Agung's posts with tag: dokter

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag dokter
Link: http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423

Ini bukan copy - paste dari email forward-an yang nggak jelas pengirimnya;
ini pengalaman seseorang yang gue kenal baik. Gue yakin dia nggak punya maksud untuk menyudutkan pihak tertentu. Kalaupun ada pihak yang tersudut, itu akibat ulahnya sendiri.

Cerita miris ini adalah kejadian nyata, kondisi memprihatinkan pelayanan kesehatan di Indonesia tercinta.

Buat para blogger yang udah baca, gue mohon kesediannya untuk membantu menyebarluaskan di blog masing-masing. Sendirian, kita bukan siapa-siapa. Tapi kalau kita mau bersatu menyampaikan pesan yang sama, kita bisa membuat perbedaan. Nggak butuh effort terlalu banyak kok, cukup pasang link ke http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/423 .

Buat pihak-pihak yang ingin menghubungi Ari, penulis journal ini, untuk klarifikasi atau penyelesaian masalah dalam bentuk apapun, gue bersedia membantu menghubungkan. Orangnya betulan ada, dan identitasnya jelas.

Mudah-mudahan kejadian ini nggak terulang lagi pada pasien manapun.


Blog Entrynilai omongannya, bukan siapa yang ngomongAug 22, '07 12:12 PM
for everyone
Sepulang dari acara bersepeda di kota toea, pundak kiri gue terasa kaku. Dalam perjalanan pulang udah terasa makin sulit mengendalikan sepeda, tapi gue paksain aja. Paling cuma capek, pikir gue.

Malemnya, tu pundak terasa makin parah. Tangan kiri gue nggak bisa diangkat tinggi-tinggi. Megang kuping sendiri aja nggak bisa.

Besokannya, sepulang dari kantor, gue memutuskan untuk berkunjung ke rumah Maman, naik ojek. By default, para tukang ojek yang mangkal di depan kantor gue akan langsung membawa gue pulang begitu gue nangkring di jok - nggak usah pake ngomong. Makanya kali ini gue bilang, "nggak ke rumah bang, ke rawajati timur. mau ke rumah temen."
"mau main ya boss?" kata tukang ojeknya berbasa-basi
"bukan, mau urut. Ini pundak gue kaku."
"Oooh... kalo pundak kaku itu biasanya karena kurang minum air putih boss. Saya dulu juga pernah gitu, kurang banyak minum air putih badan terasa pada kaku. Makanya kalo pagi bangun tidur, jangan langsung ngopi boss, minum air putih dulu barang segelas..." tukang ojeknya menjelaskan panjang lebar.
"Oh, gitu ya?" jawab gue sekedarnya. Buat gue, hubungan antara kurang minum dan badan pegel sama ngaconya seperti hubungan antara tangan kedutan dan mau dapet duit. Tapi demi sopan santun tentunya gue nggak buru-buru membantah pendapat tersebut. Toh ini cuma obrolan basa-basi.

Anehnya, setelah ketemu dengan Maman, dia juga heran dengan kondisi pundak gue kali ini.
"Ini bukan keseleo biasa nih gung. Kaya ada yang ganjel, gitu," kata Maman.

Pulang dari tempat Maman, tumben nggak ada perbaikan yang berarti dengan lengan gue. Masih tetep aja kaku. Akhirnya tadi sore gue memutuskan untuk ke dokter spesialis bedah tulang di RS MMC, namanya dokter Thamrin Hasbullah.

Pundak gue dipencet-pencet dan digerak-gerakin oleh pak dokter, terus disuruh rontgen. Foto rontgen-nya langsung jadi, trus gue kasih liat ke pak dokter.
"Hmm... benar dugaan saya, ada endapan di sendi Anda. Kemungkinan ini adalah endapan uric acid (asam urat) yang telah mengkristal. Saat digerakkan, dia bergesekan  dengan jaringan sendi, sehingga terasa sakit. "
"Penyebabnya apa dok?"
"Ya terutama makanan yang memicu produksi uric acid, misalnya suka makan jeroan, emping, udang, kol, bayam..."
"Saya nggak doyan jeroan dan udang dok. Kol dan bayam sih makan tapi rasanya nggak banyak. Kenapa tiba-tiba bisa jadi endapan?"
"Begini: pada dasarnya tubuh kita memproduksi uric acid setiap hari. Endapan bisa terbentuk di sendi bila konsentrasi uric acid dalam darah meningkat. Konsentrasi uric acid dalam darah bisa meningkat kalau kita makan makanan yang memicu produksi uric acid, ATAU kalau kurang minum..."

Exactly like abang ojek said.

Pesan moralnya: nilailah omongannya, bukan siapa yang ngomong. Dan kalo lo mendengar seseorang menyampaikan informasi yang konyol, coba introspeksi dulu - siapa tau justru elo sendiri yang kurang wawasan...

Artikel tentang uric acid serta asal muasal gambar ilustrasi bisa diklik di sini.

Blog EntryDaftar Dokter spesialis anak di JakartaMar 28, '07 11:13 AM
for everyone
Buat para orang tua dan calon orang tua yang tinggal di Jakarta, barangkali file attachment ini berguna. Isinya dokter spesialis anak untuk berbagai bidang, ada yang spesialis syaraf, paru-paru, sampe kanker. Mudah-mudahan kita semua nggak ada yang sampe perlu mengunjungi mereka, tapi sekedar tambahan informasi nggak ada salahnya kan.

Ukuran filenya nggak besar, nggak sampe 80KB, dalam format pdf. File ini gue terima dari Weni. Thanks ya Wen!

Trivia:
Khusus buat para MPers, silakan perhatikan dengan cermat daftar nama dokter gigi yang direkomendasi di sini. Gimana, menemukan sebuah nama yang familiar ? :-)) Sekali lagi gue tekankan, gue cuma nerima file ini dari orang lain lho, jadi bukan bikinan gue dan tidak ada unsur rekayasa maupun nepotisme di dalamnya :-))))
Attachment: list_dokter.pdf

Sejak hari Selasa 31 Oktober, gue bolos kerja. Gara-garanya, suhu badan gue rada-rada naik melewati 38o C dan kepala nyut-nyutan sampe nggak kuat melek. Berhubung gue punya riwayat pernah kena typhus dan DBD masing2 2 kali, maka gue nggak mau ambil resiko - langsung periksa ke dokter. Selasa siang gue pergi ke RS Medistra, niatnya mau menemui dokter langganan sekaligus tetangga dekat rumah yang praktek di sana. Tapi sayang pak dokter langganan lagi cuti sampe tanggal 5. Daripada nggak berobat sama sekali, maka gue mendaftarkan diri untuk ditangani dokter pengganti. Namanya Dr. Dave Soeliantoro. Periksa punya periksa, kata Dr. Dave gue cuma kena radang tenggorokan biasa. Dikasih resep antibiotika dan tablet hisap, serta pesan kalau suhu naik lagi minum aja obat penurun suhu yang bisa dibeli bebas seperti Panadol dan sejenisnya.

Rabu 1 November, niat hati udah mau masuk kerja lagi tapi waktu bangun tidur kok kepala masih nyut-nyutan, nggak sanggup gue. Bolos lagi. Setiap kali suhu naik, gue minum Panadol. Hari ini, Kamis 2 November, gue bangun pagi-pagi dan merasa belum ada peningkatan kondisi. Jadi gue bolos sehari lagi dan sekitar jam 10 nelepon RS Medistra minta untuk daftar ketemu Dr. Dave lagi. Kata petugas pendaftarannya, gue dapet giliran nomor 3, dan diminta dateng ke sana antara jam 10.30 - 11.00.

Sekitar jam 11 lewat gue nyampe sana, dikasih tanda bukti pendaftaran sama bagian Admin, plus selembar kertas kuning kecil.
"Ini apa mas?" tanya gue sambil menunjukkan si kertas kuning kecil.
"Ini angket kualitas pelayanan kami Pak, mohon kesediaannya untuk mengisi ya..."
"Ok,"

Setibanya di depan ruang praktek dokter, pasien nomor urut 2 pas baru masuk ruang praktek - maka gue duduk anteng ngantri sambil nonton tivi (eh berima ya? hihihi...) Sekitar 15-20 menit gue nunggu, akhirnya pintu terbuka dan gue dengan penuh semangat bersiap-siap masuk. Eh, lho... tapi kok... dokternya ikutan keluar...?

Dengan kebingungan gue ngeliatin si dokter kasak-kusuk sama mbak suster yang jaga di depan ruang praktek sambil memegang-megang berkas pendaftaran para pasien, salah satunya milik gue. Gue mendekat, dan nggak lama kemudian mendapat kejelasan duduk permasalahannya.

"Ini maaf ya, saya sudah ditunggu rapat, jadi pemeriksaannya nanti saja sesudah rapat, ya?" dengan santai serta senyum innocent terkembang.
Namanya orang lagi kurang sehat, otak gue perlu waktu sedikit lebih lama dari biasanya untuk mencerna informasi, "Jadi SAYA harus nunggu DOKTER rapat dulu??!!"
"Iya, rapatnya sebentar kok, paling 1/2 jam, lagipula saya ada di sini sampe jam 4," kata Dr. Dave sambil ngeloyor meninggalkan gue dan mbak suster pendaftaran yang nampak mulai gelisah.

Ok, mari kita analisa situasi:

  1. Rapat di Indonesia, kecil kemungkinannya untuk bisa berlangsung efisien hingga bisa selesai dalam setengah jam.
  2. Kalaupun betul rapatnya cuma setengah jam, artinya total waktu gue nunggu buang-buang umur di sana adalah nyaris 1 jam. Lagi sehat aja gue nggak sudi nunggu apapun selama itu, apalagi dengan kepala nyut-nyutan seperti sekarang ini.

Nggak deh Dok, makasih. Ini Jakarta, kota di mana tiap jalan kaki 20 meter bisa nemu plang praktek dokter 2 biji, kenapa juga musti bela2in nungguin elu seorang rapat? Yang gue nggak abis pikir, emang kenapa sih kalo dia telat dateng rapat barang 10 menit, untuk meriksa gue doang - secara gue pasien terakhir yang ngantri di situ, yang mana udah dateng tepat waktu sesuai anjuran pihak administrasi?    

Gue tanya sama suster yang jaga di depan ruang praktek, "Ada dokter lain nggak yang bisa saya temui SEKARANG?" - penekanan pada kata 'SEKARANG' dalam arti nggak pake nunggu setengah jam gitu loh.
"Nggak ada pak, semua dokter ikut rapat,"

Nah ini dia keajaiban berikut dari RS ini: udah tau jam segini jadwalnya rapat para dokter, KENAPA JUGA PETUGAS ADMINISTRASINYA MASIH NERIMA PENDAFTARAN UNTUK JAM 11!? Bener-bener hebat deh ni RS satu. 

Hikmah positifnya, mendadak gue jadi merasa beberapa persen lebih sehat. Untung gue langsung inget sama kertas kuning kecil - angket kepuasan itu, sehingga dengan penuh semangat gue bisa mencurahkan unek-unek di situ. Masih belum puas, gue langsung buru2 cegat taksi untuk pulang dengan satu tekad: POSTING... POSTING.. POSTINGG...!!  Oh iya, dan nggak lupa gue juga kirim link menuju posting ini ke customercare@medistra.com. Pingin tau, akan dapet balasan atau enggak ya dari mereka?

 

Gambar gue ambil dari website resmi RS Medistra.


Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.