Agung's posts with tag: binatang

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag binatang
Photo Albumada yang mau beli pitbull? (42 photos)Apr 20, '08 1:28 PM
for everyone

Sejak kurang dari setahun terakhir, Erwin, salah seorang adiknya kakak ipar gue (jadi hubungan silsilahnya dengan gue gimana, ya?) memulai bisnis jual beli anjing ras, khususnya jenis American Pit Bull (atau nama lengkapnya sih American Pit Bull Terrier, tapi biasa disingkat untuk menghindari salah paham dengan Bull Terrier). Waktu dulu  denger rencanya bisnis anjing ganas itu, gue sempet mikir, "seberapa banyak sih orang yang tertarik beli makhluk sangar kaya gitu?"  Udah tampangnya jelek,  tabiatnya juga nyeremin, makanannya mahal pulak.

Eh taunya dalam tempo kurang dari setahun, bisnis anjing ini berkembang pesat. Bayangin aja, seekor American Pit Bull dewasa tanpa surat keterangan silsilah lengkap, bisa laku dijual minimal seharga 5 juta perak! Apalagi kalo anjingnya anjing unggulan, punya surat keterangan keturunan anjing-anjing juara, misalnya, hmmm... bisa dituker dengan 100 lembar duit 100 ribuan, bahkan lebih! Udah gitu, dalam sebulan bukan cuma seekor dua ekor yang laku - tapi bisa sampe puluhan. Luar biasa, kan?

Karena bisnisnya makin berkembang, timbul ide untuk bikin website sendiri dalam rangka memamerkan koleksi anjing-anjingnya. Calon webmasternya sudah tak asing lagi, yaitu webmaster amatiran yang tempo hari meluncurkan website jualan kue, kotakkue.com. Maka hari Sabtu kemarin gue berkunjung ke rumahnya di Cibubur untuk motret para anjing sebagai referensi pembuatan websitenya nanti.

Selama ini gue belum pernah berhadapan langsung sama anjing jenis American Pit Bull - paling cuma liat di TV kalo lagi acara Fear Factor. Tadinya gue kira kalo peserta Fear Factor sampe jatuh bangun diseret American Pit Bull, paling cuma acting biar rada seru dikit. Tapi setelah ngeliat anjing2 ini secara live, langsung gue berubah pikiran.

Kalo udah dewasa, American Pit Bull bisa setinggi pinggang. Apalagi kalo dia lagi berdiri di atas kaki belakangnya, bisa lebih tinggi dari orang dewasa. Beratnya? Rata-rata 50-an kilo, bahkan bisa sampe 65 kilo. Guedeeee banget. Udah mana anjing-anjing itu kayaknya pada nggak bisa hidup tenang: gerakan mereka lasak banget, mengendus-endus ke sana-sini sementara orang yang megangin talinya bisa keseret-seret kewalahan ngikutin gerakannya. Trus kalo mereka merasa familiar dengan seseorang, mereka suka ngajak 'bercanda' dengan cara 'nomplok' alias menumpukan kedua kaki depannya ke dada orang, atau setengah menyeruduk dengan kepala. Gue, sebagai fotografer merangkap calon webmaster yang berpikiran jernih, memilih untuk memasang lensa 300mm dan memotret mahluk-mahluk hiperaktif ini dari kejauhan saja...

Buat yang berminat beli American Pit Bull, silakan langsung kontak Erwin di nomor 0818 0829 5797. Lokasinya di Jl. Putri Tunggal 56 Cibubur, belakang Taman Bunga Wiladatika. Dia juga biasa melayani pesanan dari luar kota, kok. Selain itu, dia juga nerima kerja sama investasi pengembangbiakan anjing. Jadi lo boleh nitip anjing lo sama dia, nanti bagi hasil penjualan anak-anaknya. Ini bisnis yang menguntungkan banget, lho!

Selain American Pit Bull, dia juga punya koleksi Bull Terrier dan German Shepperd alias 'Herder'. Sebagian koleksinya bisa diliat di iklan anjingkita.com.

Mau tau lebih banyak tentang American Pit Bull? Coba klik halaman wikipedia yang ini atau baca keterangan tambahan di beberapa foto dalam album ini.

Menjelang rencana renovasi rumah, salah satu wacana yang mengemuka di keluarga gue adalah soal perlu - enggaknya menutup sumur tua di belakang.

"Dulu memang sudah ada rencana menutup sumur itu, soalnya sempet makan korban lho..." kata Ibu.
"Hah, siapa?" tanya gue.
"Kucing. Duluuu... waktu baru pindah ke rumah ini (yaitu sekitar tahun 60-an) Ibu dikasih kucing bagus sama eyang, eh tau-tau kucingnya nyemplung sumur itu."
"Mati?"
"Ya mati, lah! Sayang banget, padahal kucingnya bagus."

Aneh, kucing kan terkenal sebagai binatang yang cekatan, kok bisa segitu begonya sampe nyemplung ke sumur, sih?

"Trus gimana caranya Ibu bisa tau bahwa kucingnya ada di dalem sumur?"
"Ya kan seperti biasa, pagi-pagi ibu buatin rebusan kangkung buat makanannya, ibu panggil-panggil kucingnya, nggak dateng-dateng..."
"Bentar... bentar... makanan kucingnya rebusan kangkung?"
"Iya. Kenapa?"
"Pantesan dia nyemplung sumur!"
"Apa hubungannya sih! Memang dia sukanya makan kangkung kok!"
"Itu kan menurut ibu, padahal mungkin diam-diam dia frustrasi. Pikirnya , 'percuma aku jadi kucing, di sini aku diperlakukan seperti kelinci... dikasih makan kangkung tiap hari... lebih baik aku mati dalam sumur ini... selamat tinggal dunia... AAAAAAAAA......' ...huhuhuhu..!"
"...bocah gendeng"


foto kucing gue pinjem dari sini

Blog Entryafter school activity: turtlingJul 13, '07 2:53 AM
for everyone
Di tempat kerjanya yang baru, Ibu guru Ida dapet tugas mengajukan usulan program untuk dijadikan 'after school activity' (ASA). ASA adalah program 'ekstra kurikuler' selama setengah jam bagi para balita untuk dilaksanakan sesudah jam belajar.

"Kira-kira enaknya aku ngajuin bikin ASA apaan ya? Guru-guru lainnya ada yang bikin cooking, dancing, drawing... trus aku bikin dong?"
Sebagai suami yang penuh pengertian dan tanggung jawab, gue tentunya mencoba mengajukan usulan solusi.
"TURTLING aja."
"Turtling? Apaan tuh?"
"Ya 'memelihara turtle'. Jadi kamu bawa tuh kura-kura kita dari rumah, trus anak-anaknya diajak ngasih makan kura-kura."
"Trus?"
"Trus ya udah, mereka nonton kura-kura makan. Jadi nanti di program descriptionnya kamu bisa tulis, 'Turtling: children will feed the turtles and then sitting on their ass for half an hour - watching turtles eat. And we will charge the parents 70K rupiah for that.' Keren kan? Kreatif!"
"Suami ngk-ngk*!"
"Ya udah, kalo 'turtling' kurang menarik, gimana kalo 'hamstering'?"
"Ck!"

Seperti biasa ide suami ditolak mentah-mentah oleh istri. Padahal kan alternatifnya bisa banyak, bisa chickening, dogging, catting....

::posted by e-mail::

*'ngk-ngk' adalah bahasa ciptaan kami yang bisa berarti apa aja, seperti
'smurf' gitu.
gambar dari wanderingturtle.com


Blog Entrysatpam juga berhak 'alergi'Jul 11, '07 9:47 AM
for everyone
Malam ini, di Hero cabang Gondangdia...

Gue lagi bayar belanjaan di kasir ketika tiba-tiba ada seekor kucing hamil nyelonong dari luar dan ngumpet di bawah meja kasir. Kasirnya langsung teriak manggil satpam, "Yudiii...!*"

Yang dipanggil langsung datang setengah berlari. "Siap!" katanya.
"Yud, urusin nih peliharaan lo ngumpet di bawah meja gue, ntar tau-tau dia beranak lagi di situ!"
"Peliharaan gue?"
"Tuh... kucing!"
Wajah Satpam Yudi langsung agak sedikit memudar warnanya. "Wah... kalo kucing sih... gue..."
"Kenapa, takut lo sama kucing, heh?"
"Bukan gitu, masalahnya gue alergi sama bulunya, bisa gatelan.."
Pernyataan ini nampaknya kurang bisa diterima oleh pegawai Hero lainnya, yang langsung ngakak keras-keras. "HUAHAHAHAHA.... Huuu... satpam alergi! Nggak pantes! Bilang aja lo takut!"
Satpam Yudi berusaha mempertahankan harga diri, "Serius.. gue bukannya takut nih ya... cuma alergi, gitu..."

Insiden kucing akhirnya dibereskan dengan bantuan seorang petugas bagian timbang buah.
Yah, satpam juga berhak ngaku 'alergi', walaupun mungkin dia sebenernya phobia...



*bukan nama sebenarnya. Tadinya sih mau kasih nama 'Eriq' tapi berhubung nggak ada peluang kemunculan tokoh Chika dalam cerita ini, jadi gue batalkan.
Foto satpam gue sedot dari sini.

Photo Albumhappy birthday tante winda! (38 photos)Jun 26, '07 11:01 AM
for everyone

Tanggal 25 Juni kemarin, gue, Ida dan bayi Rafi lagi mudik ke Bandung. Kebetulan, hari itu Winda ultah. Telepon punya telepon, kami janjian ketemuan di Paris van Java dan cihuy... ditraktir makan di zenbu!

Bukan cuma ditraktir, pulangnya dianterin pulak sampe rumah. Namanya ada tamu harus dihibur, apalagi tamunya lagi ultah, maka kami menhibur Winda dengan memanggil... topeng monyet!

Bayi Rafi awalnya seneng banget liat topeng monyet, tapi lama-lama jadi takut waktu monyetnya jadi agresif ngejar-ngejar gue dan Winda. Kayaknya tu monyet tersinggung setiap kali dibidik pake kamera. Entahlah, mungkin dia anggota Nikon club.

Anyway, happy birthday tante Winda, semoga sukses lahir-bathin, dan dunia-akhirat... amiiin...!

Udah pernah denger tentang tips ini?
   
Satu lagi penemuan yang gue peroleh dari acara ngerokok bareng di tangga. Hm... pikir2, dinilai dari banyaknya pengetahuan umum yang gue dapet, kegiatan ini nyaris positif, ya?

Salah satu anggota gang tangga bernama Mas Gimin. Mas Gimin ini menghabiskan masa kecil hingga SMA di desa, sehingga punya segudang pengalaman menarik soal interaksi dengan alam. Dia suka sharing tips n trik juga, salah satunya adalah tips mengatasi patil lele.

Berdasarkan pengalaman Mas Gimin, yang mendapatkan pengetahuan ini secara turun temurun, obat paling mujarab untuk mengatasi patil lele adalah lapisan atas lidah kita sendiri! Jadi, begitu kena patil, segera kerok sedikit bagian atas lidah kita (yang warnanya putih) dan bubuhkan di atas luka patil tersebut. Niscaya luka nggak akan meradang.

Mengenai alat pengeroknya bisa menggunakan bilah bambu yang tajam. Jangan tanya gimana teknisnya, karena gue denger ide mengerok lidah dengan benda tajam aja udah ngilu.

Dan oh iya, menurut Mas Gimin, makin kecil lelenya, makin kuat racun patilnya. Jadi pesan moralnya, jangan anggap remeh yang kecil-kecil, terutama bila itu adalah lele.

Semoga bermanfaat.

Lidah jagger gue kerok dari sini.




Hari 2

Watersport idaman Ida

Mencicipi sarapan pertama di hotel. Yah, mungkin karena target market yang beda dengan hotel2 di Kuta, sarapan di sini sangat Europe-oriented banget. Perut melayu gue cuma menemukan nasi dan bihun goreng sebagai teman favoritnya. Sedangkan sisanya, makanan2 bule seperti bacon dan sereal. Mana baconnya bacon 'betulan' lagi, bukan beef bacon! Untuk urusan sarapan, kelengkapan menu dan rasa masih diungguli oleh Hotel Alam Kulkul.


Baru bangun, langsung sarapan

Habis sarapan, Ida berenang-renang sementara gue keluyuran menjelajahi daerah di sekeliling hotel. Banyak tempat yang menawarkan watersport, salah satunya Flying Fish idaman Ida. Ida ngeliatin orang-orang yang main Flying Fish, hilir mudik sampe membal-membal di atas air, dengan tampang kepingin.
"Orang hamil nggak boleh ya main itu?"
"Yah... mengingat di Jakarta aja kamu nggak mau naik bajaj karena terlalu banyak getaran, aneh aja kalo tau2 di sini kamu main gituan..."
"Yah.... tapi nanti kalo udah nggak hamil lagi kan bisa ya main itu ya... "
"Iya, tapi nantiiii... tau deh berapa tahun lagi... makanya sekarang puas-puasin jalan-jalan, mungkin ini terakhir kalinya kita bisa jalan-jalan bebas kaya gini sampe beberapa tahun yang akan datang."
"Yah, kamu jangan bilang ini jalan-jalan terakhir dong... emangnya kamu nggak mau ngajak anaknya jalan-jalan di Bali?"
"Emangnya kamu mau ngajak bayi merah keluyuran panas-panasan di Bali?"
"Hu-uh!"
"Hu-uh!"

Abis berenang, kami mencoba meja ping-pong yang tersedia di deket kolam. Terus terang seumur-umur gue belum pernah main ping-pong, dan nampaknya demikian pula halnya dengan Ida. Jadi permainan ping-pong kami siang itu lebih banyak diisi dengan acara mengejar bola ke sana sini. Rupanya permainan kami diamati secara senewen oleh para mas-mas penjaga handuk di deket kolam, sampe akhirnya mereka ngomong, "Pak, apa nggak mending istrinya diajak main bilyar aja, kan kesian kepanasan..."

Yaudah, kami pindah ke meja bilyar. Lagi-lagi nggak ada satupun dari kami yang berpengalaman main bilyar, cuma modal sok tau aja. Ida sih merasa tau peraturan permainan bilyar, yang menurut dia adalah sebagai berikut:
1. Bola dalam susunan segitiga boleh dipukul sembarangan, asal pecah aja.
2. Kalo dari formasi awal ada bola yang masuk ke lubang, pemain boleh mukul lagi. Kalo nggak ada yang masuk, giliran pindah ke pemain lawan.
3. Bola yang jadi sasaran adalah bola dengan nomer terkecil yang belum masuk ke lubang.
4. Giliran berpindah kalo pemain gagal memasukkan bola saat dapat giliran mukul.
5. Kalo lawan mendapat giliran dari pemain yang gagal memasukkan bola DAN gagal mengenai bola sasaran, maka pemain tsb bebas memindah-mindahkan bola putih ke posisi yang dianggap paling strategis.
6. Kalo saat mau mukul banyak bola yang berserakan / mengganggu posisi tangan, maka bola2 tersebut boleh disusun ulang agar keadaan menjadi cukup nyaman / tidak ribet untuk memukul.

Terus terang peraturan tersebut, khususnya poin 5 dan 6 terdengar mencurigakan buat gue, tapi berhubung gue nggak tau sama sekali gimana peraturan aslinya, maka ya terpaksa nurut aja deh. Permainan berakhir dengan bola lebih banyak dimasukkan oleh gue, sementara Ida ngambek nggak mau main lagi.

Nggak kerasa pas liat jam udah lewat waktu makan siang, maka kami memutuskan untuk mulai mencari mobil sewaan. Abisnya, belajar dari pengalaman semalem, ongkos taksi PP menuju ke keramaian sama dengan ongkos nyewa mobil selama 48 jam.

Berhubung daerah ini lebih sepi dari Kuta, tempat penyewaan mobilnya juga lebih terbatas dan akibatnya lebih jual mahal pula. Karimun yang gue inget banget di bulan Desember gue sewa seharga 120 ribu per hari, di sini ditawarin dengan harga 165 ribu. Itu juga udah harga untuk turis lokal, kata pemilik mobilnya. Untuk bule 195 ribu per hari. Yea right. Langsung gue tinggal nyari tempat penyewaan lainnya dan akhirnya memutuskan untuk nyewa Katana aja seharga 100 ribu.

Setelah punya mobil, kami segera meluncur ke Denpasar.

Ayam Taliwang idaman SBY


resto Taliwang Baru langganan Ida
Tadinya sih kami mau nyobain nasi-something yang direkomendasikan lengkap dengan alamatnya oleh Shanti, tapi ternyata udah hampir jam 4 sementara kata Shanti jam 2 aja tuh nasi udah hampir abis. Jadinya ganti tujuan, kali ini menuju ke resto Ayam Taliwang yang lokasinya nggak jauh dari mantan rumah Ida waktu tinggal di Denpasar dulu.

Nggak nyangka, ternyata resto sederhana ini adalah kegemaran presiden SBY. Dindingnya dihiasi beberapa foto kunjungan SBY ke sana, lengkap dengan tanggalnya. Keliatannya SBY udah sering dateng ke sini sejak sebelum jadi presiden. Hmm... nggak kebayang kaya apa ribetnya situasi di sini kalo pas lagi dikunjungi SBY, mungkin nggak ngerima tamu umum kali.

Ida bernostalgia, dulu waktu masih tinggal di seberang resto ini sering diutus ibunya beli ayam di sini untuk lauk di rumah. Menu ayam di sini rada unik: ayam dijual per ekor, nggak bisa pesen sepotong-sepotong kaya di KFC. Ternyata ayamnya kecil-kecil... udah ayamnya memang ayam kampung, nampaknya masih remaja pula... kasian, mereka belum lama melihat indahnya dunia udah keburu naik pemanggangan.Uniknya lagi, resto ini menyediakan odol di wastafel dengan sebuah pengumuman tertempel di kaca: untuk menghilangkan bau terasi, gunakan odol... hehehe... dan setelah gue coba, ternyata odolnya nggak terlalu efek juga tuh.

Kenyang makan, Ida masih terobsesi nonton sunset. Terakhir kali kami ke Bali bulan Desember kan musim ujan tuh, hampir tiap hari mendung melulu plus kami juga lebih banyak jalan-jalan sehingga pas sunset selalu lagi berjauhan dengan pantai. Kali ini kami berhasil mencapai pantai sekitar jam 5 lewat, dan surprised ngeliat situasinya yang jauh lebih rame.
Di satu sisi gue turut gembira karena ini menandakan pariwisata Bali udah berangsur pulih, sementara di sisi lain sebel juga karena nyari parkir jadi susah.


Anjing pinter di pantai Kuta

Dasar apes, walaupun kali ini cuaca cerah, tetep aja nggak bisa liat sunset utuh karena di sekitar horizon banyak awan tipis ngeriung... yah tapi lumayan lah, pemandangannya cukup bagus juga kok. Yang menarik, gue ngeliat seekor anjing yang pinter banget. Entah sengaja dilatih atau emang bisa sendiri, anjing itu berkeliaran ke sana ke mari untuk nyari... sampah! Dia gali2 pasir, dan kalo nemu sampah berupa botol minuman plastik dia serahin ke majikannya. Lucu juga kali ya, kalo anjing-anjing liar di Bali dilatih melakukan hal yang sama. Lumayan buat jaga kebersihan pantai, sekalian buat contoh bagi para turis bahwa anjing aja ngerti bahwa sampah nggak boleh dibuang sembarangan. ..

Setelah matahari nggak keliatan lagi, kami jalan-jalan ke Starbuck untuk beli kopi, trus balik lagi ke pantai untuk ketemuan sebentar dengan temen kantor gue yang kebetulan juga lagi liburan ke Bali. Dia bener-bener liburan full, ikutan tour jalan-jalan ke seluruh penjuru Bali dan hari itu baru balik dari Tanah Lot.

Sekitar jam 7, kami beranjak dari Kuta.

Mal idaman gue

Dulu waktu gue menginjak Bali untuk pertama kalinya, gue ngelewatin mal Bali Galeria dan udah kepingin mampir ke sana. Tapi sayangnya anggota rombongan yang lain pada memveto keinginan gue tersebut. "Udah jauh-jauh sampe Bali masa mampirnya ke mall lagi sih? Dasar anak mall! Udah, ke mallnya nanti aja kalo udah pulang ke Jakarta."

Waktu itu memang hidup gue susah dipisahkan dengan mall. Entah kenapa kalo udah masuk mall rasanya hati gue tenteram banget walaupun cuma muter-muter seharian tanpa beli apa-apa. Tapi apa daya gue kalah suara dengan yang lain, jadi keinginan tersebut terpendam sampe sekarang. Nah, berhubung perjalanan pulang dari Kuta menuju Nusa Dua melewati mal ini, maka gue memutuskan untuk mampir ke sana. Akhirnyaa... bisa juga mampir ke Bali Galleria, yipiii... :-)

Sayangnya, kadang saat menjadi nyata sebuah impian tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Mal itu ternyata nggak seindah tampak luarnya. Udah mana AC-nya gerah, lagi. Trus di tengahnya ada sebuah air mancur raksasa yang berisik banget. Toko-tokonya nampak rindu order. Yang keliatan rame cuma Gramedia. Tapi, seperti halnya Gramedia Matraman dan Merdeka Bandung yang pernah gue kunjungi, di sini nampaknya berlaku kebijakan hemat energi - khususnya energi untuk menyalakan AC - sehingga situasinya jauh lebih gerah daripada di luar.

Abis dari sana kami langsung pulang dan tidur cepet, berharap bisa nonton sunrise besok pagi.

Bersambung



VideoIkan kok bisa pinter gini sih?Mar 15, '06 11:12 AM
for everyone
setau gue, ikan cuma punya memori selama 3 detik (seperti Dori yang di film 'finding nemo' - itu based on real research lho! - tapi jgn tanya gimana para researchernya mengukur memori ikan)

lah, trus gimana caranya melatih ikan2 ini ya?


FISHES.WMV (1.4 MB)

Gold Account



This is my Google PageRankâ?¢ - SmE Rank free service Powered by Scriptme
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
' /
Mau dikabari via e-mail kalo ada posting baru? Klik di sini


kotakkue.com
rumahnya risol kribo



Yang terbaru dari
Planet Holiday
Tour & Travel


pernah baca ini?

Silakan teriak di sini:




View Agung Nugroho's profile on LinkedIn

tracker

Save halaman ini di:

Subscribe with Bloglines' /







© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.