Agung's posts with tag: kesehatan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kesehatan
Blog Entrysakitnya: mencret. obatnya: obat pilek.May 8, '08 12:11 PM
for everyone
Tadi sore, asisten Ida nelepon, ngabarin Rafi mencret berkali-kali hari ini. Nggak mau makan dan rewel. Ida-nya lagi ada kursus guru2 di Cipete, jadi gue langsung pulang. Untungnya pas gue temukan sore itu Rafi udah nggak terlalu rewel, cuma agak pendiem aja. Sebagai pertolongan pertama gue kasih 2 butir norit yang digerus jadi bubuk dan dijejalkan secara tipu daya.

Bertiga dengan mbak asisten, gue jalan kaki bawa Rafi ke dokter langganan deket rumah. Eh, taunya dokternya nggak praktek hari Kamis. Jadi Rafi dan mbak asisten gue suruh pulang sementara gue menuju apotik 'Medicine Shoppe' di Tebet Barat Dalam.

"Mbak, obat mencret apa ya yang aman buat balita?"
"Hmmm... apa ya pak? Anaknya umur berapa?  Ada panas nggak?"
"Umur 1.5 tahun, nggak pake panas kok mbak..."
"Hmmm... wah, kita nggak berani ngasih rekomendasi Pak... nggak dibawa ke dokter aja?"
"Mau, tapi ternyata dokternya hari ini nggak praktek.."
"Udah coba dokter Hartaniah di Tebet Barat I? Kayaknya hari ini praktek kok..."

Maka gue telusuri jalan Tebet Barat I untuk menemukan dokter itu, dan ternyata langsung ketemu. Setelah memastikan dokternya praktek hari ini, gue pulang lagi jemput Rafi dan mbak asisten, trus balik lagi ke dokter.

Setelah acara timbang badan dan isi kartu pasien, kami masuk k ruang dokter. Pertanyaannya sama seperti di apotik.

"Ada panas?" - enggak

Bu dokter nulis2 resep, ada 4 item yang ditulisnya.

Yang pertama adalah puyer racikan, untuk obat diare.

"Ini antibiotik bukan?" tanya gue yang berprinsip sebisa mungkin nggak ngasih antibiotik kalo belum kepepet.
"Bukan," kata dokternya

Yang ke dua obat sirup, judulnya Kaopectate. Yang ke tiga Lacto-B,  bakteri pembantu pencernaan seperti yang ada di dalam minuman Yakult. Yang ke empat  Ferlin, vitamin.

Dari dokter, mbak asisten dan Rafi gue drop pulang, abis itu gue balik ke Medicine Shoppe.

"Gimana pak, udah jadi ke dokter ya?" tanya mbak2 yang tadi.
"Udah, ini resepnya"

Mbak2 apotik meneliti resep yang gue sodorkan, dan rupanya masih inget dengan pertanyaannya sebelumnya.

"Pak, tadi bapak bilang anaknya nggak panas, kan?"
"Enggak."
"Pilek?"
"Enggak. Kalo mencret, iya mbak." (Penjelasan tambahan untuk menekankan bahwa memang benar ada kelebihan cairan, tapi dari lobang yang berbeda).
"Lah, trus kenapa ini dokternya ngasih obat panas, obat pilek, dan obat tidur?"

HUEEEH???

Mbak2 apotik menjelaskan bahwa resep dokter untuk obat puyernya berisi ramuan obat penurun panas, obat pereda flu, obat tidur, dan ehm... ANTIBIOTIK. Ini dokternya salah tulis, salah denger pertanyaan gue, asal jawab, atau sekedar sok tau, ya? Terima kasih buat para petugas Medicine Shoppe yang cukup kritis membaca resep dokter.

Gue langsung memutuskan untuk membatalkan pembelian obat puyernya, sekaligus bertekad nggak akan berobat ke dokter Hartaniah lagi.

Tips buat para konsumen, adalah hak kita untuk minta penjelasan apoteker tentang resep yang akan kita tebus. Kalo apotekernya ogah2an jawab, tinggal aja. Masih banyak apotek lain kok.

Ttd;
bapaknya Rafi, yang sekarang lagi tidur pules TANPA BANTUAN OBAT TIDUR.

Tentang alasan kenapa kita harus bijaksanaa waktu menggunakan antibiotika bisa diklik di:
  1. sembilanbulan.com
  2. republika online
  3. situs fk undip

Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423

Ini bukan copy - paste dari email forward-an yang nggak jelas pengirimnya;
ini pengalaman seseorang yang gue kenal baik. Gue yakin dia nggak punya maksud untuk menyudutkan pihak tertentu. Kalaupun ada pihak yang tersudut, itu akibat ulahnya sendiri.

Cerita miris ini adalah kejadian nyata, kondisi memprihatinkan pelayanan kesehatan di Indonesia tercinta.

Buat para blogger yang udah baca, gue mohon kesediannya untuk membantu menyebarluaskan di blog masing-masing. Sendirian, kita bukan siapa-siapa. Tapi kalau kita mau bersatu menyampaikan pesan yang sama, kita bisa membuat perbedaan. Nggak butuh effort terlalu banyak kok, cukup pasang link ke http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423 .

Buat pihak-pihak yang ingin menghubungi Ari, penulis journal ini, untuk klarifikasi atau penyelesaian masalah dalam bentuk apapun, gue bersedia membantu menghubungkan. Orangnya betulan ada, dan identitasnya jelas.

Mudah-mudahan kejadian ini nggak terulang lagi pada pasien manapun.


Blog Entrycara mulia untuk komaOct 9, '07 1:05 PM
for everyone
Minggu lalu, seorang temen kantor gue mendapat telepon mengejutkan dari rumahnya: ayahnya terkena serangan jantung dan lagi dalam perjalanan menuju rumah sakit.  Denger berita kayak gitu, siapalah yang nggak panik. Dia langsung minta ijin ke boss, dan pergi menyusul ke rumah sakit.

Waktu ditemui, ayahnya masih dalam keadaan sadar. Tapi lama kelamaan kondisinya terus memburuk sampe akhirnya dinyatakan dalam kondisi koma.

Seluruh keluarganya berkumpul sambil berduka. Mereka bergantian menunggui ayahnya yang terbaring tak sadarkan diri, sampai akhirnya pada suatu hari terjadi 'keanehan'.

Masih dalam keadaan tak sadar, tiba-tiba aja bibir si ayah melantunkan ayat-ayat suci Al Quran secara berurutan, mulai dari depan ke belakang. Kalau udah sampe ke ayat terakhir, beliau mulai lagi membaca ayat pertama. Hampir non-stop seperti itu. Jadi selama semingguan terbaring koma, entah udah berapa kali beliau khatam Al Quran! Hebatnya lagi, raut mukanya selalu dalam keadaan tersenyum.

Ngeliat kondisi seperti ini, pihak keluarga yang tadinya terpukul pelan-pelan mulai pasrah. "Biarlah kalau Papa harus pergi, beliau pergi dalam keadaan yang baik..." kata temen gue. Malah kalau si ayah ini sedang terdiam, anak-anaknya yang menunggui suka iseng menantang, "ayoh Pa, baca surat sekian  ayat sekian... bisa nggak.." dan si ayah selalu mampu membacakan ayat yang dimaksud dengan ketepatan 100%.

Rahasianya, kata temen gue, ayahnya ini memang sejak dulu nggak pernah absen baca Al Quran SETIAP HARI. Betul-betul nggak ada hari yang terlewat tanpa ayat Al Quran. Itulah sebabnya saat kehilangan kesadaran, ayat-ayat Al Quran menjadi refleks yang berlangsung secara otomatis.

Sampai hari ini, beliau masih dalam keadaan koma, dan masih belum berhenti membaca ayat-ayat Al Quran. Semoga Allah SWT memberikan jalan keluar yang terbaik bagi beliau dan keluarganya, aaamiiin.

gambar gue edit dari gambar ini

LinkMerasa awet muda? Cek dulu pake kalkulator!Aug 30, '07 12:45 PM
for everyone
Link: http://www.growyouthful.com/quiz.php

Website yang satu ini menyediakan layanan gratis* untuk menghitung 'umur biologis' kita. Apakah umur tubuh kita sesuai dengan umur yang tertera di KTP? Jangan-jangan justru lebih tua, akibat kebiasaan hidup yang kurang sehat.

Makanya, sebelum terlambat, cek dulu usia tubuh kita!

*tapi sambil jualan buku


Blog Entrynilai omongannya, bukan siapa yang ngomongAug 22, '07 12:12 PM
for everyone
Sepulang dari acara bersepeda di kota toea, pundak kiri gue terasa kaku. Dalam perjalanan pulang udah terasa makin sulit mengendalikan sepeda, tapi gue paksain aja. Paling cuma capek, pikir gue.

Malemnya, tu pundak terasa makin parah. Tangan kiri gue nggak bisa diangkat tinggi-tinggi. Megang kuping sendiri aja nggak bisa.

Besokannya, sepulang dari kantor, gue memutuskan untuk berkunjung ke rumah Maman, naik ojek. By default, para tukang ojek yang mangkal di depan kantor gue akan langsung membawa gue pulang begitu gue nangkring di jok - nggak usah pake ngomong. Makanya kali ini gue bilang, "nggak ke rumah bang, ke rawajati timur. mau ke rumah temen."
"mau main ya boss?" kata tukang ojeknya berbasa-basi
"bukan, mau urut. Ini pundak gue kaku."
"Oooh... kalo pundak kaku itu biasanya karena kurang minum air putih boss. Saya dulu juga pernah gitu, kurang banyak minum air putih badan terasa pada kaku. Makanya kalo pagi bangun tidur, jangan langsung ngopi boss, minum air putih dulu barang segelas..." tukang ojeknya menjelaskan panjang lebar.
"Oh, gitu ya?" jawab gue sekedarnya. Buat gue, hubungan antara kurang minum dan badan pegel sama ngaconya seperti hubungan antara tangan kedutan dan mau dapet duit. Tapi demi sopan santun tentunya gue nggak buru-buru membantah pendapat tersebut. Toh ini cuma obrolan basa-basi.

Anehnya, setelah ketemu dengan Maman, dia juga heran dengan kondisi pundak gue kali ini.
"Ini bukan keseleo biasa nih gung. Kaya ada yang ganjel, gitu," kata Maman.

Pulang dari tempat Maman, tumben nggak ada perbaikan yang berarti dengan lengan gue. Masih tetep aja kaku. Akhirnya tadi sore gue memutuskan untuk ke dokter spesialis bedah tulang di RS MMC, namanya dokter Thamrin Hasbullah.

Pundak gue dipencet-pencet dan digerak-gerakin oleh pak dokter, terus disuruh rontgen. Foto rontgen-nya langsung jadi, trus gue kasih liat ke pak dokter.
"Hmm... benar dugaan saya, ada endapan di sendi Anda. Kemungkinan ini adalah endapan uric acid (asam urat) yang telah mengkristal. Saat digerakkan, dia bergesekan  dengan jaringan sendi, sehingga terasa sakit. "
"Penyebabnya apa dok?"
"Ya terutama makanan yang memicu produksi uric acid, misalnya suka makan jeroan, emping, udang, kol, bayam..."
"Saya nggak doyan jeroan dan udang dok. Kol dan bayam sih makan tapi rasanya nggak banyak. Kenapa tiba-tiba bisa jadi endapan?"
"Begini: pada dasarnya tubuh kita memproduksi uric acid setiap hari. Endapan bisa terbentuk di sendi bila konsentrasi uric acid dalam darah meningkat. Konsentrasi uric acid dalam darah bisa meningkat kalau kita makan makanan yang memicu produksi uric acid, ATAU kalau kurang minum..."

Exactly like abang ojek said.

Pesan moralnya: nilailah omongannya, bukan siapa yang ngomong. Dan kalo lo mendengar seseorang menyampaikan informasi yang konyol, coba introspeksi dulu - siapa tau justru elo sendiri yang kurang wawasan...

Artikel tentang uric acid serta asal muasal gambar ilustrasi bisa diklik di sini.

Blog Entry'dikasih obat' oleh dokter gigiJul 8, '07 5:45 AM
for everyone
Sejak beberapa minggu yang lalu, entah kenapa gue sering nggak enak badan. Gue yang biasanya betah duduk di depan komputer semalem suntuk, tiba-tiba aja nggak kuat ngeliatin monitor lebih dari 2 jam. Kepala rasanya pusing seperti masuk angin, tapi dibilang masuk angin kok ya enggak juga. Pokoknya badan terasa nggak fit deh.

Tadinya gue nggak kepikiran menghubungkan kondisi tersebut dengan urusan gigi, sampe akhirnya beberapa hari yang lalu gusi gue terasa aneh. Rada susah mendeskripsikannya, tapi rasanya setiap kali makan, makanannya menyundul langit2 mulut dan sakit. Dengan kata lain, gue curiga gusi gue membengkak.

Pada suatu siang di kantor, gue senggol-senggol gusi gue pake ujung lidah, "loh, kok terasa asin, ya?' Gue ambil tisu dan gue tempelin di langit-langit mulut... wah... ternyata ada darahnya! Memang kadang-kadang gusi gue suka berdarah kalo lagi sikat gigi, tapi belum pernah sekonyong-konyong berdarah kaya gini.

Akhirnya untuk ke sekian kalinya gue memanfaatkan koneksi per-MP-an dan menghubungi siapa lagi kalo bukan Alya sang nice lovely dentist. (Inilah senangnya ikutan MP punya relasi dengan berbagai background!).

Berhubung cuma denger keluhan gue per telepon, tentunya Alya nggak berani mendiagnosa terlalu jauh. Tapi dugaan sementaranya, gusi gue mengalami radang. Alya menyarankan gue langsung berkunjung ke dokter gigi. Dia merekomendasikan klinik Dokter Hilly di MMC Kuningan.

Jum'at pagi gue ke sana, ketemu dengan dokter Sinta. Dia nanya,
"Tau klinik ini dari rekomendasinya siapa?"
"Dari dokter Alya"
"Ooo.. dokter Alya... kamu siapanya, KEPONAKANNYA?" >> huahahaha.. kalo Alya denger pertanyaan ini pasti ngomel-ngomel, masa dia dianggap cukup pantes untuk menjadi tante gue sih...
"Bukan.. temen.."
"Temen di mana?" Nah, pertanyaan yang satu ini pasti sulit dijawab kalo urusannya dengan temen-temen yang gue kenal di MP.
"Di internet"
"Ooo.. temen chatting ya?"
"Mmm... bukan chatting... eh... gimana ya... kenalnya di blog, gitu... weblog... tau?"
"Enggak."
Repot... repot... kira-kira kapan ya, Multiply cukup dikenal di kalangan masyarakat luas?

Sesudah basa-basi perkenalan, gigi gue diintip-intip.
"Ini gusinya bengkak karena ada pocket di sekitar gigi. Pocket ini jadi tempat bersarang sisa makanan, sehingga akhirnya terjadi inflamasi... ck... apa ya istilah lainnya inflamasi itu...?" demikian diagnosa dr. Sinta.
"Radang?" kata gue.
"Yak betull... kamu kok pinter banget sih?" Wah kayaknya bener nih dokter nyangkain gue masih seumuran keponakannya Alya.

Sebagai langkah awal, gigi gue harus dibersihin dulu dari karang gigi. Yang menangani bukan dr. Sinta, tapi seseorang yang bernama Mbak Wati (CMIIW). Gue pernah dibersihin karang giginya beberapa bulan yang lalu, tapi kali ini rupanya si Mbak Wati ini jauh lebih teliti dari dokter gue yang dulu. Bersihinnya lamaaa... sekali.

Dua puluh menit pertama gue masih bisa mengikuti proses dengan anteng, apalagi gue diserahi sebuah remote tivi yang bebas gue ganti-ganti channelnya. Tapi mendekati menit ke 30 kan rahang gue pegel juga disuruh nganga mulu dari tadi.
"Buka mulutnya yang lebar sedikit... bibirnya jangan kaku, nanti alatnya makin terdorong masuk lho... rileks aja..." kata Mbak Wati.
"Hhwa hawhae han hehel haha hawwi hawngi..." kata gue, yang mana terjemahan bebasnya adalah 'iya tapi kan pegel nganga dari tadi' Lagian, mana ada sih orang bisa nganga selama lebih dari 30 menit secara rileks?

Setelah lebih dari 45 menit, akhirnya acara pembersihan karang gigi usailah sudah. Habis itu Mbak Wati memberikan nasehat, "Ini karang giginya banyak sekali, pasti gosok giginya nggak bener deh caranya. Ini, begini caranya menggosok gigi yang benar," katanya sambil membuka sebuah sikat gigi baru yang bergambar...Mickey Mouse.
"Lihat nih, kalo gosok gigi, mulai dari gusi, dorong ke arah ujung gigi seperti ini. Jadi kotoran yang terperangkap di pocket bisa ikut terdorong keluar," kata Mbak Wati.
"Mmm... sikat giginya harus gambar Mickey Mouse ya?"
"Ya ini saya contohkan memang pakai sikat gigi anak-anak karena ujung sikatnya kecil sehingga bisa menjangkau sela gigi," kata Mbak Wati tetap dengan nada serius.
Iya iya mbak... aduuh... serius amat sih jawabnya... hihihihi..

Habis dibersihin karang gigi, gue difoto panoramix. Itu lho, foto x-ray yang bisa menangkap susunan gigi secara menyeluruh. FYI, orang yang difoto panoramix sebelum gue adalah calon mantan gubernur Sutiyoso (apakah informasi ini penting bagi pembaca?)

Habis difoto, gue kembali ke kursi periksa. Nggak lama kemudian datanglah dr. Sinta.
"Sekarang saya mau diapain lagi, dokter?"
"Gusinya mau dikasih obat."
Five minutes later i realize that 'dikasih obat' is a MAJOR UNDERSTATEMENT.

Kirain yang namanya 'dikasih obat' tuh ya diolesin atau ditempelin sesuatu, gitu. Ternyata.... dengan alat-alat tajamnya yang mengerikan itu, gusi gue yang bengkak-bengkak itu dikorek-korek dan obatnya diselipin di celah sempit antara gusi dan gigi. Rasanya? Hmmm... sedaaap! Setiap kali gue meludah, yang keluar adalah cairan kental berwarna merah menyala.

"Ini memang agak perih sedikit... tahan ya... rileks aja.."
Menurut gue orang yang mampu rileks saat disayat-sayat gusinya hanya para master yoga. Dan jelas gue bukan termasuk di dalamnya.
"Hwahid hwau hohwer!" kata gue, yang kalo diterjemahkan bebas berarti, "SAKIT tauk, dokter...!"

Untunglah proses 'pemberian obat' ini lebih singkat dari proses pembersihan karang gigi, sehingga nggak lama kemudian gue udah bisa bernafas lega.
"Minggu depan balik lagi ya! Tadi udah diajarin kan cara sikat gigi yang bener? Nah, nanti di rumah dipraktekin ya! Saya mau liat minggu depan kamu udah pinter belum sikat giginya." kata dr. Sinta, yang nampaknya masih yakin gue sebaya dengan keponakan dr. Alya. "Itu di mulutnya masih ada obat, jadi jangan dikumur atau dipake makan dulu selama 1 jam ya."

Keluar dari tempat praktek, mulut gue terasa nggak karuan - seperti campuran antara rasa jamu dengan rasa obat pemutih cucian. Tadi katanya nggak boleh makan atau kumur, kan? Berarti kalo ngerokok boleh dong... maka gue pun menyulut sebatang gudang garam...

Sekilas tentang penyakit gusi (Periodontal Disease)

Penyakit gusi bisa terjadi akibat plak yang tertinggal di gigi. Dalam jangka panjang, plak bisa menjadi karang gigi dan menyebabkan gusi menjadi bengkak. Ciri-ciri yang paling mudah dikenali adalah gusi berdarah waktu menyikat gigi.

Kebiasaan-kebiasaan yang bisa memicu timbulnya penyakit gusi antara lain: cara menyikat gigi yang salah, kebiasaan menggunakan tusuk gigi, minum minuman beralkhohol, dan merokok.

Buat kalian yang kalo lagi nyikat gigi suka berdarah gusinya, buruan deh ke dokter gigi - daripada keburu bengkak dan dikorek-korek pake benda tajam kaya gue!

Sumber gambar dan penjelasan lebih lanjut tentang periodontal disease bisa diklik di sini.
Buat yang gusinya berdarah, giginya bengkok, giginya kropos, giginya mrongos, napasnya bau naga, atau problematika mulut, gigi, dan gusi lainnya, bisa menghubungi klinik gigi Dr. Hilly di RS MMC Kuningan lantai basement, telp 5203422 - 5203423. Dibandingkan dengan dokter gigi yang pernah gue datengin sebelumnya, penanganan di sini jauh lebih teliti. Kalo ditanya dapet referensi dari mana, bilang aja "dari Agung, KEPONAKANNYA dokter Alya" hihihihihi....

ReviewReviewReviewReviewReviewMaman, solusi salah urat dan salah urutJul 1, '07 2:23 AM
for everyone
Category:Other
Awal perkenalan gue dengan Sulaiman alias Maman adalah waktu Ratna, temen gue di BPPN dulu, jatuh dari motor dan tangannya keseleo berat. Kalo nggak ada sepotong tulang di bagian sikunya yang bergeser dari tempatnya.

Waktu itu Ratna berobat ke seorang tukang urut yang udah lumayan terkenal di bilangan Cipete. Urut punya urut, udah lewat sebulan belum ada perbaikan kondisi - malah tangannya tambah bengkak jadi segede kentongan. Setelah tambah parah, entah gimana akhirnya Ratna minta tolong pada Maman, sesama pegawai BPPN yang udah dikenalnya sejak lama.

Ditangani oleh Maman, akhirnya tangan Ratna sembuh kembali setelah kurang lebih 3 bulan. Menurut Maman, tangan Ratna sempet tambah bengkak karena salah urut waktu di Cipete.

Nah karena ngeliat keberhasilan Maman menangani Ratna, makanya gue berani mempercayakan nasib untuk ditangani olehnya - walaupun selama proses penanganan sakitnya luar biasa. Lengkapnya bisa dibaca di sini.

Lucunya, Maman sendiri mengaku buta total soal anatomi urat dan tulang manusia. Kemampuan mengurutnya diturunkan secara 'gaib' dari para orang tuanya. Namun dia membantah bahwa proses pengobatannya dibantu jin atau makhluk gaib lainnya. Cirinya, kata Maman, kalo pengobatan yang dibantu jin biasanya penolongnya tidak langsung menyentuh tubuh 'pasien', melainkan mengurut beda lain seperti misalnya tulang ayam. Selain itu biasanya juga ada pantangan makan yang aneh-aneh.

Menurut Maman, kemampuannya memang didapatkan secara gaib, tapi tetap berdasarkan pada shalawat dan ridha Allah SWT. Kalau memang Allah menghendaki pasiennya sembuh, ya pasti akan sembuh. Maman sendiri nggak memberikan garansi apapun, juga tidak mengklaim bahwa dirinyalah yang menyembuhkan pasien - semua merupakan pertolongan langsung dari Allah. Itulah sebabnya Maman nggak mau mengiklankan diri - bahkan pasang reklamepun enggak. Kalo ada orang datang ya dibantu, tapi dia nggak mau sesumbar mengiklankan diri sebagai 'penyembuh'.

Buat yang mau berobat sama Maman, berikut ini denah rumahnya di bilangan Rawajati Timur. Klik pada gambar untuk memperbesar.


Berhubung Maman sekarang adalah seorang karyawan kantoran, kalo mau ke sana mending kalian telepon dulu untuk konfirmasi apakah dia ada di rumah atau enggak. Teleponnya Maman: 0852-813-17097. Bilang aja kalian tau nomor dia dari gue, Agung ex-BPPN, alias mbot di multiply.com.

Buat yang masih bingung dengan lokasi rumahnya, gue juga dengan senang hati akan mengantar ke sana. PM atau telepon langsung aja ke gue, ya!



cerita lengkapnya bisa diklik di http://mbot.multiply.com/reviews/item/79

Blog Entryrealita hari ini: pedihnya persahabatanApr 11, '07 1:14 PM
for everyone

Friendship is a gift of God. Some of us are blessed with good friends. But as it happens, these friendships are taken for granted in some cases and not valued.

(kutipan dari artikel di sini). 

Yah, hari ini gue sejumlah kejadian yang pas banget dengan kalimat di atas; bahwa ternyata selama ini gue kurang memperhatikan eratnya persahabatan dengan orang-orang di sekitar gue. Dan ketika gue tersadarkan atas makna persahabatan itu sendiri, ternyata malah pedih yang terasa.

Jadi begini ceritanya;

Udah hampir 2 bulan terakhir ini, pundak kanan gue sakitnya luar biasa. Kaya keseleo, gitu. Anehnya, gue nggak bisa mengingat kapan, apa, dan di mana pangkal permasalahannya. Pokoknya tiba-tiba sakit, aja. Lengan kanan gue jadi nggak bisa diangkat tinggi-tinggi, karena baru digerakin ke atas dikit aja sakitnya bukan main. Lucunya*, sakitnya suka datang dan pergi gitu. Kadang sakiiit.. banget, kadang nggak terlalu terasa. 

Tiap malem udah gue gosokin pake salep pereda sakit otot sampe mata gue kiyer-kiyer kena uap panasnya, sakitnya nggak berkurang. Akhirnya gue pergi ke dokter spesialis urat dan syaraf. Eh, pas sampe ruang praktek dokter, tau-tau penyakitnya ngumpet. Sama dokter gue disuruh menggerak-gerakkan lengan ke segala arah, nggak ada rasa sakit sama sekali. Dokternya bingung, akhirnya gue dikasih surat pengantar untuk pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imagery). Itu lho, yang alatnya canggih kaya di film sci-fi. Image yang dihasilkan alat ini lebih jelas daripada ronsen, bahkan bisa mendiagnosa kimia darah segala lho!

Waktu disuruh periksa MRI sih gue iya-iya aja. Pikir gue, 'wah seru nih, ngerasain periksa MRI, lumayan buat bahan posting di MP'. Eh ternyata belakangan gue tau bahwa untuk scanning pundak sebelah doang biayanya DUA KOMA TUJUH JETI RUPIAH (duit semua, nggak boleh campur daun). 

Memang sih gue dicover asuransi kesehatan dari kantor, tapi mbak-mbak petugas MRI dengan reseknya bilang bahwa kalo mau periksa MRI dengan dicover asuransi maka surat pengantar dokternya harus dilengkapi dengan diagnosa. Gue bilang sama tuh mbak-mbak, "justru dokter saya bingung mau diagnosa apaan, makanya saya disuruh MRI"  tapi dia tetep ngeyel. Ya sud, gue batalin MRI dengan niat kapan-kapan mau balik ke dokter untuk minta lengkapin surat pengantarnya.

Waktu berjalan, gue nggak sempet-sempet balik ke dokter lagi dan gue menjalani hari-hari sambil menguji kesabaran menahan sakit yang datang dan pergi. Gue berharap, mungkin kalo didiemin lama-lama ilang sendiri. Eh ternyata enggak. Sementara itu, Eveline sang instruktur fitness mengingatkan bahwa porsi latihan gue jadi nggak seimbang karena gue cuma berlatih cardiovasculer melulu tanpa latihan beban. Padahal boro-boro latihan beban, dipake buka singlet aja lengan gue sakit banget.

Alhamdulillah, pada suatu hari Allah memberikan petunjuk. Tiba-tiba gue teringat pada seorang temen lama, sesama pegawai BPPN dulu, yang jago banget ngurut orang keseleo dan patah tulang. Namanya Sulaiman alias Maman. Setelah tanya-tanya beberapa temen yang lain, akhirnya gue berhasil mendapatkan nomer teleponnya.Gue hubungi si Maman, dan untungnya dia masih inget gue sehingga 2 minggu yang lalu gue mampir ke rumahnya minta diurut. (Cerita lengkap tentang si Maman nanti gue tulis terpisah di review ya, barangkali ada di antara kalian yang butuh bantuan mengatasi problem dengan urat dan tulang).

Sebagai orang yang pada dasarnya nggak suka dengan aktivitas pijat-memijat, sesi pengurutan di rumah Maman terasa bagaikan kamp penyiksaan buat gue. Suakiiiit banget. Lucunya** dia mulai narik dari tempat yang kayanya nggak berhubungan dengan pundak, seperti dari punggung bawah dan siku kanan. Habis diurut-urut, baru lengan gue dipelintir ke atas. KRRKK! Man, sakitnya sampe mata gue berkunang-kunang.

Tapi walaupun tersiksa, ternyata sepulang dari rumah Maman pundak gue terasa lebih baik. Ada peningkatan mobilitas, lah. Kalo dulu baru posisi naik 25% aja udah sakit, sekarang lumayan, lengan bisa gue angkat sampe 50%.

Karena terkesan dengan hasil karya Maman, maka minggu depannya gue datang lagi ke rumahnya. Ditarik-tarik lagi, tapi nggak sesakit yang pertama. Habis itu kondisinya makin baik, bahkan gue mulai berani latihan beban lagi di gym. Tapi ternyata abis latihan beban sakitnya kumat lagi, jadi Selasa malem kemarin gue balik ke Maman.

Maman bilang, memang proses penyembuhannya belum selesai. Justru sekarang inti permasalahannya udah mau keluar ke permukaan, katanya - entah apa maksudnya. Yang jelas sesi pengurutan semalem itu bener-bener puncak dari segala macem rasa sakit yang pernah gue alami selama 33 tahun 7 bulan hidup gue di dunia. Jauuuuuuh.... lebih sakit dari 2 sesi sebelumnya. Bukan cuma ditarik dan diurut, tapi punggung gue juga digerus dengan buku-buku jarinya. Kalo mau ngebayangin rasanya, bayangin rasanya kerokan - tapi koinnya bukan cuma satu melainkan 4 biji, dan bukannya pake koin melainkan tutup botol softdrink, digores tegak lurus dari atas ke bawah dengan kekuatan penuh. Tau sendiri otot itu kan umumnya mengarah ke samping, jadi kalo digiles secara memotong jalur gitu akan terasa sangat sedap*** sekali deh ih.

Pulang dari rumah Maman, otot pundak dan punggung gue terasa lembek seperti buah Mengkudu mateng pohon. Jangankan kesenggol, kena getaran waktu gue jalan aja sakit. Dan kok ya kebetulan TAS GUE RANSEL. Ugh... mantap. Sampe di rumah, Ida shock waktu gue pamerin bekas urutan si Maman. Bentuknya memang rada mengerikan sih, kaya abis digiles roda mobil. Liat aja sendiri kalo nggak percaya:

Selain punggung, pundak kanan gue juga dipenuhi lingkaran-lingkaran lebam bekas tekanan jari-jemari si Maman.

Pagi ini, gue ngantor seperti biasa walaupun sambil sedikit meringis waktu masang ransel di pundak gue. Dan... terjadilah apa yang gue tulis di bagian awal posting ini, yaitu PEDIHNYA PERSAHABATAN. Atau dengan kata lain, hari ini gue baru menyadari bahwa ternyata temen-temen gue itu sangat gemar untuk saling MENEPUK PUNDAK!!

Pagi-pagi, baru mulai nyalain komputer, dateng seseorang yang mau nitip upload memo di website intranet gue.

"Gung, gue nitip memo nomer sekian-sekian untuk dimasukin ke library ya!"
"OK."
"Thanks Man!" [sambil nepuk pundak]
"AAAAAOOOWWW...!!!"
"Loh, loh, kenapa?"
"...blablabla..." [menceritakan kronologis pengurutan pundak]
"Oh gitu... wah sorry banget, gue nggak tau."
"Iya nggak papa."
"...tapi, tolong ya man, titip memonya." [sambil berancang-ancang mau nepuk pundak lagi]
"Iya. Awas tangannya, tangannyaaa...!!"
"Oh iya sorry lupa, kebiasaan."

Siangan dikit..
"Makan siang di mana kita Gung?" [sambil nepuk pundak]
"AAAAAOOOWWW...!!!"
"Loh, loh, kenapa?"
"...blablabla..." [menceritakan kronologis pengurutan pundak]
"Lagi pada ngomongin apa sih kok seru banget?" tanya seorang teman yang lain, sambil memijat pundak.
"$%@!!!! ^^&%!!!!!"

Sorenya, temen gue yang bernama Rudi minta tolong dibuatin logo dan proposal untuk sebuah band yang baru dibentuknya.
"Tolong yah gung, dibuat rada gimana gitu biar nggak malu-maluin waktu ngajuin ke produser rekaman," katanya
"Iya. Tapi TANGANNYA AWAS JANGAN NYENGGOL PUNDAK GUE!"
"Iya, iya..."

Beberapa saat kemudian,
"Nih Rud, proposalnya gue buat begini, oke nggak?"
"WUAH.. GUNG! KEREN PISAN EUY!!" serunya excited sambil... PLOOOK! menepuk pundak gue sekuat tenaga.  

Siapa sih pakar manajemen yang dulu pernah nyeletuk 'sebuah tepukan di pundak lebih berharga dari uang'? Pingin gue sobek-sobek mulutnya. 

 

*tentunya bukan dalam pengertian 'lucu' secara harfiah ya. 
**lagi-lagi tidak untuk diartikan secara harfiah.
***apalagi yang ini, sama sekali tidak bermakna harfiah.


Blog EntryDaftar Dokter spesialis anak di JakartaMar 28, '07 11:13 AM
for everyone
Buat para orang tua dan calon orang tua yang tinggal di Jakarta, barangkali file attachment ini berguna. Isinya dokter spesialis anak untuk berbagai bidang, ada yang spesialis syaraf, paru-paru, sampe kanker. Mudah-mudahan kita semua nggak ada yang sampe perlu mengunjungi mereka, tapi sekedar tambahan informasi nggak ada salahnya kan.

Ukuran filenya nggak besar, nggak sampe 80KB, dalam format pdf. File ini gue terima dari Weni. Thanks ya Wen!

Trivia:
Khusus buat para MPers, silakan perhatikan dengan cermat daftar nama dokter gigi yang direkomendasi di sini. Gimana, menemukan sebuah nama yang familiar ? :-)) Sekali lagi gue tekankan, gue cuma nerima file ini dari orang lain lho, jadi bukan bikinan gue dan tidak ada unsur rekayasa maupun nepotisme di dalamnya :-))))
Attachment: list_dokter.pdf

Blog Entrygoing down...Jan 11, '07 9:38 AM
for everyone
Hari ini adalah hari yang bersejarah buat gue.
Setelah gabung di Gold's Gym selama kurang lebih 6 minggu, tadi gue nimbang dan.... hore,,, berat gue turun 2 kilo!!

Sebenernya dulu waktu gue baru join selama 2 minggu, timbangan sempet menunjukkan angka yang sama yaitu turun 2 kilo. Tentunya gue seneng buanget, tapi terus curiga: too good to be true, masa iya baru latihan 2 minggu udah turun 2 kilo aja. Iseng gue gebrak timbangannya, dan tuuuuut.... jarumnya naik ke angka 2 kilo lebih berat. Tuh kan, ternyata timbangannya sekedar meniupkan angin surga. Huh, timbangan pendusta!

Hari ini gue sempet memiliki kekhawatiran yang sama, makanya tu timbangan gue gebrak2 lagi waktu menunjukkan angka yang terlalu menggembirakan. Eh ternyata jarumnya stay di angka itu. Gue turun, naik lagi, turun lagi, naik lagi, angkanya tetep sama. Horeee....!! Memang penurunan berat badan nggak akan terus2an secepet ini - makin lama penurunannya akan semakin sedikit - tapi minimal lumayan buat penambah semangat.

Perlu dicatat bahwa prestasi ini gue capai TANPA diet sama sekali. Makan pagi pake nasi dan lauk pauk seperti biasa (walaupun porsinya nggak besar), makan siang porsi kuli, makan malemnya kadang porsi kuli lagi. Ngopi Nescafe Ice 2 kali sehari, pagi dan malem sebelum tidur (kalo lagi libur malah bisa 5 kali sehari), PLUS siangnya minum kopi kemasan Capuccini. Ngemil kacang sukro kalo lagi ngeMPi, dan rokok kretek minimal sebungkus sehari.

Buat yang mau ikutan nyoba, porsi latihan gue adalah:

Senin - Jum'at
  • 1 jam cardio exercise (apa aja, mulai dari treadmill, sepeda stasioner, sampe kelas aerobik - ganti2 setiap hari biar ga bosen). Pilih yang high intensity, yang kalo habis latihan kaosnya bisa diperes saking basahnya.
  • 30 menit latihan beban
  • 20 menit jalan kaki pulang ke rumah (sambil ngerokok sebatang, kadang ditemenin Original Popuccinno-nya Bengawan Solo, kadang kalo lagi laper - banget - seperti - serigala - abis - nyasar - 2 - minggu - di - gurun - sahara sambil ngemil bacang ayam).

Sabtu
  • 1 jam cardio exercise
  • 1,5 jam latihan beban
  • 20 menit jalan kaki ke rumah

Minggu - libur

Sejak tahun 2004 sebenernya gue udah gabung di fitness center lain, tapi efeknya nggak sedrastis ini. Di Gold's Gym latihan gue bisa lebih efektif karena tempatnya masih sepi sehingga kita bener2 diperhatiin sama instrukturnya. Kalo lagi ikut kelas, mereka akan ngasih tau personally gerakan2 mana aja yang salah / kurang optimal. Selain itu, lokasinya juga lebih deket ke rumah, kalo berangkat naik Kopaja 5 menit juga sampe.

Selain berat badan turun, gue juga merasakan dampak2 positif lainnya dari olah raga, seperti:

Di kantor gue bisa berkonsentrasi lebih lama. Dulu tiap sejam kerja gue mulai ngantuk dan males, trus ngabur ke tangga untuk ngerokok. Sekarang bisa 2-3 jam non-stop tanpa jeda. Efek dominonya, selain kerja juga jadi lebih efektif, konsumsi rokok juga jadi berkurang!

Perbaikan stamina juga ternyata berdampak besar terhadap tingkat "can do" attitude.

Dulu
: kalo musti ngelewatin jembatan penyeberangan gue akan mikir, "Oh sh!t, malesnyaaaa... musti naik tangga segitu banyaknya..."
Sekarang: "Musti naik tangga? Ya udah ayo, ada masalah?"

Dulu
: kalo nemuin dispenser air kosong, "Waduh, airnya abis... Mana sih OB-nya... "
Sekarang: "Mana tisu antiseptiknya, sini gue ganti sendiri. 19 kilo mah enteeeeng...." huhuhu...

Dulu: ada tikus lewat, lagi nggak megang senjata pemukul, "Yah... ada tikus..." (pasrah).
Sekarang: "Mana container buku, sini gue mejretin tuh tikus!!"


Karena gue latihannya malem (sepulang dari kantor), sampe rumah udah capek dan bikin tidur lebih nyenyak. Karena kualitas tidur membaik, maka gue bisa bangun dengan lebih segar dan lebih pagi! (Semakin baik kualitas tidur kita, maka semakin pendek durasi tidur yang dibutuhkan oleh tubuh).

Management stress yang lebih baik. Gue pernah baca somewhere bahwa olah raga membuat tubuh memproduksi zat tertentu yang membuat mood lebih ceria. Itu gue rasakan banget, sampe Ida pernah berkomentar sinis, "Suami kalo habis olah raga ngocehnya jadi lancar sekali ya?!" (saking sebelnya diledekin melulu oleh suami yang lagi euphoria pasca olah raga).

Wah, pokoknya banyak banget deh manfaat olah raga. Bukan cuma manfaat buat fisik, tapi buat psikis juga. Jadi, ayo mulai olah raga sekarang! (terutama buat kamu, kamu, dan kamu, iya, kamu itu yang di belakang, jangan ngumpet... kapan ya mau merealisasikan janjinya nemenin gue nge-gym bareng?)

image gue pinjem dari sini

Blog EntryPadibu itu untuk apa ya mbak?Dec 16, '06 12:47 PM
for everyone
Gue pilek. Berhubung sekarang di rumah ada bayi, maka gue butuh masker supaya nggak menulari. Sepulang kantor gue mampir ke apotik di daerah Cikini Raya untuk beli masker.

Apotik ini sebenernya apotik lama, tapi kayaknya dia mau niru servicenya apotik2 'modern' seperti Century dan Guardian dalam melayani pengunjung, yaitu kalo ada pengunjung dateng langsung disambut dan dibantu oleh pramuniaga.

"Selamat sore Pak, ada yang bisa dibantu?" demikian sang mbak pramuniaga ber-rok mini menyambut gue.
"Saya butuh masker mbak," jawab gue.
"Oh ada Pak, di sebelah sini... eh, atau sebaiknya saya panggil 'MAS' aja ya?" katanya sambil mengerling centil.
Gue, sayangnya, nggak terlalu berminat menanggapi. Pertama karena lagi pilek. Kedua karena memang kurang hobi bercentil-centil dengan pramuniaga.

Tadinya gue kira cuma mbak yang itu doang yang centil. Eh taunya setelah bayar-membayar gue mendengar dialog yang lebih spektakuler antara mbak pramuniaga yang lain dengan seorang oom-oom pengunjung.

Oom berbaju polo corak meriah dan berkalung emas itu nampak sedang menimang-nimang sebotol PADIBU (obat penambah "vitalitas"* pria) sambil bertanya, "...jadi, ini bisa untuk menambah gairah ya mbak?"
"Oh iya Pak, dijamin deh, namanya aja PADIBU - PAPAH DI ATAS BUNDA... hihihihi..."
*gubrax*

Hmm... kayaknya ada yang salah deh dengan definisi 'customer service' yang diterapkan apotik tersebut. Siapa sih trainernya, pingin kenal gue.

*kenapa sih obat-obat sejenis selalu dibilang penambah vitalitas? Vital kan artinya 'hidup' - seharusnya yang disebut obat penambah vitalitas itu obat penguat jantung...

Sejak hari Selasa 31 Oktober, gue bolos kerja. Gara-garanya, suhu badan gue rada-rada naik melewati 38o C dan kepala nyut-nyutan sampe nggak kuat melek. Berhubung gue punya riwayat pernah kena typhus dan DBD masing2 2 kali, maka gue nggak mau ambil resiko - langsung periksa ke dokter. Selasa siang gue pergi ke RS Medistra, niatnya mau menemui dokter langganan sekaligus tetangga dekat rumah yang praktek di sana. Tapi sayang pak dokter langganan lagi cuti sampe tanggal 5. Daripada nggak berobat sama sekali, maka gue mendaftarkan diri untuk ditangani dokter pengganti. Namanya Dr. Dave Soeliantoro. Periksa punya periksa, kata Dr. Dave gue cuma kena radang tenggorokan biasa. Dikasih resep antibiotika dan tablet hisap, serta pesan kalau suhu naik lagi minum aja obat penurun suhu yang bisa dibeli bebas seperti Panadol dan sejenisnya.

Rabu 1 November, niat hati udah mau masuk kerja lagi tapi waktu bangun tidur kok kepala masih nyut-nyutan, nggak sanggup gue. Bolos lagi. Setiap kali suhu naik, gue minum Panadol. Hari ini, Kamis 2 November, gue bangun pagi-pagi dan merasa belum ada peningkatan kondisi. Jadi gue bolos sehari lagi dan sekitar jam 10 nelepon RS Medistra minta untuk daftar ketemu Dr. Dave lagi. Kata petugas pendaftarannya, gue dapet giliran nomor 3, dan diminta dateng ke sana antara jam 10.30 - 11.00.

Sekitar jam 11 lewat gue nyampe sana, dikasih tanda bukti pendaftaran sama bagian Admin, plus selembar kertas kuning kecil.
"Ini apa mas?" tanya gue sambil menunjukkan si kertas kuning kecil.
"Ini angket kualitas pelayanan kami Pak, mohon kesediaannya untuk mengisi ya..."
"Ok,"

Setibanya di depan ruang praktek dokter, pasien nomor urut 2 pas baru masuk ruang praktek - maka gue duduk anteng ngantri sambil nonton tivi (eh berima ya? hihihi...) Sekitar 15-20 menit gue nunggu, akhirnya pintu terbuka dan gue dengan penuh semangat bersiap-siap masuk. Eh, lho... tapi kok... dokternya ikutan keluar...?

Dengan kebingungan gue ngeliatin si dokter kasak-kusuk sama mbak suster yang jaga di depan ruang praktek sambil memegang-megang berkas pendaftaran para pasien, salah satunya milik gue. Gue mendekat, dan nggak lama kemudian mendapat kejelasan duduk permasalahannya.

"Ini maaf ya, saya sudah ditunggu rapat, jadi pemeriksaannya nanti saja sesudah rapat, ya?" dengan santai serta senyum innocent terkembang.
Namanya orang lagi kurang sehat, otak gue perlu waktu sedikit lebih lama dari biasanya untuk mencerna informasi, "Jadi SAYA harus nunggu DOKTER rapat dulu??!!"
"Iya, rapatnya sebentar kok, paling 1/2 jam, lagipula saya ada di sini sampe jam 4," kata Dr. Dave sambil ngeloyor meninggalkan gue dan mbak suster pendaftaran yang nampak mulai gelisah.

Ok, mari kita analisa situasi:

  1. Rapat di Indonesia, kecil kemungkinannya untuk bisa berlangsung efisien hingga bisa selesai dalam setengah jam.
  2. Kalaupun betul rapatnya cuma setengah jam, artinya total waktu gue nunggu buang-buang umur di sana adalah nyaris 1 jam. Lagi sehat aja gue nggak sudi nunggu apapun selama itu, apalagi dengan kepala nyut-nyutan seperti sekarang ini.

Nggak deh Dok, makasih. Ini Jakarta, kota di mana tiap jalan kaki 20 meter bisa nemu plang praktek dokter 2 biji, kenapa juga musti bela2in nungguin elu seorang rapat? Yang gue nggak abis pikir, emang kenapa sih kalo dia telat dateng rapat barang 10 menit, untuk meriksa gue doang - secara gue pasien terakhir yang ngantri di situ, yang mana udah dateng tepat waktu sesuai anjuran pihak administrasi?    

Gue tanya sama suster yang jaga di depan ruang praktek, "Ada dokter lain nggak yang bisa saya temui SEKARANG?" - penekanan pada kata 'SEKARANG' dalam arti nggak pake nunggu setengah jam gitu loh.
"Nggak ada pak, semua dokter ikut rapat,"

Nah ini dia keajaiban berikut dari RS ini: udah tau jam segini jadwalnya rapat para dokter, KENAPA JUGA PETUGAS ADMINISTRASINYA MASIH NERIMA PENDAFTARAN UNTUK JAM 11!? Bener-bener hebat deh ni RS satu. 

Hikmah positifnya, mendadak gue jadi merasa beberapa persen lebih sehat. Untung gue langsung inget sama kertas kuning kecil - angket kepuasan itu, sehingga dengan penuh semangat gue bisa mencurahkan unek-unek di situ. Masih belum puas, gue langsung buru2 cegat taksi untuk pulang dengan satu tekad: POSTING... POSTING.. POSTINGG...!!  Oh iya, dan nggak lupa gue juga kirim link menuju posting ini ke customercare@medistra.com. Pingin tau, akan dapet balasan atau enggak ya dari mereka?

 

Gambar gue ambil dari website resmi RS Medistra.


Blog EntryPenemuan hari ini... khasiat bengkuangSep 29, '06 1:30 PM
for everyone
Udah tau sebelumnya bahwa bengkuang bisa mengobati wasir?
   

Hasil nguping obrolan ibu2 waktu makan siang, beberapa minggu yang lalu*.
Ternyata bengkuang berkhasiat meredakan penyakit wasir / ambeien. Caranya ya... tinggal dimakan aja mentah2 gitu, sebanyak-banyaknya. Salah satu ibu2 yang terlibat dalam obrolan tersebut mengaku udah nyoba dan berhasil dalam tempo beberapa hari aja. Padahal sebelumnya udah menghabiskan aneka obat resep dan gagal.

Trus waktu nyari referensi untuk nulis posting ini, gue juga nemu beberapa situs yang memuat informasi tentang khasiat lain bengkuang yaitu mengobati penyakit kulit, demam, sariawan, bahkan diabetes. Selain penyakit, bengkuang juga terkenal sebagai salah satu bahan kosmetika pemutih kulit. Info lengkapnya bisa diklik di situs infosehat atau di koranmerapi.

Trivia:
  • Nyari gambar bengkuang di internet itu ternyata susaaah banget. Gue nyoba keyword "bangkuang" di google image, yang keluar malah gambar kursi. Baru berhasil waktu pake keyword nama latinnya, yaitu PACHYRRHIZUS EROSUS. Selain nama latin yang itu, dia juga dikenal sebagai Pachyrrhizus bulbosus atau Pachyrrhizus angulatus. Hebat ya, biarpun tampangnya jelek tapi namanya banyak.
  • Di salah satu resep penggunaan bengkuang sebagai obat, disebutkan bahannya adalah "biji bengkuang". Bengkuang kan akar, emang bijinya di sebelah mana sih? Seumur2 gue makan bengkuang, kalo dibelah ya dalemnya polos aja gitu, nggak ada bagian yang mengindikasikan diri sebagai biji. Ada yang tau?
  • Bengkuang juga bisa diukir menjadi bunga penghias makanan. (Yang ini nggak terlalu penting tapi udah kadung muncul di hasil search jadi gue link aja deh sekalian).

*mengantisipasi pertanyaan pembaca, "loh, nggak puasa yaaa...?"
gambar berasal dari situs ini.


Blog EntryOtot boleh kekar...Aug 12, '06 8:43 AM
for everyone

S
emalem ceritanya gue tumben bisa pulang kantor saat matahari masih menyala. Semangat masih tinggi, jadi gue langsung menuju tempat olah raga. Di locker, gue ketemu dua orang cowok. Dua-duanya bertubuh kekar atletis, ototnya betonjolan. Yang satu nampak udah mau pulang, sementara yang satunya baru dateng.

"Weh, baru dateng lu Man?" tanya yang udah mau pulang. FYI, "Man" dilafalkan 'men' lho ya, bukannya namanya firman atau iman atau sukarman.

"Iya nih. Cape banget gue hari ini," kata yang baru dateng dengan suara berat dan gaya cool.

Habis itu mereka berdua ngobrol ini itu soal program latihan sampe akhirnya yang cowok yang udah selesai latihan pamitan mau pulang. Pembicaraan tersebut berlangsung dengan sangat cool, kalimat pendek2, pokoknya macho.

"OK Man, gue cabut dulu ya." kata yang udah mau pulang.

"OK," kata yang baru dateng.

Baru beberapa langkah temennya pergi, mendadak cowok yang baru dateng terdiam seperti baru inget sesuatu.

"Eh Man!" dia memanggil temennya.

"Yes?"

Dengan nada dan ekspresi yang sangat berbeda dengan sebelumnya, dia mengumumkan,

"Semalem marmut gue melahirkan..."

"Wah selamat ya", kata temennya dengan nada yang tak kalah lembut, turut berbahagia.

Habis itu mereka berdua ngobrol lagi sebentar, membahas proses kelahiran si marmut. Gue, tentu aja, segera menyingkir untuk mencari tempat yang aman untuk ketawa.

Pesan moralnya:

Tidak semua pria kekar memelihara doberman, kalajengking, atau buaya.

*sebuah posting iseng yang kurang penting*

Gambar dari sini



LinkIngin ke dokter tapi lagi bokek? Tenang!Aug 7, '06 1:02 PM
for everyone
Link: http://www.tanyadokter.com/index.php

Website ini adalah forum tanya jawab soal kesehatan yang diasuh sekumpulan dokter. Tampilannya emang masih sederhana, tapi yang penting ada cukup banyak informasi tentang kesehatan yang bisa diakses di sini.


Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.