Agung's posts with tag: celeb
 Sebelum disangka nge-fans sama Mulan Jameela, gue klarifikasikan dulu bahwa awalnya gue dikasih tau temen gue yang bernama Ata - baru setelahnya gue denger-dengerin sendiri dan kayaknya sih bener juga ya. Ata nyetel lagunya Muse yang berjudul "Time is Running Out", disusul dengan lagunya Mulan Jameela yang "Mahluk Tuhan Paling Sexy", lantas menunjukkan kemiripan kedua lagu tersebut. Kalo menurut kuping gue sih emang iya mirip banget. Gimana menurut kalian, terutama yang lebih ngerti soal not balok permusikan: Apa iya lagunya Mulan mirip dengan lagunya Muse? 

|  | Tadinya agenda kami untuk hari Minggu 2 September 2007 ini sederhana aja: nyekar ke makam bapak gue, dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Nggak nyangka akhirnya hari ini jadi hari yang heboh banget! Tapi ceritanya panjang nih, buat yang lagi sibuk nggak usah dibaca juga nggak papa kok :-)
Gue dan istri berangkat dari rumah jam 3 sore. Tujuan: TPU Tanah Kusir. Tadinya kami bercita-cita naik Patas 16 jurusan Lebak Bulus, trus nyambung lagi naik Metro Mini jurusan Bintaro dari Arteri Pondok Indah. Ternyata P16-nya nggak lewat-lewat. Akhirnya naik bis Patas AC jurusan Ciputat (nomornya lupa, kalo nggak salah 76 deh).
Turun di perempatan Melawai, naik Metro Mini 74 jurusan Bintaro. Baru jalan sebentar, sampe di perempatan deket Bulungan tiba-tiba... BRAAAK.... Metro Mini gue nabrak Metro Mini depan yang lagi ngetem!! Untungnya nggak terlalu keras, jadi nggak ada penumpang yang cedera (minimal di Metro Mini gue ya, nggak tau deh di Metro Mini depan gimana). Yang jelas kaca belakang Metro Mini depan rada retak dikit.
Mudah diduga, insiden ini disusul dengan adu teriak antara supir dan kenek Metro Mini gue vs supir dan kenek Metro Mini depan. Dengan urat leher bermunculan, supir Metro Mini gue teriak ke keneknya, "UDAH TANYA AJA, DIA POOLNYA DI MANA, NTAR KITA BERESIN DI POOL!" Tentunya kenek Metro Mini gue menyampaikan pesan tersebut kepada kenek Metro Mini depan,"POOLNYA DI MANA? NTAR KITA BERESIN DI POOL!" Teriakan tersebut dibalas oleh teriakan lain dari kenek Metro Mini depan yang sayangnya kurang jelas terdengar. Supir Metro Mini gue nampak kurang sabar, lantas dia memberikan instruksi kepada keneknya, "CK, UDAH DEH, LAMA!! KITA JALAN AJA!"
Ngeeeng... Metro Mini gue kembali melaju. Di deket RSPP, nyaris terjadi insiden ke dua. Tiba-tiba ada motor memotong dari arah kanan, nyaris tegak lurus dengan arah lintasan Metro Mini. Ciiiit....! Metro Mini gue banting setir ke kiri diiringi alunan backing vocal jeritan para penumpang. Supir Metro Mini gue kembali berteriak kepada si pengendara motor, yang intinya menghimbau agar 'lain kali hati-hati dalam mengemudikan motor dan tidak suka memotong jalur lintasan kendaraan lain khususnya yang berukuran jauh lebih besar'. Teriakan tersebut dibalas oleh pengendara motor, yang intinya adalah himbauan agar supir Metro Mini 'lebih sering menggunakan matanya saat mengemudikan kendaraan'. Tentunya yang gue tuliskan di sini hanya inti percakapannya saja, sementara pemilihan kata dalam dialog yang sebenarnya cenderung lebih 'kasual'.
Menjelang pasar Mayestik, Metro Mini yang tadi ditabrak dari belakang rupanya masih panas hati. Dengan manuver yang lebih pantas dilakukan oleh kendaraan seukuran sepeda mini ketimbang Metro Mini, dia memotong Metro Mini dari sebelah kiri lantas menghentikan kendaraannya secara diagonal di tengah jalan. Pokoknya persis adegan di game NFS-Underground.
Karena jalan terblokir, terpaksa deh Metro Mini gue berhenti. Adu teriak kembali terjadi. Parahnya, yang terpaksa berhenti bukan cuma Metro Mini gue, melainkan praktis seluruh pengguna jalan di seputaran RSPP, Mayestik, Barito, hingga Bulungan. Dengan kata lain: macet total.
Beberapa pemuda berbaju lusuh yang entah muncul dari mana naik ke Metro Mini gue sambil berteriak-teriak, sementara supir Metro Mini gue nampak makin kesal. "UDAH LO PADA NGGAK USAH BERISIK DEH! ORANG SAMA-SAMA KULI AJA... NGAPAIN RIBUT SIH? URUSAN GUE BUKAN SAMA ELU-ELU PADE, TAPI SAMA JURAGAN LO! NTAR GUE BERESIN DI POOL!!"
Merasa terintimidasi oleh adegan demi adegan yang terjadi, beberapa penumpang memutuskan turun - termasuk gue. Pertimbangan gue antara lain karena setelah berada di luar Metro Mini, pencahayaan serta sudut untuk memotret bisa lebih leluasa.
Akhirnya, setelah adu teriak tanpa menemukan mufakat, kedua Metro Mini bermasalah berkenan untuk melanjutkan perjalanan. Mungkin sedikit banyak dipengaruhi oleh desakan puluhan pengguna jalan lainnya yang klaksonnya udah pada nyaris putus karena dipencetin terus dari tadi.
Gue dan istri melanjutkan perjalanan dengan selamat naik Metro Mini nomor 71. Nyekar sebentar di kuburan, trus kami melanjutkan perjalanan naik taksi. Tujuan kali ini adalah ITC Permata Hijau. Agendanya: beli baby walker untuk bayi Rafi. Dia sekarang udah bisa jalan sedikit-sedikit, dan mulai bosan dikurung terus di box bayi. Tadinya Ida mau beliin baby walker yang bentuknya mirip bangku beroda, tapi gue nggak setuju. Masalahnya dengan baby walker jenis itu, anak nggak belajar melangkah melainkan mengayuh seperti bebek berenang. Akibatnya malah anak semakin males berjalan karena cukup dengan mengayuh-ngayuh sedikit aja dia bisa bergerak jauh lebih cepat. Gue lebih suka baby walker yang didorong, karena anak dibiasakan untuk melangkahkan kaki - bukan mengayuh.
Setelah muter-muter di lantai dasar tanpa hasil, akhirnya kami sampe di sebuah toko di lantai 1 yang koleksinya lengkap banget. Dia jual aneka perlengkapan dan mainan bayi dan balita. Udah gitu untuk setiap item-nya dia juga menyediakan pilihan yang banyak banget. Dengan kata lain: ini tempat yang sangat berbahaya untuk dikunjungi di bulan-bulan nanggung saat belum gajian.
Setelah tawar-menawar, akhirnya kami berhasil memboyong sebuah baby walker tipe dorong yang nampaknya cukup seru karena dilengkapi aneka tombol warna-warni yang bisa bunyi dan nyala. Tombolnya cukup banyak untuk membuat bayi Rafi kalap.
Berhubung udah kadung sampe di ITC Permata Hijau yang punya Carrefour di lantai basement, maka sambil menenteng dus baby walker seukuran 3 kardus indomi kami lanjut ke Carrefour untuk belanja popok dan susu bayi. Untung di sana ada penitipan barang, jadi untuk sementara gue bisa terbebas dari dus baby walker.
Proses belanja beres dalam tempo kurang dari setengah jam. Pas lagi bayar-bayaran di kasir, istri pergi duluan untuk ngambil titipan barang dan kembali dengan wajah berseri-seri. "Suami... suami... ayo cepetan bayarnya, ada Tukul! Ayo, kita foto bareng Tukul!"
Maka dengan tergopoh-gopoh membawa tentengan 4 kardus susu plus seplastik besar popok bayi plus beberapa barang lainnya, gue menuju ke tempat yang ditunjukkan istri, yaitu kios penjual minuman di depan dekat eskalator. Ternyata bener ada Tukul, lagi jalan-jalan bareng keluarganya. Tentu aja kehadirannya langsung menyedot perhatian pengunjung. Dia lagi dikerubuti orang yang minta foto bareng. Kasihan juga liatnya, orang cuma mau beli minuman doang jadi lama banget karena para fans bergantian minta foto bareng.
Puas foto bareng Tukul, perut lapar. Maka tujuan berikut adalah bubur ayam terenak di Indonesia, bubur Barito. Selesai makan, pas lagi bengong-bengong nunggu taksi, istri teringat pada niatnya kemarin yaitu ingin ngasih kado kue buat Ade dan Bayu yang hari Senin 3 September besok akan merayakan ulang tahun perkawinan yang pertama. "Telepon dulu," kata gue, "ntar tau-tau mereka nggak pulang ke kos." Maka istri nelepon Ade, ngibul dengan bilang kami akan mampir sepulang 'kondangan di bilangan Haji Ten'. Memang bener sih ada kondangan di Haji Ten, tapi kejadiannya udah sekitar 2 bulan yang lalu!
Ade memberikan jawaban positif sambil bertanya-tanya, kenapa tumben amat kami mendadak ingin bertamu malam-malam. Tanpa memberikan keterangan lebih lanjut, istri cuma bilang kami akan mampir sekitar jam 9 malam. Setelah teleponan dengan Ade, kami berhasil mencegat sebuah taksi dan meluncur pulang.
Sampe rumah sekitar jam 7 malem. Gue langsung sibuk bongkar pasang baby walker baru, sementara istri mengurus plastik-plastik belanjaan. Tiba-tiba..."Suamiiii.... susunya bayi ke mana ya?" "Lah, masa nggak ada?" "Nggak ada, ini cuma ada belanjaan peralatan masak." "Waduh... berarti... KETINGGALAN DI KIOS MINUMAN TEMPAT FOTO BARENG TUKUL!!" "Waaaa...."
Sial bener, 4 kotak besar susu bayi itu harganya nyaris sama dengan si baby walker. Istri langsung mengambil inisiatif, "Ya udah, aku balik lagi deh ke sana, kali aja masih ada." "Heh? Susu 4 kotak ditinggal di tempat rame gitu, pastinya udah disikat orang lah!" "Ya coba aja dulu, siapa tau kan?"
Maka istri balik lagi ke Permata Hijau, sementara gue meneruskan acara bongkar pasang baby walker. Sesuai dugaan, bayi Rafi seneng banget dengan mainan barunya.
Jam 8 lewat, istri pulang lagi dengan membawa kantong plastik berisi 4 kotak susu bayi. "Ketemu, susunya?" "Ketemu, disimpenin sama mbak-mbak yang jual minuman!" Ya ampun, baiknya si mbak itu. Gue doakan banyak rejeki deh. Buat yang sering belanja di Carefour Permata Hijau, gue himbau agar jangan lupa beli minuman di kios depan kasir di sana ya! Pokoknya cari aja kios minuman yang terdekat dari eskalator lantai 1, mengarah ke sebelah kanan.
Berhubung ada insiden susu ketinggalan, maka acara pembuatan kue untuk Ade dan Bayu jadi ikutan molor. Jam 10 malem baru selesai. "Telepon dulu, jangan-jangan udah pada tidur," kata gue. Maka istri menelepon Ade, yang ternyata masih bangun. Skenario masih tetap sama, yaitu ada kondangan di Haji Ten. Padahal, kondangan apaan sih yang baru bubar jam 10 malem?
Sambil menenteng bayi Rafi yang kebetulan terbangun, kami bertiga naik taksi ke Kramat Sentiong, tempat kosnya Ade dan Bayu. Wah, Ade sampe berkaca-kaca terharu menerima kado dari Ida. Senangnya kalo bikin surprise yang berhasil! Kesan-kesan Ade bisa dibaca di sini.
Sepulang dari rumah Ade dan Bayu, istri langsung tidur kecapean, sementara gue... hmm... ngapain lagi kalo bukan posting pengalaman seru hari ini :-)) |

|  | Malam ini, gue, Ida, dan bayi Rafi menghadiri sebuah acara jamuan makan malam. Eh, taunya ada Krisdayanti alias KD*. Langsung dong, Ida minta foto bareng. KD berkomentar, "wah... bayinya lucu sekali, ini siapanya?" (sambil menunjuk Ida) Ida menjawab, "saya ibunya" "Oh ya?! Trus bapaknya mana?" "itu," jawab Ida sambil menunjuk gue "OH YA...?!" "Kenapa sih, bapak ibunya nggak lucu ya, sampe heran liat bayinya lucu?" kata Ida "Oooh... enggak, justru karena bapak ibunya cakep-cakep makanya bayinya lucu..." Aih, KD, ente bisa aja deh aaah...! :-p
Tapi gue salut juga sama si KD ini, karena kehadiran dia di acara itu sebenernya hanya sebagai undangan biasa, tapi toh tanpa perlu diminta dia langsung berinisiatif menyumbang lagu. Udah gitu nyanyinya sampe 5 atau 6 lagu, dengan iringan musik minus one dari CD yang dia bawa sendiri. Padahal kalo pake 'tarif resmi', harus bayar berapa puluh jeti tuh!
*kaya liputan kriminalitas nggak sih, pake inisial |
Link: http://joshuahamidjojo.bravejournal.com/Awalnya gue lagi buka statistik hit counter gue di statcounter.com. Terus gue buka bagian "keyword analysis"-nya. Di situ ada daftar keyword yang dipake orang di search engine, yang akhirnya "menyasarkan" mereka ke halaman gue. Salah satu keywordnya adalah "toko mainan game di jakarta" dari google. Gue klik. Site gue ada di nomer 5, gara2 gue pernah nulis tentang resto Payon yang jualan mainan tradisional. Rupanya kata "mainan" di situ yang tertangkap sama mesin Google. Di bawahnya gue liat ada beberapa link lain, salah satunya link milik si Joshuaini. Isinya tentang acara ultah seorang anak kecil bernama Joshua, bulan Februari kemarin. Yang bikinin site ini konon mamanya. Kayak apa sih mamanya, rajin banget bikin ginian, pikir gue. Gue buka album photonya, ternyata mamanya adalah.... hehehe, liat sendiri di sini! Biasa aja sih sebenernya, cuma surprise waktu nemuin bahwa ternyata blog itu dilulis sama celeb, hihihihi. 
| |