Never underestimate the meaning of small
talk during lunchtime. T
anpa
kita sadari, ngobrol2 waktu makan siang punya andil tersendiri terhadap kepuasan
kerja. "Geng" makan siang di kantor gue yang sekarang ini, dengan
sangat menyesal, punya topik obrolan yang sedikit banyak bikin
orang nyaris
gila. Contoh:
Senin
Geng
memutuskan makan siang agak jauh, naik mobil salah seorang dari kami.
"Weits,
baru pasang korden ya, di mobil?"
"hehehe..."
"Wah
rapi loh bikinannya. Abis berapa duit pasang ginian?"
"Yah,
nggak mahal kok..."← sang pemilik mobil mencoba bersikap rendah
hati.
"Nggak mahal apanya, gue waktu
itu tanya di bengkel langganan gue, dia minta sekian sekian untuk pasang
korden... dst dst dst."
Selasa
Geng
memutuskan makan siang di deket kantor, jalan kaki. Topik obrolan: tetap mobil.
"Sialan ih, masa tau2 bemper
gue penyok."
"Oh ya?
kenapa?"
"Tauk
tuh, abis gue masukin ke bengkel pulang2 udah penyok aja."
"Pasti
orang bengkelnya tuh sembarangan, gue juga pernah masukin mobil di bengkel,
terus... dst dst dst. "
Dari
jutaan probabilita topik yang mungkin dibahas, entah kenapa larinya selalu ke
mobil lagiiii, mobil lagi.
Rabu
Geng
makan siang naik mobil.
"Waduh,
joknya baru nih!"
"Kulit
ya? Kulit ya?"
"Bikin
di mana?"
dst
dst dst.
Kamis
Geng
makan siang di warteg depan kantor. Sebuah mobil melintas.
"Wah
wah wah, liat tuh BMW yang baru lewat, mulus man!"
"520
ya?"
"Iya, keluaran taun
sekian-sekian, kayak mobilnya si anu."
dst
dst dst.
Jumat
"Makan
siang di mana nih kita?"
"Ambas
dong, Ambas..."
"Iya,
sekalian nyoba mobil barunya si anu...! "
dst
dst dst.
Dari
jutaan probabilita topik yang mungkin dibahas, entah kenapa larinya selalu ke
mobil lagiiii, mobil lagi. Mulai dari pembahasan tempat cuci mobil yang murah
dan bersih, tempat2 yang melayani pengisian ban dengan gas apaan tuh tauk -
Nitrogen or Hidrogen or Halusinogen - whatever, bengkel-bengkel terpercaya,
tips n trik memoles mobil, biaya untuk mengganti speedometer dengan versi
racing, kesan-kesan mengisi bensin dengan BBM keluaran Shell... man, it's so boring.
Tapi
harus gue akui, obrolan di kantor sekarang masih lebih mending dibandingkan
dengan di kantor sebelumnya, yang shipping company itu.
Topik
obrolan favorit mereka adalah tentang... shipping.
"Minggu
ini lifting kita
bagus ya?"
"Bagus
banget. Mother-vessel di
Singapore udah penuh dari hari Selasa."
"Terus
anak2 sales itu ngapain dong?"
"Tauk
tuh... eh udah denger belum, katanya sebentar lagi konsensus rate mau dinaikin
ya?"
dst
dst dst.
Topik
runner -up-nya: kredit serba guna.
Entah kenapa mereka tergila-gila dengan kredit serba guna. Butuh nggak butuh,
kalo ditawarin ambil kredit serba guna pasti langsung pada kalap. Dan peluang
emas ini sama sekali nggak disia-siakan oleh bank DKI, penyedia kredit serba
guna dengan bunga yang sedemikian rendahnya sampe nggak masuk akal.
"Mana
nih, orang dari Bank DKI, katanya mau dateng lagi..."
"Iya
nih, gue kemarin nggak tau waktu anak2 pada masukin pengajuan kredit kolektif,
jadi ketinggalan deh." (dengan tampang menyesal).
"Emang
orangnya masih akan dateng lagi ya?"
"Janjinya
sih gitu, katanya Jumat ini."
"Sip,
gue mau ngajuin ah!"
"Lah
kredit yang dari bank Mandiri kemarin bukannya baru keluar?"
"Ya
ga papa kan ambil lagi?"
"..."
Second
runner-up: tentang harga2 jajanan di seputaran kantor.
"Besok-besok
kita jangan makan di sini lagi ya."
"Kenapa?"
"Pelit
banget nih warung, masa teh tawar aja harus bayar."
"Iya,
besok kita ke warung yang sanaan aja, ayamnya gede-gede, murah lagi."
"Ah
masih lebih murah gado-gado yang di tikungan situ, cuma 3500, tehnya gratis."
=$$$=
Tanpa
bermaksud membanding-bandingkan*, obrolan makan siang terbaik yang pernah gue
alami terjadi di kantor gue yang sebelumnya lagi. Topik obrolannya bener-bener
variatif, informatif, sekaligus menghibur.
Waktu
abis tragedi WTC...
"Nonton
nggak kemarin beritanya, gila banget ya gedung segede gitu bisa abis..."
"Tapi
gue nggak yakin, masa yang ketabrak atasnya kok bisa rontok sampe ke bawah
sih?"
"Ya bisa dong, jadi gini
penjelasannya... dst dst dst"
(salah satu anggota geng yang kebetulan insinyur menjelaskan).
Waktu
abis ada yang nerima e-mail iseng dari account misterius di lycos.com...
"Gue
penasaran banget siapa sih nih yang ngirim e-mail norak kayak gini!"
"Kayaknya
bisa dilacak deh siapa pengirimnya. Bener nggak mas?" (nanya ke salah
satu anggota geng yang orang IT)
"Ngelacak
siapa pengirimnya sih mungkin susah ya, tapi kalo account lycosnya dibuat dari
dalam jaringan kantor kita, bisa dilacak."
"Gimana
caranya?"
"Gini...
dst dst dst"
Waktu
abis ada peristiwa politik nasional yang menggemparkan...
"Lo
liat nggak si anu (tokoh politik nasional) ngomong di tivi semalem? Gila, asal
jeplak banget sih tuh orang!"
"Lho,
lo musti liat dulu dong latar belakangnya. Dulunya kan dia itu 'orangnya' si
anu.."
"Oh ya? Masa sih? Gue kira
selama ini dia deketnya sama si anu."
"Tapi
sebelumnya kan dia bertahun-tahun kerja jadi anak buahnya si anu... dst dst
dst."
...tanpa
peristiwa nasional yang menggemparkan pun tetep ada aja topik obrolan yang
menarik. Waktu ngelewatin lokasi pembangunan sebuah gedung...
"Gue
penasaran sama satu hal deh."
"Apa?"
"Crane
yang buat bangun gedung itu. Gimana caranya dia bisa nambah tinggi ngikutin
ketinggian gedung yang lagi dibangun sih?"
"Oh,
kalo itu gini caranya... dst dst dst."
Gue belum pernah belajar begitu banyak
hal baru cuma dari acara ngobrol makan siang.
...atau
kalo lagi ada yang mau beli sesuatu...
"Gue
lagi pikir2 mau beli digital camera nih. Apa yang bagus ya?"
"Tipe
anu aja, bagus, 3 MP..!" (waktu itu kamera 3 MP masih lagi top-topnya)
"Ah
jangan, zoomnya digital, bukan optical."
"Emang
apa sih bedanya zoom digital sama optical?"
"Begini....dst
dst dst."
...kadang
juga suka muncul ide konyol yang dibahas secara berapi-api...
"Tau
nggak, kalo menurut gue nih, biar Indonesia bisa bener dan maju harus diambil
langkah drastis."
"Apa,
misalnya?"
"Kan
udah susah nih, udah turun temurun pada bejat semua moralnya, maka satu-satunya
jalan biar negara ini bisa beres, semua
orang yang umurnya 40 tahun ke atas harus dihukum mati aja! Biar
yang muda-muda ambil alih!"
"Hmm...
kalo gitu harus segera direalisasikan dong, sebab dua tiga tahun lagi lo
sendiri bisa ikutan kena...!"
Man,
they really can talk about everything. Gue belum pernah belajar begitu banyak
hal baru cuma dari acara ngobrol makan siang.
Miss u
a LOT,
guys...!
(a
tribute to my old lunch gank yang abis ketemuan tadi siang)
Foto: gue dan sebagian anggota "dream team" gank makan siang.
*Lantas
tulisan ini intinya apa kalo bukan perbandingan, heh? Asal banget
sih.