Agung's posts with tag: kuliner

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kuliner
Linkkotakkue.com di RCTIJul 26, '08 7:14 AM
for everyone
Link: http://triayusa.multiply.com/photos/album/11/kotakkue.com_di_RCTI

Satu lagi stasiun tv swasta berkunjung ke dapurnya kotakkue.com:RCTI. Sayangnya gue lagi di luar kota, untung adaTria yang bantu mendokumentasikan proses shooting. Klik link di atas untuk ngeliat foto-fotonya, dan klik journalnya Ida yang ini untuk baca ceritanya.


Photo Albumkotakkue.com masuk rumah kue ku! (57 photos)Jul 26, '08 5:56 AM
for everyone

Mira, salah satu pelanggan setia kotakkue.com pernah berkeluh kesah, "kadang gue ingin makan cake-nya kotakkue.com, tapi masa cuma makan sepotong harus beli cake utuh? Ayo dong usahain biar cake kotakkue.com bisa dibeli per slice aja..."

Nah, Mira, sekarang harapan lo menjadi kenyataan. Berawal dari rencana mbak Ani, kakaknya kakak ipar gue (yaitu kakaknya suaminya kakak gue) untuk buka sebuah toko kue. Karena repot kalo harus membuat seluruh dagangannya sendiri, maka dia mencari rekanan pemasok kue. Langsung aja Ida menawarkan diri, dan tercapailah sebuah kesepakatan kerja sama. Dan kebetulan banget, nama toko kuenya adalah...."RUMAH KUE-KU"! Hehehehe... tanpa janjian terlebih dulu, namanya bisa nyambung gitu.

Hari ini adalah hari pembukaan toko kue "Rumah Kue-Ku", dan inilah foto-foto suasana pembukaannya. Untuk sementara produk kotakkue.com yang bisa dibeli di sini adalah produk cake.

Buat yang mau mampir ke Rumah Kue-Ku, letaknya ada di mal Pluit Junction, lantai 2. Deket banget dengan lift dan eskalator, jadi pasti ketemu deh!

cerita ida bisa diklik di sini

ReviewReviewReviewReviewReviewstonegrill diningJul 20, '08 12:53 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Steak
Location:kantor taman, mega kuningan
Tempat ini sering banget gue lewatin, karena lokasinya nggak jauh dari kantor di kuningan. Tapi justru karena tempatnya deket kantor, niatan untuk nyoba malah batal melulu karena menu makan siang lebih didominasi oleh nasi padang ketimbang steak.

Malam ini, istri rewel minta dijajanin "bakar-bakaran" - tentunya yang dia maksud bukan jagung. Maka gue buka-buka website andalan untuk nyari referensi makananan, makanmulu.com (pernah gue link di sini). Di situ gue ngubek di section 'steakhouse' dan menemukan review 2 orang pengunjung tempat ini. Kebetulan dua-duanya ngasih nilai yang bagus, dan disertai dengan deskripsi yang lumayan detil pulak, maka meluncurlah gue, isri, plus bonus sigit ke sana.

Walaupun papannya terpampang jelas di pinggir jalan, ternyata resto ini posisinya rada nyelip di bagian belakang kantor taman. Tempatnya nggak terlalu besar, cuma ada sekitar 50 kursi. Interior ruangan didominasi warna hitam dan merah sesuai logonya. Pilihan musiknya berada pada volume dan jenis musik yang pas dan nggak annoying.

Yang 'unik' dari tempat ini adalah; steak disajikan mentah ke hadapan pengunjung. Untuk memasaknya, piringnya dilengkapi dengan sebuah batu panas berbentuk segi empat. "Panas batunya bisa bertahan sampai sekitar setengah jam," kata waiternya menjawab pertanyaan Ida yang kuatir steaknya kurang mateng. Secara umum, pelayanan para waiternya baik dan informatif, nggak segan menjawab pertanyaan tamu yang masih gaptek belum pernah makan di sini.

Menu yang kami coba: Black Angus Tenderloin (gue), Black Angus Rib-Eye (sigit), dan Mixed Grill (Ida). Nggak pinter masak steak? Jangan kuatir, waiternya dengan sigap membantu memberikan tips cara memotong dan membolak-balik daging biar matengnya merata. Nggak usah kuatir ketemu daging alot juga, karena kualitas daging yang tersaji di resto ini rata-rata tergolong tinggi. Mungkin sapinya diajak ngomong baik-baik sebelum disembelih, jadi nggak banyak berontak, gitu loh.

Selain steaknya gue juga nyoba mushroom soup. Buat para penggemar jamur-jamuran, pasti akan suka dengan soup ini karena rasanya yang 'jamur banget', kayaknya dibikin dari jamur yang diblender deh. Makanya warnanya item kaya rawon.

Sebagai penutup, kami memilih hidangan sehat: buah potong. Kata Ida, bahkan buahnya pun enak. Kayaknya mas-mas di bagian pembelian bahan bener-bener jago milih bahan-bahan terbaik.

Singkat kata, 5 bintang untuk tempat ini. Damage cost sekitar 200-300k per pax rasanya sepadan dengan kualitas makanan yang disajikan. Kalo berkunjung ke sini di saat weekend, atmosfirnya juga cocok untuk 'main bisik-bisikan' :-))

Foto-foto lengkapnya bisa diklik di album yang ini.


Photo Albumstonegrill dining in pictures (9 photos)Jul 20, '08 11:44 AM
for everyone

foto-foto kunjungan ke stonegrill dining, mega kuningan. Review lengkapnya bisa diklik di sini.

Photo Albumwelcome linabobo! (11 photos)Jun 29, '08 12:17 PM
for everyone

Waktu baru mulai ngeMPi tahun 2004 dulu, linabobo (gue bahkan nggak tau nama lengkapnya, hehehehe...) adalah salah satu contact pertama gue. Dulu ID-nya adalah 'linabobo', tapi sekarang udah ganti jadi mytresno. Setelah hampir 4 tahun kenal sama blogger asal Singapura ini, baru hari inilah gue bisa ketemu langsung sama ybs. Dia dan suaminya lagi ada di Jakarta sampe minggu depan, dan kebetulan nginepnya di apartemen Menteng Prada - nggak terlalu jauh dari rumah gue.

Awalnya dia ngundang gue, Ida, Adella, dan Carlo ketemuan di Bakoel Koffie Cikini jam 3 sore. Tapi ternyata sampe jam 4 sore Lina masih nyangkut di... PRJ! Karena jam segitu gue udah janjian sama salah satu 'broker*' untuk ngeliat rumah dijual, maka terpaksa gue tinggal dulu - balik pulang ke Tebet.

Nggak lama menjelang cabut dari Bakoel Koffie, ujug2 HP bunyi- ternyata Ibu Presiden MP Indonesia sedang terdampar di TIM, dan lagi berniat mau mampir ke rumah kami! Tentunya merupakan sebuah peristiwa langka dan kehormatan yang sangat luar biasa bagi kami, akan disambangi oleh YM Ibu Presiden. Langsung aja beliau gue angkut sekalian, sementara Carlo pisah jalan karena harus menjalankan tugas mulia mengantarkan calon mertua.

Abis maghrib, Lina ngasih tau bahwa dia udah balik ke apartemen. Maka gue dan rombongan berangkat balik ke Cikini - kali ini plus bayi Rafi. Akhirnya... ketemu juga sama teman baru stok lama yang udah kenal selama 4 tahun! Kalo diliat-liat, ternyata Lina ini mirip sama seseorang lho! Coba liat di foto, mirip kan?

Berhubung Lina ingin coba makanan Indonesia, maka langsung gue rekomendasikan untuk meluncur ke Bumbu Desa Cikini. "Wow... this is so cool!" katanya, ngeliat aneka makanan yang disajikan di sana. Kayaknya dia cocok tuh dengan selera makanan Indonesia.

Kami membubarkan diri sekitar jam 9 malam. Besok Lina udah punya agenda untuk ketemu beberapa MPers lainnyajuga.Selamat datang Lina, semoga betah di Jakarta, ya!

*tepatnya seorang tukang nasi goreng yang gue titipi pesan untuk cari info rumah dijual di bilangan Tebet dan sekitarnya.

ReviewReviewReviewReviewSate Domba AfrikaMay 18, '08 1:13 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: BBQ / Ribs
Location:Jl. Gajah Mada, seberang Holland Bakery
Berawal dari mampirnya Mumu si sepupu istri ke rumah kami hari Sabtu kemarin, timbullah ide untuk nyobain jajanan kaki lima yang satu ini.

Berhubung ancer-ancernya cukup jelas, yaitu tepat di seberang Holland Bakery Hayam Wuruk, maka nggak sulit untuk menemukan lokasinya. Apalagi memang cuma dia doang yang jualan makanan setelah beberapa ratus meter sebelumnya didominasi oleh kios-kios penjual Viagra, Cialis... Hmmm... ada penjual obat kuat, ada penjual sate domba juga...apakah ada pesan tersembunyi di sekitar daerah ini ya?

Anyway... kalo mau makan di sini, jangan bayangin sate sebagai potongan daging panggang yang ditusuk lidi. Di sini sate disajikan sebagai potongan daging lepasan yang dipanggang di atas arang, lantas setelah mateng dikocok-kocok dalam panci berisi potongan bawang bombay. Hasilnya adalah aroma daging domba yang khas dan empuk banget!

Kalo mau ngikutin tata cara makan yang mereka sarankan sih, daging dombanya dimakan dengan PISANG GORENG. Berhubung gue anti dengan segala jenis pisang olahan (baca di sini untuk daftar lengkap makanan yang nggak gue doyan, hahahah..) maka gue memilih untuk pesan nasi putih aja.

Di sela acara makan gue motret-motret suasana warung yang dikomentari oleh ibu-ibu pemilik yang duduk di meja kasir, "wah mau dimuat di majalah ya pak?"
"bukan, di internet," kata gue. Ibu itu ketawa, mungkin nggak kebayang warungnya bisa beneran masuk internet.
"Bu, ini dombanya betulan impor dari afrika?" tanya gue
"Bukan... cara masaknya aja kok yang ala afrika..."

Oh, OK deh. Buat para penggemar kambing dan domba, gue rekomendasikan untuk mampir ke sini. Juga buat yang selama ini takut nyoba daging domba / kambing karena males dengan aromanya yang menyengat, boleh juga nyoba makan di sini. Gue yakin nggak akan terlalu terganggu dengan aromanya.

Kecuali kalo kalian benci aroma bawang bombay.



=klik pada gambar untuk ngeliat versi gedenya=


ReviewReviewReviewReviewmajalah "koenjit"Apr 27, '08 11:03 AM
for everyone
Category:Other
Pas lagi mampir di toko M&M Dago, Bandung, gue tertarik liat ada sebuah kaleng krupuk warna kuning ngejreng bertengger di meja kasir. Di bagian depannya ada foto perempuan berlumuran kunyit, dan tulisan "koenjit - perjalanan rasa. Edisi Perdana Mei - Juni 2008 GRATIS!"

"Ini isinya majalah gratis, mbak?"
"Iya," kata si kasir
"Kalo gitu saya boleh ambil ya?"
"Tapi minimum pembelanjaan 100 ribu pak"

Satu lagi ciri khas 'melayu', belum terbiasa dengan promosi via media gratisan jadinya salah kaprah gini: dibuat seolah jadi iming-iming hadiah bagi pembelanjaan nilai tertentu. Praktek yang mirip juga terjadi di sejumlah cafe. Media yang jelas-jelas bertuliskan 'GRATIS' ditulisi 'milik cafe, jangan dibawa pulang' - karena cafe ybs ingin punya nilai 'plus' dengan menyediakan bacaan buat pengunjung, tapi terlalu pelit untuk beli majalah berbayar!

Untunglah gue berhasil menemukan kaleng krupuk kuning lainnya di markas Cititrans waktu mau berangkat pulang ke Jakarta.

Sekilas penampakan, majalah ini tampil cukup mewah untuk sebuah majalah gratisan. Yah minimal nampak jauh lebih meyakinkan ketimbang majalah gratisan lainnya yang isinya copy paste dari internet. Foto covernya keren, sedemikian realistiknya sampe salah seorang temannya Bayu dan Ade yang suka ngintil melulu kemanapun mereka pergi berkomentar, "Makanya kalo naro majalah jangan sembarangan dong, liat nih sampe kotor gini..." Selain itu tulisan logo "koenjit" pake finishing UV segala!

Majalah ini memuat 52 halaman (tidak termasuk 4 halaman cover) dengan ukuran yang lumayan unik karena 'tanggung', 17 x 24 cm. Ada 15 rubrik di dalamnya, sebagian besar konsisten mengulas tentang makanan - kecuali sebuah rubrik berjudul 'bungkus' yang menghabiskan 4 halaman untuk foto orang lagi piknik naik vespa tanpa keterangan apapun. Sungguh sebuah rubrik yang kurang jelas dan kurang penting, untungnya rubrik lainnya nggak demikian.

Ada 'santapan utama' (headline) yang membahas kuliner tradisional sunda, ada 'djadoel' yang ngomongin perbedaan kemasan makanan dulu dan sekarang, ada resep masak cumi, komik, dan yang lebih penting info soal jajanan baru di Bandung. Semua artikelnya dihiasi dengan foto-foto keren, terutama sebuah foto essay di halaman 28-31 tentang proses pembuatan oncom.

Secara umum "koenjit" mengisyaratkan diri sebagai sebuah majalah yang dikelola serius, dan menurut gue pangsa pasarnya gede banget. Salah satu tujuan utama orang jalan2 di Bandung, selain beli baju, adalah nyari tempat makan baru, kan? Makanya harapan gue porsi tentang info tempat jajanan baru ditambah.

Mudah-mudahan majalah ini panjang umur dan banyak peminatnya, dan nggak dititipkan di tempat yang salah kaprah seperti M&M Dago.


ReviewReviewReviewReviewBandung SukiDec 23, '07 12:35 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jl. Braga, Bandung
"JANGAN PERNAH MENILAI RESTORAN DARI TAMPAK LUARNYA"

Demikianlah pelajaran berharga yang gue petik dari hasil kunjungan ke resto Bandung Suki, di jalan Braga, Bandung.

Berlokasi tepat di seberang Braga City Walk, restoran ini nampak sangat kurang meyakinkan. Udah namanya terdengar janggal (rasanya kata "Bandung" sangat nggak nyambung dijejerkan dengan "Suki"), tampilan luarnya juga suram dan kurang menarik. Ditambah lagi ada spanduk besar yang menawarkan diskon 50% untuk dim-sum di jam makan siang.

"Wah, ini pasti restoran "desperado" dalam upayanya menarik pengunjung," pikir gue.

Tertarik dengan iming2 dimsum harga diskon, gue dan ida iseng2 mampir dan.. suprise... ternyata restoran ini besar dan rame banget! Bangunannya memanjang ke belakang, mungkin tembus ke jalan Naripan (hiperbola dikit). Hampir semua kursi terisi pengunjung, dan berhubung makanannya tergolong 'cemilan' yang bisa dibereskan dalam tempo singkat, rotasi pengunjungnya tinggi banget.



Soal rasa juga terbilang enak. Walaupun xiao long bao alias dimsum kleponnya masih kalah enak dari Din Tai Fung, tapi secara keseluruhan rasanya cukup meyakinkan.

Harga per porsi dimsum di sini berkisar 15 ribu-an SEBELUM DISKON 50%. Jadi, kunjungan kami kemarin hanya menelan ongkos di bawah 50 ribu saja - udah termasuk minum.

Makanan enak biasanya nggak murah, makanan murah biasanya nggak enak, maka kalo ada makanan enak yang murah, layak dapet bintang 4...


LinkKotakkue.com - rumahnya risol kriboDec 13, '07 10:52 AM
for everyone
Link: http://www.kotakkue.com

Setelah nyaris seminggu penuh berkutat dengan bahasa ajaib bernama PHP, Alhamdulillah.... akhirnya kelar juga nih website.

Sebenernya ini website ke dua yang pernah gue buat dengan PHP, setelah website Planet Holiday yang pernah gue posting di sini. Biasanya sih kalo udah ada pengalaman maka pekerjaan berikutnya akan lebih gampang ya... kenyataannya bikin website ke dua ini kayaknya sama bingungnya dengan yang pertama - mengingat pada dasarnya gue buta sama sekali soal PHP dan sangat menggantungkan nasib pada Joomla... Memang beberapa kesalahan bodoh yang dulu gue lakukan pada percobaan pertama nggak terulang lagi, tapi ternyata sekarang gue membuat beberapa kesalahan bodoh yang baru.... hehehe...

Ide untuk bikin website ini muncul setelah Ida makin serius menggarap bisnis kuenya, dan semakin banyak orang yang mengandalkan informasi dari MP-nya, http://ida22.multiply.com. Lama-lama Ida senewen sendiri mengingat isi MP-nya itu nggak seluruhnya membahas bisnis per-kue-an: segala ada posting tentang kopdar, ulah bayi rafi, ulah suami... ntar pengunjung yang niatnya mau browsing produk kue malah bingung.

Makanya Ida minta dibuatin website khusus untuk tempat dia nulis berbagai hal menyangkut bisnis kue, mulai dari daftar produk yang dijual, tips n trik memasak, sampe tips bisnis makanan. Semoga bermanfaat buat semua orang yang tertarik berbisnis makanan.

Jadi... ayo buruan klik http://www.kotakkue.com - dan jangan lupa isi polling di sebelah kiri tentang kecepatan loadingnya ya! Gue kepingin tau apakah website baru ini cukup nyaman untuk dijelajahi pengunjung.


Blog Entryhidangan jorok di hotel berbintang 5Nov 20, '07 10:29 AM
for everyone
Selama bulan Oktober - November, ada 5 orang di divisi gue yang ulang tahun. Berhubung kelimanya udah masuk golongan 'boss', maka todongan traktiran berada di level yang lebih tinggi dari sekedar sate atau mi ayam seputar kantor. Maka hari ini, kami sedivisi beramai-ramai ditraktir di restoran buffet sebuah hotel bintang lima di bilangan Mega Kuningan, dengan kelima orang tersebut sebagai penyandang dana patungan.

Di sana, terjadi percakapan semi fiktif yang kurang lebih berbunyi sebagai berikut:

"Ih... ih... ih... liat deh nama makanan yang itu!"
"Ya ampun... joroknya..."
"Katanya hotel bintang lima, kok makanannya jorok gini sih..."
"Tega banget orang disuruh makan gituan."
"Butuh berapa orang ya, untuk bikin sepanci gede gitu...."
"Pantesan rasanya asin-asin gimanaaa.... gitu."
"Hiy... geli' gue ngebayanginnya, eneg tauu..."

"Pada ngomongin apaan sih?"
"Itu lho, liat deh, masa makanan yang itu namanya...


"ITU BACANYA KON-JI, DODOOOL... Artinya 'bubur'!"
"Lha iya, bubur conge, kan?"
"Hus, bukan. Liat dong, 'e'-nya ada dua. Jadi bacanya harus dipanjangin, kaya manggil dari kejauhan, gitu. Bubur Congeeeeeeee....."
"huhuhuhuhu..."
"hihihihihihihi..."

"...dasar rombongan manusia katro."

ReviewReviewReviewReviewes campur resto Pertemuan (d/h Rendezvous)Nov 18, '07 11:25 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Johar, Menteng (dekat Stasiun Gondangdia)

Restoran ini dulunya bernama "Rendezvous", tapi gara-gara ada menteri atau siapalah itu di pertengahan dekade 90-an yang 'menghimbau' (baca: memaksa) agar nama-nama usaha yang berbahasa asing di-Indonesiakan, maka beralihlah namanya menjadi Restoran "Pertemuan".

Dulunya dia berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto, bertetangga dengan bioskop Menteng. Waktu bioskop Menteng digusur, dia pindah ke lokasi barunya di bilangan Johar, dekat Stasiun Gondangdia sampai sekarang. Kalo mau ngebayangin lokasinya dulu, kurang lebih dia berada di lokasi Starbuck sekarang.

Sebenernya yang terkenal dari resto ini adalah somaynya. Tapi berhubung di menunya terpampang masakan 'cap cay babi' dan 'kodok cah', maka gue memilih untuk cukup menikmati aneka es campurnya aja - yang juga istimewa.

Ada 3 jenis es campur di resto ini: es shanghai, es teler dan es sekoteng. Semuanya dibandrol dengan harga yang sama yaitu 10 ribu rupiah (harga th 2007). Yang paling istimewa dari ketiganya menurut gue adalah es sekotengnya, karena ada sedikit aroma kayu manis yang bikin rasanya unik. Porsinya juga pas, nggak terlalu gede.

Tempat ini juga cocok buat yang mau bernostalgia dengan suasana restoran di periode 80-an, karena setting ruangannya boleh dibilang sama persis dengan keadaannya di tahun segitu. Kalo kapan-kapan mampir ke sana, perhatikan kaca pembatas tempat pembuatan es campur yang bertuliskan aneka menu makanan dan minuman: kaca itu adalah kaca asli dari lokasi lamanya di HOS Cokroaminoto.




ReviewReviewReviewReviewUrban KitchenOct 18, '07 6:30 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Eclectic
Location:Senayan City
Urban Kitchen pada dasarnya adalah sebuah foodcourt: sebuah tempat dengan aneka vendor jualan makanan barengan. Yang istimewa dari tempat ini adalah sistem pemesanannya.

Mungkin buat yang sering makan di foodcourt pernah mengalami problem ini: makanan udah dipesan, trus pramusajinya nggak dateng-dateng karena nyasar nggak bisa menemukan posisi kita. Nah, di Urban Kitchen ini, kejadian serupa bisa diminimalkan. Caranya: setiap kali pesan makanan, kita dikasih struk putih. Nah, setelah berhasil dapet tempat duduk, kita serahin bon putih ini ke salah satu pramusaji yang lewat. Dia nanti yang akan mengambilkan makanan dari outlet, dan mengantarkannya ke meja kita. Kalo gue perhatiin, kayaknya para pramusaji udah dibagi 'wilayah operasi'-nya. Dengan demikian mereka mudah mengingat di mana lokasi duduk para tamu.

Sistem yang sederhana ini sukses mengantarkan makanan ke meja gue tanpa salah, walaupun waktu itu kondisinya lagi rame banget - nyaris chaos. Hmmm... kenapa pengelola foodcourt lainnya nggak kepikiran menerapkan sistem serupa ya?

Soal harga makanan di sini, yah... berhubung lokasinya aja di Senayan City, tentunya tergolong 'premium' dibanding foodcourt pada umumnya. Tapi bagusnya dengan sistem pembayaran yang terpusat di pintu keluar, Urban Kitchen menerima pembayaran dengan kartu kredit.


Marketplace ItemFor Sale: Risol Kribo goes to Bandung!Aug 12, '07 3:35 PM
for everyone
Category:   Other/General
Price:   IDR 3.000

Dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan RI (halah), dari tanggal 17 Agustus sampai 19 Agustus 2007 Ida akan berada di Bandung. Jadi, buat penduduk Bandung yang penasaran ingin ngicipin Risol Kribo, silakan langsung kontak Ida di 0815-7114356 ya!


Click a thumbnail to enlarge:
 


Link: http://www.makanmulu.com

Ini website yang CUCOK banget buat orang2 yang doyan jajan (makanan dan minuman) di wilayah Jakarta. Feature favorit gue adalah: pengunjung bisa ngasih penilaian masing2 untuk tempat jajan yang diulas di sana, jadi kita bisa membandingkan penilaian kita dengan penilaian pengunjung lainnya. Gue dapet info ini dari salah satu pengunjung shoutbox gue :-)

Pesan sponsor: kalo mampir ke sana, jangan lupa liat daftar 'top reviewer' ya... ehm... mungkin kalian akan menemukan nama yang cukup familiar, gitu. :-))) ehm.


Category:   Other/General
Price:   IDR 4000

Di awal tahun 70-an, Ibu gue memulai kerja sama dengan seorang pengusaha catering bernama Ibu Supit, pemilik supit Catering yang bermarkas di Jl. Duren Tiga jakarta Selatan. Bentuk kerja samanya adalah; ibu gue memasok kue-kue kecil sebagai pelengkap hidangan utama yang dijual oleh catering tersebut.

Waktu itu Ibu Supit menyarankan kepada ibu gue agar berkreasi membuat sebuah kue yang 'lain dari yang lain' dan kalo bisa rasanya yang mengarah ke asin / gurih - karena koleksi cemilan yang manis udah cukup banyak.

Ibu gue kemudian mencoba mengutak-atik resep lumpur manis (isi kelapa muda / kopyor) yang biasa dibuatnya menjadi sajian baru: Lumpur Asin isi daging kornet sapi dengan topping jamur dan keju.

Sebagai bagian dari perjanjian kerja sama dengan Supit Catering, Lumpur asin ini dimasukkan ke dalam jajaran menu eksklusif mereka. Jadi mereka mengurus pemasaran dan distribusinya, sementara ibu gue tinggal membuat kuenya di rumah - para petugas dari Supit Catering yang akan menjemput dan mengantarkannya ke tangan konsumen.

Kerja sama ini berjalan bertahun-tahun hingga pada pertengah tahun 80-an Supit Catering berhasil mendapatkan kontrak untuk menyedakan cemilan buat acara coffee morning di Istana Negara! Berhubung yang akan makan cemilan tersebut adalah 'orang nomor satu' di negeri ini, maka rumah gue sempet didatangi tim kedokteran istana untuk dicek apakah proses pembuatan kuenya memenuhi standar kesehatan atau enggak.

Alhamdulillah, order kue lumpur berjalan bertahun-tahun dengan lancar tanpa ada insiden konsumen sakit perut dan pendapatannya berhasil membiayai gue dan kakak2 gue lulus sekolah.

Di pertengahan era 90-an, atas desakan anak-anaknya, ibu menghentikan kerja sama dengan Supit Catering. Sudah waktunya ibu beristirahat menikmati masa tua, toh kami juga udah bisa mandiri. Waktu itu lumayan repot juga menjawab sejumlah besar konsumen yang kehilangan cemilan kesayangannya, tapi keputusan ibu untuk pensiun sudah bulat.

Sekarang, Ibu telah menurunkan resep rahasia Lumpur Asin kepada Ida, dan... horeee... si cemilan istana telah kembali!

Buat yang berminat pesan, silakan kontak langsung ke Ida di 08157114356. Untuk pesanan minimal 100 pcs, GRATIS ongkos kirim untuk ke seluruh wilayah Jakarta.


Click a thumbnail to enlarge:
 


Senangnya punya istri yang hobi masak adalah bisa makan yang enak-enak. Susahnya adalah... mau nggak mau harus terlibat dalam aneka aktivitas terkait masak-memasak yang umumnya relatif kurang menarik bagi para suami.

Yang terbaru adalah...

"Suamiii.. kita ke toko Titan yuk!"
"Apaan lagi tuh?"
"Toko bahan dan peralatan masak-memasak, di Fatmawati."
"Hmm... jauh ya. Emang apa hebatnya sih si toko Titan ini?"
"Dia punya bahan-bahan makanan yang jarang dijual di toko lain. Trus beberapa bahan yang biasanya dijual dalam satuan besar, di sini bisa diketeng. Misalnya... [istri menyebutkan beberapa jenis krim dan mentega bernama ajaib]."
"Oh... hebat sekali ya."
"Trus ada lagi!"
"Apa?"
"Dia bikin blog contest! Jadi buat orang-orang yang pernah berkunjung ke sana, boleh bikin posting tentang pengalamannya belanja di toko Titan, trus nanti dinilai. Yang menang dapet hadiah sejuta lho!"

Kata-kata 'sejuta' terdengar menyenangkan, maka hari ini gue sebagai suami yang baik dan benar pergi mengantar istri ke toko Titan. Di jalan, istri nggak henti-hentinya terus menumbuhkan antusiasme suaminya dalam menikmati acara kunjungan ke toko bahan kue.
"Katanya, di sana ada cafe kecil buat para suami yang nungguin istrinya belanja. Di cafe itu suami-suaminya bisa duduk-duduk, beli minuman... lucu ya?"
Sebenernya sih gue akan lebih setuju kalo di cafe tempat nunggu itu ada warnetnya. "Bagus sekali. Mungkin bisa jadi ajang berbagi rasa dengan topik 'deritaku menunggu istri belanja bahan kue'"

Berdasarkan ancer-ancer yang diterima istri dari temannya sesama anggota NCC, kalo dari arah Panglima Polim toko Titan ini ada di sebelah kanan jalan, setelah belokan menuju Pondok Indah. Katanya sih reklame tokonya akan terlihat jelas dari jalan, tapi ternyata kalo dari arah Panglima Polim reklame itu nyaris tertutup seluruhnya oleh reklame toko lain. Jadi, buat yang mau ke sana, patokan yang lebih 'aman' ya itu tadi, belokan menuju Pondok Indah, setelah pertigaan D'Best - Cipete Raya.

Kesan pertama yang terasa saat memasuki toko yang nggak terlalu besar ini adalah: baunya sedap! Aroma aneka bubuk dan sirup coklat, mentega, krim, saus, dan segala macem hal yang sedap-sedap mendadak bikin perut jadi laper. Tapi berhubung statusnya adalah toko bahan makanan, dengan sangat menyesal nggak banyak benda yang bisa langsung dicomot dan dimakan.

Kesan ke dua muncul saat gue sok-sokan ikut melihat-lihat berbagai benda ajaib yang dipajang di sana dan nemu sebuah cetakan kue lucu berbentuk mobil. Kue yang dicetak pake benda itu beneran akan berbentuk mobil 3 dimensi, bukan cuma gambar gepeng siluet mobil. Tadinya sih begitu nemu benda itu, gue mau beli dan kapan-kapan mau minta dibuatin cake coklat berbentuk mobil sama istri. Tapi.. begitu liat harganya... ANJRIT... lebih dari 400 ribu perak!! Cetakan kaleng yang panjangnya cuma sekitar 30 cm ini harganya 400 ribu?! Alamak...
"Ya tentu aja mahal, itu kan buatan Wilton..." kata istri.
Maka kesan ke dua gue atas toko ini adalah... mendebarkan. Maksudnya berdebar-debar nunggu berapa nilai total belanjaan istri nantinya, gitu.

Setelah kapok nemu cetakan borju itu, gue duduk manis di cafe sambil minum frestea. Selain gue ada seorang bapak yang kayaknya juga lagi nungguin istrinya belanja sambil makan kacang asin. Wajahnya nampak seasin kacangnya.

Semenit... lima menit... sepuluh menit... gue masih betah nunggu di situ. Tapi akhirnya gue memutuskan untuk nunggu di luar aja. Bukan apa-apa, baunya jek... bikin laper! Serius! Gue salut deh sama para pegawai di sana, apa nggak laper mulu ya kerja di tempat yang baunya kaya kue gini? Untuk sedikit meredakan pemberontakan di sektor perut, akhirnya gue ngeloyor ke mini market terdekat untuk beli sepotong roti.

Udah abis roti satu, rokok sebatang, koran pos kota dan kompas (dibaca, bukan dimakan) istri belum keluar juga dari dalem toko. Akhirnya gue memberanikan nyali untuk masuk lagi ke toko. Si bapak yang tadi makan kacang masih ada. Tumpukan kulit kacang di mejanya udah mirip tumpeng.

"Suamiii... dari mana aja, tadi istrinya nyariin..."
"Suaminya ngerokok di luar. Istri.. semua ibu-ibu yang tadi dateng bersama kita udah pulang, istrinya belum ingin pulang ya?"
"Belum... belum... suami liat sini deh..." katanya dengan penuh semangat. Dia nunjukin section dus kue, secara dalam menunjang bisnis penjualan risol kribo gue memegang jabatan 'basah' sebagai packaging manager - maksudnya tukang bikin kardus kue.

Asli gue bengong liat koleksi kardus kue yang ada di sini. Lo sebutin deh mau kardus kue kaya apa aja, ada di sini! Mulai dari yang memanjang untuk tempat brownies, sampe yang besar untuk kue ulang tahun. Juga ada kardus yang berjendela, biar kue di dalamnya bisa diintip dari luar. Selain kardus juga ada berbagai wadah plastik untuk coklat dan cake. ck... ck... ck... pantesan ni toko ngetop banget di kalangan ibu-ibu tukang masak!

Sesudah entah berapa jam ngubek di toko itu, akhirnya istri berkenan untuk pulang. Dia seneng banget karena nemu berbagai bahan yang selama ini nggak pernah berhasil ditemukan di supermarket biasa. Sedangkan gue juga seneng, karena ternyata bahan-bahan yang dibeli justru jauh lebih murah dari perkiraan gue - jadi kesan ke dua ternyata tidak terbukti! :-)

foto: istri gembira di kasir toko Titan
buat yang mau ikutan blog contest juga, buruan! deadlinenya besok lho! keterangan lengkap bisa dibaca di sini.

ReviewReviewReviewReviewLara DjonggrangJul 8, '07 12:29 PM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Asian
Location:Jl. Teuku Cik Ditiro Menteng
"Orang gila mana sih yang punya ide ngebangun resto kaya gini bentuknya?" begitulah kesan pertama gue waktu ngeliat restoran ini buka, kurang lebih setahun yang lalu. Lah gimana enggak, udah restorannya make bangunan tua, warna catnya didominasi warna hitam dan merah darah - sementara eksteriornya dipenuhi dengan patung-patung raksasa berbentuk aneh. Spooky abis.

Setelah beberapa kali maju mundur ingin nyoba resto yang cuma berjarak beberapa ratus meter dari rumah ini, akhirnya tanggal 3 Juli kemarin gue dan Ida memberanikan diri untuk mampir ke sana. Tradisi kami yang dimulai sejak tahun lalu adalah, nyoba resto baru sebagai bagian dari acara merayakan ultah pernikahan... hehehehe... kalo tahun lalu resto yang mendapat 'kehormatan' untuk kami singgahi adalah Din Tai Fung - resto dimsum klepon di Arcadia Plaza Senayan.

Entah ya gimana reaksi orang lain kalo masuk ke resto ini, tapi buat gue rasanya kata yang paling tepat untuk menggambarkannya adalah: surealis. Interiornya dipenuhi dengan aneka patung dan lukisan, dan sebagian besar di antaranya memajang obyek mahluk-mahluk fantasi - kurang lebih mirip barongnya Bali dan sejenisnya.

Koleksi lukisan dan patung yang ada di sini kayaknya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tapi yang jelas hampir semuanya barang antik. Pintu, jendela, langit-langit, dan tiang penyangga juga dibuat dari kayu yang sama tuanya. Sengaja dibiarkan sebagaimana adanya, dengan cat yang udah mengelupas di sana-sini. selain patung dan lukisan, juga ada lilin-lilin merah berukuran raksasa, cermin-cermin besaaar, dan sebuah kolam air mancur indoor yang posisinya rada 'aneh' yaitu secara tanggung berada di dekat pintu.

Tapi di luar benda-benda aneh yang menghiasi tempat ini, yang paling 'radikal' adalah sederetan pembakaran dupa di bagian tengah resto. Hmm... eclectic or spooky? You are the judge.

Dengan desain interior yang se-'dahsyat' itu, lantas gimana bentuk makanannya? Hmm... be prepared to be surprised. Gue pesen sate ayam lilit, yang pas muncul disajikan dengan batang tebu sebagai tusuk satenya, dan diletakkan di atas wadah kayu yang dihiasi dengan... kulit kerang. Apa hubungannya antara sate ayam dan kulit kerang? Lah, memangnya apa hubungannya antara dupa dan makanan?

Menu yang disajikan di sini 100% makanan asli Indonesia dari berbagai daerah. Yang mungkin bikin pengunjung seperti gue rada 'terkaget-kaget' adalah mindset bahwa makanan Indonesia adalah makanan murah, sementara di sini seporsi tempe-tahu bacem dijual seharga 35 ribu.... hehehehe... Secara umum, menu yang dijual di sini berkisar di harga 40-60 ribu per porsi, belum termasuk pajak.

Nggak heran kalo mayoritas tamu yang dateng adalah orang asing (karena kalo orang Indonesia asli mungkin lebih milih makan lodeh di warteg daripada harus bayar 60 ribu). Dan tau sendiri, namanya tamu asing pasti tertarik banget dengan benda-benda antik Indonesia, dan kalo udah tertarik maka mereka akan nanya dengan sangat kritis.

Contohnya adalah waktu seorang nenek bule tua menghampiri lukisan raksasa bergambar mahluk-mahluk aneh yang tergantung di deket meja gue. Setelah mengamat-amati beberapa saat, akhirnya dia manggil salah seorang waitress dan nanya,"what's that creature? what is the story of this picture?" dst dst.

Waktu denger pertanyaan pertamanya, diem-diem gue mikir, "nahlo, mampus lu, bisa nggak ni waitress jawab..." Eh, taunya bisa lho! Dengan sangat lancar si waitress menjelaskan asal-usul lukisan ajaib itu, beserta adegan yang digambarkannya. Repot juga ya jadi waitress di sini, harus siap dengan pengetahuan dasar mengenai benda-benda koleksinya!

Selain menu masakan Indonesia yang cukup komplit, resto ini juga punya koleksi wine yang 'kayaknya sih' lengkap. Entah ya, gue sih nggak ngerti soal wine.... hehehehe..

Akhir kata, secara umum tempat ini memang bukan tempat terenak dari soal rasa makanan, tapi kayaknya dia memang tidak memposisikan diri sebagai 'penjual makanan'. Resto ajaib ini sedikit banyak mengubah paradigma gue bahwa orang dateng ke resto untuk mengisi perut. Di sini, pengunjung bukannya bayar 60 ribu untuk makan semangkok lodeh. Mereka bayar 60 ribu untuk petualangan sesaat di dunia surealis.

Foto-foto resto Lara Djonggrang bisa diklik di sini.


Photo Albumlara djonggrang in pictures (13 photos)Jul 8, '07 11:28 AM
for everyone

review lengkapnya bisa diklik di sini

ReviewReviewReviewNona BolaJul 8, '07 10:51 AM
for everyone
Category:Restaurants
Cuisine: Indian
Location:HOS Cokroaminoto, Menteng
Yang menarik perhatian gue dari resto ini adalah namanya: NONA BOLA. Kenapa sih namanya gitu? Apa sih hubungan antara seorang nona dan sebuah bola?

Sampe akhirnya gue nyobain makan di sana, pertanyaan tersebut belum terjawab juga sih (soalnya gue lupa nanya sama pramusajinya). Yang jelas, tempat ini menyajikan hidangan Malaysia dan India <= sebuah paragraf yang kurang efektif karena kalimat-kalimat di dalamnya tidak saling berhubungan.

Buat yang nggak terlalu nge-fans dengan masakan India (seperti gue, misalnya) nggak perlu merasa gentar untuk nyoba tempat ini - karena mereka juga menyediakan makanan-makanan yang sifatnya lebih 'umum' seperti bihun, mie, dan kwetiau.

Gue tadinya sempet tertarik nyoba Nasi Ayam Cah Jamur atau Nasi Cah Daging Sapi, tapi pikir-pikir... ah, di GM juga ada. Maka sebagai gantinya gue pesen Nasi Lemak (sejenis nasi uduk), sementara Ida pesen Mie Udang. sebagai referensi tambahan karena hendak membuat review*, kami juga pesen es campur dan roti panggang.

Nasi Lemaknya lumayan. Nasi gurih yang dihidangkan dengan empal, sayur kacang panjang, udang, telur dadar, dan kering kentang ini disajikan dalam porsi yang cukup mengenyangkan. Empalnya empuk sekali, dicolek pake ujung garpu juga putus.

Mi udangnya Ida, sebagaimana namanya, sangat berbau udang. Berhubung gue nggak doyan segala macem sea food (baca daftar lengkapnya di sini) maka gue nggak terlalu terkesan. Tapi ya itu problem gue, bukan problem si nona bola.

Es campurnya beraroma santan dan gula jawa. Gue sih doyan-doyan aja, tapi buat sebagian orang mungkin akan terasa terlalu gurih untuk sebuah es campur.

Roti bakarnya biasa aja, dan secara mengejutkan baru muncul saat kami minta bill. Ini mengherankan karena kondisi restoran lagi sepi banget - ngapain aja orang-orang itu di dapur sehingga butuh waktu segitu lama untuk bikin sepotong roti bakar?

Hal lain yang menarik dari keberadaan resto ini adalah; kayaknya bukan cuma kebetulan lokasinya bersebelahan persis dengan Gandy Steakhouse, tapi mungkin di bawah manajemen yang sama juga. Kecurigaan ini muncul dari stirrer minuman yang berlogo Gandy, dan area yang ditempatinya dulu merupakan bagian dari resto Gandy!

Harga makanan berkisar 20-30 ribuan.
Foto-fotonya bisa diklik di sini.

*baca: tepatnya karena laper mata


Photo Albumnona bola in pictures (7 photos)Jul 8, '07 10:43 AM
for everyone

Foto-foto resto nona bola, di HOS Cokroaminoto Menteng. Review lengkapnya bisa diklik di sini.

Pages:123

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.