Agung's posts with tag: game

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag game
LinkMari mampir ke dusun Cikampret!Dec 28, '07 1:19 PM
for everyone
Link: http://cikampret.myminicity.com/ind

Nemu mainan online lucu-lucuan dari linknya Irpus: myminicity.

Tujuan permainannya sederhana aja: menarik pengunjung sebanyak-banyaknya ke kota fiktif yang kita ciptakan.

Yah, kurang lebihnya kaya simcity versi sangat sangat sederhana deh!

Cara mainnya juga sederhana: tinggal klik tombol "build my city" di sebelah kanan layar, trus kasih nama kota sesuka kita, selesai. Nggak perlu prosedur sign up yang ribet-ribet.

Lumayan buat iseng-iseng mengisi waktu liburan tahun baru yang 4 hari ini. Kalo udah ada yang daftar, post nama kotanya di reply, biar kita bisa saling mengunjungi.

Mampir-mampir ya, ditunggu lho di Cikampret :-)


Category:Video Games
Genre: Strategy
Console:PC Games
Gue nemu game ini minggu lalu, waktu lagi ngubek-ubek site popgamers.com. Iseng-iseng nginstall, eh tau2 nggak bisa berhenti main sebelum tamat!

Game ini bercerita tentang Fairy Godmother alias 'ibu peri yang baik hati' di negeri dongeng. Menurut versi game ini, ibu peri ternyata nggak segitu baik hatinya amat. Dia terkenal di berbagai dongeng sebagai sosok yang suka membantu dan mengabulkan permintaan hanya sekedar untuk aktivitas 'public relation' semata. Profesi sebenarnya adalah... pemilik jaringan toko ramuan ajaib di negeri dongeng!

Nah, karena popularitas bisnis ramuannya terus meningkat, banyak saingan bermunculan sehingga ibu peri menjadi senewen. Apalagi para saingan tersebut sering menjalankan strategi bisnis yang kurang sehat, seperti misalnya toko ramuan ibu peri mendadak diserbu serombongan gajah yang muncul secara 'misterius'. Untuk itulah ibu peri meminta bantuan kita untuk mengelola jaringan toko ramuan ajaibnya.

Pada dasarnya, game ini nggak beda jauh dengan game-game jenis 'tycoon' lain yang pernah ada. Intinya, kita harus mengelola sumber daya untuk menghasilkan profit dalam siklus jual beli. Yang bikin beda (dan cukup menghibur buat gue) adalah alur ceritanya yang memplesetkan aneka dongeng terkenal. Kurang lebih mengingatkan para setting film Shrek, deh.

Misalnya, di tengah kesibukan kita mengelola toko, tiba-tiba datang 2 orang perempuan yang minta pertolongan kita. Mereka mengeluhkan kelakuan saudara tiri mereka yang sewenang-wenang di rumah, suka carmuk dan memutarbalikkan fakta sehingga banyak orang menyangka bahwa hidupnya teraniaya. Namanya adalah... Cinderella! Di stage lain, muncul seorang gadis kecil berkerudung merah yang bertanya-tanya kenapa sekarang neneknya bergigi tajam dan berbulu lebat. Atau di stage lain, diceritakan tentang sebuah paket yang nyasar ke rumah kita. Pas iseng diintip, ternyata isinya adalah wig pirang milik Gretel dari dongeng 'Hansel dan Gretel'. Setelah ditanya-tanya, akhirnya Gretel mengaku bahwa selama ini telah membohongi khalayak ramai dengan berpura-pura berambut pirang - padahal sebenarnya dia berambut cokelat.

Namanya game tentang bisnis, tentu aja ada pihak-pihak yang berperan sebagai saingan kita - dan itu juga sama gilanya. Salah satu perusahaan kompetitornya bernama 'Bearzi-apa-gitu-gue-lupa" yang ternyata dimiliki oleh Goldilocks dan 3 beruang. Sedangkan kompetitor lainnya dikelola oleh NSH Prince yang kepanjangannya adalah 'Not So Handsome Prince' alias 'Pangeran yang kurang tampan'. Sang pangeran ini buka toko ramuan sebagai pelarian karena hidupnya susah, sering ditolak cewek dan jadi bulan-bulanan para pangeran lain yang lebih tampan. Bahkan, waktu sang pangeran kurang tampan ini coba-coba membangunkan sleeping beauty dengan sebuah ciuman, dia malah kena tuntut di pengadilan atas tuduhan pelecehan seksual!

Sebagaimana game2 popgamers lainnya, jangan terlalu berharap tampilan grafis yang terlalu wah. Animasinya juga sederhana banget, orang filenya 'cuma' 37 MB. Tapi toh game ini cukup menghibur dan bikin penasaran - khususnya buat kalian yang suka game-game strategi.

Satu hal yang mungkin bisa dibilang sebagai kelemahan yang cukup mengganggu dari game ini adalah: gampang banget! Dalam 2 hari gue udah berhasil menamatkan, sambil berharap moga2 ada sequelnya :-)

Buat yang mau download gamenya, silakan klik di sini.


Setelah 3 tahun lebih gue bercokol di MP, masih ada satu hal yang masih bikin gue penasaran yaituL headshot beranimasi.

Dulu waktu baru join MP, sebagaimana kebiasaan gue kalo nemu 'mainan' baru, gue coba segala cara untuk 'memainkannya', termasuk mencoba memasang headshot animasi gif. Waktu itu gagal: image animasi gif yang seharusnya bisa gerak, begitu dipasang sebagai headshot langsung diem dan hanya menampilkan frame pertamanya aja. Gue langsung berkesimpulan: oh, berarti kita nggak bisa pasang gambar bergerak sebagai headshot.

Eh, ternyata nggak lama kemudian gue nemu seorang user yang dengan suksesnya menggunakan animasi gif sebagai headshot, yaitu ballzieee.

Walaupun nggak kenal, waktu itu gue langsung sok akrab aja mengirimkan PM kepada ybs, untuk nanya apa sih rahasianya sehingga dia bisa make headshot beranimasi. Sayangnya, dia sendiri juga nggak tau. Katanya, "i also dont know. this pic is the only pic that works for me... the rest however do not :("

Masih penasaran, gue kirim PM ke customer service, mengajukan pertanyaan yang sama. Tentunya nggak lupa menyertakan link menuju accountya si ballzieee itu sebagai bahan referensi. Ternyata, customer service juga nggak tau. Mereka malah bilang, seharusnya image2 beranimasi nggak akan jalan kalo dijadiin headshot, karena yang akan muncul hanya frame pertamanya aja. Lah, terus, gimana dengan headshotnya si ballzieee itu? Kok bisa jalan animasinya? Mana gue taaaaauuuuu... begitu mungkin jawab customer service MP seandainya mereka bisa bahasa Indonesia.

Berdasarkan reply dari balzieee, dia bilang hanya image ini yang berhasil jalan animasinya di headshot, sementara image lainnya nggak jalan. Artinya, ada setting animasi gif yang memungkinkan image tersebut bergerak di headshot, dan ada yang enggak. Pertanyaannya sekarang, setting apakah yang membedakan?

Dengan program Adobe ImageReady gue mencoba berbagai kemungkinan. Mulai dari dithering, kompresi, pilihan warna, jumlah frame, durasi per frame, transparansi, resolusi, matte, interlace... rasanya semua udah gue coba, masih belum berhasil juga. Sebagai kelinci percobaan siapa lagi kalo bukan headshotnya si mbotx :-) Ini sebenernya nggak penting-penting amat sih,  tapi  penasaran aja rasanya kalo ada satu hal  yang  sampe 3 tahun gini belum ketemu juga rahasianya.

Oleh karena itu, gue mau bikin sayembara aja deh:

Buat siapapun yang bisa mengajari gue cara membuat sebuah animasi gif (atau format lainnya) bergerak di headshot, gue akan memberikan hadiah berupa 2 (DUA) buah tiket harga weekend nonton di Djakarta Theatre atau bioskop lain yang sekelas PLUS 2 (DUA) kotak popcorn PLUS 2 (DUA) cola. Buat yang tinggalnya di luar kota, hadiahnya akan gue transfer dalam bentuk uang tunai ke rekeningnya. Serius!

Jawaban harus diposting sebagai reply di journal ini, atau diposting di account kalian dan dilink dari sini. Kalau ada lebih dari satu orang yang bisa menjawab dengan benar, hadiah akan gue berikan kepada jawaban benar yang pertama.

Inget ya, yang gue tanyakan adalah cara membuatnya, dan BUKAN minta dikirimi image yang bisa bergerak sebagai headshot. Kalo sekedar nyari image yang bisa gerak di headshot sih nggak usah susah2 tinggal save aja headshotnya si balzieee, kan?

gambar: contoh animasi gif yang sayangnya nggak mau bergerak di headshot.

ReviewReviewReviewReviewTransformers - The GameJul 28, '07 4:26 AM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Action
Console:PlayStation 2
Kalo kerjaan lo di kantor lagi numpuk, boss resek, rekan sekerja culas, mau pulang jalanan macet, di tengah jalan kena ranjau paku, mau nyari jalan pintas malah kena tilang, sampe rumah genteng bocor, sampah belum diangkut, dan di deket ruang makan mendadak bau tikus mati; maka ini adalah game yang cocok buat lo.

Transformers - The Game (selanjutnya gue singkat TTG) memberikan pilihan: Autobots atau Decepticons - dan dua-duanya memungkinkan elo untuk ngamuk ngancurin segala sesuatu. Bedanya adalah, kalo elo jadi Decepticons maka tindakan destruktif akan diganjar dengan poin, sedangkan kalo jadi Autobots justru akan merugikan elo. Contohnya stage 1 sebagai Decepticons: tugas lo adalah menghancurkan pangkalan militer dalam waktu yang terbatas. Pelurunya unlimited, jadi lo bisa suka-suka nembak ke sana ke mari dan tau-tau aja stage tsb tamat.

Tapi stage2 selanjutnya kayaknya nggak segampang itu, dan menurut gue salah satu kelemahan TTG adalah save point-nya yang terlalu berjauhan satu dengan lainnya.Artinya kalo lo udah mulai sebuah stage, berhasil menyelesaikan 3/4nya dan tiba-tiba mati, maka lo harus ngulang dari awal stage. Ini bikin frustrasi banget.

Untungnya gambar yang ditampilkan cukup menghibur. Transformasi para robot persis seperti di filmnya, dan dalam gerakan yang lebih lambat sehingga malah lebih bisa dinikmati. Selain itu, kalo lo males ngejalanin misi yang bikin frustrasi, lo bisa berkelana nggak tentu arah ala GTA. Alur cerita TTG, kayaknya sih, cukup setia dengan plot filmnya. Malah di beberapa bagian memberikan informasi tambahan di balik peristiwa yang muncul di film, seperti misalnya gimana prosesnya sampe si bumblebee memilih bentuk mobil tua warna kuning. Tapi nggak tau juga ya, ke belakangnya apakah akan tetep setia dengan cerita filmnya, soalnya gue baru nyampe stage 2.

Kesimpulan akhir: bintang 4 dari gue.

Gambar: screen capture Bumblebee vs Barricade bertempur di tengah kota. Dipinjem dari sini.


Blog EntryAnak kami perempuan!Apr 26, '06 11:07 AM
for everyone
S
iang tadi, kalo nggak salah setelah makan siang, Ida nelepon ke kantor.
"Yaaangggg... perutku makin besar nih, kayaknya sebentar lagi udah mau lahir!"
"Yang bener?"
"Iya! Hiii... senangnya, sebentar lagi kita akan punya anak sih..." (seperti biasa dengan peletakan 'sih' yang kurang tepat intonasi - mirip orang mengucapkan 'tuh').
"Kamarnya udah disiapin belum?"
"Udaaah... ! Tapi, aku ngelahirinnya nunggu kamu pulang kantor aja deh."
"Iya...!"

Tapi, waktu sorenya gue sampe di rumah...
"Yang... akunya udah ngelahirin sih, maaf ya nggak nungguin suami..."
"Hah? Anaknya laki atau perempuan?"
"Perempuan. Aku kasih nama Sarah. Nggak papa ya?"
"Ya udah deh terserah."
"Tadinya aku mau nunggu kamu ngasih nama, tapi pikir-pikir.. masa ngasih nama anak di mainan aja pake nunggu suami...."

Ya, dialog2 ajaib di atas mulai sering terdengar sejak hari Sabtu yang lalu, di mana gue akhirnya berhasil menginstall game "The Sims 2 - University" di komputer. Dulu gue pernah menginstall "The Sims 2" yang original version, tapi setelah tokohnya makin banyak rupanya game itu makin memakan tempat sehingga waktu nunggu loading awal bisa ditinggal bikin Indomie dulu saking lamanya. Sekarang setelah punya ruang harddisk yang lebih lega, gue memberanikan diri menginstall ulang game itu plus extension packnya, dan ternyata berhasil...!

Sejak game itu sukses terinstall, maka isi obrolan antara gue dan Ida yang selama ini udah cukup aneh jadi semakin ajaib. Misalnya,
"...masa tadi waktu aku lagi flirting sama tetangga, kamu marah, trus aku digaplokin sih..."
atau
"...aku sekarang makin jago masak lho! Kamu mau aku masakin babi panggang?"
atau
"...ck, payah nih, uangnya pas-pasan, padahal aku kan ingin beli bass sih...."
atau
"...hehehe, tadi waktu kamu main ke rumah, aku suruh masak!"
Mungkin kalo ada orang numpang nguping bisa bingung kali.

Yang baru dari The Sims 2 - University ini adalah, pemain bisa mensimulasikan kehidupan mahasiswa yang tinggal di asrama. Selain itu juga ada menu "inlfluence" di mana kita bisa nyuruh tokoh lain melakukan sesuatu - mulai dari masak, bersih-bersih rumah, sampai reparasi barang rusak!

(sekedar posting nggak penting menyambut kelahiran anak kami di dunia The Sims...)
image dari clipartheaven.com


ReviewReviewReviewReviewReviewMetal Gear Solid 3 : Snake EaterJan 25, '06 2:18 AM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Adventure
Console:PlayStation 2
Alhamdulillah... semalem akhirnya gue berhasil menamatkan game gila ini... Data save terakhir tercatat bulan Juni 2005 (kayaknya nggak bosen2nya gue mengemukakan fakta bahwa udah segitu lamanya gue absen dari dunia per-PS-an), pada stage terakhir. Bayangin betapa gemesnya waktu gue nyampe di stage ini (pada bulan Juni 2005 seperti tersebut di atas), gue save karena waktu itu udah ngantuk, dan besokannya PS nggak mau nyala lagiiii....!!! Grrr...! Bener-bener tinggal satu stage itu doang...!
Waktu itu saking penasarannya gue sampe beli 1 cd Metal Gear baru. Harapan gue kali-kali aja yang rusak CD-nya. Ternyata realita pahit yang gue hadapi. Sesudahnya, pernah juga gue berjam-jam mencetin tombol reset, berharap kali2 aja PS gue bisa nyala lagi, sementara layar tetap aja gelap gulita.
Tapi sekarang semua itu udah berlalu... akhirnya game itu berhasil juga gue taklukkan! Cihuy...!
Ceritanya, di game terakhir ini Solid Snake harus ngalahin The Boss, mentornya yang dulu ngajarin teknik CQC (Close Quarter Combat - pertarungan jarak dekat). Jadi bolak-balik gue terpaksa restart karena si boss ini kaya nggak ada matinya. Kalo dipukul / ditendang, dia bisa aja ngeles terus bales melintir / miting / mbanting. Kalo ditembak, nggak kena. Dibom, cuma kena dua kali. Selalu dua kali. Di percobaan ke tiga dan seterusnya nggak pernah kena. Udah mana si boss ini kalo nembak nggak putus-putus karena peluru dia unlimited. Ditambah lagi ada time limit maks. 10 menit!
Sampe akhirnya gue nemu kelemahannya: ternyata dia lebih mudah ditonjok / ditendang pada saat lagi nembak. Sebisa mungkin deketin dia dari samping, atau kalaupun dari depan jalannya harus setengah melingkar biar nggak segaris sama jalur tembakannya. Begitu udah deket, hajar!
Setelah stage ini, udah nggak ada bagian-bagian yang susah lagi. Tinggal nonton adegan penutup aja. Tips dari gue: tonton terus sampe akhir, karena di bagian ujung sekali, setelah daftar2 nama pengisi suara, akan ada dialog telepon tentang konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan CIA :-)

Pertama kali gue kenal sama tokoh Solid Snake adalah dari game PS 1, Metal Gear solid. Banyak orang menyangka inilah game pertama dari Serial petualangan Solid Snake, tapi sebenernya dia udah sempet muncul di konsol2 yang lebih kuno seperti Sega dan Nintendo. Tentunya dengan kualitas gambar yang seadanya dan penampilan si Snake lebih mirip apel daripada orang.

Yang bikin gue cinta mati sama serial ini adalah, di sini pemain nggak cuma dituntut untuk adu cepet pencet tombol, tapi juga ada teka-tekinya. Di beberapa bagian bener-bener harus mikir supaya bisa lanjut ke level selanjutnya, dan kadang solusinya sama sekali nggak melibatkan aktivitas tembak-menembak! Di akhir game juga akan ada ranking, semakin sedikit orang yang kita tembak, semakin tinggi rankingnya.

Selain itu, pengolahan alur cerita dan penokohannya nggak kalah deh sama novel atau film. Ada latar belakang buat setiap tokohnya. Metal Gear Solid 1 malah mirip film Indonesia: setiap tokoh penting yang berhasil dikalahkan oleh Solid Snake akan ngoceh menceritakan latar belakang hidupnya sebelum menghembuskan nafas terakhir :-)

Walaupun game ini bersetting dan bertokohkan karakter Amerika, aroma kejepang-jepangannya masih sangat terasa. Kelihatan dari filosofi-filosofi para tokohnya yang seringkali mengingatkan pada filosofi Samurai. Misalnya, tokoh the boss yang gue ceritain di atas itu, sebenernya dateng ke rusia untuk menjalankan misi dari pemerintah (amerika). Ternyata ada hal yang berjalan di luar rencana, dan tokoh si boss ini difitnah oleh pemerintahnya sendiri, dibilang berkhianat dan dikirimlah solid snake untuk memberantasnya. Tapi si boss walaupun udah dikhianati pemerintahnya, tetep menjalankan tugas 'sebagai seorang ksatria' dan di akhir cerita menyerahkan hasil penyelidikannya kepada Solid Snake supaya muridnya ini bisa pulang dan jadi pahlawan di negaranya. Banzai..!

Entah terinspirasi tren prequelnya star wars atau gimana, MGS 3 ini menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum MGS 1. Makanya jangan heran kalo senjata-senjatanya terkesan 'jadul' dibandingkan dengan yang ada di MGS 1 dan 2. Yang menarik adalah desain Metal Gearnya sendiri, robot pemusnah yang selalu muncul di akhir cerita. Berhubung ini tahun 60-an, robotnya juga masih setengah tank!

Dari segi grafis, game ini sekali lagi jadi terobosan barunya Hideo Kojima karena ini pertama kalinya ada game petualangan yang bersetting di hutan, lengkap dengan seluruh flora dan fauna yang interaktif. Maksudnya, kalo si Snake ngelewatin rerumputan, maka akan terlihat rumputnya goyang-goyang kesenggol. Saat dia tiarap di tanah kadang ada kelinci atau ular lewat. Bahkan di beberapa bagian akan muncul kupu-kupu! Game-game pendahulunya juga udah ada sih yang settingnya di hutan, tapi tanamannya kurang realistis karena mirip potongan kertas kaku gitu. Si Hideo ini emang tergila-gila sama detil. Di MGS 2, ada seember es di bar yang kalo iseng ditungguin akan kelihatan proses mencairnya; dari balok-balok es sampe jadi air semua.

Dari segi gameplay, game ini jauh lebih menantang banget karena Soliton radar yang dulu muncul di MGS 1 dan 2 sekarang udah nggak ada lagi. Nembakin musuh juga harus lebih hati-hati, karena selain bisa kedengeran sama temennya, tentara musuh juga 'diabsen' secara berkala via radio. Kalo ada satu yang nggak jawab, maka seluruh pasukan musuh langsung waspada karena tau markasnya udah kemasukan musuh!

Kesimpulannya: ini game top abis!!!

Kalo mau liat foto2 serial MGS, bisa klik kedua group di bawah ini:
Metal Gear Solid
Snake Eater


ReviewReviewReviewReviewFight Night: Round 2Jan 19, '06 1:57 AM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Sports
Console:Game Boy
Mengingat sekarang udah muncul Fight Night round 3, kayaknya ini review udah basi kali ya. Tapi krn PS gue abis mati suri selama 6 bulan lebih, maka game yang gue beli bulan juni 2005 ini baru bisa dimainin sekarang. Jadi, harap maklum yak!

Tadinya EA sports, produsen game ini, punya seri tinju yang dikasih judul ”Knock Out Kings” (KOK). Gue pertama kali main serial KOK mulai dari KOK 1999 sampe kalo nggak salah yang terakhir KOK 2002. Entah kenapa serial KOK kemudian nggak muncul lagi, dan sebagai gantinya ya si ”Fight Night” (FN) ini.

Dari segi tema, FN nggak beda jauh dengan KOK: tentang simulasi kejuaraan tinju dunia. Selain bisa langsung main dengan karakter2 juara2 tinju dunia, kita juga bisa bikin petinju baru di career mode. Di career mode ini kita dikasih 1 petinju yang masih culun, terus pelan2 dilatih dan diadu ngelawan petinju2 yang udah ada di peringkat tinju dunia sampe akhirnya ngelawan sang juaranya. Nanti kalo udah jadi juara giliran kita yang ditantang sama petinju2 lain untuk mempertahankan gelar.

Satu-satunya yang membedakan FN dari KOK adalah dari segi konfigurasi kontrolnya. Kalo di KOK semua gerakan pukulan dipicu dari tombol x, o, segi tiga dan kotak, di FN (konon mulai dari FN yang pertama, nggak yakin jg soalnya belum pernah main) pukulan digerakkan pake analog stick kanan. Akibatnya, kita gak usah pusing lagi ngapalin urutan2 pencetan kombo yang bisa mencapai 10 langkah bahkan lebih! Selain itu, penggunaan analog juga lebih mudah diasosiasikan dengan gerakan pukulan yang sebenernya. Misalnya, pukulan hook yang melingkar itu juga digerakkan dengan cara memutar analog stik setengah lingkaran. Pukulan straight, tinggal dorong analog stick 45 derajat ke arah kanan atau kiri tergantung mau mukul pake tangan yang mana. Lebih gampang diinget kan? Tapi buat yang masih fanatik dengan sistem pencet2 tombol, tetep dimungkinkan karena konfigurasi kontrolnya bisa dicustomize. Gue sendiri lebih suka pake sistem analog stick ini krn kalo lagi kepepet tinggal gerakin asal2an aja ke segala arah, dijamin akan keluar pukulan walaupun nggak bisa ditebak itu pukulan jenis apa.

Yang menarik, di FN2 ini kita juga bisa langsung mengendalikan cutman (orang yang kerjanya ngobatin luka petinju di sela pertandingan). Selain itu, waktu create boxer untuk dimainin dalam career mode, kita bisa ubah2 hampir sebagian besar fitur2 wajah seperti bentuk mata, bentuk kepala, posisi dagu, dll masih dengan analog stick. Prosesnya jadi mirip bikin patung dari tanah liat. Petinju yang kita buat di career mode akan bertambah tua, dan di umur 40-an akan mulai menurun kemampuannya. Dilatih kaya apapun, statistiknya akan terus2an minus sehingga akan makin sering kalah. Di umur 65, dia akan pensiun paksa. Petinju bikinan gue yang di awal karir udah susah2 gue buatin body atletis, giliran udah makin tua jadi makin bengkak kaya george foreman gitu. Simulasi penggunaan energinya juga makin realistis. Petinju yang terlalu boros mukul di ronde2 awal, nanti di ronde2 akhir akan jadi loyo dan lamban. Peranan pukulan jab juga udah sesuai dengan ”realita di lapangan”. Di game2 KOK yang lain, jab hanya sebagai pukulan pemancing doang, nggak pernah bisa bikin lawan KO. Sedangkan di FN2, asal dikeluarin secara combo, jab bisa juga bikin KO. Toh buktinya petinju betulan seperti Muhammad Ali dan Shane Mosley juga terkenal sering mukul jatuh lawan pake jab!

Intinya, ini game oke banget deh (tentunya bagi para penggemar game tinju). Cuma seandainya gue jadi developer game ini, maka ada beberapa hal yang akan gue masukin sebagai improvement:
  1. Petinju2 Prince Naseem, Mike Tyson, dan George Foreman; kenapa nggak pernah muncul di serial KOK maupun FN ya? Padahal yang kalah terkenal seperti Chris Byrd aja ada.
  2. Efek pertandingan: kalo di suatu pertandingan petinjunya luka parah, maka dia butuh waktu istirahat lebih lama untuk bisa bertanding lagi. Dan yang seru: gue akan bikin petinjunya bisa mati kalo kena pukulan yang keras banget!
  3. Pukulan favorit yang sering dipake sama petinju makin lama akan makin ampuh. Misalnya, kalo petinju A lebih banyak make hook kanan untuk mukul, maka selanjutnya hook kanannya akan lebih keras dari pukulan dia yang lain dan bisa bikin damage yang lebih besar.
  4. One hit victory: kemungkinan untuk menang KO dengan hanya satu pukulan telak. Di FN2 ini memang dimungkinkan untuk memukul jatuh lawan hanya dengan 1 pukulan, tapi bisa dipastikan lawannya pasti bangun lagi.


Kira2 ada nggak ya game developer di eagames yang baca multiply gue? :-)

foto dari sportsmedia.ign.com


ReviewReviewReviewReviewReviewThe Sims 2Nov 30, '04 6:48 PM
for everyone
Category:Video Games
Genre: Simulation
Console:Game Boy
Gue udah jadi "Sim-addict" sejak th 2000, makanya ini game adalah salah satu game yang gue tunggu-tunggu banget. Dan ternyata penantian gue nggak sia-sia, The Sims 2 punya banyak banget improvement yang memuaskan aspirasinya para "Sim-addict" kaya gue.
Buat yang nggak familiar sama The Sims; ini mainan keluarannya Maxis yang sempet dapet penghargaan sebagai game yang nggak menjual kekerasan tapi toh bisa laku (banget!) di pasaran. Di game ini, lo ngontrol kehidupan satu atau beberapa orang (disebut "Sim") yang tinggal dalam satu rumah. Mulai dari kapan orang itu makan, tidur, mandi, sampe nonton tv, kerja, dsb. Rumahnya juga bisa lo ubah2 sesuai selera, lo beliin perabotan, ganti cat, ganti tata letak, dsb. Game ini nggak ada finishnya. Namanya kehidupan orang, ya akan berjalan terus sampe orang itu mati. Padahal di The Sims, orangnya nggak akan mati kecuali kalo dia 'kecelakaan' mis; lagi masak tau2 kompornya meledak, kena gigit hamster piaraan sampe kena penyakit, dll.
Sesudah The Sims yang original, muncul beberapa expansion pack yang bisa diinstall untuk memperluas pengalaman yang mungkin dilakuin sama Sim kita. Misalnya, di expansion pack "Superstar", Sim-nya bisa meniti karir di bidang show-biz, dan bisa jadi celeb yang rumahnya didatengin fans...! Boleh dibilang, The Sims ini merupakan simulasi kehidupan sehari-hari, yang bikin menarik adalah kita bisa mencoba berbagai kemungkinan jalan hidup buat Sim kita.
Nah, di Sims2 ini ada banyak improvement yang bikin The Sims 2 makin mirip dengan kehidupan yang sebenernya:
  • Sims kita bisa tumbuh dan tambah tua, bahkan konon bisa mati karena tua, nggak perlu karena kecelakaan-kecelakaan aneh seperti di The Sims original.
  • Sim-nya bisa hamil, tanpa pandang bulu cewek atau cowok!
  • Anak dari sepasang sim akan mewarisi kode2 genetis kedua orang tuanya (kalo di versi originalnya, anaknya tampangnya random, orang tuanya kaya apa, anaknya kaya apa).
  • Sim bisa berubah2 physical fitnessnya, kalo rajin olah raga jadi atletis, kalo males ya jadi gendut.
  • Non Playable Characters (NPC) spt tukang pos, atau maid bisa diajak ngobrol bahkan dikasih tip. Ada NPC baru, nanny buat bantuin ngurus anak.
  • Bisa bikin rumah lebih dari 2 lantai.
  • Sim punya aspiration bar (cita-cita) mulai dari yang sepele kaya kepingin belajar bikin cereal, sampe kepingin ketemu Alien.
  • Kita bisa super zoom sampe ngeliat aktivitas Sim kita secara close-up. Sim juga sekarang punya facial expression yang jauh lebih banyak dan realistis.
  • Setiap neighborhood punya cerita masing-masing, ada situasi umum yang melingkupi neighborhood tsb.
  • Sim-nya bisa chatting dan ngirim email..! :-)

Berhubung gue juga baru mulai main, gue belum explore terlalu banyak mengenai apa aja yang bisa dilakuin di The Sims 2 ini, yang jelas untuk nginstall game ini gue harus ngorbanin Sim City 4, Civilization III, sama beberapa game kecil lainnya. Front Page juga nyarisss... gue sikat, untung gue masih eling. Abisnya, dia butuh space nyaris 3 GB, dan RAM 256 itu minimal requirement, alias kalo mau enak mainnya, ya harus pake paling enggak RAM 512.
Tapi ini game emang seru banget, buat yang suka game2 Sim, coba deh. Nggak bakal nyesel...!

screenshot from gamegal.com

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.