Agung's posts with tag: humanis

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag humanis

Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya?

Kalo dia sekedar bilang, "Maaf, ukurannya nggak ada" mungkin lo akan maklum.

Kalo dia bilang "Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?" lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.

Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelayanan toko sepatu manapun yang pernah kami kunjungi.

Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung dapur kotakkue.com lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan "discount" tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu. Kamipun mampir.

Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan - bukan cuma satu - tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok. Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu.

Dari ketiga model yang disodorkan, Ida memilih sepatu warna krem bermotif bunga-bunga kecil. Tapi... "Lho, mbak, ini kok ada noda di ujungnya, ada yang masih baru nggak?" tanya Ida.

"Wah sayangnya model ini tinggal satu-satunya... Sebentar ya Bu, saya coba bersihin dulu di belakang," katanya. Abis ngomong gitu dia pergi ke belakang menenteng sepatu pilihan Ida. Beberapa menit kemudian dia balik dengan tampang menyesal, "Bu, saya udah coba bersihin, tapi nodanya nggak mau hilang...maaf ya Bu... Ibu mau model lainnya?"

"Nggak mau, maunya yang itu aja... di toko lain ada nggak?"

"Sebentar ya Bu, saya coba telepon ke toko kami yang lain di Plaza Indonesia ya, siapa tau mereka masih punya stok sepatu ini." Mbak Dhayu mencoba menelepon, tapi ternyata di cabang sana sepatu itu juga udah nggak tersedia.

"Ibu, mohon maaf sekali... ternyata di cabang lainnya juga nggak ada..." kata Mbak Dhayu.

"Yaaah...."

"Iya, sayang sekali ya Bu..."

 "Tapi... hmmm... ya udah deh kalo gitu, saya beli yang ini aja," kata Ida.

Mbak Dhayu yang lagi sibuk membereskan kotak-kotak sepatu ternganga kaget. "Hah? Ibu mau? Tapi kan... sepatunya kotor gini, Bu... nggak papa?"

"Nggak papa deh, abis saya maunya yang ini. Lagian nodanya juga nggak terlalu keliatan kok."

"Mohon maaf sekali ya bu, soalnya ini tinggal satu-satunya..."

"Iya, nggak papa," kata Ida.

Di titik ini gue udah amat sangat terkesan dengan kesungguhan Mbak Dhayu melayani pembeli. Dia udah berusaha ngebersihin noda, nyariin ke toko lain, dan nampak bersungguh-sungguh ingin memberikan yang terbaik buat pembeli. Gue bisik-bisik ke Ida, "Luar biasa nih servisnya, oke banget... kasih tip gih..."

Ida juga terkesan banget, tapi dia ngerasa sungkan dan serba salah untuk ngasih tip. "Gimana ngasihnya, ntar diliat temen-temennya malah nggak enak lho.."

"Ya udah ntar abis bayar kita belaga liat-liat sepatu lainnya, nunggu sepi trus kasih tip ke dia... kan bisa."

Tapi ternyata waktu mau bayar di kasir, kejutan lainnya menanti.

Kasirnya bilang, "Ibu, ini Dhayu merasa bersalah sekali karena sepatu yang ibu beli ada cacatnya, oleh karena itu ibu mendapat discount khusus sebesar sekian persen, yang diambil dari jatah discount karyawan milik Dhayu..."

Jadi rupanya para pegawai toko Planet Sports punya jatah discount khusus untuk karyawan. Setau gue, discount ini hanya bisa digunakan secara terbatas. Wajar aja kalo dibatasi, sebab kalo nggak ntar para pegawainya pada rame-rame jual sepatu di rumahnya masing-masing, kan? Toh dengan fasilitas discount yang sebenarnya terbatas itu, Mbak Dhayu merelakannya untuk digunakan oleh pembeli, yang bukan siapa-siapanya, bukan saudara, bukan temen, hanya karena dia mau memberikan pelayanan terbaik! Dan fakta bahwa ada noda nempel di sepatu itu kan sama sekali bukan kesalahan dia, lho. Orang dia bawa sepatu dari gudang, masih dalam kotak, tau-tau setelah dibuka ada nodanya. Gue dan Ida sampe speechless mendapat pelayanan seperti itu.

"Mbak, nggak usah begitu, istri saya juga nggak keberatan kok dengan noda itu, toh nggak terlalu kelihatan juga. Ntar kalo Mbak sendiri mau beli sepatu di sini gimana dong, jatah discountnya udah kita pake?"

"Nggak papa Pak, soalnya saya nggak enak banget, sepatu yang Ibu beli ada cacatnya..."

Seumur-umur belum pernah gue nemuin tingkat pelayanan setinggi ini di toko sepatu manapun. Yang lebih luar biasa lagi, ini dilakukan atas inisiatif seorang pegawai biasa, bukan supervisor apalagi owner.

Pulang dari toko itu, gue dan Ida nggak bisa berhenti ngomongin soal betapa luar biasanya pelayanan yang diberikan Mbak Dhayu. "Kalo begini urusannya, mending dibuatin kue aja deh, DCC Special! Besok pagi kita ke sini lagi ya suami, anterin kue!"

***

Tadi pagi, gue, Ida dan Eriq yang seperti biasa selalu ngintil kemanapun kami pergi, dateng lagi ke Grand Indonesia dengan membawa sekotak DCC Special buat Mbak Dhayu. Di toko yang masih sepi pengunjung itu kami bertiga berbaris masuk. Kotak kue di tangan Ida, kamera siap di tangan gue dan Eriq. Kami langsung menemukan Mbak Dhayu lagi bertugas di bagian sepatu wanita.

Ida langsung menyodorkan kue sambil bilang, "Mbak Dhayu, saya sangat terkesan dengan bantuan Mbak Dhayu kemarin... jadi, ini saya bawakan kue untuk Mbak, terima kasih ya Mbak..."

Sekarang giliran Mbak Dhayu yang speechless. "Waduh ibu, nggak papa bu, itu kan barangnya udah reject sekali... saya... juga terkesan sekali ini...dapat kue begini..."

Eriq langsung mulai beraksi menjepretkan kamera, tapi karena umumnya di dalam toko kita nggak bisa seenaknya motret, maka buru-buru gue ajak Mbak Dhayu untuk berfoto bareng di depan toko. Jepret-jepret-jepret... beres, dan sebelum dia sepenuhnya sadar apa yang telah terjadi, kami langsung pamit pulang :-)




***

Buat para boss di PT.Mitra Adi Perkasa, pemilik jaringan Planet Sports, gue berharap ada apreasiasi lebih buat orang-orang seperti Mbak Dhayu. Dia membuktikan bahwa apapun pekerjaan kita, kalo dikerjakan dengan sepenuh hati dan nggak males berbuat lebih, maka efeknya juga akan sangat luar biasa. Saat memberikan pelayanan ke Ida, gue yakin Mbak Dhayu nggak akan menyangka perbuatannya akan diketahui oleh ratusan orang lewat tulisan ini. Mudah-mudahan bisa menginspirasi rekan-rekannya di Planet Sports, atau para pekerja di manapun, untuk nggak tanggung-tanggung saat bekerja. Lucunya, saat kita main 'hitung-hitungan' di pekerjaan, maka yang kita terima biasanya jauh di bawah hitungan. Tapi sebaliknya, saat kita berhenti berhitung dan rela berbuat lebih, biasanya yang kita dapet malah jauh melebihi harapan!

Semoga Mbak Dhayu makin sukses, dan buat kalian yang berencana beli sepatu dalam waktu dekat, gue rekomendasikan beli di Planet Sports Grand Indonesia dan jangan lupa cari Mbak Dhayu ya!



**posting ini juga gue kirimkan ke beberapa alamat e-mail yang gue temukan di situs PT. Mitra Adi Perkasa. Mudah-mudahan ada respon positif dari para boss di sana untuk Mbak Dhayu.

***Buat yang gemar copy-paste, untuk posting yang satu ini gue merelakan kalian meng-copy-paste sepuasnya, sekalipun nggak disebut sumbernya juga nggak papa.Silakan sebar luaskan cerita ini, gue ikhlasin deh :-)

Category:Books
Genre: Other
Author:MP-ID

Kemulusan buku "One Gigabyte of Love" milik gue ternyata nggak berumur panjang. Baru tadi sore buku ini gue terima dari acara peluncurannya di Kafe Buku Depok, dan malam ini covernya udah nggak bisa nutup lurus karena keseringan dibolak-balik.

Ternyata kerja keras Mbak Helvy dan Mas Tomi sebagai para editor memang luar biasa. Buku kumpulan posting ini dikemas dalam penyajian bahasa yang enak dibaca. Walaupun sebagian besar penulisnya bukan penulis 'betulan', tapi nggak bakal malu-maluin deh kalo dipajang di toko buku. Lima puluh tiga cerita ditulis dengan lima puluh tiga gaya yang berbeda, dan semuanya keren! Ternyata banyak cerita yang mendadak jadi nampak jauh lebih menarik saat dipindahin dari layar monitor ke atas kertas.

Setelah beres ngebaca 290 halaman buku ini, gue dan Sigit yang lagi nongkrong di rumah gue mulai ngebahas satu per satu cerita yang ada di dalamnya. Akhirnya timbul ide untuk memilih "Top10" alias 10 cerita terbaik dari 53 cerita yang ada di buku "One Gigabyte of Love". Bukan berarti 43 cerita lainnya kurang keren lho ya, ini sekedar memilih 10 yang terbaik di antara 53 yang udah baik. Best of the best.

Kriteria yang gue pake ada 3, yaitu: Short, Sweet, and Sharp. Maksudnya:

Short
Bukan pendek dalam arti jumlah kata, tapi dari 'rasa' saat ngebacanya. Sepuluh cerita yang gue pilih sebagai terbaik ini terasa 'ngalir' saat dibaca, sehingga sekalipun panjang nggak terasa membosankan.

Sweet
Sesuai dengan 'spirit' untuk mengusung cerita yang dan menyentuh perasaan, maka kesepuluh cerita pilihan gue ini adalah cerita yang 'manis' - dalam arti bisa membuat pembacanya ngomong dalam hati 'ya, gue bisa turut merasakan apa yang lo rasakan'.

Sharp
Maksudnya seberapa jauh sebuah cerita mampu meninggalkan jejak di hati pembacanya. Seperti jagoan di film silat mukul lawan pake telapak tangan terus cetakan gambar tangannya nempel di badan lawan - pesan yang disampaikan kuat banget.

Dan inilah 10 cerita terbaik dalam buku One Gigabyte of  Love, versi si Mbot:

(dalam urutan halaman)

Ciuman Ibu di Pagi Hari, oleh Agung Krisnanto (halaman 29)
Cerita mengharukan tentang kebesaran hati seorang ibu menerima keputusan besar yang diambil anaknya.

Meraih Cinta dengan Kesabaran, oleh Dyah Retno Utari (halaman 39)
Tentang perjuangan seorang cowok menghadapi penolakan-penolakan cewek yang ditaksirnya. Inspirasi buat kaum jomblo di luar sana agar pantang menyerah (sekaligus kabar buruk buat yang belakangan lagi bete karena diuber-uber orang yang kebal penolakan). Kalimat terakhir dari paragraf ke dua sebelum akhir cerita sangat powerful, menurut gue.

Kisah Seorang Indigo, oleh Linda Emiyanti (halaman 105)
Pengalaman langsung berinteraksi dengan orang indigo - pengalaman yang jarang dimiliki orang. Gue yang sempet berkhayal ingin punya kemampuan orang indigo jadi mikir-mikir lagi bacanya.

Saling Mengerti, oleh Shanti Saptaning (halaman 123)
Perenungan dan pergulatan batin seorang istri yang suaminya absen jemput dari kantor. Lucu, sangat feminin, sekaligus menyentuh.

Seribu Pohon Cinta buat Richard, oleh Jullie Guerre (halaman 131)
Ternyata bayi merah yang belum tau apa-apa punya kekuatan luar biasa untuk membangkitkan motivasi seorang lelaki tua.

Rumah Milik Bersama, oleh Yudith Fabiola (halaman 149)
Cerita singkat tentang ketulusan untuk berbagi, inspiratif buat semua orang.

Bambang, oleh Bambang Priantono (halaman 160)
Ringan dan menggelitik, tentang suka-duka seseorang yang menyandang nama 'pasaran'. Gue jadi merasa ada temen senasib sepenanggungan.

Bahasa Gado-Gado, oleh Wendi Damita Ruky (halaman 177)
Lucunya perbedaan kultur saat berbahasa digambarkan secara manis.

Ayahku Funky, oleh Menhariq Noor (halaman 181)
Kegelisahan seorang anak yang ayahnya ternyata jauh lebih funky dari dirinya digambarkan dengan kocak. Sehabis baca cerita ini gue bisa langsung membayangkan seperti apa sosok ayahnya Eriq, dan ternyata saat betulan ketemu gambaran tersebut 100% akurat!

Lelaki yang Membuatku Jatuh Cinta Berulang Kali, oleh Indah Purwandani (halaman 209)
Cerita menyentuh tentang ketulusan seorang ayah yang berkarya dengan tangannya sendiri membuatkan hadiah buat anaknya. Terlepas dari hasil akhirnya, niat yang tersimpan di baliknya bener-bener luar biasa.

Itu tadi 10 cerita pilihan gue. Gimana dengan kalian, punya 10 cerita favorit yang lain? Silakan dishare di sini. Atau lebih bagus lagi, dishare di halaman MP-nya masing-masing, trus dilink dari sini.

Apa... belum punya bukunya? Keterlaluan, cepetan sana beli! Udah ada di toko-toko buku papan atas. Nggak akan rugi deh, karena selain dapet 53 cerita yang keren-keren, juga bisa nyumbang karena 100% keuntungan buku ini akan disumbangkan buat kegiatan Bakti Sosial MP-ID berikutnya.



Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423

Ini bukan copy - paste dari email forward-an yang nggak jelas pengirimnya;
ini pengalaman seseorang yang gue kenal baik. Gue yakin dia nggak punya maksud untuk menyudutkan pihak tertentu. Kalaupun ada pihak yang tersudut, itu akibat ulahnya sendiri.

Cerita miris ini adalah kejadian nyata, kondisi memprihatinkan pelayanan kesehatan di Indonesia tercinta.

Buat para blogger yang udah baca, gue mohon kesediannya untuk membantu menyebarluaskan di blog masing-masing. Sendirian, kita bukan siapa-siapa. Tapi kalau kita mau bersatu menyampaikan pesan yang sama, kita bisa membuat perbedaan. Nggak butuh effort terlalu banyak kok, cukup pasang link ke http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423 .

Buat pihak-pihak yang ingin menghubungi Ari, penulis journal ini, untuk klarifikasi atau penyelesaian masalah dalam bentuk apapun, gue bersedia membantu menghubungkan. Orangnya betulan ada, dan identitasnya jelas.

Mudah-mudahan kejadian ini nggak terulang lagi pada pasien manapun.


Blog Entry[EMERGENCY] ada yang bisa bantu Dinar?Feb 1, '07 9:23 PM
for everyone

Pagi ini, gue dapet SMS dari Dinar (http://ardanti.multiply.com):
Mas Mbot, ini Dinar. Mhn dng sgt bantuan utk menyebarkan di mp bhw rumah dinar kebanjiran, saat ini hy tinggal sisa 2 anak tangga mnuju lt 2. Di rumah msh tjebak bapak saya juga almaira (anaknya), suami saya, dan kakak saya. sdgkan saya pribadi sdg dinas di kediri. mhn bantuannya siapa tahu ada yg bisa menolong kami. terima kasih. ya ALLAH selamatkan keluarga hamba ya ALLAH.

Nah, masalahnya, gue nggak tau di mana letak rumah Dinar. Kalo ada yang tau, tolong kasih tau di reply ya.

Atas nama Dinar, terima kasih sebelumnya.

Linkada yang liat mobilnya Adit?Oct 9, '06 2:20 PM
for everyone
Link: http://adit1303.multiply.com/journal/item/237

copy paste dari journalnya Adit, kalo ada yang bisa membantu silakan langsung menghubungi ybs:

Kejadiannya hari Minggu siang kemarin jam 11an. Critanya gw lagi mampir ke rumah sodara di daerah tebet, dateng kira2 jam 10.30 karena rumah sodara gw masuk ke gang yg ngga cukup buat parkir jadi gw parkir di pinggir jalan didepan rumah orang yang selalu jadi tempat parkir gw kalu kesini, jaraknya kira2 200m lah dari rumah sodara gw, trus + 30 menit kita pulang pas sampe tempat parkir kijang bokap yang gw pake raib entah kemana.

Gw nanya ke tukang rokok di deket situ katanya dia ngga liat sapa2 yg sliweran disitu soalnya dia nunggu didalem warung. Menurut dia seh ngga lama mobil parkir trus jalan lagi deh.

Gw langsung panik deh, gw cari2 dijalan depan ngga ada trus bini gw balik lagi ke rumah sodara gw. Sambil naek motor gw sama sodara gw nyari2 sekitar daerah situ, trus langsung dateng ke Polsek Tebet ngelaporin kejadian ini, sambil berharap mobil bokap ketemu walo kemungkinan kecil kali ye.

Yang bikin gw nyesek, itu mobil kijang tua taun 91, udah gw konci luar dalem pake kunci stang dua macem trus ada kunci rahasia segala yg kalu di starter mesin ga bakalan idup tapi kok ni maling bisa bawa kabur ya? Atau mungkin ni mobil didorong dulu kali ya, soalnya tempat parkirnya agak nurun, trus di tarik sama mobil laen gitu? Ditambah lagi, dimobil itu ada kamera digital kesayangan gw Panasonic DMC FZ5

So, gw minta tulung mentemen kalu ada yg ngliat Kijang gw dijalan ato ada yg nawarin Kijang dengan harga murah ato buat yg mo mudik ditawarin sewa mobil Kijang yg ciri2nya mirip bisa kasih tau polisi setempat ato hubungi Polsek Tebet ato gw 08561069217 - 021-85911608 kemungkinan seh ni mobil udah diluar Jakarta.

Ciri2nya:

1. Toyota Kijang Super th 1991 1500cc B 2670 PI, karoseri Nusa Cendana Harum.

2. STNK habis 26-10-2009

3. Warna Hijau udah buluk, warna masih aslinya plus striping.

4. Di body samping kiri belakang sedikit penyok.

5. Kaca film coklat udah jelek banget, bagian supir dan belakang ga pake kaca film.

6. Pake bemper tanduk yg di potong separo kiri kanan ada lampu kuning (lampu kabut) sepasang.

Okeh, mungkin ciri2nya segitu dulu yang lain nanti menyusul.

Oiya, kalu ada yg ditawarin kamera digital Panasonic DMC FZ5 batangan doang ga ada yg laen2nya patut dicurigai neh.

Nuhun.


LinkBaksos Ramadhan MPers 2006Oct 1, '06 12:37 PM
for everyone
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/calendar/item/10016

Seperti tahun-tahun kemarin, tahun ini MPers Indonesia juga mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bakti sosial. Silakan klik link di atas buat yang mau berpartisipasi, baik dalam bentuk dana, tenaga, maupun doa.

Terima kasih sebelumnya, semoga Allah SWT membalas budi baik kalian semua dengan berlipat ganda. Aamin.

LinkGempa di Jogja: mari berbagi!May 29, '06 8:28 PM
for everyone
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/calendar/item/10011


Buat rekan-rekan yang berniat membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita, para korban gempa Jogja, silakan klik link di atas.

Sedikit atau banyak, yang penting ambil bagian sebisanya, semampunya, untuk membantu sesama.

Blog EntryBu Edwin; Cerita Sedih di Hari RayaNov 13, '04 11:50 AM
for everyone


Dear all,

Sebelumnya gue permisi dulu karena apa yang mau gue ceritain kali ini mungkin nggak nyaman untuk dibaca, apalagi di tengah suasana hari raya yang serba bahagia. Buat elo yang lagi nggak mood untuk baca cerita yang sedih-sedih, gue saranin mending nggak usah terusin baca deh.

Gue mau cerita tentang seorang guru, bernama bu Edwin.

Beliau ini guru gue waktu di SD Yayasan Perguruan Cikini, Jakarta. Seperti umumnya SD jaman dulu, seorang guru mengajar satu kelas mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, maka gue juga mengalami jadi anak didiknya selama 6 tahun.

Waktu mengajar gue, beliau sudah termasuk guru yang senior. Bayangin aja, beliau mulai mengajar sejak tahun 1942. Kalo diitung rata-rata per angkatan ada 20 - 30 murid, maka selama periode beliau mengajar sejak 1942 sampai akhir 80-an mungkin udah sekitar 1000-an anak yang dibikin melek huruf dan kenal hitung-hitungan. Termasuk di antaranya adalah putra-putri presiden RI pertama dan ke dua, mulai dari Guntur, Guruh, Sukma, sampai Tutut, Tommy, Mamiek, dan tentu saja Megawaty, presiden RI ke 5. Hal ini menunjukkan betapa beliau adalah yang terbaik di bidangnya. Selain bahasa Belanda yang menjadi 'bahasa wajib' orang-orang saat itu, beliau juga fasih berbahasa Inggris dan Jerman.

Sebagai guru sekolah swasta, beliau tidak mendapat tunjangan pensiun untuk menopang hari tuanya. Beliau harus memasuki masa purna karya dengan hanya mengandalkan tabungan yang tentunya semakin lama semakin terkikis. Di sisi lain, beliau juga kebetulan tidak menikah, sehingga saat ini hanya tinggal seorang diri di sebuah rumah yang dipinjamkan oleh salah seorang murid. Untuk membantu meringankan beban beliau, beberapa orang muridnya berinisiatif untuk menyisihkan sedikit rejeki. Kebetulan gue yang sering kebagian tugas untuk mengantarkan kiriman itu.

Gue tahu jumlah yang gue bawa itu sebenarnya sangat tidak memadai. Seharusnya untuk orang seusia beliau, pegawasan dokter secara teratur sudah jadi hal wajib, apalagi beliau mengidap diabetes. Makanan seharusnya dijaga dan selayaknya mendapatkan asupan obat pengontrol gula darah secara kontinu.

Tapi pada prakteknya, semua 'kemewahan' itu tidak pernah beliau rasakan. Untuk keperluan makan sehari-hari beliau hanya membeli dari warung yang belum terjamin gizinya, boro-boro takaran-takaran diet yang seharusnya dipatuhi seorang penderita diabetes.

Terlepas dari itu semua, dari bulan ke bulan gue mengunjungi beliau, tidak pernah sekalipun beliau mengeluhkan keadaannya. Tidak pernah menuntut, atau menggugat para muridnya yang sekarang seolah melupakan keberadaan beliau. Setiap kali bertemu dengan gue, beliau menceritakan kegiatannya setiap hari yang menunjukkan betapa beliau masih aktif di lingkungannya. Kadang beliau bercerita ikut pengajian ibu-ibu di mesjid dekat rumah, atau lain kali menceritakan ulah anak-anak tetangga yang sering mampir dan numpang main di rumah petaknya yang gelap dan sempit itu. Beliau juga masih terus mengikuti perkembangan berita lewat radio, atau lewat televisi tetangga di mana beliau boleh numpang nonton dengan mengintip dari luar jendela. Tidak jarang beliau mengekspresikan rasa bangganya sewaktu mengomentari berita-berita tentang Megawati, anak didiknya yang menjadi presiden RI. Masih jelas di ingatan beliau, bagaimana sosok Megawati kecil sebagai seorang murid, seorang anak pendiam yang rajin belajar. Kalaupun gue mempertanyakan keadaannya yang nampak semakin payah untuk bergerak (karena rematik yang terus menggerogoti) atau penglihatannya yang semakin berkurang digerus katarak, beliau hanya berujar "Ini tidak apa-apa, agak kurang enak badan sedikit. Maklum sudah tua." Tanpa mau menyerah dengan kondisi fisiknya yang semakin menurun, beliau berusaha mengurus dirinya sendiri tanpa merepotkan orang lain.

Akhir bulan Oktober 2004 kemarin, seperti biasa gue berkunjung mengantarkan kumpulan sumbangan, dan menemukan beliau sedang terbaring tak berdaya. Rupanya beliau menginjak paku berkarat, dan karena beliau mengidap diabetes, lukanya menjadi sulit kering. Salah seorang tetangga berbaik hati mengurus beliau, walaupun hanya sebatas membantu mengganti perban saja.

Dan untuk pertama kalinya sejak gue kenal beliau, beliau nampak lelah dan kesepian. "Mas, kenapa baru datang sekarang, ibu sakit, mas..." kata beliau sambil menggenggam tangan gue dan menitikkan air mata. Setelah bertahun-tahun berhasil tegar hidup sendiri tanpa pertolongan orang lain, kini nampaknya beliau telah melewati batas pertahanannya yang terakhir. Tidak ada lagi cerita ceria tentang kegiatan pengajian atau bermain dengan anak tetangga, tidak ada lagi celoteh bangga tentang Megawati yang jadi presiden... beliau hanya menumpahkan segala kesakitan dan kesepiannya yang telah dipendam selama ini. Dan gue juga sadar, kondisinya sekarang ini bisa menjadi sangat serius. Luka terbuka dan diabetes merupakan kombinasi yang sangat tidak menguntungkan. Beliau butuh penanganan profesional.

Untunglah, beberapa hari yang lalu, seorang muridnya yang kini telah menjadi dokter mengunjungi beliau, dan memutuskan untuk merawat beliau di rumah sakit. Beliau kini dirawat di RS Islam Pondok Kopi, kamar An-Nuur 1. Dari diagnosa sementara diketahui beliau menderita dehidrasi, dan kadar gula darahnya sangat tinggi. Berita baiknya, luka beliau tidak mengalami infeksi. Insya Allah, beliau dapat segera sembuh dan keluar dari rumah sakit.

Langkah selanjutnya, beberapa murid beliau berencana untuk menitipkan beliau di sebuah panti werdha. Apabila beliau berada di tengah perawatan panti werdha, segala asupan gizi dan kebutuhan sehari-harinya dapat lebih terjamin.

Untuk itu, guys, gue dengan segala kerendahan hati memohon pertolongan elo. Barangkali ada di antara elo semua; atau orang-orang yang elo kenal, yang merupakan anak didik beliau, yang berniat membantu. Gue mohon sampaikan kabar ini kepada mereka. Penitipan beliau di panti werdha pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan harus bersifat kontinu. 1000 orang murid bukan jumlah yang sedikit. Gue yakin pasti masih banyak pihak di luar sana yang selama ini belum terlibat membantu hanya karena belum mengetahui keadaan beliau.

Tolong, sampaikan kabar ini kepada mereka. Kirimkan link menuju halaman ini, http://mbot.multiply.com/journal/item/37 supaya mereka juga bisa mengetahui cerita yang baru lo baca ini. Sumbangan tunai dapat dikirimkan ke rekening BCA atas nama
Moh. Arianto, norek 4940017659, KCP Alaydrus, kode KCP 0494, Jl. Al Aydrus 48 B Jakarta 10130. Telp.021-6338411, 6345073, 3518409. Atau kalau elo sendiri merasa tergerak menyisihkan sedikit rejeki, gue atas nama beliau juga akan sangat berterima kasih. Selain itu gue juga masih butuh referensi panti-panti werdha yang terbaik di Jakarta. Yang jelas gue nggak kepingin beliau cuma berakhir di Panti Werdha-nya Departemen Sosial yang penanganannya asal-asalan. She deserved better than that, guys.

Yang lebih penting lagi, gue mohon sedikit waktu kalian untuk mendoakan beliau, agar selalu dikuatkan lahir dan bathin, serta dibahagiakan di usia senja ini.

Maaf lahir dan bathin.


Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.