gratis, mbak?"
"Iya," kata si kasir
"Kalo gitu saya boleh ambil ya?"
"Tapi minimum pembelanjaan 100 ribu pak"

Satu lagi ciri khas 'melayu', belum terbiasa dengan promosi via media gratisan jadinya salah kaprah gini: dibuat seolah jadi iming-iming hadiah bagi pembelanjaan nilai tertentu. Praktek yang mirip juga terjadi di sejumlah cafe. Media yang jelas-jelas bertuliskan 'GRATIS' ditulisi 'milik cafe, jangan dibawa pulang' - karena cafe ybs ingin punya nilai 'plus' dengan menyediakan bacaan buat pengunjung, tapi terlalu pelit untuk beli majalah berbayar!

Untunglah gue berhasil menemukan kaleng krupuk kuning lainnya di markas Cititrans waktu mau berangkat pulang ke Jakarta.

Sekilas penampakan, majalah ini tampil cukup mewah untuk sebuah majalah gratisan. Yah minimal nampak jauh lebih meyakinkan ketimbang majalah gratisan lainnya yang isinya copy paste dari internet. Foto covernya keren, sedemikian realistiknya sampe salah seorang temannya Bayu dan Ade yang suka ngintil melulu kemanapun mereka pergi berkomentar, "Makanya kalo naro majalah jangan sembarangan dong, liat nih sampe kotor gini..." Selain itu tulisan logo "koenjit" pake finishing UV segala!

Majalah ini memuat 52 halaman (tidak termasuk 4 halaman cover) dengan ukuran yang lumayan unik karena 'tanggung', 17 x 24 cm. Ada 15 rubrik di dalamnya, sebagian besar konsisten mengulas tentang makanan - kecuali sebuah rubrik berjudul 'bungkus' yang menghabiskan 4 halaman untuk foto orang lagi piknik naik vespa tanpa keterangan apapun. Sungguh sebuah rubrik yang kurang jelas dan kurang penting, untungnya rubrik lainnya nggak demikian.

Ada 'santapan utama' (headline) yang membahas kuliner tradisional sunda, ada 'djadoel' yang ngomongin perbedaan kemasan makanan dulu dan sekarang, ada resep masak cumi, komik, dan yang lebih penting info soal jajanan baru di Bandung. Semua artikelnya dihiasi dengan foto-foto keren, terutama sebuah foto essay di halaman 28-31 tentang proses pembuatan oncom.

Secara umum "koenjit" mengisyaratkan diri sebagai sebuah majalah yang dikelola serius, dan menurut gue pangsa pasarnya gede banget. Salah satu tujuan utama orang jalan2 di Bandung, selain beli baju, adalah nyari tempat makan baru, kan? Makanya harapan gue porsi tentang info tempat jajanan baru ditambah.

Mudah-mudahan majalah ini panjang umur dan banyak peminatnya, dan nggak dititipkan di tempat yang salah kaprah seperti M&M Dago.


Photo AlbumMPID masup tipi... dalam gambar (59 photos)Apr 14, '08 11:16 AM
for everyone

Pagi-pagi, HP udah bunyi dengan nama "MPAripresiden" terpampang di layar.

"Gung... udah berangkat belum?"
"Belum. Kenapa?"
"Buku OGOL gue ketinggalan, jangan lupa bawain ya!"
"OK!"

***

Menjelang waktunya makan siang, gue lagi dikejar-kejar kerjaan dari kanan kiri, mendadak inget rencana shooting buat QTV. Gue telepon Ari sang presiden MP.

"Ri, hari ini... kita jadi shooting ya?"
"TRUS MENURUT LO KENAPA TADI PAGI GUE MINTA BAWAIN BUKU OGOL, HEH?"

Dasar presiden otoriter, ditanya baik-baik jawabnya pake urat seperti baso. Gue langsung meluncur ke Pacific Place, naik sarana transportasi andalan: ojek.

Resto Prefere 72 udah dipenuhi wajah-wajah familiar para MPers. Rupanya gue yang paling terakhir nongol. Padahal tadi sebelum berangkat dari kantor sempet nelepon Bayu untuk ngingetin dateng - kenapa jadi dia duluan yang nyampe sini, ya? Aneh.

Satu per satu MPers yang datang ditanyai apa ciri khas blognya masing-masing, tujuannya untuk memfokuskan isi pertanyaan yang nantinya akan diajukan. Semuanya punya ciri khas, Ari dengan lembaga kepresidenannya, Yenceu dengan content wisata, Bayu dengan kuliner, Vilia dengan fashion, Saranto dengan motornya. Nah gue? Ciri khasnya apaan, ya? Spesialis ngoceh nggak penting?"

"Ya udah diarahin ke pemanfaatan blog sebagai sarana jualan aja deh," kata gue. Lumayan kan, promosi gratis buat kotakkue.com... hehehe...

***

Jam 7-an malem, gue masih di kantor - baru keluar dari ruang meeting, malah - waktu Ida nelepon, "Suami, ini lho ada tamu... cepetan pulang ya..."

Masih ada 3 kerjaan lagi yang harus diberesin, tapi ya sud - jam 8 pulang, selesai tidak selesai kumpulkan.

Di rumah udah menanti Bayu dan Ade, pada mau nonton bareng QTV.

"Beneran udah tayang belum ya, tadi kata mas-mas cameraman, 'dengan catatan kalo sore udah selesai diedit'"

Eh ternyata beneran udah tayang, maka Ida langsung dengan noraknya neleponin seluruh sanak keluarga untuk ikutan nonton QTV.

"Ya ampuuun... URL-nya Ari salah lagi..." perasaan dulu dia juga pernah masup tipi dan url-nya salah. Bayu berlega hati karena baik nama panjang maupun url tertulis secara tepat dan akurat di layar TV. Giliran gue....

"AGUS nugroho"

Bener-bener ajaib... antara "S" dan "NG" kan jauh banget... tapi kenapa dari dulu banyak banget orang yang keliru sebut nama gue jadi AGUS, sih?

Ah ya sudahlah, minimal url-nya betul, dan mudah-mudahan bisa nambah pengunjung yang minat mampir ke Mbot's HQ:-)

LinkKlompencapir - Kelompok Pembicara TANPA BERPIKIRJan 14, '07 9:53 AM
for everyone
Link: http://bertanyaataumati.blogspot.com/2007/01/solusi-buat-pemerintah-ki...

Menurut gue, ada 3 situasi yang mengharuskan seseorang bicara lebih hati-hati dari biasanya.
  1. Situasi duka cita, apalagi bencana
  2. Situasi di mana omongan lo bisa sampe ke kuping (dan mata) orang banyak
  3. Situasi di mana elo adalah pejabat negara


Secara terpisah aja ketiga situasi itu mengharuskan orang untuk lebih berhati-hati, apalagi kalo digabung.

Sayangnya, akhir-akhir ini banyak pejabat yang pernyataannya kaya nggak mampir otak dulu sebelum nyeplos. Isman Suryaman, penulis buku "Bertanya atau Mati" merangkum dan mengomentari beberapa di antaranya dalam posting blognya.

Klik deh link di atas. Mungkin lo juga akan cengar-cengir prihatin membacanya, seperti gue. Thanks Isman, for pointing it out.

Indonesia, oh Indonesia...


Blog Entrymelemaskan otot... enaknya di mana ya?Dec 5, '06 10:47 AM
for everyone

Hari senin kemarin, terdengar sedikit kehebohan di kalangan temen2 kantor gue. Mereka nampak sedang mengerumuni sesuatu sambil cekikikan secara mencurigakan. Gue, tentu aja langsung mendekat.

Ternyata mereka lagi mengerumuni sebuah bulletin nasabah. Buat yang punya rekening tabungan di bank pastinya pernah nerima bulletin seperti ini, yang disisipkan di dalam amplop berisi laporan saldo bulanan. Isinya biasanya nggak jauh dari perkenalan produk-produk baru bank serta tak lupa kata sambutan dari boss bank yang bersangkutan.

Berhubung sebentar lagi musim liburan, maka bulletin nasabah bulan ini nggak lupa memuat artikel berjudul "TIPS AGAR FIT SELAMA BERLIBUR". Isinya ya kurang lebih hal-hal yang mungkin bayi Rafi juga udah tau seperti "jangan jajan sembarangan" atau "jangan mengabaikan jadwal makan" atau "jangan lupa membawa cemilan yang bergizi untuk bekal di jalan". Tapi ada satu poin yang amat sangat menarik perhatian dari tips tersebut yaitu:


(kalo mau baca lebih jelas bisa klik di sini)

"luangkan waktu untuk berolahraga, misalnya sempatkan diri untuk berenang di hotel atau LEMASKAN OTOT-OTOT YANG KAKU DI KAMAR HOTEL ATAU DI KAMAR KECIL."

...
......
...sebentar, sebentar...

Kira-kira aktivitas APAKAH yang secara SPESIFIK dilakukan di KAMAR HOTEL atau KAMAR KECIL yang dapat melemaskan otot??

Repotnya lagi, poin yang ambigu ini juga dapat mengundang spekulasi yang lebih lanjut seperti:
  • Apakah bila kita merasa ada sebagian "OTOT" yang kaku maka kita sebaiknya segera menuju ke kamar hotel atau kamar kecil?
  • Apakah bila kita memasuki kamar hotel atau kamar kecil dengan "OTOT" yang kaku maka setelahnya kita akan menjadi LEMAS?
  • Apakah ada alternatif lain di luar kamar hotel dan kamar kecil yang juga dapat me-LEMAS-kan "OTOT" yang kaku?
  • Apakah dengan demikian kita patut berhati-hati dalam memasuki kamar hotel atau kamar kecil karena setelah keluar dari sana kita dapat menjadi LEMAS?
  • "OTOT" apakah yang bila menjadi kaku hanya dapat di-LEMAS-kan di kamar hotel atau kamar kecil?
  • Apakah proses pe-LEMAS-an otot yang terjadi di kamar hotel atau kamar kecil terjadi secara suka rela atau harus melalui paksaan tertentu?
  • Di manakah kita bisa menemukan hotel tertentu yang menyediakan fasilitas untuk me-LEMAS-kan OTOT kaku di kamar hotel atau minimal kamar kecilnya?
Bener-bener sebuah tip yang kontroversial.

Buat mas / mbak yang kerjanya nulis bulletin nasabah, mbok ya lain kali kalo bikin tips yang tidak terlalu menimbulkan keresahan masyarakat gitu loh.

Blog Entrynasib pembawa acara di "graveyard shift"Aug 18, '06 3:39 PM
for everyone

T
ren terbaru di dunia pertelevisian Indonesia yang serba latah ini adalah: bikin kuis SMS tengah malam. Durasi kuisnya (kalo nggak salah) setengah jam. Cara mainnya, pemirsa di rumah kirim SMS ke nomor yang mereka sebutin. Nanti pengirim SMS yang beruntung akan ditelepon dan diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang terpampang di layar. Pertanyaannya jenis utak-atik kata gitu deh.

Tapi bukan cara mainnya yang mau gue bahas di sini, melainkan nasib pembawa acaranya.

Lo bayangin aja: musti melek jam 2 pagi, bawain acara kuis yang disiarkan langsung, tanpa  tau apakah di luar sana ada yang nonton atau enggak. Kalopun ada yang nonton, kurang jelas apakah mereka akan cukup peduli untuk kirim sms seharga 2000 perak. Hasilnya, gadis malang pembawa acara harus ngoceh nyaris non-stop selama setengah jam dengan bahan obrolan yang makin lama makin garing.

Kutipan dari acara "SMS Iseng" dari TPI, kurang lebih sbb:

"Yak pemirsa... saya beri waktu satu menit untuk mengirimkan SMS sekarang juga! Ingat, satu menit lho ya... wah waktu yang sangat singkat sekali bukan? Yak sambil menunggu sms anda masuk, mungkin anda sekarang bisa membayangkan apa yang bisa Anda lakukan dengan hadiah 10 juta ini. Mungkin anda mau berlibur? Jalan-jalan barangkali? Misalnya... ke... puncak... menikmati udara segar bersama keluarga... Bisa! Bisa dengan hadiah 10 juta ini. Wah... nampaknya waktu satu menit sudah habis, pemirsa. Apakah Anda sudah mengirimkan SMS? Apa, belum? Yak, kalau begitu waktu akan saya tambah menjadi satu setengah menit lagi, mulai dari sekarang. Nah sambil menunggu sms yang masuk, saya hendak mengajak anda membayangkan apa yang bisa dilakukan dengan uang hadiah sebesar 10 juta. Hmmm... mungkin anda bisa jalan-jalan ke bandung? Belanja-belanja di factory outlet? Bisa! Atau mungkin... "

...dst dst.

Tiap malem tuh cewek harus ngomong sendirian di depan kamera, ngoceh hal-hal ga jelas, gue sih khawatirnya keterusan. Keterusan hobi ngomong sendiri, maksudnya.

Tapi seapes-apesnya  cewek pembawa acara "SMS Iseng" masih lebih apes nasib pembawa acara "Kuis BOLAM" dari Lativi. Jobdescnya sama, aturan main sama, cuma untuk "Kuis BOLAM" masih harus ditambah dengan resiko masuk angin akibat harus pake baju minim dan hadiah yang kalah pamor...

Pesan moralnya: jangan kira pekerjaan sebagai pembawa acara tivi itu gampang dan enak.


Blog EntryAda yang terganggu dengan iklan ini ga sih?Jun 18, '06 1:18 PM
for everyone
K
alo elo pemirsa setia SCTV pasti pernah mengalami kejadian sebagai berikut:

Lagi asik-asik nonton acara seru, tegang, penasaran ingin tau kelanjutannya, trus pembawa acaranya bilang "tetaplah bersama kami, kami akan kembali setelah pesan-pesan berikut" lantas di layar kaca muncul wajah Dewi "oops-melorot dua kali" Persik mengiklankan sebuah sinetron.



Gue lupa judul sinetronnya apaan, "Mimpi - something" kalo nggak salah. Memang bukan hal aneh kalo sebuah keberadaan sebuah sinetron diiklankan di acara lain, tapi segi frekuensi, isi dan durasinya itu lhoooo... plis, plis banget deh SCTV, pliiis...

Buat yang belum pernah nonton iklan itu, gue kasih tau aja ya, iklan itu memuat nyaris 1 lagu full yang dibawakan langsung oleh sang Dewi Persik dengan ekspresi merana seperti orang paling sial sedunia, dan gue bisa bilang penghayatan beliau dalam klip tersebut sangat total 100%. Mengapa gue bisa seyakin itu? Karena di sepanjang klip wajah Dewi Persik berlinang INGUS dan AIR MATA... bener-bener banjir-jir oleh kedua substansi tersebut seperti orang habis cuci muka. Hiiiy...!

Jadi bayangin betapa terterornya perasaan para pemirsa SCTV (baca: gue!) saat lagi enak2 makan malam, terus terdengar pembawa acara berkata ceria "...kami akan kembali setelah pesan-pesan berikut..." dan elo memohon dalam hati, "Ya Allah, jangan iklan yang ITU ya Allah... jangan..." tapi toh terdengar juga intro lagu menyayat-nyayat itu dan muncullah...


AAAARGGGGH...!!! TIDAAAK....!!

Atau saat lo lagi gemes menanti-nanti apakah jagoan pujaan lo akan mampu menghadapi penjahat dalam keadaan terluka parah, muncul break iklan dan elo menadahkan tangan memohon perlindungan dari kehadiran iklan sinting ini tapi toh yang muncul lagi-lagi...


#$!!#*+$$=@!!?

Udah mana ni iklan hampir bisa dipastikan muncul di setiap slot iklan, lagi. Artinya, yak... kalo dalam 1 jam acara ada 5 slot iklan, maka elo akan menikmati alunan lagu ini sebanyak 5 (LIMA) kali. Coba deh lo ambil cuti barang sehari, stay di rumah, nonton tivi, dan jangan pindah channel dari SCTV. Gue yakin ba'da Ashar juga lo udah hapal lagu ini. Yakin!

Untunglah, hari gini stasiun tivi bukan cuma SCTV.

So, adakah yang juga terganggu dengan iklan brengsek ini? Atau jangan2 cuma gue seorang?

Blog EntryTurut berduka... atas apanya, Pak?Jun 17, '06 12:54 AM
for everyone

Pada suatu hari di sebuah kantor parpol...

"Kroco.. sini."
"Ya, Bapak Pimpinan."
"Habis ada gempa ini, kroco."
"Betul Bapak Pimpinan."
"Sebagai partai besar di sini, kita harus turut berduka cita."
"Setuju sekali Bapak Pimpinan."
"Kita harus pasang spanduk."
"Pasang spanduk, Bapak Pimpinan."
"Tulisannya, 'turut berduka cita atas bencana gempa'"
"Ehm..."
"Kenapa, kroco? Kurang OK ya?"
"Anu Bapak Pimpinan, menurut hemat saya, kita kan berduka cita karena bencana gempanya menimbulkan korban jiwa, Bapak Pimpinan."
"Iya. Terus kenapa?"
"Jadi kita kan berduka cita kepada korbannya, bukan bencananya. Sebab kalau ada bencana tapi tidak ada korban kan kita tidak perlu bikin spanduk, Bapak Pimpinan. Maaf lho ini Bapak Pimpinan, bukan bermaksud kurang ajar."
"Ya tapi kalau tidak ada korban kan namanya bukan bencana, kroco..."
"Tapi kan yang bikin kita berduka karena korbannya banyak, Bapak Pimpinan."
"Kroco, kamu bikin saya pusing."
"Maaf, Bapak Pimpinan."
"Percuma ngomong sama kamu. Kacung kampret... sini!!"
"Ya, Bapak Pimpinan."
"Kamu dengar tadi saya suruh apa kepada si kroco ini?"
"Dengar sedikit sih pak. Spanduk, bencana, turut berduka, gempa, korban."
"Ya udah sana. Bikin."
"Eee... jadinya kita berduka cita atas apanya nih pak, gempanya atau korbannya?"
"Atas gempanya kek, atas korbannya kek, terserahhh...! Yang penting kita berduka cita! Bikin sana, buruaaan...!! Keburu ada gempa lagi, tauk!"
"Baik pak, baik pak... segera pak!"

Beberapa hari kemudian...
"Bapak Pimpinan, spanduknya sudah saya pasang di depan."
"Ya, kacung kampret, saya sudah lihat."
"Bagaimana pak, betul kan pak?"
"Grrrhhh...." (sambil menarik-narik rambut).

(lokasi: kantor sebuah parpol di Pegangsaan, Jakarta Pusat)

 


Photo AlbumIklan tak berperasaan (3 photos)Mar 19, '06 1:38 PM
for everyone

**warning: disturbing picture**










Oleh-oleh dari tempat praktek dokter kebidanan...

Di klik tersebut dijual sebuah suplemen kesehatan bernama "Melilea". Konon suplemen ini mampu mengeluarkan berbagai jenis racun dari usus. Sebagai buktinya, di iklannya terpampang... yah... kurang lebih hasil pengeluaran racun tersebut. Memang, berhubung yang dikeluarkan adalah racun dari dalam usus, kita nggak bisa berharap bentuknya akan menarik atau warnanya akan imut-imut. Yang gue nggak habis pikir, ketegaan si pembuat iklan untuk menampilkan gambar tersebut pada iklan...

...sumpe deh... geli banget gue liat iklan ini...

Blog EntryBeratnya merintis karir sebagai foto modelJan 15, '06 8:38 AM
for everyone

Disclaimer:
Cerita di bawah ini hanyalah rekaan belaka. Tapi... bukan nggak mungkin ada unsur true-storynya juga sih....

Di sebuah rumah...
”Mamaaaa.... ! Mamaaaaa.....!!!!”
”Ada apa sih Della anakku sayang... kok teriak-teriak...?”
”Mama, akhirnya aku bisa jadi foto model betulan Ma...!”
”Ah, yang bener??”
”Iya Ma...! Barusan aku ditelepon... katanya 2 hari lagi pemotretan!”
”Aduh, senangnya! Akhirnya tercapai juga ya cita2mu.”
”Iya Ma... berkat doa Mama... ”
”...hiks...”
”Lho, mama kok malah jadi sedih..?”
”Nggak nak... mama cuma terharu... kalo inget perjuangan beratmu dulu....”
“Maksud mama... waktu aku difoto yang katanya untuk iklan sabun kecantikan, ternyata keluarnya jadi iklan obat kutu air itu ya...?”
“Iya... juga waktu kamu shooting seminggu untuk iklan batu batere, ternyata munculnya cuma sedetik... disorot dari belakang, lagi."
“Ah mama... sudahlah ma, itu udah berlalu...”
“Terus waktu kamu...”
“Mama. Please deh.”
“Ok. Ok.”
”Pokoknya sekarang aku dapet tawaran pemotretan lagi Ma, doain semuanya lancar ya!”
“Pasti nak, Mama selalu mendoakan yang terbaik... hiks... mama jadi terharu lagi...”

Dua hari kemudian, di rumah yang sama...
“Mamaaa... Della berangkat ya, mau pemotretan...!”
“Iya sayang, coba sini mama liat dulu anak mama yang cantik ini..”
“Tuh, udah cantik kan ma..?”
“Iya, tapi, ya ampuun, make-up kamu kok tipis sekali sih sayang? Nanti kan bisa kelihatan pucat kalo difoto!”
“Ah mama, nanti di sana juga ada tukang make-upnya ma...!”
“Bagus nggak? Ntar takutnya orangnya asal2an. Sini, mama betulin dulu ya make-upnya!”

Satu jam kemudian...
”Udah belum Ma? Ntar Della telat nih...!”
“Bentar.. bentar lagi selesai deh...”

Satu setengah jam kemudian...
“Ma...?”
“Iya iya, udah nih udah...! Sana berangkat, ati2 ya...!”

Malam harinya....
“Gimana pemotretan hari ini sayang?”
“Wah seru ma, ternyata difotonya rame-rame...!”
“Kamu... difoto seluruh badan kan? Bukan cuma difoto jempolnya kayak...”
“...kayak waktu iklan obat kutu air? Enggak kok ma! Fotonya setengah badan!”
"Keliatan jelas nggak?"
"Jelas banget, aku paling depan, di sebelah kiri, pake baju pink. Tadinya sih aku mau ditaro di belakang, tapi aku protes keras, Ma! Untung akhirnya dipindah juga ke depan."
“Ah senangnya....”
“Katanya bulan depan iklannya siap edar, tungguin ya Ma!”
“Emangnya untuk iklan apa sih?”
“Nggak tau, katanya sih iklan billboard untuk layanan masyarakat gitu deh...”
“Wah, hebat deh anak mama...!”

Tiga minggu kemudian, di sebuah arisan ibu-ibu...
“Gimana kabarnya Mbakyu...?”
“Yah gini-gini aja lah Jeng... agak sedikit repot akhir-akhir ini...”
“Repot apa sih Mbakyu, bisnis ya?”
“Ah enggak, cuma... itu lho.. si Della anak saya itu kan sekarang jadi foto model, jadi... yah... gitu deh, agak repot panggil tukang untuk betulin pagar. Takutnya kalo iklannya udah keluar nanti banyak fans yang dateng mau kenalan... yah Jeng kan tau sendiri ya, jaman sekarang kita harus hati-hati... Jadi pagar saya tinggiin dikit, biar privacy nggak terganggu gitu loh.“
“Oh ya? Foto model untuk iklan apa sih Mbakyu?”
“Katanya sih iklan untuk di billboard gitu deh. Minggu depan juga udah keluar. Nanti Jeng liat ya, si Della itu yang difoto paling depan, di sebelah kiri, yang pake baju pink!”

Seminggu kemudian, di sebuah rumah...
“Dellaaa...”
“...ya ma...”
“Gimana nak, iklannya udah keluar?”
“...udah...”
“Loh, kok lesu?”
“nggak papa...”
“Mana, mana? Mama mau liat!!”
“Ah udahlah ma, nggak usah...
“Lho... kenapa??”
“Tuh mama liat aja sendiri, di perempatan deket rumah kita juga ada.”
“Kenapa sih kamu jadi nggak bersemangat gini? Mau mau liat sekarang ah!”

Sekitar setengah jam kemudian....
“....”
“Mama?”
“...kenapa nak...?”
“Udah, liat iklannya?”
“...udah...”
“...gimana menurut mama?”
“Mama mau keluar aja dari arisan ibu-ibu...”
“Lho?”

Seminggu kemudian, di arisan ibu-ibu...
“Eh udah ngumpul semuanya ya? Yuk kita kocok!"
“Belum, masih kurang satu... bu Marto...”
“Oo... dia tadi udah nelepon, hari ini nggak ikut arisan. Nggak enak badan katanya...”
“Alaaa... nggak enak badan apa nggak enak ati... hihihihi....”
“Emang kenapa sih?”
“Loh, belum tau ya? Itu lho, gara2 iklannya Della, anaknya yang dia bangga-banggain udah jadi foto model itu...!”
“Kenapa sih, kenapa sih?”
“Hihihihihihi... aku sih kalo jadi dia, bakalan nggak keluar rumah setahun kali... hihihihi... mana katanya udah renovasi pagar rumah segala...”
“Aduh.. kenapa sih, aku nggak mudeng deh...”
“Mending liat sendiri deh iklannya... tuh ada di perempatan deket sini!”

Sekitar 2 jam kemudian, di sebuah mobil....
“Pak supir... pelan sedikit pak... saya mau lihat iklan yang itu...”
“Baik bu.”

Image hosted by Photobucket.com

“...”
“...”
“..... hmff...hihihihihi.....”
“kenapa bu, kok ketawa sendiri?”
“ah nggak papa... jalan lagi pak... hihihihi....bu Marto, bu Marto... ada2 aja deh ah....”


Blog EntryInnovative (desperate?) Marketing EffortNov 24, '05 3:56 AM
for everyone

Perilaku bank-bank belakangan ini memang mengindikasikan mereka lagi butuh dana. Bunga deposito naik, dari rata-rata 8% per tahun ke 11-12% (walaupun biasanya ini hanya berlaku untuk saldo 100 juta ke atas - di bawah itu masih berkisar di 3-5% per tahun). Makanya reksadana doyong karena rame2 diobral oleh para investor. Bagi mereka, ketimbang mengandalkan return reksadana yang cuma 1% per bulan, dengan resiko loss cukup besar, mendingan naro duit di bank yang lebih karuan kepastiannya.

Berbagai strategi dijalankan para bank untuk menarik duit nasabah. Ada yang nawarin undian berhadiah, bebas administrasi, sampe hadiah langsung. Hadiah langsungnya juga bervariasi, mulai dari boneka sampe perlengkapan rumah tangga.

Tapi baru kali ini, baru sekali-kali ininya gue denger bank menawarkan promosi seperti ini:

(klik pada gambar kalo mau liat lebih jelas)

Image hosted by Photobucket.com

Yup, buka rekening tabungan berhadiah INDOMIE.

Sumpah gue ngakak abis baca iklan ini.

Maksud gue, oke-lah, memang lagi butuh dana, tapi... Indomie? Serius nih?

Mari kita bayangkan peristiwa-peristiwa yang mungkin timbul di kantor bank tersebut:

=$$$=

Seorang pengusaha sukses, pake jas Armani, jam Rolex, kaca mata bingkai emas, dan sepatu Aigner menghampiri Customer Service Bank Mega.

"Mbak, saya mau buka rekening di bank ini, supaya praktis karena lokasinya dekat rumah."
"Oh silakan, Pak..."
"Sekalian saya mau buka juga untuk dua anak saya."
"Baik pak, silakan diisi formulirnya."
...
...
"Hendak masukkan setoran awal berapa, Pak?"
"Taruh di masing-masing rekening 100 juta deh mbak, sekalian buat uang jajan anak-anak."
...
...
"Sudah beres semuanya ya mbak?"
"Sudah Pak, terima kasih telah menggunakan jasa perbankan kami."
"Sama-sama. Selamat siang."
"Tunggu sebentar Pak."
"...Ya?"
"Karena bapak telah membuka 3 rekening dengan setoran awal masing-masing di atas Rp 100 ribu rupiah, maka....TADAAA.... Bapak berhak mendapatkan TIGA KARDUS INDOMIE GORENG persembahan Indofood dan Bank Mega....Kardusnya perlu diikat rafia pak, biar bawanya gampang, gitu?"

=$$$=

Di sebuah rumah...
"Bibiiikkk.... laper bik, bikinin Indomie dong!"
"Maaf, Indomienya habis tuan..."
"Lah, kenapa nggak beli?"
"Di warung juga dari kemarin barangnya kosong tuan..."
"Ck, gimana sih ini. Ya udah, ini 100 ribu, buka rekening gih sana di Bank Mega, jangan lupa lusa rekeningnya ditutup lagi ya!"

=$$$=

Di sebuah pesta reuni...
"Eeeh... apa kabar sekarang? Kerja di mana?"
"Di bank..."
"Bank apa?"
"Euh...bank Mega..."
"Weits, KENYANG DONG... KAN STOK INDOMIE AMAAAN... ! Ada sisa stok nggak, boleh dong nih kita nitip beli barang 5 dus..."

=$$$=

Di kantor bank Mega lagi...
"Sudah selesai ibu, rekening tabungan ibu siap digunakan. Dan ini, hadiah langsung 1 dus Indomie bagi ibu, persembahan Indofood dan Bank Mega..."
"Wah dapet Indomi! Lumayan...Indominya rasa apa ya mbak?"
"Euh... apa ya ini... oo rasa Mi Goreng, Bu..."
"Waah... jangan rasa mi goreng deh mbak, suami saya kurang doyan!"
"Kalo gitu...rasa ayam bawang barangkali bu?"
"Nahhh... itu baru pas....!"
"Silakan ibu..."
"Eh mbak..."
"Ya...?"
"...anak saya doyannya rasa soto mie. Boleh nggak saya ambilnya setengah - setengah, setengah dus rasa ayam bawang, setengah dus rasa soto mie gitu.... eh atau kalo dibikin sepertiga-sepertiga gimana mbak, kasih rasa baso sapinya juga deh, pembantu saya doyannya rasa baso sapi sih...."


Linkblog lucu-jahat yang luar punya >:-)Nov 8, '05 1:12 AM
for everyone
Link: http://gofugyourself.typepad.com/

Gara-gara komentar2 di shoutboxnya whodoyouthinkheare, gue jadi nemu blog yang ini. Beberapa pengunjung yang komentar di shoutbox bilang, whodoyouthink... adalah jiplakan dari blog ini.

Menurut gue sih, konsep fashion police sendiri emang udah bukan barang baru kok. Kalo mau dicari lagi, gue yakin pasti ada lagi blog di luar sana yang sama2 mengusung tema fashion police.


Blog EntryMau tau di mana rumah Spongebob?Oct 2, '05 1:11 PM
for everyone
Oleh-oleh dari Bandung, beberapa minggu yang lalu.
Foto diambil di deket gedung Dapenpos, gedung tempat resepsi kawinan gue.



Jawabannya adalah:
Di Griya Mitra Posindo, Cinunuk Bandung.
Uang muka mulai dari 7 juta-an.

(kalo pemegang hak ciptanya Spongebob liat spanduk ini apa nggak lantas garuk-garuk aspal ya...?)



Blog EntryPertanyaan sulit dari Fear Factor IndonesiaAug 27, '05 9:24 PM
for everyone
Akhirnya... setelah kemunculan jiplakan yang garing ini, fear factor yang asli akan muncul versi Indonesianya. Kali ini hadianya sama dengan yang luar punya, 50 juta (kan kalo dikurs sama dengan 50 rb dollar -- yah, hampir deh... dollarnya kan abis naik).

Tanpa sedikitpun berniat mendaftarkan diri (boro2 makan coro, makan ikan laut aja gue udah enek), gue download-lah formulir pendaftaran dari fearfactor-indonesia.com. Dan gue menemukan satu pertanyaan yang menurut gue susaaaah... banget jawabnya:


Pertanyaan pertama: Jatuh...yah, jamak lah. Banyak orang takut jatuh.
Ikan hiu.... oke lah. Serem kan.
Tikus... wajar juga. Ida aja takut, padahal secara umum dia nggak pernah takut sama apapun.
Serangga terbang.... ini juga bisa gue pahami. Banyak orang takut sama serangga.
Memakan binatang hidup-hidup... Wajar. Yang mati aja belum karuan gue mau makan. Contoh selain ikan laut:  kelelawar goreng... ih...
Terkungkung dalam ruangan... biasanya orang yang punya claustrophobia yang begini. Kalo masuk ruangan sempit jadi panik.

Nah.. pertanyaan yang ke tujuh nih bikin gue bingung... Makhluk malam / terapung-apung... apa coba maksudnya? Apakah takut pada makhluk malam ATAU takut terapung-apung? Lah itu kan 2 hal yang berbeda, masa digabung? Lagian, makhluk malam kan nggak semuanya serem, malah dalam situasi tertentu banyak yang kita nantikan kehadirannya (contohnya tukang sate - saat lagi laper, atau tukang taksi - saat lagi kemalaman di perempatan coca-cola / tempat2 rawan penodongan lainnya). Atau... takut sama makhluk malam YANG terapung-apung? Terapung-apung di mana, di kali? Di laut? Di kolam? Di gelas minuman? Atau... takut ketemu makhluk malam saat kita LAGI terapung-apung?

Susah banget pertanyaannya. Untung gue nggak berniat ikutan, kalo iya pasti udah failed sejak ngisi formulir.



Blog EntryAda apa sih emangnya dengan ada apa..?! Aug 20, '05 12:24 PM
for everyone
Sejak Mira Lesmana bikin film "Ada Apa Dengan Cinta?", kayaknya semua orang jadi pada keranjingan pake kata2 "Ada Apa Dengan..."
Gue search di google dan nemu segambreng posting blog yang berjudul "Ada Apa Dengan..." Lucunya, kebanyakan Malaysia punya. Di antaranya:
Ada Apa Dengan Shinshin
Ada Apa Dengan Ambalat
Ada Apa Dengan Lalang
Ada Apa Dengan Dsx
Ada Apa Dengan Internal Forum

Tentunya nggak ketinggalan group Peter Pan dengan lagu "Ada Apa Denganmu" (yang saking ngetopnya bikin gue enek setengah mati karena tiap kali masuk toko, masuk restoran, masuk taksi, denger tukang ngamen, yang terdengar dia lagiii... dia lagi).

Entah kenapa orang-orang pada doyan banget sama kata2 itu. Mungkin karena sekilas terkesan 'nakal' atau 'bernas' atau 'trendy' karena memlesetkan judul film yang lagi ngetop (yang mana udah nggak ngetop2 amat juga sih, wong rilisnya taun 2002 gitu loh - sinetronnya nggak usah diitung). Belum termasuk sejumlah artikel dan berita di koran2 dan majalah.

Yang terbaru, di deket kantor gue terpampang sebuah spanduk mengiklankan sebuah training dengan judul:


"ada apa dengan GUDANG"
Oh no... not again...

Posting blog lain yang juga bete dengan wabah "Ada apa dengan..." bisa diklik di sini.


Blog EntryAda yang tau maksud iklan ini?Aug 10, '05 4:10 PM
for everyone
Ada satu iklan yang bikin gue selalu terganggu:



Gue nggak mudeng sama sekali, apa sih pesan yang ingin dicoba disampaikan oleh iklan ini? Kenapa iklan pajak harus menampilkan pria gendut berjas yang nelepon pake henforn nokia communicator model jebot? Apa sih artinya?
...apakah orang2 gendut sebaiknya bayar pajak, terutama bila sudah punya henfon?
...atau para pengguna henfon sebaiknya segera membayar pajak sebelum keburu gendut?
...atau 'bayarlah pajak, maka anda akan bisa menelepon dengan
ceria dan penuh rasa percaya diri
'?
...atau pesan kepada para wajib pajak agar "saat membayar pajak, janganlah belaga kere dan gembel, tetaplah tampil necis berjas dan jangan lupa menenteng henfon'?
...atau "pembayaran pajak dapat menaikkan berat badan Anda"?
...atau ini menggambarkan petugas pajak yang sedang ceria
saat dijanjikan 'uang rokok' sama wajib pajak yang ketauan nilep?
(huhuhuhu... politis jek!)
...atau, menggambarkan para wajib pajak yang rela punya henfon nokia communicator model jebot, sementara sekarang kan udah keluar model yang lebih canggih,
asalkan pembayaran pajaknya tetap lancar?
...atau menggambarkan masyarakat yang sedemikian sadar dan peduli pajak sehingga tiap kali dapet duit langsung buru2 nelepon kantor pajak supaya bisa segera dipajaki?
...atau menggambarkan pelayanan pajak jaman sekarang yang sedemikian ramah dan memuaskan sehingga para wajib pajak jadi sumringah saat ditagih?
...atau emang nggak ada maksudnya, cuma kebetulan si model masih terhitung keponakan sepupu jauh dari ipar salah satu pejabat pajak, kebetulan lagi luntang-lantung nggak ada kerjaan dan mau dibayar murah untuk jadi model iklan?

i'm clueless.

(posting nggak penting saat lagi insomnia sementara jam udah menunjukkan pukul 3.14)

Photo AlbumBocoran iklan Counterpain terbaru (6 photos)Aug 1, '05 7:54 AM
for everyone

Foto-foto ini diambil udah agak lama sebenernya, tanggal 16 Juli 2005. Tapi berhubung gue kehabisan quota upload image, baru sekarang bisa gue pasang.
Ceritanya, hari itu gue dan Ida lagi jalan-2 ke Megaria dan nemu kerumunan orang yang kayaknya lagi shooting. Setelah dideketin, ternyata mereka lagi shooting iklan counterpain baru. Ceritanya, si cowok berbaju garis2 biru itu lagi dorong mobil mogok, tapi pinggangnya digondeli sama makhluk tali yang melambangkan otot terpilin - ciri khasnya counterpain. Setelah si cowok baju biru mengeluarkan counterpain, makhluk tsb mental.

Penasaran gue kepingin lihat kayak apa hasil akhirnya nanti.

Pages:12

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.