Agung's posts with tag: bppn

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bppn
ReviewReviewReviewReviewReviewMaman, solusi salah urat dan salah urutJul 1, '07 2:23 AM
for everyone
Category:Other
Awal perkenalan gue dengan Sulaiman alias Maman adalah waktu Ratna, temen gue di BPPN dulu, jatuh dari motor dan tangannya keseleo berat. Kalo nggak ada sepotong tulang di bagian sikunya yang bergeser dari tempatnya.

Waktu itu Ratna berobat ke seorang tukang urut yang udah lumayan terkenal di bilangan Cipete. Urut punya urut, udah lewat sebulan belum ada perbaikan kondisi - malah tangannya tambah bengkak jadi segede kentongan. Setelah tambah parah, entah gimana akhirnya Ratna minta tolong pada Maman, sesama pegawai BPPN yang udah dikenalnya sejak lama.

Ditangani oleh Maman, akhirnya tangan Ratna sembuh kembali setelah kurang lebih 3 bulan. Menurut Maman, tangan Ratna sempet tambah bengkak karena salah urut waktu di Cipete.

Nah karena ngeliat keberhasilan Maman menangani Ratna, makanya gue berani mempercayakan nasib untuk ditangani olehnya - walaupun selama proses penanganan sakitnya luar biasa. Lengkapnya bisa dibaca di sini.

Lucunya, Maman sendiri mengaku buta total soal anatomi urat dan tulang manusia. Kemampuan mengurutnya diturunkan secara 'gaib' dari para orang tuanya. Namun dia membantah bahwa proses pengobatannya dibantu jin atau makhluk gaib lainnya. Cirinya, kata Maman, kalo pengobatan yang dibantu jin biasanya penolongnya tidak langsung menyentuh tubuh 'pasien', melainkan mengurut beda lain seperti misalnya tulang ayam. Selain itu biasanya juga ada pantangan makan yang aneh-aneh.

Menurut Maman, kemampuannya memang didapatkan secara gaib, tapi tetap berdasarkan pada shalawat dan ridha Allah SWT. Kalau memang Allah menghendaki pasiennya sembuh, ya pasti akan sembuh. Maman sendiri nggak memberikan garansi apapun, juga tidak mengklaim bahwa dirinyalah yang menyembuhkan pasien - semua merupakan pertolongan langsung dari Allah. Itulah sebabnya Maman nggak mau mengiklankan diri - bahkan pasang reklamepun enggak. Kalo ada orang datang ya dibantu, tapi dia nggak mau sesumbar mengiklankan diri sebagai 'penyembuh'.

Buat yang mau berobat sama Maman, berikut ini denah rumahnya di bilangan Rawajati Timur. Klik pada gambar untuk memperbesar.


Berhubung Maman sekarang adalah seorang karyawan kantoran, kalo mau ke sana mending kalian telepon dulu untuk konfirmasi apakah dia ada di rumah atau enggak. Teleponnya Maman: 0852-813-17097. Bilang aja kalian tau nomor dia dari gue, Agung ex-BPPN, alias mbot di multiply.com.

Buat yang masih bingung dengan lokasi rumahnya, gue juga dengan senang hati akan mengantar ke sana. PM atau telepon langsung aja ke gue, ya!


Photo AlbumHari pertama bayi Rafi (23 photos)Nov 27, '06 12:42 PM
for everyone

Semua foto diambil tanggal 6 November 2006, hari pertama Rafi di dunia.

Photo AlbumWDAL2 di Plangi (15 photos)Aug 21, '06 2:09 PM
for everyone

Ini album telat banget, tapi mayan lah daripada enggak sama sekali kan?
Maap kalo beberapa foto agak gelap dan sisanya gelap banget. Ada satu yang gue coba betulin tapi hasilnya malah kayak udang rebus, jadi ya sudah lah.

Kejadiannya tanggal 20 Oktober 2005, kalo nggak salah dalam rangka buka puasa bersama. Lokasi: Plaza Semanggi.

Photo AlbumPare'gu with WDAL2ers (65 photos)Aug 15, '06 11:49 AM
for everyone

Foto-foto ngumpul bareng WDAL2ers dalam rangka ultah Pak Irvandi, di Pare'Gu restaurant Wahid Hasyim. Featuring: Pak Irvandi, Inong, Dewi, Ratna, Dona Nita, Ninin, Wilsa, Yungki, Landy, Avron, Tonny.

Blog EntryObrolan Makan SiangFeb 21, '06 12:00 PM
for everyone
Never underestimate the meaning of small talk during lunchtime.

T
anpa kita sadari, ngobrol2 waktu makan siang punya andil tersendiri terhadap kepuasan kerja. "Geng" makan siang di kantor gue yang sekarang ini, dengan sangat menyesal, punya topik obrolan yang sedikit banyak bikin orang nyaris gila. Contoh:

Senin
Geng memutuskan makan siang agak jauh, naik mobil salah seorang dari kami.
"Weits, baru pasang korden ya, di mobil?"
"hehehe..."
"Wah rapi loh bikinannya. Abis berapa duit pasang ginian?"
"Yah, nggak mahal kok..."← sang pemilik mobil mencoba bersikap rendah hati.
"Nggak mahal apanya, gue waktu itu tanya di bengkel langganan gue, dia minta sekian sekian untuk pasang korden... dst dst dst."

Selasa
Geng memutuskan makan siang di deket kantor, jalan kaki. Topik obrolan: tetap mobil.
"Sialan ih, masa tau2 bemper gue penyok."
"Oh ya? kenapa?"
"Tauk tuh, abis gue masukin ke bengkel pulang2 udah penyok aja."
"Pasti orang bengkelnya tuh sembarangan, gue juga pernah masukin mobil di bengkel, terus... dst dst dst. "

Dari jutaan probabilita topik yang mungkin dibahas, entah kenapa larinya selalu ke mobil lagiiii, mobil lagi.

Rabu
Geng makan siang naik mobil.
"Waduh, joknya baru nih!"
"Kulit ya? Kulit ya?"
"Bikin di mana?"
dst dst dst.

Kamis
Geng makan siang di warteg depan kantor. Sebuah mobil melintas.
"Wah wah wah, liat tuh BMW yang baru lewat, mulus man!"
"520 ya?"
"Iya, keluaran taun sekian-sekian, kayak mobilnya si anu."
dst dst dst.

Jumat
"Makan siang di mana nih kita?"
"Ambas dong, Ambas..."
"Iya, sekalian nyoba mobil barunya si anu...! "
dst dst dst.

Dari jutaan probabilita topik yang mungkin dibahas, entah kenapa larinya selalu ke mobil lagiiii, mobil lagi. Mulai dari pembahasan tempat cuci mobil yang murah dan bersih, tempat2 yang melayani pengisian ban dengan gas apaan tuh tauk - Nitrogen or Hidrogen or Halusinogen - whatever, bengkel-bengkel terpercaya, tips n trik memoles mobil, biaya untuk mengganti speedometer dengan versi racing, kesan-kesan mengisi bensin dengan BBM keluaran Shell... man, it's so boring.

Tapi harus gue akui, obrolan di kantor sekarang masih lebih mending dibandingkan dengan di kantor sebelumnya, yang shipping company itu.

Topik obrolan favorit mereka adalah tentang... shipping.

"Minggu ini lifting kita bagus ya?"
"Bagus banget. Mother-vessel di Singapore udah penuh dari hari Selasa."
"Terus anak2 sales itu ngapain dong?"
"Tauk tuh... eh udah denger belum, katanya sebentar lagi konsensus rate mau dinaikin ya?"
dst dst dst.

Topik runner -up-nya: kredit serba guna. Entah kenapa mereka tergila-gila dengan kredit serba guna. Butuh nggak butuh, kalo ditawarin ambil kredit serba guna pasti langsung pada kalap. Dan peluang emas ini sama sekali nggak disia-siakan oleh bank DKI, penyedia kredit serba guna dengan bunga yang sedemikian rendahnya sampe nggak masuk akal.

"Mana nih, orang dari Bank DKI, katanya mau dateng lagi..."
"Iya nih, gue kemarin nggak tau waktu anak2 pada masukin pengajuan kredit kolektif, jadi ketinggalan deh." (dengan tampang menyesal).
"Emang orangnya masih akan dateng lagi ya?"
"Janjinya sih gitu, katanya Jumat ini."
"Sip, gue mau ngajuin ah!"
"Lah kredit yang dari bank Mandiri kemarin bukannya baru keluar?"
"Ya ga papa kan ambil lagi?"
"..."

Second runner-up: tentang harga2 jajanan di seputaran kantor.

"Besok-besok kita jangan makan di sini lagi ya."
"Kenapa?"
"Pelit banget nih warung, masa teh tawar aja harus bayar."
"Iya, besok kita ke warung yang sanaan aja, ayamnya gede-gede, murah lagi."
"Ah masih lebih murah gado-gado yang di tikungan situ, cuma 3500, tehnya gratis."

=$$$=

Tanpa bermaksud membanding-bandingkan*, obrolan makan siang terbaik yang pernah gue alami terjadi di kantor gue yang sebelumnya lagi. Topik obrolannya bener-bener variatif, informatif, sekaligus menghibur.

Waktu abis tragedi WTC...
"Nonton nggak kemarin beritanya, gila banget ya gedung segede gitu bisa abis..."
"Tapi gue nggak yakin, masa yang ketabrak atasnya kok bisa rontok sampe ke bawah sih?"
"Ya bisa dong, jadi gini penjelasannya... dst dst dst" (salah satu anggota geng yang kebetulan insinyur menjelaskan).

Waktu abis ada yang nerima e-mail iseng dari account misterius di lycos.com...
"Gue penasaran banget siapa sih nih yang ngirim e-mail norak kayak gini!"
"Kayaknya bisa dilacak deh siapa pengirimnya. Bener nggak mas?" (nanya ke salah satu anggota geng yang orang IT)
"Ngelacak siapa pengirimnya sih mungkin susah ya, tapi kalo account lycosnya dibuat dari dalam jaringan kantor kita, bisa dilacak."
"Gimana caranya?"
"Gini... dst dst dst"

Waktu abis ada peristiwa politik nasional yang menggemparkan...
"Lo liat nggak si anu (tokoh politik nasional) ngomong di tivi semalem? Gila, asal jeplak banget sih tuh orang!"
"Lho, lo musti liat dulu dong latar belakangnya. Dulunya kan dia itu 'orangnya' si anu.."
"Oh ya? Masa sih? Gue kira selama ini dia deketnya sama si anu."
"Tapi sebelumnya kan dia bertahun-tahun kerja jadi anak buahnya si anu... dst dst dst."

...tanpa peristiwa nasional yang menggemparkan pun tetep ada aja topik obrolan yang menarik. Waktu ngelewatin lokasi pembangunan sebuah gedung...
"Gue penasaran sama satu hal deh."
"Apa?"
"Crane yang buat bangun gedung itu. Gimana caranya dia bisa nambah tinggi ngikutin ketinggian gedung yang lagi dibangun sih?"
"Oh, kalo itu gini caranya... dst dst dst."

Gue belum pernah belajar begitu banyak hal baru cuma dari acara ngobrol makan siang.

...atau kalo lagi ada yang mau beli sesuatu...
"Gue lagi pikir2 mau beli digital camera nih. Apa yang bagus ya?"
"Tipe anu aja, bagus, 3 MP..!" (waktu itu kamera 3 MP masih lagi top-topnya)
"Ah jangan, zoomnya digital, bukan optical."
"Emang apa sih bedanya zoom digital sama optical?"
"Begini....dst dst dst."

...kadang juga suka muncul ide konyol yang dibahas secara berapi-api...
"Tau nggak, kalo menurut gue nih, biar Indonesia bisa bener dan maju harus diambil langkah drastis."
"Apa, misalnya?"
"Kan udah susah nih, udah turun temurun pada bejat semua moralnya, maka satu-satunya jalan biar negara ini bisa beres, semua orang yang umurnya 40 tahun ke atas harus dihukum mati aja! Biar yang muda-muda ambil alih!"
"Hmm... kalo gitu harus segera direalisasikan dong, sebab dua tiga tahun lagi lo sendiri bisa ikutan kena...!"

Man, they really can talk about everything. Gue belum pernah belajar begitu banyak hal baru cuma dari acara ngobrol makan siang.

Miss u a LOT, guys...!

(a tribute to my old lunch gank yang abis ketemuan tadi siang)

Foto: gue dan sebagian anggota "dream team" gank makan siang.

*Lantas tulisan ini intinya apa kalo bukan perbandingan, heh? Asal banget sih.



Photo AlbumIBRA Reunion! (16 photos)Mar 17, '05 2:45 PM
for everyone

Dari 5 kantor yang pernah gue singgahi selama 7 tahun berstatus kuli, BPPN alias IBRA (Indonesian Bank Restructuring Agency - terjemahan yang yaaah... sebenernya sih ngga terlalu pas tapi toh dipake secara resmi) adalah kantor yang paling berkesan.
Mungkin lo pernah ngerasain kantor yang kaya gitu, yang bahkan setelah lo resign pun masih suka timbul keinginan untuk sekedar mampir ke sana, to meet your good old friends. Tapi kalo kantornya udah dibubarin kayak BPPN, nggak bisa segampang itu. Kesempatan ketemu sama temen2 jadi langka. Lepas dari BPPN seperti lulus dari suatu sekolah, kata salah satu temen gue. Sekian tahun bisa sama2, having great times, trus tau-tau harus mencar sendiri-sendiri dan susah untuk ketemuan lagi. Makanya acara-acara seperti kawinan atau ada yang melahirkan jadi ajang yang ditunggu-tunggu, biar bisa ngumpul2 lagi.
Hari ini salah satunya. Ada yang melahirkan, dan kita semua bersepakat untuk jenguk bareng pas jam makan siang.

Blog EntryNyoba ahAug 5, '04 3:21 AM
for everyone



my first journal... pingin tau jadinya kaya apa.
Here's me and my IBRA gang.
Yungki yang paling depan, belakangnya Eko, sebelah kirinya Irvandi, Ratna, Shanti, Wilsa, Inong, Tonny. Di belakangnya Gue, Landy, Avron.












Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.