Diganti jenisnya: udah. Diganti ukurannya:
udah. Bisa diapain lagi ya, font-font ini?
Berikut ini adalah beberapa
perintah formatting font yang gue tau. Mungkin ada juga yang lainnya, kalo ada
yang kelewat, tolong kasih tau gue ya…!
Font-style: bisa diisi dengan "normal" atau
"italic"*. Contoh penggunaan, dikombinasikan dengan perintah
mengubah jenis dan ukuran huruf yang udah pernah kita bahas
sebelumnya:
b { font-family: verdana; font-size: 1em; font-style:
normal; }
Font-variant: bisa diisi dengan "normal" atau "small-caps". Buat
yang belum familiar dengan istilah "small-caps", ini adalah tipe
penulisan di mana nggak ada huruf kecil yang muncul. Seluruh huruf yang
ditampilkan adalah huruf kapital, cuma beda ukurannya doang.Di awal kalimat
akan muncul huruf kapital berukuran besar, sedangkan sisanya huruf kapital yang
kecilan dikit. Bingung? Hm…gimana kalo elo coba sendiri bikin CSS dengan font-variant
small-caps? Penulisan perintahnya adalah sebagai berikut:
h1 { font-variant: small-caps; }
Font-weight: adalah seberapa bold; atau seberapa tebal; font yang akan kita pake. Lo
bisa pake satuan angka, atau tulisan. Kalo elo mau pake satuan
angka, rangenya mulai dari 100 (yang paling tipis) hingga 900 (yang paling
tebel). Font yang 'normal' punya font-weight 400, sedangkan tingkat 'bold' yang
selama ini sering kita liat punya font-weight 600. Gue udah coba, nomer yang
dipake untuk menentukan font-weight ini hanya mengenal nuansa per 100 poin.
Jadi kalo lo masukin nilai 435 (misalnya), nggak akan ngaruh di tampilan akhir
nanti. Dengan demikian hanya ada 9 derajat ketebalan font yang mungkin
ditampilkan. Selain itu perlu dicatat bahwa nggak semua font menyiapkan diri
untuk menampilkan 9 derajat ketebalan, jadi jangan heran kalo pas lo coba nanti
ada beberapa font yang cuek nggak bergeming saat lo masukin font-weight
tertentu. Cara lainnya untuk menentukan font-weight adalah dengan nulis,
"normal" atau "bold". Contoh penggunaan perintah
font-weight ini adalah sebagai berikut:
-Dengan satuan
angka:
body { font-weight: 600; }
-Dengan
tulisan:
body { font-weight: bold; }
Text-decoration: ya… dekorasi
penghias tulisan… bisa diisi dengan: · "underline" (garis bawah) · "overline" (garis di atas font) · "line-through" (garis tengah
/coret) · "blink" (kedip) Khusus
untuk yang blink, gue coba di Firefox muncul, di IE nggak muncul. Nggak tau ya
kalo pake browser yang lainnya. Memang begitulah sifat para browser itu, suka
kurang kompak satu dengan lainnya. Dan sebagai himbauan dari gue pribadi,
tolong penggunaan fungsi 'blink' ini agak sedikit direm ya… jangan dipake untuk
elemen <body> misalnya; karena nanti seluruh halaman web lo akan
kedip-kedip bikin senewen. Kan pusing orang liatnya. Contoh
penggunaan text-decoration:
i { text-decoration: underline; }
Color: last but not least, memformat warna. Untuk memformat warna,
cukup dengan perintah "color" aja. Untuk warna-warna dasar, bisa
dengan ditulis namanya seperti ini:
body { color:
red; }
Sayangnya cuma ada 16 nama warna yang setau gue bisa
dikenali oleh perintah CSS, yaitu:
aqua
black
blue
fuchsia
gray
green
lime
maroon
navy
olive
purple
red
silver
teal
white
yellow
Jadi kalo elo kepingin bikin warna yang di luar warna
dasar seperti ijo kendondong, abu-abu bulu monyet, merah bengep atau ungu
busuk, lo harus bikin campuran sendiri berdasarkan hex-code. Contoh
penggunaannya seperti ini:
body { color: #ff0000; }
Kode warna
#ff0000 itu adalah kode untuk warna merah, jadi baik lo masukkan perintah
"color: red" maupun "color: #ff0000" hasilnya akan
sama. Lebih lanjut tentang hexcode bisa diklik di journal gue yang ini.
Latihan: Coba buat CSS yang melibatkan seluruh perintah format font yang dibahas
di sini. Coba kombinasikan masing-masing perintahnya untuk ngeliat
perbedaan-perbedaan yang ditimbulkannya.
*sebenernya
selain 2 pilihan itu, ada lagi yang namanya "oblique". Tapi fon-style
oblique ini nampak mirip banget dengan font yang italic, jadi kayaknya nggak
terlalu penting untuk dipikirin.
iya sabar ya... mau selesaiin serial css ini sampe tuntas dulu (sampe penerapannya di MP) baru mulai serial lainnya. tapi flash yang gue buat selama ini juga flas bohong2an kok, krn bikinnya pake program swish (versi 'dummy'nya macromedia flash).... hehehe...
tapi katanya para penggemar coklat sejati, penyimpanan coklat yang baik dan benar tuh bukan di kulkas melainkan di suhu kamar. Soalnya kalo di kulkas coklatnya suka jadi keras dan berbintik putih. Pokoknya turun deh kualitasnya.
Weleh, yang kemarin aja belum dipraktikin jee... udah ada yang baru.. Makasih ya.. OOT: coklat yang keras kan enak tho?nggak kalah menantang dengan how to get girls in 30 days...:p~