Agung's posts with tag: event

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag event

lagi-lagi posting basi... gara-gara pindahan rumah jadi banyak rencana posting yang ketunda nih.
saking lamanya sampe tanggal peristiwanya aja gue udah lupa... hehehe... pokoknya ini foto-foto waktu peluncuran buku "one gigabyte of love" di depok deh. Selamat menikmati.

Photo AlbumTeater Koma: Kenapa Leonardo? (31 photos)Mar 8, '08 11:04 AM
for everyone

ni sebenernya posting basi, karena harusnya sih diupload 2 bulan yang lalu. malam ini gue lagi bersih2 komputer... eh, nemu file2nya. ya udah daripada dibuang sayang mending diupload :-)

keterangan gambarnya belakangan ya.

Hari ini ada berita gembira dari Ira sang prajurit kecil. Ceritanya, beberapa hari yang lalu Ira pesen risol kribo untuk suguhan para wartawan. Waktu itu kami berpesan kepada Ira, "Kalo bisa, fotoin Pak Adang / Pak Dani makan risol kribo dong..." Bukan apa-apa, kan bangga aja gitu, kalo risol dagangan kami sempet dicicipi orang-orang penting seperti Cagub /Cawagub DKI, hehehehe... Tapi sebagaimana ditulis Ira di postingnya yang ini, sayang sekali risol kribonya keburu ludes disikat tim kepanduan sebelum sempat sampai ke tangan Pak Adang maupun Pak Dani. Padahal konon Pak Dani adalah penggemar risol.

Makanya berita yang dikirimkan Ira hari ini adalah berita gembira, yaitu dia mau pesen risol kribo lagi untuk dikirimkan khusus buat Pak Dani. Langsung aja gue menawarkan diri untuk mengantarkan risol-risol tersebut. Toh rumah Pak Dani di jalan Kebon Pala nggak terlalu jauh dari rumah gue. Sengaja gue desain kotak khusus dengan tulisan RISOL KRIBO 5 kali lipat lebih gede dari biasanya supaya kalo difoto kelihatan, hehehehe...

Jam setengah 9 teng, dengan penuh semangat gue menggenjot sepeda menuju rumah Pak Dani. Nggak lupa kamera juga tersimpan di ransel. Ira udah menghubungi rumah Pak Dani untuk menitipkan pesan bahwa akan datang seorang tukang risol yang bermaksud minta berfoto bareng Pak Dani.

Jam 9 kurang gue berhasil menemukan rumah Pak Dani. Waduh, rame banget! Di terasnya penuh dengan wartawan aneka media. Terlihat seorang mas-mas baru menyuguhkan teh buat para wartawan. Dengan asumsi si mas ini adalah bagian dari tim Pak Dani, maka sekotak risol gue serahkan padanya. Dia masuk ke dalam sebentar, trus keluar lagi.
"Kuenya sudah diserahkan ya mas?" tanya gue.
"Sudah, terima kasih" katanya.

Gue sempet bimbang. Trus, gimana caranya gue minta foto bareng dengan Pak Dani? Kamera gue keluarin dari ransel, trus gue pikir-pikir lagi. Dengan segini banyak wartawan ada di depan rumah, dan Pak Dani 'ngumpet' di dalem, kemungkinan besar beliau sedang nggak ingin ditanya-tanya wartawan. Masa gara-gara seorang tukang risol mau minta foto bareng dia harus keluar dari persembunyian dan beresiko diserbu wartawan? Jadi... ya sudahlah, mungkin memang belum rejekinya gue berfoto bareng Pak Dani. Maka gue putuskan untuk pulang aja lagi.

Sesampainya di rumah, Ida mengabarkan bahwa Ira baru aja kirim SMS, ngomel2in ajudan Pak Dani yang kurang kooperatif memberikan kesempatan berfoto bareng bagi si tukang risol ini. Hehehe... nggak papa Ra, mungkin kapan-kapan kalo Pak Dani mau pesen risol lagi ya?

Nggak lama kemudian, datang kakak gue yang mau mengantar ibu untuk mencoblos di TPS. Gue ikut juga sekalian. Gue dan Ibu kebagian TPS no 18 di Taman Suropati, yang kebetulan juga jadi TPS-nya sejumlah pejabat dan mantan pejabat seperti Mantan Wapres Try Sutrisno dan Gubernur Sutiyoso. Nggak heran kalo ada banyak wartawan mangkal di TPS ini.

Berhubung sebelum sakit Ibu pernah menjabat sebagai ketua RT selama lebih dari 20 tahun, maka nggak heran kalo pas tiba di lokasi TPS banyak orang yang menyambut dan menyalami, mulai dari Hansip sampe Pak RW. Ngeliat orang-orang pada rame menyalami Ibu, rupanya para wartawan jadi salah sangka. Dikiranya Ibu gue mantan pejabat juga kali. Maka langsung aja puluhan moncong kamera foto dan televisi merekam gerak-gerik Ibu yang gue dorong di atas kursi roda: mulai dari datang, mendaftar, sampai memasukkan kertas suara. Hehehe... kasian deh pada kecele :-)

Berhubung TPSnya sepi (banget), proses pencoblosan berjalan lancar tanpa ngantri. Abis nyoblos, gue kembali pulang dan meneruskan ngeMPi.

Trus, apa hubungannya dengan judul posting ini?

Oh iya, hampir lupa.

Beberapa hari sebelum pelaksanaan Pilkada, gue mendengar sebuah kabar yang lucu namun agak mengenaskan: seorang Ketua RW di sebuah pelosok Jakarta senewen karena ada sebuah RT di wilayahnya yang proses pendataan pemilihnya terbengkalai. Udah deket ke Hri H belum ada laporan pendataan ulang calon pemilih di RT tersebut. Pak RW  mencoba menghubungi Ketua RT yang bersangkutan, tapi HP-nya selalu non-aktif. Ditelepon ke rumah nggak pernah ada yang angkat. Sampe akhirnya pada suatu Pak RW berhasil tersambung ke anaknya Pak RT dan mendengar jawaban mengejutkan,
"Pak RW, papah sekarang udah nggak tinggal di sini lagi. Papah kawin lagi, terus pergi dari rumah. Sekarang Papah tinggal di rumah istri baru. Kami serumah nggak ada yang tau di mana alamatnya. Nomor teleponnya yang baru juga nggak tau. Harap maklum."

Ealah Pak RT... Pak RT... mbok ya kalo mau poligami jangan sampe menghambat proses demokrasi dong...

Foto: kelingking gue setelah pencoblosan


Tadi sore gue baca network messagenya Ndaru yang menginformasikan bahwa Rotaract Club Semanggi mau bikin acara sharing tentang backpacking dengan narasumber Adhitya Mulya. Langsung iseng-iseng SMS Adhit, "dhit, ntar malem mau jadi pembicara ya? Jual bukunya gak?" FYI, buku terbarunya Adhit cs yang judulnya "Travelers' Tale: Barcelona Belok Kanan" itu laku keras sampe susaaah... banget dicari. Setelah mendapat jawaban positif, maka malemnya sehabis ikut 1 kelas di gym gue bersama Ida dan bayi Rafi langsung meluncur ke Hotel Shangri-La (nggak pake mandi... hiiyyy..)

Waktu berangkat sama sekali nggak ada bayangan bentuk acaranya kaya apa, pokoknya tujuan utama gue mau beli bukunya Adhit - sukur2 yang ada tanda tangannya. Ternyata ini adalah acara rutin Rotaract Club Semanggi seminggu sekali, bikin pertemuan dengan menghadirkan seorang narasumber. Eh, nggak mesti ada narasumbernya sih, kadang ada juga yang cuma diisi rapat internal.

Gue cuma tau sedikit tentang Rotaract - setau gue itu adalah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial. Tapi berdasarkan kesan-kesan yang gue tangkap di sana, kayaknya orang2nya asik juga, mirip sama kumpulan MP-ers lah, sangat welcome terhadap orang baru. Yang jelas, struktur organisasi mereka sangat kompleks dan terstruktur. Untuk jadi 'presiden'-nya aja pake ada kampanye segala lho. Kayaknya Rotaract Jakarta masih dibagi-bagi lagi dalam kelompok2 kecil, secara kelompok yang gue datangi tadi menamakan diri Rotaract Club Semanggi. Mungkin ada club-club Rotaract lainnya di Jakarta ini kali ya? Kalo mau tau lebih lengkap, bisa mampir di blognya http://rac-semanggi.blogdrive.com/

Tentang pembahasan materinya sendiri, Adhit sharing beberapa tips and trick kalo mau jalan-jalan ala backpacker. Misalnya, pros and cons antara jalan2 waktu summer yang biayanya relatif lebih mahal tapi rame dengan waktu winter yang relatif lebih murah tapi atraksinya hampir semuanya tutup. Komponen2 biaya yang penting untuk diperhitungkan, dan yang paling mendasar: membantah paradigma bahwa travelling adalah kegiatan yang mahal buanget dan nggak mungkin dijangkau oleh rakyat kebanyakan :-)

Sayangnya gue nggak bisa menyimak secara full secara bayi Rafi nampak mulai bosan dikurung terus dalam ruangan. Suatu kali saat suasana hening, tiba-tiba bayi Rafi nyeletuk "ha-bweeey...?" bikin pengunjung lainnya langsung kompakan noleh semuanya.

Seusai acara, seperti MPers juga ada acara foto bersama. Tapi nampaknya konsentrasi digicam di komunitas ini nggak setinggi di komunitas MP. Dari sekitar 40-an orang yang hadir, cuma nampak ada 4 kamera. Bandingkan dengan acara kopdar MP di mana pesertanya mungkin cuma 10 orang tapi digicamnya bisa ada 15 :-))) Trus masing-masing hadirin juga dikasih kesempatan untuk memperkenalkan diri. Waktu sampe giliran gue, memperkenalkan nama, gue ditanya, "pekerjaan?"
"Hmmm... apa ya? Blogger profesional :-)" heheheh...
Nggak lupa gue juga membagi-bagikan kartu nama yang memuat alamat MP gue, lumayan promosi kecil2an.

Thanks ya buat Adhit dan Rotaract Club Semanggi!

Photo AlbumOleh-oleh Pasar Seni ITB 2006 (63 photos)Sep 11, '06 12:51 PM
for everyone

Ikutan aaah.... kayaknya lagi pada rame nih upload foto Pasar Seni ITB 2006.

Hari Minggu 10 September 2006 kemarin, gue, istri, Ade dan Bayu piknik bersama ke pasar seni ITB. Penuhnya ngujubilah, tapi berhubung acara ini cuma ada 5 tahun sekali, yah... dibela-belain deh.

Di sana janjian ketemuan Winda dan Tei, dan pas udah sorean ketemu juga dengan rombongan MPers lainnya.

Dibandingin sama Pasar Seni ITB sebelumnya (2000), Pasar Seni kali ini terasa lebih 'ala kadarnya'. Pemanfaatan area yang jauh lebih sempit, serta wahana permainan yang kalah lucu. Tapi sebagai sebuah event, Pasar Seni tetap istimewa. Gue yakin dengan segala keterbatasannya sekarang masih mampu menghibur penonton.

Ini dia foto-foto kami selama di sana, cerita lengkapnya ada di keterangan masing-masing foto ya!

Photo AlbumFestival Kemang (38 photos)Aug 28, '06 11:37 AM
for everyone

Minggu 27 Agustus, jalan-jalan ke Festival Kemang. Kesan dan pesan: isinya 89% sama dengan Mangga Dua, tapi dengan harga yang lebih mahal, tempat yang lebih panas dan sumpek, serta kepadatan pengunjung yang lebih sadiez. Untung ada topi serba guna oleh2 dari Solo jaman dahulu kala, jadi ya lumayan lah sedikit menghalau panas.

Inilah hasil jepretan kamera gue selama di sana.

Blog EntryYang aneh-aneh dari Pemilu 2004Sep 21, '04 2:32 AM
for everyone
Kemarin, untuk ke tiga kalinya dalam tahun ini, dan ke lima kalinya sepanjang hidup gue, gue mengabdi kepada negara sebagai petugas KPPS di TPS 60, Taman Lembang Menteng. Hasil akhirnya SBY 162 suara, Mega 63 suara, 3 suara ga sah. Tapi bagian situnya ga penting lah. Gue cuma mau cerita beberapa peristiwa garing seputar Pemilu kemarin (kompilasi hasil ngobrol2 sehabis makan siang)

***


Posisi gue di formasi KPPS adalah orang ke dua, yang bagian nyocokin antara kartu pemilih dengan daftar pemililh. Man, ini posisi paling BRUTAL di KPPS. Bayangin aja, daftar pemilih yang diproduksi oleh kelurahan itu sama sekali tidak mengindahkan prinsip2 sorting dalam bentuk apapun, baik alfabetikal, teritorial, maupun kronologikal. Jadi daftar pemilih yang musti gue cocokin tuh kacaw-sekacaw-kacawnya umat. Contoh:
Halaman 1 berisi daftar pemilih yang rumahnya jl. m. yamin no 16, 18, 22, dan jl. purwakarta no 3, 8, 14.
Halaman 2 berisi daftar pemilih yang rumahnya jl. lembang 12, 14, 26 dan jl. m. yamin no 7, 19, 20.
Halaman 3 berisi daftar pemilih yang rumahnya jl. syamsu rizal no 8, 11, 16, 20 dan jl. purwakarta no. 4, 11, 17.
dst, sampe 8 halaman.
Ada juga yang serumah udah berkumpul manis di halaman ke 3, tau2 salah satu anggota keluarganya ada yang mental sendirian di halaman 7.
Dan untuk nyocokin itu kan sambil senewen diburu waktu, krn para pemilihnya udah ngantri / numpuk gitu.
Selidik punya selidik, daftar ajaib itu diproduksi dengan metode "Cut and Paste" di kelurahan, yaitu: daftar pemilih diketik pake mesin tik, terus dipotong sebaris2, abis gitu ditempel lagi di kertas baru terus difotokopi. Kadang sehabis difotokopi baru ketahuan ada warga yang tercecer / ketinggalan, maka nama orang yang tercecer ini dengan cerianya dimasukin aja gitu ke halaman lain.
Seandainya fenomena ini disaksikan sama Bill Gates yang udah sampe cengok gitu jualan program Excel, gue rasa si Bill bisa meraung histeris sambil garuk aspal.

***


Siang2, menjelang penghitungan suara, tau2 Pak RW di TPS gue ngomong dengan suaranya yang lantang dan mimik serius,
"KALAU Yusuf Kalla menang..." trus diem sebentar.
Orang2 juga jadi ikut2an diem, pingin tau si Pak RW ini mau ngomong apa. Apakah dia nggak seneng kalo Yusuf Kalla menang? Atau sebaliknya, apa dia punya nazar tertentu sebagai pendukung Yusuf Kalla?? Atau dia mau ngasih ramalan tertentu, apa yang akan terjadi kalo Yusuf Kalla jadi wapres???
Semua terjawab saat dia melanjutkan sabdanya, "...kalau Yusuf Kalla menang, maka di wilayah RW saya pernah ada 5 Wakil Presiden Indonesia, hebat kan..."
FYI, wilayah RW dia emang meliputi jl. Diponegoro, Purwakarta, Lembang, Teuku Umar, dan sekitarnya, tempat kediaman beberapa Wapres antara lain Umar Wirahadikusumah dan Try Sutrisno.
Ealah Pak, kirain mau ngomong apa!

***

Beberapa warga di TPS gue kayaknya udah berniat golput, tapi tetep dateng ke TPS. Mungkin supaya bisa kumpul2 bareng tetangga, mungkin juga sekedar untuk memastikan kertas suaranya nggak disalahgunakan.
Yang jelas, salah seorang dari mereka begitu semangatnya untuk golput, sehingga waktu nerima kertas suara langsung ngeloyor menuju kotak.
Langsung dipanggil2 sama anggota KPPS,
"Lho... lho... Pak, kertasnya ga dicoblos dulu..???"
"Heh? Oh iya, iya..." katanya sambil jalan balik ke bilik pencoblosan...

***


Cerita seorang temen: di TPS-nya ada orang yang sedemikian fanatik ngedukung Amin Rais, sehingga waktu pencoblosan dia bawa foto Amin Rais, ditempel dulu di kertas suara, baru dicoblos. Udah jelas kertas suaranya jadi ngga sah, tapi kayaknya kepuasan bathin lebih penting buat orang ini...

***


Cerita tentang pendukung fanatik Amin Rais lainnya:
Ada salah satu TPS yang ketuanya kayaknya punya keterlibatan tinggi banget sama tugasnya. Untuk memastikan bahwa seluruh warga yang terdaftar dateng ke TPS, dia keliling kampung naik motor, berhenti di setiap rumah untuk menghimbau warga agar datang ke TPS.
Di salah satu rumah terjadi dialog sbb:
"Pak... Pak... ayo nyoblos Pak...!"
Pemilik rumah menongolkan kepala dari jendela, "Ada Amin Raisnya gak??"
"...??[bingung] Ya ngga ada, Pak...!"
"Ya udah kalo gitu saya males...!" Bruk, jendelanya langsung ditutup.

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.