Agung's posts with tag: kopdar

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kopdar
Photo Albumwelcome linabobo! (11 photos)Jun 29, '08 12:17 PM
for everyone

Waktu baru mulai ngeMPi tahun 2004 dulu, linabobo (gue bahkan nggak tau nama lengkapnya, hehehehe...) adalah salah satu contact pertama gue. Dulu ID-nya adalah 'linabobo', tapi sekarang udah ganti jadi mytresno. Setelah hampir 4 tahun kenal sama blogger asal Singapura ini, baru hari inilah gue bisa ketemu langsung sama ybs. Dia dan suaminya lagi ada di Jakarta sampe minggu depan, dan kebetulan nginepnya di apartemen Menteng Prada - nggak terlalu jauh dari rumah gue.

Awalnya dia ngundang gue, Ida, Adella, dan Carlo ketemuan di Bakoel Koffie Cikini jam 3 sore. Tapi ternyata sampe jam 4 sore Lina masih nyangkut di... PRJ! Karena jam segitu gue udah janjian sama salah satu 'broker*' untuk ngeliat rumah dijual, maka terpaksa gue tinggal dulu - balik pulang ke Tebet.

Nggak lama menjelang cabut dari Bakoel Koffie, ujug2 HP bunyi- ternyata Ibu Presiden MP Indonesia sedang terdampar di TIM, dan lagi berniat mau mampir ke rumah kami! Tentunya merupakan sebuah peristiwa langka dan kehormatan yang sangat luar biasa bagi kami, akan disambangi oleh YM Ibu Presiden. Langsung aja beliau gue angkut sekalian, sementara Carlo pisah jalan karena harus menjalankan tugas mulia mengantarkan calon mertua.

Abis maghrib, Lina ngasih tau bahwa dia udah balik ke apartemen. Maka gue dan rombongan berangkat balik ke Cikini - kali ini plus bayi Rafi. Akhirnya... ketemu juga sama teman baru stok lama yang udah kenal selama 4 tahun! Kalo diliat-liat, ternyata Lina ini mirip sama seseorang lho! Coba liat di foto, mirip kan?

Berhubung Lina ingin coba makanan Indonesia, maka langsung gue rekomendasikan untuk meluncur ke Bumbu Desa Cikini. "Wow... this is so cool!" katanya, ngeliat aneka makanan yang disajikan di sana. Kayaknya dia cocok tuh dengan selera makanan Indonesia.

Kami membubarkan diri sekitar jam 9 malam. Besok Lina udah punya agenda untuk ketemu beberapa MPers lainnyajuga.Selamat datang Lina, semoga betah di Jakarta, ya!

*tepatnya seorang tukang nasi goreng yang gue titipi pesan untuk cari info rumah dijual di bilangan Tebet dan sekitarnya.

Photo Albumkotakkue.com muncul di antv! (57 photos)Jun 24, '08 2:44 PM
for everyone

Berhubung udah malem, gue nggak bisa nulis cerita panjang-panjang nih. Intinya, hari ini Ida didatangi serombongan crew antv untuk shooting acara 'Berbagi Cerita'.Topiknya 'mengisi liburan dengan belajar bikin kue'.

Acaranya akan tayang pada hari Kamis 26 Juni 2008 jam 11.00 siang, di antv.

Cerita menurut versi Chika bisa diklik di sini.
Cerita gue menyusul besok ya!

Photo Albumrapat persiapan MPID masup tipi (16 photos)Apr 14, '08 12:35 PM
for everyone

Di sebuah hari Rabu yang hujan deras, tanggal 9 April 2008, gue berbasah-basah menuju Pacific Place Sudirman untuk memenuhi undangan Ari sang presiden yang katanya mau ngomongin teknis pelaksanaan shooting acara tv tentang blogger.

Waktu berangkat naik ojek dari kantor sih belum ujan ya, sayangnya baru sampe perempatan Mampang udah bablaaas... ujannya. Berhubung mau balik pulang udah nanggung, maka gue nekad aja lanjut menuju kawasan SCBD Sudirman sambil mengecil-ngecilkan bodi di balik selembar jas ujan sang abang ojek.

Tadinya kirain ini masih wacana untuk kapan-kapan kalo sempet, eh taunya Mas Tito sang pembawa acara serius mau langsung shooting minggu depannya (yaitu hari ini, tanggal 14 April).

Yah lumayan, nggak percuma pengorbanan gue berusaha tampil sok asik saat memasuki gedung Pacific Place yang megah itu dengan air hujan menetes-netes dari ujung celana...

Photo AlbumMPID masup tipi... dalam gambar (59 photos)Apr 14, '08 11:16 AM
for everyone

Pagi-pagi, HP udah bunyi dengan nama "MPAripresiden" terpampang di layar.

"Gung... udah berangkat belum?"
"Belum. Kenapa?"
"Buku OGOL gue ketinggalan, jangan lupa bawain ya!"
"OK!"

***

Menjelang waktunya makan siang, gue lagi dikejar-kejar kerjaan dari kanan kiri, mendadak inget rencana shooting buat QTV. Gue telepon Ari sang presiden MP.

"Ri, hari ini... kita jadi shooting ya?"
"TRUS MENURUT LO KENAPA TADI PAGI GUE MINTA BAWAIN BUKU OGOL, HEH?"

Dasar presiden otoriter, ditanya baik-baik jawabnya pake urat seperti baso. Gue langsung meluncur ke Pacific Place, naik sarana transportasi andalan: ojek.

Resto Prefere 72 udah dipenuhi wajah-wajah familiar para MPers. Rupanya gue yang paling terakhir nongol. Padahal tadi sebelum berangkat dari kantor sempet nelepon Bayu untuk ngingetin dateng - kenapa jadi dia duluan yang nyampe sini, ya? Aneh.

Satu per satu MPers yang datang ditanyai apa ciri khas blognya masing-masing, tujuannya untuk memfokuskan isi pertanyaan yang nantinya akan diajukan. Semuanya punya ciri khas, Ari dengan lembaga kepresidenannya, Yenceu dengan content wisata, Bayu dengan kuliner, Vilia dengan fashion, Saranto dengan motornya. Nah gue? Ciri khasnya apaan, ya? Spesialis ngoceh nggak penting?"

"Ya udah diarahin ke pemanfaatan blog sebagai sarana jualan aja deh," kata gue. Lumayan kan, promosi gratis buat kotakkue.com... hehehe...

***

Jam 7-an malem, gue masih di kantor - baru keluar dari ruang meeting, malah - waktu Ida nelepon, "Suami, ini lho ada tamu... cepetan pulang ya..."

Masih ada 3 kerjaan lagi yang harus diberesin, tapi ya sud - jam 8 pulang, selesai tidak selesai kumpulkan.

Di rumah udah menanti Bayu dan Ade, pada mau nonton bareng QTV.

"Beneran udah tayang belum ya, tadi kata mas-mas cameraman, 'dengan catatan kalo sore udah selesai diedit'"

Eh ternyata beneran udah tayang, maka Ida langsung dengan noraknya neleponin seluruh sanak keluarga untuk ikutan nonton QTV.

"Ya ampuuun... URL-nya Ari salah lagi..." perasaan dulu dia juga pernah masup tipi dan url-nya salah. Bayu berlega hati karena baik nama panjang maupun url tertulis secara tepat dan akurat di layar TV. Giliran gue....

"AGUS nugroho"

Bener-bener ajaib... antara "S" dan "NG" kan jauh banget... tapi kenapa dari dulu banyak banget orang yang keliru sebut nama gue jadi AGUS, sih?

Ah ya sudahlah, minimal url-nya betul, dan mudah-mudahan bisa nambah pengunjung yang minat mampir ke Mbot's HQ:-)

Photo Albumnasi kebuli di malam yang menegangkan (40 photos)Mar 21, '08 10:49 PM
for everyone

Entah gimana awalnya, sejak beberapa waktu yang lalu Pujay ngidam ingin makan nasi kebuli buatan Ida. Tiap kali ketemu nasi kebuli melulu yang ditanyain, sampe akhirnya tanggal 19 Maret 2008 kemarin Ida memutuskan untuk bikin acara makan nasi kebuli bareng - itung-itung sekalian selametan 'rumah baru'. Kebetulan hari ini adalah hari terakhir Fadli, temen kantor yang merupakan warga baru MP indonesia. Sekalian aja gue ajak Fadli ikut, biar kenalan dengan para dedengkot komunitas gila ini.

Walaupun niat awalnya baik, tapi yang namanya musibah tetep aja nggak bisa diprediksi munculnya. Berawal dari kedatangan Rika yang sebenernya cuma mau ngambil pesanan kue lumpur yang sejak lama diidam-idamkannya. Mobilnya diparkir sekitar 100-200 meter dari rumah gue, dan setelah ditinggal ngobrol selama kurang lebih setengah jam, tiba-tiba aja kaca kiri belakang udah bolong bekas dihantam orang!Bukan cuma itu, sebuah tas berisi dompet dan segala benda berharga juga raib disamber maling. Wah, ternyata daerah Tebet rawan juga nih...

Rencana pulang dibatalkan, Rika dan Vera, temannya (eh, temen atau saudaranya ya? lupa gue) balik ke rumah gue untuk menenangkan diri sekaligus menelepon para provider kartu. Sementara gue memindahkan mobil dari TKP ke rumah.

Begitu sampe di rumah, mobil sukses masuk ke halaman, Fadli membantu nutup pager, dan....huaaa... pagernya lepas dari rel dan menimpa kaki Fadli! Memang tuh pager udah beberapa kali mengalami kejadian serupa, dan buat yang udah sering mampir umumnya udah tau trik biar pager itu nggak lepas. Berhubung Fadli baru kali ini mampir ke rumah, jadi ketiban sial deh. Untungnya nggak luka parah, walaupun celananya sampe sobek kena ujung pager.

Pheew... bener-bener malam yang menegangkan deh. Tapi Alhamdulillah sampe akhir acara nggak ada kejadian lain yang cukup serius (kecuali Rafi yang sukses numpahin sebotol Betadine cair ke lantai). Yang penting, tujuan utama menebus janji kebuli ke Pujay terpenuhi, plus nambah 'networking' buat beberapa anggota yang baru pertama kali kopdaran malam itu.

Selamat bergabung buat Rika dan Fadli :-)

Terima kasih buat seluruh hadirin yang dateng, khususnya buat:
  • Alya atas oleh-oleh jam dindingnya
  • Ibu Presiden Ari atas oleh-oleh celengan ayamnya
  • Nadnuts atas sumbangan pudding dan pinjaman piring / gelasnya
  • Tria "idunk" atas sumbangan minuman ringan dan es batunya
  • Pinkq atas kesediannya jadi babysitter sampe telat makan, plus oleh2 browniesnya yang yummy
  • Pujay atas oleh2 jeruk dan anggurnya
  • Eriq, karena...dia protes kalo nggak dicantumin di daftar terima kasih secara spesifik.



*cerita dari sudut pandang Fadli bisa dibaca di sini.
**berhubung sebagai tuan rumah gue lumayan sibuk, nggak sempet motret-motret, maka sebagian besar foto yang ada di sini diambil oleh Pinkq.


lagi-lagi posting basi... gara-gara pindahan rumah jadi banyak rencana posting yang ketunda nih.
saking lamanya sampe tanggal peristiwanya aja gue udah lupa... hehehe... pokoknya ini foto-foto waktu peluncuran buku "one gigabyte of love" di depok deh. Selamat menikmati.

Photo AlbumPromo OGOL di Radio D 103.4 FM (11 photos)Mar 8, '08 7:34 AM
for everyone

Ini dia foto-foto waktu siaran di Radio D 103.4 FM dalam rangka promo buku "One Gigabyte of Love". Sebagaimana biasa, kalo MPers ngumpul acara foto-foto nggak pernah absen dong - sampe para crew radionya rada takjub ngeliat kami... hehehe...

Rencananya, KALAU tanggapan pendengar atas acara ini cukup antusias, komunitas MP akan punya acara tetap di Radio D 103.4 FM. Doain ya, semoga respon pendengar cukup positif dan kita bisa punya acara radio sendiri :-)

Sehabis siaran, ibu presiden MP berkenan melakukan rekonstruksi acara lompat pagar yang dilakukannya sebelum mulai siaran. Silakan klik 2 foto terakhir di album ini untuk membaca keterangan lebih lengkap.


PS:
Berdasarkan pengamatan gue, minggu ini buku "OGOL" udah naik ke rak "Best Seller" di toko buku Gramedia Gatot Subroto lho!

Photo Album'downline' baru di b2w: dede (9 photos)Jan 10, '08 1:05 PM
for everyone

Setelah sebelumnya sukses menulari Daru, temen kuliah gue, untuk ber-b2w, kali ini downline b2w gue ketambahan seorang anggota baru dari warga MP: Dede. Berawal dari kirim-kiriman PM soal aksesori sepeda, Dede menerima tawaran gue untuk membawa sepedanya mampir ke rumah dan ditempeli tag kuning B2W.

Tadi pagi, Dede dan Rina, temannya, muncul di depan rumah gue dengan sepedanya masing-masing. Langsung deh gue 'tag' dua-duanya sambil tentunya foto-foto dong!

Selamat bergabung buat Dede, rajin-rajin gowes ya!
Buat yang juga merasa teracuni B2W gara-gara gue, silakan mampir ke rumah. Gue masih punya tag kuning B2W lho!

Pengalaman pertama Dede bersepeda ditulis di album fotonya yang ini.


Tanggal 27 Oktober 2007, gue bangun 'agak' pagi. tetep kurang pagi untuk bisa ikut kelas RPM di gym, tapi cukup pagi untuk bisa main game dulu di antara waktu mandi dan waktu berangkat ke Pesta Blogger 2007! Yey! Yipi!

Lagi tengah-tengah main game, Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan menelepon. "Eh, gue ada di depan rumah lu nih, naik taksi, mau bareng nggak ke pesta blogger?"
"Mau... mau... tapi gue belum ganti baju. Taksinya suruh pergi aja dulu, ntar gampang kita cari lagi."

Maka guepun segera ganti baju, nyamber kamera, nyegat taksi, dan on the way menuju pesta blogger naik taksi blue bird.

Di taksi, gue nemu majalahnya blue bird yang udah pernah gue baca beberapa minggu yang lalu. Gue inget ada sebuah artikel menarik di dalamnya, dan gue tunjukkan kepada Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia.

"Liat nih Ri, ada warning buat para supir blue bird yang bawa mobil limo (toyota vios) versi baru, ternyata mobil itu tangki bensinnya di dasar mobil, sehingga bisa pecah kalo terbentur batu / polisi tidur - bahaya banget ya. Kok bodoh banget sih desainernya, ngedesain mobil bahaya gitu.."
"Katanya sih supaya mobil jadi lebih stabil, bebannya terbagi rata. Honda Jazz juga gitu lho.. soalnya kemarin ini gue abis test-drive Honda Jazz..."
"TEST DRIVE? Waaah.... mau beli mobil baru yaaa???"
"nggg... sebenernya udah sih, tapi bukan Honda Jazz...." jawab Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia dengan agak ragu.
"Waaah.... asiiik... jadinya beli mobil apa niii....??"
"TAUK AH! GUE NGGAK SENENG DEH DENGER NADA SUARA LU!"
"Lho, ada apa dengan nada suara gue?"
"ALAH!"

Di detik itu gue menangkap ada sedang ada yang kurang beres pada diri Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia. Kesan tersebut semakin kuat saat nunggu lift dan beliau berkenan berkata, "Gue sebenernya males nih dateng ke pesta blogger."
"Kalo males kenapa lu dateng juga?"
"Abis gue liat sponsornya banyak, gue jadi penasaran kaya apa sih goodie bagnya."
"Jadi lu dateng cuma mau nyari goodie bag? Melayu banget sih."
"EH BIARIN, EMANG KENAPA?"

Di meja pendaftaran, kami mendapat pembagian goodie bag. Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan melihat tumpukan goodie bag yang nampak berbeda dengan kami terima. Yang buat kami dalam tas kertas biru berlogo nokia, sementara yang di tumpukan itu dalam kemasan plastik yang nampak lebih 'lux'.

"Yang itu enggak ya?" Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan bertanya kepada petugas pendaftaran, namun tidak mendapat tanggapan. Kurang ajar sekali, mungkin dia nggak tahu siapa yang barusan nanya. Maka gue mencoba membantu menjawab, "Mungkin yang itu khusus buat yang page rank-nya di atas 5 kali..."
"APAAN TUH PAGE RANK?!" Oh ya ampun, Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia makin terdengar sewot.

Kami mencari tempat duduk di dekat eskalator, dan Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan mulai membongkar goodie bag.
"Yaelah, gini doang nih goodie bagnya? Trus ini apaan, lagi... benda nggak jelas," cetus beliau sambil mengacung-acungkan benda bundar berlogo XL.
"Mmm... itu kan tempat CD ri... masa nggak tau sih..."
"YA MANA GUE TAU, TEMPAT CD GUE NGGAK KAYA GINI BENTUKNYA!"

Nggak lama kemudian muncul dek Diah bergabung bersama kami. Setelah menyapa Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia, dek Diah mulai melakukan aktivitas yang sama yaitu membongkar goodie bag. Abis itu dengan penuh semangat dek Diah mengajak berfoto di depan backdrop bertuliskan "pesta blogger".
"Yuk yuk, kita foto-foto di depan situ yuk, biar kayak piala oscar gitu... yuk!"
"...yuk," sahut Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia kurang antusias.
"Yuk!"
"IYA NTAR DULU NAPA SEH, ORANG MASIH RAME GITU. MALES! KALO MAU ELU AJA GIH SONO SENDIRI."
"Yaaaa... kan aku malu kalo sendirian... temenin dong..."
"NTAR."

Nggak lama kemudian Bayu bergabung, dan dek Diah kembali mengutarakan keinginannya, berfoto di depan backdrop pesta blogger.
"Ayo!", Bayu menyambut ajakan tersebut sekaligus mengajak Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia, "Yuk Ri, foto-foto!"
"Males. Gue di sini aja , jaga goodie bag."
"Loh gimana sih, ini kan pesta blogger, masa cuma duduk doang. Ayo dong jangan norak gitu, kita keliling, foto-foto..."
"IDIH SIAPA YANG NORAK, ORANG GUE CUMA MAU DUDUK DI SINI MASA NGGAK BOLEH!"
Bahkan Bayu juga kena semprot.

Jam 11-an peserta dipanggil masuk, dan rombongan MP yang kali ini udah ketambahan Icha dan Ira bergerak masuk ruangan. Ada sambutan-sambutan, dan perkenalan beberapa dedengkot blogger yang hadir. Salah satunya adalah Rovicky yang terkenal dengan blognya "Dongeng Geologi".
"Ya ampuun... si Rovicky ini gue kenal sejak lama banget lho, sejak masih di milis Fisika, dan gue nggak pernah ketemu langsung sama orangnya, " seru Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia.
"Lu ikutan MILIS FISIKA ri?" tanya gue.
"Ada ya, milis yang ngebahas FISIKA?" sambut Bayu.
Hiiy... kira-kira apa ya yang diomongin di situ? Pecah kali kepala gue kalo disuruh baca..." sambut gue lagi.
Sementara Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan untuk manyun.

Setelah talkshow, waktunya makan siang dan Bayu secara sangat jenius mengajak untuk bergegas ngantri makanan sebelum antrian menggila. Sebuah keputusan yang sangat tepat menurut gue, mengingat 15 menit sesudahnya antriannya mirip antrian tiket kereta 'Gaya Baru' di Lebaran H-2.

Saking awalnya kami ngantri makan, kami jadi sempet masuk lagi ke ruang utama yang sekarang udah kosong, mengklik voting untuk blog favorit secara leluasa (nggak pake ngantri kaya orang-orang), dan sesudahnya Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan mencetuskan ide, "Eh kita foto-foto di panggung yuk, biar kesannya kita yang jadi narasumber talkshow!"

Puas mempermalukan diri dengan foto-foto norak, kami jalan-jalan di pertokoan, liat-liat barang. Nggak kerasa, tibalah waktunya untuk group break out alias diskusi kelompok kecil. Tersedia beberapa topik yang bisa dipilih, antara lain personal blog, technology blog, current issues, dsb dsb.

"Rombongan MP mencar ya, biar nanti bisa tau pembahasan di semua group," Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan memberikan komando.
"nggak mau," kata gue, "nggak ada yang kenal di sini, gue ikut elu aja ah."
"gue juga, gue juga," kata yang lain. Maka rombongan MP berbondong-bondong ikutan group break out asuhan Nila Tanzil. Itu lho, mantan presenter SCTV yang dipecat gara-gara nulis tentang kedodolan pariwisata Malaysia. Padahal kondisinya memang betulan dodol, dan dia dalam konteks yang relevan untuk nulis itu, tapi ternyata pihak SCTV miliih untuk cari selamet dan memecat Nila. Walaupun udah terhitung 'celeb' baik secara online maupun offline, ternyata Nila in person sangat ramah dan down to earth lho!

Setelah acara group break out yang sayangnya hanya terasa sebentar banget, peserta digiring masuk balik ke ruangan untuk membahas kesimpulan ringkas dari masing-masing group break out, pengumuman pemenang blog favorit, trus bubar. Hari itu gue baru tau bahwa Icha ternyata dinominasikan untuk kategori blog pendatang baru dengan blognya ladang kata, sayangnya nggak menang. Untuk blog yang paling banyak dipilih selama acara, pemenangnya adalah Enda dan berhak mendapatkan sebuah laptop. Tapi karena posisinya sebagai panitia, Enda nampaknya sungkan menerima hadiah tersebut dan mengalihkannya ke runner-up yaitu Media Ide milik Pitra. Pitra ini adalah mantan boss-nya Ida sebelum jadi guru TK. Blognya memang keren dan konsisten membahas online marketing.

Setelah pembagian hadiah, acara ditutup. Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan minta dicopy-in foto dirinya dari kamera gue.
"Males ah, ribet buka-buka kamera lagi," kata gue yang dengan segaja senang membuat beliau makin uring-uringan.
"Ala, cuma sebentar doang, ini gue bawa card readernya..."
"Ntar copy aja dari album gue!" kata gue sambil ngeloyor. Terdengar sayup-sayup Yang Mulia Ibu Presiden MP Indonesia berkenan berujar, "KAMPREET!"



Posting gue yang juga tentang pesta blogger 2007 bisa dibaca di sini.



Hari Rabu 10 Oktober kemarin lumayan sibuk buat gue. Ada satu temen yang nggak masuk sehingga kerjaannya numpuk ke gue, plus ada yang mau resign sehingga lagi-lagi gue bertugas memilih menu makanan berbuka, plus masih harus ngerjain kerjaan gue sendiri. Baru keluar dari kantor sekitar jam 9, trus mampir dulu di Menteng karena Ida ngidam minta dibungkusin Hoka-Hoka Bento (itu lho, restoran yang dulu jual nasi campur tai tikus, trus waktu customernya komplen malah customernya dimasukin ke penjara). Gue sih sampe sekarang amit-amit makan di situ lagi, apa daya istri doyan banget.

Kembali ke topik cerita. Waktu lagi nunggu pesenan dibungkus, HP bunyi. Ternyata dari pinkq.

"Mbot, tau nggak eriq, kecelakaan, sekarang masuk rumah sakit."
"Haaah??!! Serius loh?"
"Serius. Dia kecelakaan waktu naik sepeda, sekarang tangan kirinya patah, kepalanya dijahit, sepedanya belah jadi dua."

Langsung teringat posting eriq beberapa hari yang lalu, yang lagi seneng-senengnya abis beli sepeda baru. Kasihan eriq, pikir gue, jangan-jangan dia diserempet pengendara kendaraan bermotor yang nggak bertanggung jawab... padahal lagi seneng-senengnya punya sepeda baru...  udah mana kalo bepergian dia suka bawa-bawa gadget mahal-mahal... trus gimana dengan barang-barangnya itu? Jangan-jangan abis dijarah orang nggak bertanggung jawab...Wah, pokoknya segala pikiran buruk melintas di kepala, sambil prihatin memikirkan nasib si adik bungsu yang satu ini.

Gue buru-buru nelepon istri di rumah, nyuruh siap-siap berangkat. Abis itu nelepon bayu yang rumahnya deketan, ngajak nengok bareng. Bayu setuju. Gue pulang, kasih bungkusan Hoka-Hoka Bento buat istri (yang mana ternyata kali ini nggak ada tai tikusnya. Mungkin karena pesanannya take away, tai tikusnya dipisah bareng sambel dan saos... mungkin lhooo.) abis itu nyuruh istri buru-buru makan. Alan nelepon, nanya detil kejadiannya. Sayangnya gue juga nggak tau banyak. Nggak lama kemudian bayu dan ade dateng naik taksi, trus kami langsung berangkat menuju RS Tebet.

Di UGD udah banyak orang berkumpul, antara lain chika, nozqa, aryan, pinkq dan (ehm, tentunya) prazz. Juga ada ayahnya eriq. Kami satu per satu memperkenalkan diri. Pas sampe giliran gue...

"Selamat malam oom, saya Agung..."
"OH INI DIA YA ORANGNYA, YANG SUKA NGAJAK-NGAJAKIN ERIQ NAIK SEPEDA..!!??"
"Eh... iya sih oom.. tapi... kan bukan saya aja yang..."
"AAAH... NGAKU AJA, ERIQ SUKA BILANG DIAJAK AGUNG MBOT NAIK SEPEDA, INI KAN ORANGNYA..??!!"

Memang sih gue tau si oom satu ini sedang dalam konteks bercanda, tapi kan kaget juga coy, baru dateng udah 'ditembak' kaya gitu. Berdasarkan penuturan ayahnya eriq, ternyata kejadiannya adalah: eriq terjatuh dari sepeda gara-gara menuruni jembatan penyeberangan model lama (yaitu jembatan berundak-undak yang bagian tengahnya ada ramp - BUKAN jembatan penyeberangan busway yang ramp semuanya) dengan cara MENAIKI SEPEDANYA (bukan dituntun). Sepeda eriq rupanya melaju terlalu cepat di luar kendali sehingga akhirnya nyungsep di dasar tangga. Huuuu... kalo begini ceritanya sih artinya kecelakaan terjadi akibat kecerobohan eriq... - padahal sebelumnya gue udah prihatin karena nyangka dia ditabrak orang. Jadi inget posting eriq beberapa hari sebelumnya tentang Markus Stoeckl yang memecahkan rekor dunia sepeda turun gunung tercepat hingga lebih dari 200 km / jam... jangan-jangan eriq mau niru aksi serupa tapi dalam skala lokal yaitu turun jembatan penyeberangan..

Buru-buru gue keluar ruangan, nelepon Alan untuk melaporkan kronologis kejadian yang baru gue denger dari ayahnya eriq. Eh, taunya alan malah ngaku dosa:

"Wah, jangan-jangan gara-gara gue juga gung, karena hari ini gue abis chatting di YM sama eriq, ngomongin sepeda freestyle... itu lho, yang stunt-stunt lompatin bangku, lompatin pager... jangan-jangan dia mau niru itu."

Denger pengakuan alan, buru-buru gue masuk lagi untuk ngadu sama ayahnya eriq,

"Oom.. barusan ada yang ngaku nih oom, ngajar-ngajarin eriq sepeda freestyle... harusnya dia tuh oom yang perlu dimintai pertanggungjawaban... namanya alan, oom... tapi sayang orangnya ada di jogja..."
"IYA TAPI KATANYA YANG PERTAMA NGAJAK-NGAJAKIN NAIK SEPEDA NAMANYA AGUNG MBOT..."

"...ya tapi kan saya nggak pernah nyuruh dia turun jembatan penyeberangan naik sepeda oom.."

Repot dah.

Abis itu kami rame-rame ngobrol ngalor ngidul bareng ayahnya eriq sementara nunggu eriq lagi dijahit pipinya yang sobek.

"Memang eriq itu susah betul dibilangin. Dulu waktu pacaran sama rebbi itu, oom juga udah bilangin, 'mana mungkin orang bisa kenal-kenalan di internet terus sampai kawin'. Eh dia malah ngotot, katanya temennya ada yang kenalan di internet terus sampe kawin....namanya.... Agung.. LOH, KAMU LAGI YA BIANG KELADINYA? SI ERIQ UDAH KAMU AJARIN APA AJA SIH SELAMA INI?!?"

Hwaa... gue lagi, gue lagi yang kena. Untungnya topik segera beralih ke arah yang lebih menarik,

"Tapi jangan kuatir oom," kata seseorang yang gue lupa siapa, "eriq sudah dapat gantinya yang lebih baik yaitu chika ini... kenalkan oom, ini calon menantu oom..."
"Ooh... ini ya calonnya eriq? Kalo begitu nanti kamu bantuin calon ibu mertua zikir biar eriq cepet sembuh ya..."

Gara-gara kehadiran ayahnya eriq, suasana di ruang UGD melah mirip suasana arisan - karena beliau malah asik-asik aja bercanda-canda sama kita-kita, sama sekali nggak menunjukkan raut muka prihatin. Gue tanya,

"Oom, nanti kalo eriq udah sembuh, boleh naik sepeda lagi nggak?"
"Oh, boleh dong! Harus, malah. Dia nggak boleh kapok. Masa baru jatuh sekali udah kapok, nggak boleh itu."

Nggak lama kemudian, MP 01 alias Y.M. Ibu Presiden Srisariningdiyah berkenan hadir di lokasi, pas berbarengan dengan selesainya pak dokter menjahit robekan di pipi. Kami berbondong-bondong masuk diiringi tatapan senewen dari tim dokter untuk sekedar menyapa eriq. Eriq kayaknya masih belum ngeh gitu, cuma bergumam, "kok banyak banget sih yang dateng.."

Abis itu giliran ibunya eriq dateng, dan bercerita versinya tentang kronologi kecelakaan.

"Saya kira eriq udah nggak mau pergi ke mana-mana lagi, orang biasanya kalo malem dia cuma asik aja di depan komputer. Eh taunya waktu saya sedang shalat witir, dia pergi tanpa pamit naik sepeda, trus tau-tau aja saja dapat telepon dari satpam, mengabarkan 'anak ibu jatuh dari jembatan penyeberangan, sepedanya belah dua,  harap segera ke sini karena dari tadi tidak berhenti mengaduh-aduh...' coba bayangkan gimana paniknya saya..."

Pertanyaan yang tadi gue ajukan ke ayahnya, sekarang gue tujukan ke ibunya, "tante, dengan adanya kejadian ini, eriq masih boleh naik sepeda nggak?"

"NGGAK BOLEH! Saya juga dari awalnya nggak sreg liat dia naik sepeda, orang udah bagus-bagus naik Terios kok malah naik sepeda.. katanya gara-gara dia suka diajakin temennya, siapa tuh namanya, yang suka naik sepeda..."

Gue buru-buru minggir.

Berhubung hari semakin malam, kami pamit sama keluarganya eriq. Eh kebetulan  Ibu Presiden mengumumkan bahwa kedatangannya ke RS ini adalah dengan diantar oleh Paton, sosok misterius yang selama ini terkesan disembunyikannya dari interaksi dengan para MPers. Langsung dong, kami semua setengah memaksa untuk mengantar ibu presiden hingga ke mobil supaya bisa kenalan dengan 'calon bapak presiden MP indonesia' ini. Gue, tentunya, sangat bersyukur karena waktu berangkat tadi tidak lupa membawa kamera. Ibu presiden berusaha mencegah, katanya dia takut Paton ngambek kalo disatronin rame-rame. Sayangnya gertakan ini kurang mempan.

Di lapangan parkir, bener aja... Ibu Presiden disambut oleh seorang pria yang nampak sedikit shock melihat kilatan-kilatan lampu flash yang mengepungnya bak serbuah paparazzi... tapi nggak terlihat tanda-tanda ngambek kok. Malah dia menyambut perkenalan kami dengan ramah.

Setelah puas kenalan dengan paton, kami semua bubar jalan dan gue nggak sabar ingin segera nyampe rumah dengan niat.... buruan upload foto!


Blog Entrydi balik game baksos mp 2007Oct 8, '07 9:04 AM
for everyone
Seperti yang udah gue antisipasi di posting rancangan games, nggak peduli sedetil apapun rancangan yang udah dibuat, selalu ada kemungkingan perubahan pada saat hari H. Cuma kali ini 'perubahannya' rada-rada jauh melebihi ekspektasi gue :-)

Jumat malem gue ada acara buka puasa bareng temen-temen kampus, jadi baru sampe rumah sekitar jam 9 (atau 10?)-an. Udah ada pinkq yang dateng dianter sang ayah dengan maksud nitip uang untuk bayar sewa tenda, sound system, dan transportasi penjemputan anak-anak peserta dari menteng trenggulun. Tentunya dilanjutkan dengan updating gossip-gossip terbaru di jagad MP. MP memang komunitas online, tapi dinamika offlinenya malah jauh lebih seru... hehehehe.. Nggak lama kemudian dateng pasangan kangbayu - ade yang memang udah janjian mau sahur bareng di rumah gue, plus adik bungsu MP: eriq. Bintang tamu susulan adalah Adhi, temen kuliah gue yang iseng mampir setelah hadir di acara buka bareng.

Menjelang tengah malam, pinkq pamit pulang dan gue mulai 'mengkaryakan' tamu-tamu gue malam itu untuk membantu persiapan game. Eriq bertugas memotongi koran yang sedianya akan dipake untuk game 'balon air' dan 'timba bocor'. Bayu dan Adhi sibuk ngisi balon-balon dengan air. Balon-balon yang udah terisi air juga melalui uji banting untuk mengetahui seberapa mudahnya untuk dipecahkan. Sementara gue ngoprek koleksi foto-foto lama untuk nyari gambar yang cocok buat dijadiin puzzle. Akhirnya gue menemukan 4 gambar dengan tema 'transportasi' yaitu gambar bis dari album yang ini, gambar bajaj dari album yang ini, gambar sepeda dari acara jalan-jalan di kota tua, dan sebuah gambar pesawat. Untungnya gue nemu beberapa gulung karton manila di gudang, sehinggabisa dimanfaatkan buat pelapis gambar biar nggak terlalu tipis.

Jam setengah 4 sahur, abis itu tidur untuk nyimpen tenaga.

Hari H, Sabtu 6 Oktober 2007

Jam 7.30 bangun, langsung berangkat ke taman menteng untuk ngurus tenda dan sound system. Katanya pinkq sih, orangnya akan dateng di lokasi jam 7 pagi. Tapi... begitu sampe di lokasi sama sekali nggak terlihat tanda-tanda truk pengangkut tenda maupun soundsystem. Gue mondar-mandir keliling taman menteng... nggak ada juga. Sementara itu gue udah mulai merancang-rancang lokasi yang potensial untuk menggelar games. Hmmm... kayaknya kolam di deket bakal lokasi tenda ini cocok banget buat sumber airnya 'timba bocor'... :-)

Tapi... mana tendanya nih? Biarpun konon matahari pagi baik untuk kesehatan, tapi lama-lama kejemur di lapangan kan bikin haus juga. Kayaknya kalo haus-haus gini beli frappuccino asik juga. Gue pun melangkah dengan riang gembira menuju lokasi starbuck terdekat dan tiba-tiba inget... O IYA... KAN PUASA.

Balik lagi ke taman menteng, mondar-mandir. Nelepon pinkq, laporan bahwa tenda dan soundsystem belum juga nongol sementara waktu udah mendekati jam 9. Gue dikasih teleponnya agungpramudya dan deku, anggota tim perlengkapan. Gue telepon deku, nggak diangkat, sementara agung masih dalam perjalanan menuju lokasi pembuatan backdrop. Agung ngasih gue telepon opang, juga anggota tim perlengkapan, yang juga mau dateng pagi-pagi ke lokasi. Gue hubungi nomor itu, dan.. lho... lho... yang ngangkat kok orang yang dari tadi duduk di seberang gue di lapangan? Huehehehe... ternyata dari tadi dia juga udah ada di lapangan, cuma nggak saling mengenali aja. Pantesan dari tadi gue liat ni orang ngapain sih, dateng pagi-pagi ke lapangan cuma buat numpang tiduran di kursi... hehehe..

Buru-buru gue serahterimakan amplop-amplop berisi surat ijin dan uang pembayaran tenda / soundsystem, lantas langsung nyegat bajaj menuju pasar cikini. Ageda berikutnya: beli kain dengan 4 corak berbeda untuk dipotong-potong dan dijadikan tanda pengenal kelompok. Pulang dari pasar, gue mampir ke toko bahan bangunan di jalan Surabaya untuk beli pipa peralon. Pipa peralon ini nantinya akan berperan sebagai tongkat anti-gravitasi di 'helium stick'

Begitu sampe rumah, bayu udah membereskan semua gambar untuk puzzle, dan istri  melaporkan bahwa petugas dari panti asuhan istiqomah udah mampir mengambil uang traspor. Sip, dua masalah lagi beres. Berikutnya, bayu ngebantu gue motong-motong kain. Nggak sampe 1/2 jam juga udah rapih.

Sekarang yang jadi masalah adalah kondisi tenggorokan gue yang diganggu batuk. Sejak pagi rasanya udah nggak enak banget, ntar gimana kalo suara gue ngilang pas acara mulai. Solusinya adalah, gue harus ngirit ngomong sampe sore.
"Hihihi... mana mungkin agung ngirit ngomong," kata ade setengah apriori.
Gampang: tidur.

Setelah semua perlengkapan games beres gue langsung tiduuur..... dan baru bangun setelah dibangunin istri.
"Suamiii... itu lho... Icha telepon katanya suami ditunggu di lapangan sekarang... trus ngomong-ngomong nih yah, katanya mereka terpaksa pindah ke gedung parkir karena tukang tendanya nggak dateng..."

WHAT? trus... trus... gimana dengan kolam idaman gue tadi pagi..??

Segera gue bangunin bayu dan langsung berangkat ke lapangan. Ok, situasinya tukang tenda dengan sangat innocent-nya nggak jadi dateng, dan acara pindah lokasi ke lantai dasar gedung parkir. Tapi tentunya boleh dong, pas giliran games nanti gue ajak anak-anaknya main di luar? It's supposed to be outdoor game, gitu loh.

"nggak boleh" kata pinkq.
"nggak jauh-jauh kok, di sebelah sanaan dikit doang..."
"nggak boleh. pokoknya tadi perjanjiannya kita bisa bikin acara selama masih dalam lingkungan gedung parkir"
"di trotoar belakang?"
"nggak boleh juga"
"Ok coba sekarang berikan solusi deh, jadi gue harus main di mana?"
"di sini aja"
"di sini?? di lantai ubin ini? lah, kan gamenya nanti basah-basahan?"
"biarin, ntar tinggal bayar orang untuk nge-pel. pokoknya acara kita nggak boleh keluar dari lingkungan gedung parkir ini."

Ya sud... walaupun rada miris karena lantai gedung parkir pasti akan sangat licin kalo basah, sehingga berpotensi bikin kepleset (ternyata bener kan), gue siap-siapin peralatan di gedung  parkir itu. Dan kemudian datanglah perubahan berikutnya:

"Agung, mbak asma nadia ternyata nggak bisa stay di sini sampe sore. Jadi, nanti debriefingnya elu juga yah..."

Huff... untung udah ngirit suara dari tadi pagi.
 
Berita perubahan terakhir datang agak sorean:

"Agung, berhubung acara kita hari ini mulainya rada telat, jadi jatah game lo terpaksa dikurangin waktunya yah, dari 1 jam jadi tinggal 30 menit. Eh... kalo bisa 25 menit deh..."

OK, berarti gue harus memodifikasi rancangan game gue. Puzzle dan helium stick didrop, tinggal balon air dan timba bocor yang akan dimainkan. Pembagian kelompok ditiadakan,  dan seluruh peserta  langsung  dibariskan jadi 4 baris. Tentunya karena keterbatasan ruang, posisi peserta jadi rapet banget dan game-nya jadi gampang banget, tapi yang penting kan the show must go on.

Game balon air lumayan sukses bikin becek lantai, tapi yang paling rusuh adalah game timba bocor. Menjelang game mulai, ica menyumbangkan ide cemerlang: "mmm... kita nggak perlu bilang kan, bahwa gelasnya bocor?" Hehehehe... setuju!
"Ok adik-adik, di permainan berikut ini kalian harus mengoperkan gelas dari depan ke belakang ya! Ingat, caranya adalah: GELAS HARUS DIANGKAT MELEWATI KEPALA"

Bisa dibayangin betapa surprisenya anak-anak itu saat air mulai bercucuran dari gelas...

Akhirnya, walaupun udah berubah jauh banget dari rancangan awal, ternyata sambutan peserta cukup meriah - dan itu yang jauh lebih penting, kan? Setelah acara game beres, gue langsung siap-siap beranjak pulang dan ngeliat masih banyak balon air yang belum pecah.

Gue jadi teringat sesuatu.

Gue datengin ibu presiden, dan bilang, "Ri, gue pulang dulu ya. Mau ngasih tau aja nih, balon airnya ternyata masih banyak yang belum pecah, tuh gue taro di deket tiang. Yah... barangkali lo perlu buat balas dendam ke seseorang, berkaitan dengan peristiwa diceburin ke kolam baru-baru ini gitu..."
Ibu presiden langsung menyambut antusias, "Ok Ok, terima kasih ya atas sarannya"


Selangkah sebelum meninggalkan lokasi, gue liat seorang anggota panitia langi siap-siap mau ngepel lantai yang becek. Buru-buru gue cegah, "Eh jangan dipel dulu, nanti setelah buka puasa ibu presiden masih mau bikin satu game khusus.."
"Hah? Masih ada game lagi?"
"Iya, kejutan dari ibu presiden. Makanya, ngepelnya nanti aja daripada kerja dua kali..."

The real game begins when least expected.

Thanks berat buat semua yang udah bantuin, dan sori berat buat yang udah jadi korban kepleset :-)))

foto: Eriq lagi test banting balon air di kamar mandi

Blog EntryRancangan game buka bersama MP 6 Oktober 2007Oct 4, '07 11:36 AM
for everyone
Berdasarkan keputusan rapat panitia hari Selasa tanggal 2 Oktober kemarin, maka di posting kali ini gue akan jelasin konsep permainan untuk acara Buka Bersama tanggal 6 Oktober. Harap maklum, permainan-permainan yang gue tulis di sini masih ada kemungkinan untuk berubah pada hari H, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti cuaca, jumlah peserta yang hadir, kondisi fisik peserta, sikon lapangan, ketersediaan waktu, dan tentunya kemungkinan dapet ide permainan baru di detik-detik terakhir.

Tipe Permainan

Di daftar acara tertulis acara gamenya nanti adalah 'game outbond' dan gue merasa ngeri keberatan nama. Permainan yang mau digelar ini masih jauh di bawah standar outbond 'betulan', jadi gue lebih suka menyebunya outdoor games aja.

Debriefing

Salah satu topik yang dibahas dalam rapat hari Selasa kemarin adalah masalah debriefing alias pembahasan 'hikmah' di balik setiap permainan yang akan diadakan setelah acara permainannya selesai. Sebenernya, untuk urusan debriefing ini bisa sangat 'fleksibel' tergantung fasilitator yang akan membawakannya. Ekstrimnya, kita bisa bikin lomba cepet-cepetan ngupas mangga dan mengaitkannya dengan semangat membayar pajak - itu sah-sah aja. Dengan kata lain, permainan apapun bisa dikaitkan dengan hikmah apapun. Tapi sebagai panduan kasar aja, topik debriefing akan gue sertakan di setiap judul permainan di posting ini. Sekedar sebagai gambaran aja, sedangkan penerapannya dapat berubah tergantung fasilitator di lapangan nanti yaitu Asma Nadia.

Perlengkapan

Seluruh perlengkapan permainan insya Allah akan gue bawa sendiri, jadi buat seksi perlengkapan nggak usah khawatir deh.

Pembagian kelompok

Di atas kertas, akan hadir 100 anak sebagai peserta permainan. Untuk memudahkan pengaturan, plus meningkatkan semangat kompetisi, jumlah ini akan gue bagi jadi 4 kelompok @ 25 anak. Kalo yang hadir di bawah 90 orang, akan gue bagi jadi 3 kelompok aja. Anggota setiap kelompok gue usahakan se-heterogen mungkin.

Peran anggota panitia (umum)

Di penjelasan setiap permainan, gue akan menjelaskan peran khusus setiap anggota panitia. Tapi secara umum, gue mengharapkan dukungan anggota panitia lainnya selama acara permainan berlangsung dalam bentuk:

  1. Menjaga keselamatan para peserta, khususnya yang masih kecil-kecil. Kemungkinan peserta yang hadir akan memiliki rentang usia yang cukup jauh, yaitu berkisar dari kelas 3 SD hingga usia SMP.Oleh karena itu, mohon pengawasan khusus dari rekan-rekan panitia untuk menjaga keselamatan adik-adik kita agar jangan cedera akibat terdorong / terinjak oleh peserta lain yang lebih besar.
  2. Membantu menerangkan ulang peraturan permainan apabila ada peserta yang kurang 'mudeng'.
  3. Memfasilitasi tingkat partisipasi peserta, dalam bentuk menjaga agar seluruh peserta tetap berkumpul di sekitar arena permainan dan menyemangati agar mereka tidak malu-malu untuk 'unjuk gigi' di tengah arena.
  4. Memastikan bahwa peserta yang tampil di setiap permainan berganti-ganti, agar seluruh peserta kebagian bermain.

Itu tadi gambaran umumnya, dan berikut ini penjelasan untuk setiap permainannya. Tadinya sih mau gue lengkapi dengan gambar ilustrasi, tapi lagi nggak sempet banget. Mudah-mudahan penjelasan gue cukup jelas ya, walaupun tanpa gambar.


Puzzle

Tujuan: menyusun puzzle secara massal.

Persiapan:

Di rumah, gue akan menyiapkan 3 - 4 gambar yang dipotong2 jadi potongan2 berbentuk kotak sama sisi.

Cara bermain:

  1. Potongan-potongan dari seluruh gambar yang udah disiapkan akan diacak sehingga tercampur aduk, lantas dibagikan kepada peserta. Satu orang dapat satu potongan.
  2. Tugas peserta adalah menemukan peserta-peserta lain yang memegang potongan gambar yang sama dengannya, untuk kemudian menyusunnya menjadi gambar yang utuh.
  3. Setelah gambar berhasil tersusun, seluruh peserta yang memiliki potongan gambar tersebut otomatis tergabung menjadi satu kelompok.

Peran panitia

  1. Membagikan potongan gambar. Untuk mempercepat waktu, gue mengharapkan ada sekitar 4 - 5 orang panitia yang berpartisipasi melaksanakan tugas ini.
  2. Memasangkan tanda pengenal kelompok (setelah kelompok terbentuk) berupa potongan pita berwarna  - ini optional kalo gue sempet mampir ke pasar untuk beli pita ya... hehehe.

Kriteria kemenangan

kelompok yang mampu menyusun gambar dalam waktu paling singkat.

Debriefing:

Permainan ini sebenarnya cuma bertujuan untuk membagi peserta ke dalam kelompok-kelompok kecil, sekaligus mengacak susunan anggota dalam masing-masing kelompok. Ini perlu karena peserta berasal dari 2 kelompok yang berbeda, apabila pembagian kelompok diserahkan pada mereka, maka mereka cenderung akan mengelompok dengan peserta lain yang sudah mereka kenal aja (nggak berbaur).

Tapi kalo mau diangkat dalam sesi debriefing, materi yang bisa disampaikan adalah:

  • Ilmu Pengetahuan / wawasan: setiap peserta memegang satu gambar, ibarat setiap orang memiliki sedikit pengetahuan. Hanya dengan belajar dari pengetahuan orang lain, kita bisa mengembangkan diri dan punya pemahaman yang lebih luas.
  • Sikap proaktif untuk belajar: puzzle akan lebih cepat selesai kalau setiap anggota aktif mencari potongan gambar lainnya. Kalau hanya nunggu, masalah tidak akan cepat beres.

Balon Air

Tujuan: memindahkan sejumlah balon berisi air dari titik start ke titik finish

Persiapan

  1. Sekitar 5 - 7 orang perwakilan kelompok (tergantung tempat yang tersedia) berdiri berjajar dengan jarak lebih dari 2 rentangan tangan mereka.
  2. Setelah barisan terbentuk, panitia meletakkan sebuah koran yang dilipat 4 di bawah kaki mereka. Peserta diberitahu bahwa koran tersebut adalah batas wilayah mereka. Mereka tidak boleh melangkah keluar dari batas wilayah koran.
  3. Orang yang berdiri di posisi tengah barisan akan diberi 'handicap' yaitu ditutup matanya (blindfolded).

Cara bermain:

  1. Satu orang anggota di titik start mengambil balon air dan mengopernya (estafet) kepada peserta di sebelahnya.
  2. Proses estafet berlangsung terus hingga balon air tiba di titik finish.
  3. Balon air yang jatuh dan tidak pecah, tidak boleh diambil lagi oleh peserta. Panitia yang akan mengambilnya dan meletakkannya lagi di garis start.

Peran panitia

  1. Memasangkan penutup mata berupa beberapa lapis tisu gulung yang direkat dengan selotip di kepala peserta.
  2. Mengawasi agar setiap peserta tidak keluar dari wilayahnya yaitu selebar luas koran.
  3. Mengambilkan balon yang jatuh dan tidak pecah, dan membawanya kembali ke titik finish.
  4. Menghitung jumlah balon yang berhasil sampai di titik finish untuk menentukan kelompok pemenang.

Kriteria kemenangan

Kelompok yang mampu mengantarkan balon terbanyak di titik finish keluar sebagai pemenang.

Debriefing

Kerja sama kelompok: bagaimana strategi mereka untuk mengoperkan balon secepat mungkin? Bagaimana perasaan kelompok saat mengetahui ada salah satu anggota kelompok mereka yang 'lemah' (karena ditutup matanya) sehingga menghambat proses pekerjaan? Bagaimana perasaan anggota kelompok yang menjadi 'si lemah'? Inti pesan moralnya adalah; kadang dalam hidup bermasyarakat / berkelompok kita harus menerima kenyataan bahwa kemampuan setiap anggota tidak sama. Solusinya bukan dengan menyalahkan / menyesali keberadaan 'si lemah', namun bagaimana mengatur strategi agar prestasi bisa tetap optimal dengan segala kekurangan yang ada.


Timba Bocor

Tujuan: mengisi botol coca-cola di garis finish dalam waktu tercepat

Persiapan:

  1. Sebelumnya, gue udah menyiapkan beberapa gelas aqua yang telah diberi lubang kecil di bagian dasarnya.
  2. Sekitar 5 - 7 anggota kelompok berdiri berjajar dengan jarak lebih dari 2 rentangan tangan, seperti pada permainan balon air.
  3. Posisi setiap anggota juga dibatasi dengan selembar koran, seperti pada permainan 'balon air'. Tidak boleh ada peserta yang melangkah keluar dari posisinya di atas bidang koran. 
  4. Orang yang berada di tengah juga ditutup matanya (blindfolded).

Catatan:

Mohon bantuan rekan panitia untuk memastikan bahwa seluruh peserta yang tampil dalam permainan 'timba bocor' ini berbeda dengan yang tampil dalam permainan 'balon air', agar ada pemerataan peran pada setiap peserta.

Cara bermain:

  1. Satu orang anggota di titik start mengambil air dari sumber dengan menggunakan gelas aqua yang telah dilubangi. Ia harus mengopernya kepada peserta lain secepat mungkin sebelum air dalam gelas terbuang terlalu banyak.
  2. Peserta di garis finish menuangkan air dalam gelas ke dalam botol coca-cola.
  3. Proses estafet berlangsung terus hingga botol coca-cola di titik finish terisi penuh.
  4. Apabila sebelum sampai garis finish gelas sudah kosong, maka harus diestafet kembali ke titik start untuk diisi ulang.

Peran panitia

  1. Memastikan agar tidak ada peserta yang keluar dari batas wilayahnya yaitu selebar kertas koran dilipat 4.
  2. Menginformasikan apabila sudah ada kelompok yang berhasil mengisi penuh botol coca cola di garis finish.

Kriteria kemenangan:

Kelompok yang mampu mengisi penuh botol coca-cola dalam waktu tercepat.

Debriefing

Kurang lebih sama dengan debriefing untuk permainan balon air, yaitu kerja sama kelompok dan menyiasati hambatan yang ada.


Helium Stick

Tujuan: meletakkan pipa paralon ke tanah secepat mungkin.

Cara bermain:

  1. Setiap kelompok diwakili oleh 5-7 orang.
  2. Seluruh wakil kelompok berdiri berjajar rapat ke samping, tangan terentang ke depan setinggi dada, jari telunjuk kanan dan kiri dalam posisi menunjuk.
  3. Di atas jari telunjuk mereka, diletakkan sebatang pipa paralon.
  4. Kelompok harus mampu meletakkan pipa paralon ke tanah secepat mungkin tanpa melepaskan satu jaripun dari pipa. Jadi, hinggi pipa paralon menyentuh tanah, tidak boleh ada satu jaripun yang terlepas / tidak bersentuhan dengan pipa.
  5. Apabila di tengah proses ada satu saja peserta yang melepaskan jari dari pipa, maka proses harus diulang dari awal.

Peran panitia

  1. Memastikan tidak ada jari peserta yang terlepas dari pipa
  2. Apabila ada jari peserta yang terlepas dari pipa, panitia membantu peserta untuk mengembalikan posisi pipa di posisi awal yaitu sejajar dengan dada peserta.
  3. Menginformasikan kepada gue apabila ada kelompok yang berhasil menjadi pemenang (berhasil meletakkan pipa di tanah).

Kriteria kemenangan

Kelompok yang mampu meletakkan pipa ke tanah dalam waktu tersingkat.

Debriefing:

Walaupun perintahnya sederhana, yaitu meletakkan pipa ke tanah secepat mungkin tanpa melepaskan jari dari pipa, namun prakteknya tidak mudah. Karena masing-masing anggota takut melepaskan jari dari pipa, yang terjadi adalah pipa justru 'melayang' makin tinggi. Analoginya sama seperti bila kita terlalu takut saat menghadapi masalah, seringkali justru perbuatan kita makin memperparah / menyulitkan keadaan. Selain itu, kunci dari permainan ini adalah kerja sama antar anggota kelompok. Gerakan menurunkan pipa harus seirama dengan anggota kelompok yang lain. Bila salah satu anggota tidak sabaran / ingin cepat sendiri, justru semakin memperlambat proses.

 

Begitulah sekilas rencana permainan yang akan gue gelar. Kalau ada saran / masukan, silakan lho. Buat yang penasaran ingin liat kaya apa permainannya dalam bentuk nyata, dateng aja ke Taman Menteng, 6 Oktober 2007 mulai jam 13.00. Ok?



Buat seksi transportasi, berikut ini ancer-ancer lokasi Yayasan Istiqomah yang harus kalian datangi untuk menjemput 50 anak calon peserta acara Buka Bersama.

Rutenya sbb: dari arah Jalan Surabaya lurus ngikutin jalan, sampe menjelang jembatan Pasar Rumput belok kiri. Akan langsung ketemu percabangan, ambil yang kanan, yaitu Jalan Menteng Trenggulun. Luruuuus... aja sampe ketemu Musholla Istiqomah di sebelah kiri.

Kalo dari pengamatan gue, lebar jalannya memang ngepas - tapi ternyata di situ gue ketemu dengan sebuah mobil box. Dengan demikian kayaknya Metro Mini carteran kita masih bisa masuk situ, walaupun supirnya mungkin harus ekstra keringetan. Eh, atau mau dijemput oleh rombongan Teruci nih?

Contact personnya adalah Chaerullah atau Edi di 3912186. Atau bisa hubungi kantor yayasannya di nomor 3922165.





Tadinya agenda kami untuk hari Minggu 2 September 2007 ini sederhana aja: nyekar ke makam bapak gue, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Nggak nyangka akhirnya hari ini jadi hari yang heboh banget! Tapi ceritanya panjang nih, buat yang lagi sibuk nggak usah dibaca juga nggak papa kok :-)

Gue dan istri berangkat dari rumah jam 3 sore. Tujuan: TPU Tanah Kusir. Tadinya kami bercita-cita naik Patas 16 jurusan Lebak Bulus, trus nyambung lagi naik Metro Mini jurusan Bintaro dari Arteri Pondok Indah. Ternyata P16-nya nggak lewat-lewat. Akhirnya naik bis Patas AC jurusan Ciputat (nomornya lupa, kalo nggak salah 76 deh).

Turun di perempatan Melawai, naik Metro Mini 74 jurusan Bintaro. Baru jalan sebentar, sampe di perempatan deket Bulungan tiba-tiba... BRAAAK.... Metro Mini gue nabrak Metro Mini depan yang lagi ngetem!! Untungnya nggak terlalu keras, jadi nggak ada penumpang yang cedera (minimal di Metro Mini gue ya, nggak tau deh di Metro Mini depan gimana). Yang jelas kaca belakang Metro Mini depan rada retak dikit.

Mudah diduga, insiden ini disusul dengan adu teriak antara supir dan kenek Metro Mini gue vs supir dan kenek Metro Mini depan. Dengan urat leher bermunculan, supir Metro Mini gue teriak ke keneknya, "UDAH TANYA AJA, DIA POOLNYA DI MANA, NTAR KITA BERESIN DI POOL!"
Tentunya kenek Metro Mini gue menyampaikan pesan tersebut kepada kenek Metro Mini depan,"POOLNYA DI MANA? NTAR KITA BERESIN DI POOL!"
Teriakan tersebut dibalas oleh teriakan lain dari kenek Metro Mini depan yang sayangnya kurang jelas terdengar. Supir Metro Mini gue nampak kurang sabar, lantas dia memberikan instruksi kepada keneknya, "CK, UDAH DEH, LAMA!! KITA JALAN AJA!"

Ngeeeng... Metro Mini gue kembali melaju. Di deket RSPP, nyaris terjadi insiden ke dua. Tiba-tiba ada motor memotong dari arah kanan, nyaris tegak lurus dengan arah lintasan Metro Mini. Ciiiit....! Metro Mini gue banting setir ke kiri diiringi alunan backing vocal jeritan para penumpang. Supir Metro Mini gue kembali berteriak kepada si pengendara motor, yang intinya menghimbau agar 'lain kali hati-hati dalam mengemudikan motor dan tidak suka memotong jalur lintasan kendaraan lain khususnya yang berukuran jauh lebih besar'. Teriakan tersebut dibalas oleh pengendara motor, yang intinya adalah himbauan agar supir Metro Mini 'lebih sering menggunakan matanya saat mengemudikan kendaraan'. Tentunya yang gue tuliskan di sini hanya inti percakapannya saja, sementara pemilihan kata dalam dialog yang sebenarnya cenderung lebih 'kasual'.

Menjelang pasar Mayestik, Metro Mini yang tadi ditabrak dari belakang rupanya masih panas hati. Dengan manuver yang lebih pantas dilakukan oleh kendaraan seukuran sepeda mini ketimbang Metro Mini, dia memotong Metro Mini dari sebelah kiri lantas menghentikan kendaraannya secara diagonal di tengah jalan. Pokoknya persis adegan di game NFS-Underground.

Karena jalan terblokir, terpaksa deh Metro Mini gue berhenti. Adu teriak kembali terjadi. Parahnya, yang terpaksa berhenti bukan cuma Metro Mini gue, melainkan praktis seluruh pengguna jalan di seputaran RSPP, Mayestik, Barito, hingga Bulungan. Dengan kata lain: macet total.

Beberapa pemuda berbaju lusuh yang entah muncul dari mana naik ke Metro Mini gue sambil berteriak-teriak, sementara supir Metro Mini gue nampak makin kesal. "UDAH LO PADA NGGAK USAH BERISIK DEH! ORANG SAMA-SAMA KULI AJA... NGAPAIN RIBUT SIH? URUSAN GUE BUKAN SAMA ELU-ELU PADE, TAPI SAMA JURAGAN LO! NTAR GUE BERESIN DI POOL!!"

Merasa terintimidasi oleh adegan demi adegan yang terjadi, beberapa penumpang memutuskan turun - termasuk gue. Pertimbangan gue antara lain karena setelah berada di luar Metro Mini, pencahayaan serta sudut untuk memotret bisa lebih leluasa.

Akhirnya, setelah adu teriak tanpa menemukan mufakat, kedua Metro Mini bermasalah berkenan untuk melanjutkan perjalanan. Mungkin sedikit banyak dipengaruhi oleh desakan puluhan pengguna jalan lainnya yang klaksonnya udah pada nyaris putus karena dipencetin terus dari tadi.

Gue dan istri melanjutkan perjalanan dengan selamat naik Metro Mini nomor 71. Nyekar sebentar di kuburan, trus kami melanjutkan perjalanan naik taksi. Tujuan kali ini adalah ITC Permata Hijau. Agendanya: beli baby walker untuk bayi Rafi. Dia sekarang udah bisa jalan sedikit-sedikit, dan mulai bosan dikurung terus di box bayi. Tadinya Ida mau beliin baby walker yang bentuknya mirip bangku beroda, tapi gue nggak setuju. Masalahnya dengan baby walker jenis itu, anak nggak belajar melangkah melainkan mengayuh seperti bebek berenang. Akibatnya malah anak semakin males berjalan karena cukup dengan mengayuh-ngayuh sedikit aja dia bisa bergerak jauh lebih cepat. Gue lebih suka baby walker yang didorong, karena anak dibiasakan untuk melangkahkan kaki - bukan mengayuh.

Setelah muter-muter di lantai dasar tanpa hasil, akhirnya kami sampe di sebuah toko di lantai 1 yang koleksinya lengkap banget. Dia jual aneka perlengkapan dan mainan bayi dan balita. Udah gitu untuk setiap item-nya dia juga menyediakan pilihan yang banyak banget. Dengan kata lain: ini tempat yang sangat berbahaya untuk dikunjungi di bulan-bulan nanggung saat belum gajian.

Setelah tawar-menawar, akhirnya kami berhasil memboyong sebuah baby walker tipe dorong yang nampaknya cukup seru karena dilengkapi aneka tombol warna-warni yang bisa bunyi dan nyala. Tombolnya cukup banyak untuk membuat bayi Rafi kalap.

Berhubung udah kadung sampe di ITC Permata Hijau yang punya Carrefour di lantai basement, maka sambil menenteng dus baby walker seukuran 3 kardus indomi kami lanjut ke Carrefour untuk belanja popok dan susu bayi. Untung di sana ada penitipan barang, jadi untuk sementara gue bisa terbebas dari dus baby walker.

Proses belanja beres dalam tempo kurang dari setengah jam. Pas lagi bayar-bayaran di kasir, istri pergi duluan untuk ngambil titipan barang dan kembali dengan wajah berseri-seri. "Suami... suami... ayo cepetan bayarnya, ada Tukul! Ayo, kita foto bareng Tukul!"

Maka dengan tergopoh-gopoh membawa tentengan 4 kardus susu plus seplastik besar popok bayi plus beberapa barang lainnya, gue menuju ke tempat yang ditunjukkan istri, yaitu kios penjual minuman di depan dekat eskalator. Ternyata bener ada Tukul, lagi jalan-jalan bareng keluarganya. Tentu aja kehadirannya langsung menyedot perhatian pengunjung. Dia lagi dikerubuti orang yang minta foto bareng. Kasihan juga liatnya, orang cuma mau beli minuman doang jadi lama banget karena para fans bergantian minta foto bareng.

Puas foto bareng Tukul, perut lapar. Maka tujuan berikut adalah bubur ayam terenak di Indonesia, bubur Barito. Selesai makan, pas lagi bengong-bengong nunggu taksi, istri teringat pada niatnya kemarin yaitu ingin ngasih kado kue buat Ade dan Bayu yang hari Senin 3 September besok akan merayakan ulang tahun perkawinan yang pertama.
"Telepon dulu," kata gue, "ntar tau-tau mereka nggak pulang ke kos."
Maka istri nelepon Ade, ngibul dengan bilang kami akan mampir sepulang 'kondangan di bilangan Haji Ten'. Memang bener sih ada kondangan di Haji Ten, tapi kejadiannya udah sekitar 2 bulan yang lalu!

Ade memberikan jawaban positif sambil bertanya-tanya, kenapa tumben amat kami mendadak ingin bertamu malam-malam. Tanpa memberikan keterangan lebih lanjut, istri cuma bilang kami akan mampir sekitar jam 9 malam. Setelah teleponan dengan Ade, kami berhasil mencegat sebuah taksi dan meluncur pulang.

Sampe rumah sekitar jam 7 malem. Gue langsung sibuk bongkar pasang baby walker baru, sementara istri mengurus plastik-plastik belanjaan. Tiba-tiba..."Suamiiii.... susunya bayi ke mana ya?"
"Lah, masa nggak ada?"
"Nggak ada, ini cuma ada belanjaan peralatan masak."
"Waduh... berarti... KETINGGALAN DI KIOS MINUMAN TEMPAT FOTO BARENG TUKUL!!"
"Waaaa...."

Sial bener, 4 kotak besar susu bayi itu harganya nyaris sama dengan si baby walker. Istri langsung mengambil inisiatif, "Ya udah, aku balik lagi deh ke sana, kali aja masih ada."
"Heh? Susu 4 kotak ditinggal di tempat rame gitu, pastinya udah disikat orang lah!"
"Ya coba aja dulu, siapa tau kan?"

Maka istri balik lagi ke Permata Hijau, sementara gue meneruskan acara bongkar pasang baby walker. Sesuai dugaan, bayi Rafi seneng banget dengan mainan barunya.

Jam 8 lewat, istri pulang lagi dengan membawa kantong plastik berisi 4 kotak susu bayi.
"Ketemu, susunya?"
"Ketemu, disimpenin sama mbak-mbak yang jual minuman!"
Ya ampun, baiknya si mbak itu. Gue doakan banyak rejeki deh. Buat yang sering belanja di Carefour Permata Hijau, gue himbau agar jangan lupa beli minuman di kios depan kasir di sana ya! Pokoknya cari aja kios minuman yang terdekat dari eskalator lantai 1, mengarah ke sebelah kanan.

Berhubung ada insiden susu ketinggalan, maka acara pembuatan kue untuk Ade dan Bayu jadi ikutan molor. Jam 10 malem baru selesai.
"Telepon dulu, jangan-jangan udah pada tidur," kata gue.
Maka istri menelepon Ade, yang ternyata masih bangun. Skenario masih tetap sama, yaitu ada kondangan di Haji Ten. Padahal, kondangan apaan sih yang baru bubar jam 10 malem?

Sambil menenteng bayi Rafi yang kebetulan terbangun, kami bertiga naik taksi ke Kramat Sentiong, tempat kosnya Ade dan Bayu. Wah, Ade sampe berkaca-kaca terharu menerima kado dari Ida. Senangnya kalo bikin surprise yang berhasil! Kesan-kesan Ade bisa dibaca di sini.

Sepulang dari rumah Ade dan Bayu, istri langsung tidur kecapean, sementara gue... hmm... ngapain lagi kalo bukan posting pengalaman seru hari ini :-))

Photo AlbumWelcome Ima! (25 photos)Aug 28, '07 12:46 AM
for everyone

Hari Minggu tanggal 26 Agustus 2007 kemarin, celeb MP dari negeri Britania Raya yaitu tak lain dan tak bukan adalah Ima menggelar jumpa fans di rumah kami. Seperti yang udah-udah, walaupun baru ketemu muka untuk pertama kalinya, acara kopdar berjalan seru dan penuh jepretan kamera. Pujay datang membawa mystery guest yaitu kebo, (mantan) MP-ers yang lama nggak kedengeran kabarnya.


Sebenernya ide untuk merayakan ultah ke tiga markas besar si mbot tadinya cuma celetukan iseng aja. Waktu itu lagi rame-ramenya persiapan ultah MP Indonesia, turs gue bilang sama istri, "gimana ya, kalo tiba-tiba Mbot's HQ ikutan ngerayain ulang tahun? Tanggal 5 Agustus 2007 ini pas 3 tahunnya Mbot's HQ di Multiply lho!"

Nggak disangka nggak dinyana, istri malah menyambut dengan, "Ayo aja, nanti aku buatin cake ulang tahun yang gambar hiasannya si mbot ya!"

Kebetulan pada periode yang kurang lebih bersamaan, salah satu temen kantor gue yang bernama Anto lagi giat belajar sulap. Tepatnya, ilusi (dia suka nggak terima kalo dibilang tukang sulap, maunya dibilang ilusionis). Hampir setiap hari dia muncul di kantor dengan trik-trik baru. Awalnya, trik sulap Anto lebih sering gagalnya daripada berhasilnya. Kadang koin yang seharusnya menghilang malah kepergok lagi nggelinding di bawah meja. Tapi dia tetep tekun berlatih, bahkan nggak sayang menginvestasikan uang yang relatif besar untuk beli DVD tutorial main sulap. Akhirnya lama-lama dia semakin jago, dan menurut gue udah layak dipertontonkan. Maka gue menawari dia untuk tampil dalam acara ultah ke tiga Mbot's HQ di hadapan sejumlah kecil penonton.

"Dan mereka adalah... let's say... A BUNCH OF DEDENGKOTS-nya Multiply, kan?"
"Iya. Kenapa emangnya?"
"...artinya kalo tau-tau sulapan gue memalukan, trus mereka posting di journalnya masing-masing, yang baca kan buanyaaak itu, pak!"
"Rata-rata journal mereka dibaca oleh sekitar 300-an orang per hari. Karena yang mau gue undang sekitar 12 orang, maka yah... resikonya kalo lo gagal akan diketahui oleh 3.600 orang di seluruh dunia, To. Nggak masalah kan?"
"Hiiiy... nggak mau gue, nggak mau...!"

Tapi setelah gue persuasi secara terus menerus akhirnya Anto mau juga tampil. Gue bilang, percuma kalo belajar sulap tapi cuma ditonton sama temen-temen sendiri. Untuk jadi tukang sulap eh ilusionis betulan kan juga harus belajar tampil di depan penonton. Soalnya kalo ngeliat ketekunan Anto berlatih dan kemajuan yang berhasil dia capai dalam waktu singkat, gue yakin dia sebenernya berbakat di bidang ilusi-ilusian ini. Sayang kan kalo sebuah bakat tersia-sia hanya karena kurang kesempatan untuk mengasah.     

Setelah Anto setuju untuk tampil, gue kirim PM undangan ke para calon tamu yang semuanya confirm akan hadir. Sebenernya sih mau ngundang lebih banyak, apa daya ada keterbatasan tempat dan sumber daya. Lagipula, dengan audience yang segini aja Anto udah senewen setengah mati. Dia tambah rajin berlatih setiap hari.

Hari H tanggal 5 Agustus, kebetulan Michael*, yang juga temen sekantor gue dan Anto, merayakan ultah anaknya di KFC Kemang. Sebagai bagian dari paket ulang tahun di KFC, ada atraksi  sulap. Berhubung yang membawakan adalah tukan sulap profesional, tentu aja atraksinya berjalan sangat lancar tanpa salah sedikitpun. Abis nonton sulap, Anto langsung kehilangan rasa percaya diri.

"Gung, ntar malem cancel aja deh ya, takutnya ekspektasi elu sulap gue nanti sehebat yang ini..."
"Halah, apaan sih! Tau nggak, anak-anak MP itu juga nggak expect sulap yang canggih-canggih amat kok. Dikasih tontonan topeng monyet juga mereka seneng! Mereka pasti apresiatif deh terhadap sulapan lo, sekacau apapun juga. Buat mereka yang lebih penting adalah kumpul-kumpulnya, sulap adalah bonus. Jadi... udahlah, tenang aja." 

Untungnya Anto nggak jadi mengundurkan diri dan sorenya beneran muncul di rumah gue - walaupun tetep dengan senewen. Apalagi dia tau salah satu pentontonnya adalah Presiden Multiply Indonesia. Setelah acara makan dan tiup lilin, Anto show dimulai. Alhamdulillah semua trik dibawakan dengan sukses, dan dengan murah hati penonton bertepuk tangan spontan setiap kali sebuah trik berhasil dipertunjukkan. Sesuai dugaan gue, para 'dedengkot MP' yang menjadi tamu gue malam itu menunjukkan karakter khas mereka yaitu keterbukaan menerima orang baru. Ini sangat membantu mengurangi kesenewenan Anto karena saat baru dikenalin, dia langsung diterima ngobrol oleh seluruh tamu. Nggak heran, karena sebelumnya komunitas ini juga terbentuk dari sekumpulan orang yang belum saling mengenal, kan? Anto bahagia banget, pertunjukannya berhasil. Sebagai bonus, dia memberikan kenang-kenangan berupa kartu sulap buat setiap tamu. Gue juga senang, tamu-tamu gue terhibur dan acara berjalan sukses.

Terima kasih ya buat semua tamu yang udah berkenan hadir, mohon dimaafkan bila ada kekurangan :-)

 

*Michael ini pernah dijadiin bahan posting juga, yaitu waktu dia nyoba ber-B2W untuk pertama kalinya.


Photo Albumsecuplik ultah MP-ID ke 3 (35 photos)Jul 7, '07 8:40 AM
for everyone

Ini kali ke dua gue kurang 'jodoh' dengan acara ultahnya MP. Kalo taun lalu gue terpaksa cuma ikut setengah acara karena harus cepet2 pulang menghadiri pernikahan temen, taun ini lagi-lagi harus pulang cepet karena alasan berbeda yaitu NGANTUK. .

Jadi ceritanya, jauh sebelum hari H, Ida udah confirmed untuk nerima pesenan beberapa ratus risol kribo dan kue lumpur keju. Eh, hari kamis malem tiba2 ibu Pijeh Pinkq nelepon, minta dibuatin kue ultah MP ukuran raksasa.

Maka sejak Jum'at malam 6 Juli 2007 Ida bekerja keras menyelesaikan tumpukan order. Gue sendiri sempet tidur dan mulai bantu - bantu sekitar jam 12 malem. Turut memeriahkan suasana, hadir bintang tamu Sigit.

Jam 8 pagi akhirnya beres juga tuh kue raksasa, dan gue berangka ke Setu Babakan sendirian tanpa Ida. Idanya teler kecapean masak sejak kemarin siangnya.

Sesampainya di lokasi gue juga merasa sedikit nggak napak tanah saking ngantuknya, akhirnya jam 11 diam2 mengendap-endap nyegat kopaja dan pulaaang.... huuf sampe rumah lega banget bisa ketemu bantal.

Sori ya temans, nggak bisa berpartisipasi banyak di acara tahun ini. Mudah2an tahun depan nggak ada halangan ya. Oh iya kelupaan: catatan khusus buat MC barens: penampilannya bener2 luar biasa deh. Nggak kalah dengan MC profesional, seru banget! udah gitu niat banget berkostum ala betawi mulai dari bawah sampe atas, lengkap dengan sederatan cicnin akik di tangan! hehehehe... belum lagi koleksi pantunnya itu lho... ckckckck... salut, salut!! Gue nggak akan heran kalo tau2 abis ini akan ada yang minta dia jadi MC di acara di luar MP. Serius!

Photo Albumbayi rafi dan ibu penulis (4 photos)Jun 26, '07 11:35 AM
for everyone

Hari Minggu tanggal 24 Juni 2007, HP Ida bunyi. Ternyata dari Nadnuts alias Nadiah Alwi... itu lho, penulis novel "Quadrangle"!

Nggak lama kemudian Nadnuts muncul diantar Abi-nya Hana, bawa oleh2 Quadrangle yang langsung ditandatangani!

Hmm... mau punya juga Quadrangle lengkap dengan tanda tangan penulis? Makanya dateng ke acara ultah ke 3 MPID. Keterangan lebih lengkap bisa diklik di sini.

Photo Albumhappy birthday tante winda! (38 photos)Jun 26, '07 11:01 AM
for everyone

Tanggal 25 Juni kemarin, gue, Ida dan bayi Rafi lagi mudik ke Bandung. Kebetulan, hari itu Winda ultah. Telepon punya telepon, kami janjian ketemuan di Paris van Java dan cihuy... ditraktir makan di zenbu!

Bukan cuma ditraktir, pulangnya dianterin pulak sampe rumah. Namanya ada tamu harus dihibur, apalagi tamunya lagi ultah, maka kami menhibur Winda dengan memanggil... topeng monyet!

Bayi Rafi awalnya seneng banget liat topeng monyet, tapi lama-lama jadi takut waktu monyetnya jadi agresif ngejar-ngejar gue dan Winda. Kayaknya tu monyet tersinggung setiap kali dibidik pake kamera. Entahlah, mungkin dia anggota Nikon club.

Anyway, happy birthday tante Winda, semoga sukses lahir-bathin, dan dunia-akhirat... amiiin...!


Melengkapi posting Ida tentang hari ke duanyanya ber B2W, ini kumpulan foto-foto kunjunga para dedengkot B2W dengan sepedanya yang anjrit-anjrit. Gue Alhamdulillah sempet nyobain satu di antaranya... ckckck... pantesan harganya anjrit, waktu pindah gigi sama sekali nggak bersuara! Hebat.
di malam yang sama, gue juga kedatangan tamu seorang MPers yang belum pernah ketemu sebelumnya, yaitu Conny (http://unsurhara.multiply.com). Dia mau mengantarkan lightsaber-nya yang dia jual di postingnya yang ini.

Jadi... serombongan sepeda anjrit dan sebuah lightsaber mampir ke rumah gue dalam satu malam. Pheewww... what a night!